NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Enambelas

Di dalam benak Chu Xinyue, kedatangan kabar pemberontakan di Selatan adalah mukjizat dari langit yang menyelamatkan lehernya di detik-detik terakhir. Saat seluruh aula, termasuk Long Tianqi terdistraksi oleh kepanikan militer, Xinyue diam-diam menarik napas lega, meyakini bahwa fokus istana telah bergeser dan ia bisa mencari celah lain untuk menyingkirkan cawan beracun itu.

Namun, rencananya untuk menjatuhkan Shen Ran gagal total. Kegagalan total ini bukan sekadar karena dewi keberuntungan sedang tidak berpihak padanya, melainkan karena sejak awal, Chu Xinyue sedang bermain catur melawan seorang master strategi yang bisa melihat lima langkah ke depan.

Saat Chu Xinyue diam-diam menurunkan cawannya dengan helaan napas lega, mengira perhatian Long Tianqi dan seluruh menteri telah sepenuhnya tersedot oleh berita pemberontakan di Selatan, ia tidak menyadari bahwa garis takdirnya sudah dipotong habis.

Di atas podium, Shen Ran tetap duduk dengan tenang. Tatapan matanya yang sedingin es mengunci gerak-gerik Chu Xinyue yang berusaha menyembunyikan cawan itu di balik lengan bajunya yang lebar.

"Kau mungkin bisa lolos hari ini, Chu Xinyue. Tapi, lain kali aku tidak akan membiarkanmu begitu saja," gumam Shen Ran, lirih.

Gumam lirik itu menghilang begitu saja di balik riuhnya kepanikan yang melanda Aula Agung, namun bagi Shen Ran, kata-kata itu adalah sebuah komitmen profesional. Ia tidak sedang didorong oleh dendam membara, melainkan oleh perhitungan logis untuk menertibkan setiap potensi ancaman yang mengganggu stabilitas posisinya.

Chu Xinyue berusaha membaur dengan kerumunan para selir dan pelayan yang mulai panik mendengar kabar dari Selatan. Wajahnya yang semula tegang kini perlahan memancarkan secercah harapan licik. Dalam benaknya, selama janin palsu ini masih aman di dalam rahimnya, ia masih memiliki kartu as untuk memanipulasi Long Tianqi di kemudian hari.

Sementara itu, Long Tianqi telah sepenuhnya berdiri dari takhtanya. Wajah sang Kaisar menegang, urat-urat di lehernya menonjol saat ia menatap prajurit perbatasan yang bersujud di tengah aula.

"Klan Chu berani menggelapkan dana logistik dan melarikan diri?!" raung Long Tianqi, suaranya menggelegar menghancurkan sisa-sisa atmosfer perjamuan. "Di mana Jenderal Lin?! Mengapa pasukan perbatasan bisa seceroboh ini hingga membiarkan pemberontakan pecah?!"

"M-Mohon ampun, Yang Mulia! Pasukan klan Chu bergerak secara rahasia di malam hari dan memutus jalur komunikasi burung utusan!" jawab prajurit itu dengan tubuh gemetar.

Para menteri dan tetua klan langsung saling berbisik riuh, menciptakan kegaduhan massal. Beberapa menteri yang diam-diam terafiliasi dengan klan Chu mulai bertukar pandang penuh kecemasan, menyadari bahwa kapal tempat mereka bersandar mulai karam.

Di tengah kekacauan itu, sepasang mata di balik topeng perak terus mengamati situasi dengan ketenangan yang ganjil. Feng Muye, yang berdiri di dekat pilar besar aula, perlahan mengalihkan pandangannya dari Long Tianqi yang sedang murka menuju ke atas podium tertinggi, tepat ke arah Shen Ran.

Melihat Permaisuri yang hanya duduk diam tanpa kepanikan sedikit pun, sudut bibir Feng Muye di balik topeng peraknya terangkat. Ia tahu, gumaman lirih Shen Ran tadi bukanlah tanda menyerah kalah, melainkan aba-aba bahwa permainan catur yang sebenarnya baru saja resmi dimulai. Krisis di Selatan ini hanyalah babak pembuka dari badai yang akan mereka ciptakan bersama untuk meruntuhkan takhta.

1
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!