Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Pesta di Kerajaan Hanrinia
“Kemampuan sihirmu cukup baik, kita akan berlatih lagi lusa.”
“Kenapa lusa ??”
Raja Basilio tersenyum kecil, “Adikku, Jonah mengadakan pesta cukup besar, dan kita di undang di acara mereka. Jadi besok kita akan datang ke sana.”
Becca menoleh ke arah suaminya, yang berbaring di sebelahnya dengan ekspresi sedikit cemberut kesal.
“Kenapa baru bicara sekarang, aku bahkan belum menyiapkan gaunnya ?!” ujar Becca dengan sedikit sebal, Raja Basilio terkekeh pelan.
Becca perlahan mulai menunjukkan ekspresinya di depan suaminya, tidak kaku seperti sebelumnya. Dan hal itu membuat Raja Basilio senang, karena istrinya mulai terbuka dan menerima dirinya sebagai suami.
“Tidak perlu khawatir, sayang. Aku sudah menyiapkan semuanya untuk kita, jangan khawatir.” Ujar Raja Basilio membelai rambut istrinya dengan lembut.
Malam ini, mereka berbaring dan saling berhadapan satu sama lain. Berbeda dari malam sebelumnya yang masih tidur saling memunggungi, kini mereka mulai saling berhadapan.
Pandangan mata Becca tertuju pada perut kotak-kotak suaminya yang tercetak jelas di depannya, sambil menahan ekspresinya, Becca berusaha untuk terlihat tetap tenang meskipun hatinya bergerak tak karuan di dalam.
Astaga.. Pemandangan indah apa ini~ Hehehehe kalau ngelihat kaya gini setiap hari, bisa betah aku tinggal disini Batin Becca tersenyum-senyum di dalam hatinya.
“Kau mau menyentuhnya ??”
Becca tersentak dengan perkataan itu, dia segera mengangkat kepalanya dan berdehem sejenak.
“Ehm.. Apa maksudmu ???”
Raja Basilio menyeringai nakal, “Bukankah sedari tadi, kau memandangi otot perutku ?? Apa kau mau menyentuhnya, istriku ?? Tidak apa, bukankah aku suamimu~” Ujar Raja Basilio dengan nada nakalnya, membuat wajah Becca memerah malu.
Wanita itu segera menarik selimutnya ke atas, dan mencoba menutupi wajahnya yang tampak seperti tomat menggunakan selimut tidur.
“Su.. Sudahlah, ayo kita tidur.”
Raja Basilio terkekeh pelan, “Baiklah, sayang~ Tapi jika kau ingin menyentuhnya, katakan saja.. Aku selalu siap, untuk menerima sentuhan tanganmu.” Ujar Raja Basilio lagi, kali ini membuat telinga istrinya memerah.
Beruntung saja, penerangan malam mereka hanyalah cahaya bulan, jika ada cahaya itu seterang matahari maka Raja Basilio pasti bisa melihat ekspresi wajah Becca dengan lebih jelas lagi.
Ya, di istana itu tidak ada listrik, penerangan satu-satunya adalah sinar matahari di siang hari, dan cahaya rembulan di malam hari. Terkadang mereka menggunakan kekuatan sihir untuk memberikan penerangan sendiri. Jika memang ada gangguan dari serangga yang tidak terlihat hanya dengan cahaya bulan.
“Selamat tidur, istri kesayanganku.” Ujar Raja Basilio dengan senyuman manis dan lembut, dia kemudian memperbaiki posisinya dengan nyaman lalu menutup matanya dan tertidur di sebelah istrinya.
...
Keesokan harinya..
“Lihat, gaun itu sangat cocok untukmu, bukan ??”
Gaun berwarna ungu tua dan hitam itu, terlihat sangat indah di tubuh Becca yang terkesan indah. Becca tersenyum manis ke arah suaminya yang berdiri di sebelahnya.
“Terima kasih, Basil.. Gaun pilihanmu sangat indah.” Ujar Becca dengan senang dan bersemangat, membuat Raja Basilio tersenyum puas di sana.
Keduanya menggunakan pakaian berpasangan dengan warna ungu tua, dan semburat hitam sebagai lambang dari Kerajaan Varilia, sementara lambang dari Kerajaan Raja Jonah adalah warna biru Dongker.
“Apakah hanya ada kita berdua ??” Tanya Becca dengan penuh tanda tanya, Raja Basilio hanya menggelengkan kepalanya.
“Ada Pangeran Aldert dan.. Ebert yang juga ikut, bahkan mungkin wanita manja itu juga akan ikut.” Ujar Raja Basilio dengan nada malas di bagian akhirnya, membuat Becca tersenyum kecil, seakan terhibur dengan ekspresi yang di berikan oleh suaminya.
“Sudahlah, Basil jangan seperti itu.. Bagaimanapun Pangeran Ebert juga adalah putramu.” Ujar Becca berbicara dengan lembut.
“Tidak perlu terlalu sopan, panggil saja namanya. Toh kau sudah menjadi istriku.”
Becca terkekeh kikuk, dia masih merasa tidak nyaman untuk berdekatan dengan Pangeran Mahkota Ebert yang sampai saat ini, tidak menyukai kehadirannya sebagai istri sang raja.
“Sudahlah, ayo kita ke depan. Kereta kudanya sudah siap.” Ujar Raja Basilio mengulurkan tangannya, dan sang istri menerima uluran tangan itu, dan bangkit berdiri dari kursinya.
Dengan perlahan mereka keluar dari ruang ganti, dan berjalan melewati lorong panjang untuk sampai keluar. Beberapa pelayan dan prajurit menundukkan tubuh mereka saat melihat raja dan ratu berjalan melewati tempat mereka berdiri.
Becca berjalan dengan anggun menggandeng suaminya, begitu pula sang suami yang berjalan pelan menyesuaikan langkah istrinya.
“Ayah !! Bibi Becca !!”
Dari belakang sebuah suara, membuat mereka berdua menghentikan langkah kaki dan menoleh ke belakang, Pangeran Aldert dengan pakaian pangeran yang rapi juga dengan warna ungu tua itu, berjalan cepat ke arah mereka.
“Boleh aku ikut dengan kereta kalian ?? Aku tidak mau, satu kereta dengan Kak Ebert dan wanita manja itu.” Ujar Pangeran Aldert dengan nada sebal di bagian akhirnya, Becca tersenyum kecil, Raja Basilio menganggukkan kepalanya.
“Boleh saja, ayo ikut kami.” Ujar Raja Basilio, membuat Pangeran Aldert tersenyum senang.
Meskipun usianya Pangeran Aldert dan Pangeran Ebert itu sama, hanya berbeda 4 bulan di tahun kelahiran mereka, tapi karakter keduanya sangat berbeda jauh. Pangeran Aldert terlihat sedikit kekanak-kanakan yang manja pada ayahnya juga pada ibu tirinya, sementara Pangeran Ebert terlihat lebih dewasa.
Raja Basilio dan Ratu Becca akhirnya kembali melanjutkan langkah kaki mereka, diikuti oleh Pangeran Aldert di bagian belakangnya.
Beberapa pelayan menahan tawa mereka, melihat sisi manja sang Pangeran Aldert yang justru terlihat sangat menggelikan dan menghibur bagi para pelayan.
...
“Bibi Becca, Ayah.. Jadi kapan kalian akan memberikan aku adik ??”
Uhuk !!
Raja Basilio hampir tersedak mendengarkan pertanyaan dari putranya itu, sementara Becca langsung menepuk punggung suaminya, dan tersenyum kikuk.
Ya beginilah mereka bertiga di dalam kereta kuda, terlihat seperti keluarga yang begitu bahagia dan penuh candaan.
“Adik ?? Kau masih ingin adik ??” Tanya Raja Basilio setelah berhasil mengendalikan suaranya, Pangeran Aldert tersenyum dengan cerah dan menganggukkan kepalanya, seperti anak polos yang lugu.
“Tentu saja, aku sangat bosan ayah sendirian disini. Apalagi kakakku malah asyik dengan wanita lain, aku kesepian.” Ujar Pangeran Aldert dengan ekspresi sok berdrama di sana, membuat Raja Basilio menepuk keningnya sendiri.
Becca malah tersenyum kikuk, karena pertanyaan yang seharusnya itu di berikan oleh ayahnya, yang meminta cucu, tapi disini malah sang pangeran kedua yang meminta adik. Bagaimana bisa Becca melakukan sesuatu, jika dengan melihat bentuk tubuh sang raja saja, dirinya sudah merasa gugup dan takut.
“Ah, perjalanannya cukup jauh juga ya ternyata..”
Pangeran Aldert tersenyum, “Tentu saja, karena wilayah Kerajaan Varilia sendiri sudah sangat luas bibi, dan wilayah Kerajaan Hanrinia, milik Paman Jonah.” Ujar Pangeran Aldert menjelaskan dengan bangga di bagian awal, karena merasa bangga dengan wilayah mereka.
Hanrinia ?? Aku seperti pernah mendengar nama kerajaan itu.. Batin Becca seakan mengingat sesuatu dari nama kerajaan itu. Seperti dia sering mendengar namanya, mungkin karena Kerajaan itu pernah bekerja sama dengan Kerajaan Varilia, jadi terkadang namanya sering di sebut.
❤️👑❤️👑❤️👑❤️
Hai semua, bagaimana kabar kalian semua ?? semoga sehat ya 😁😁
Btw untuk adegan romantisnya terkesan agak lambat daripada ceritaku yang lain, tapi disini banyak elemen genre lainnya kok 😌😌 jadi enggak akan membosankan.
Tapi Author kesulitan membuat tokoh antagonisnya 🥲🥲
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄