NovelToon NovelToon
Aulia

Aulia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Romansa-Percintaan bebas / Amnesia
Popularitas:37k
Nilai: 4.9
Nama Author: Meyes

Aulia Zahra Wijaya, Putri dari Alm. Wijaya Arya, Wanita yang banyak memikat para Pria, tapi hanya satu yang bisa menarik perhatiannya.

Dia tinggal bersama Kakak Kandungnya Angga Wijaya yang meneruskan bisnis keluarga mereka, dan juga perusahaan yang dia kelola Wijaya Group, perkenalannya bersama 3 Sepupuh Kusuma merubah segalanya.

Dari jatuh cinta, konflik sampai dimana mereka harus berpisah, dan saling tarik ulur perasaan membuat Aulia harus bisa tegar dan mencoba tidak ingin jatuh lagi kepada pemilik hati.

Aulia memutuskan untuk fokus pada dunia bisnis keluarga, tapi hati selalu saja membawa Aulia dititik terlemahnya, dan pada satu titik kenyataan yang selama ia pegang ternyata semuanya salah, ia baru sadar pemilik hati itu tidak sengaja untuk melupakannya hanya saja ia harus mengalami Amnesia,

pemilik hati itu akhirnya mencari tahu kemana hatinya membawa, walau ingatan membuat ia lupa akan Aulia tapi hati tidak pernah salah, dan itu membawa mereka bersama kembali, tetapi perjalanan mereka tidak mudah untuk bersama selalu saja ada hal yang menghalangi.

bagaimana kisah cinta tersebut, tetapi Author membuat berbeda, silahkan dibaca dan diberikan like jika suka dan koment agar Author bisa mengembangkan ide apa saja dari readers serta vote yah, jika suka dengan Karya ini., terima kasih 'annyeong' 🤗😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan

Pintu kamar Aulia terbuka terlihat Angel masuk dengan wajah kesal sambil memanyunkan bibirnya dihadapan Aulia.

Aulia yang sudah berbaring dengan masih ponsel digenggam memantau pekerjaannya melihat wajah Angel yang kesal membuat Aulia terhenti.

"ngel, are you oke?" tanya Aulia

Angel tak bersuara Ia lebih memilih masuk kekamar ganti dengan memakai pakaian tidur Ia melangkah masuk kedalam selimut dan menghadap Aulia, membuat Aulia heran.

"what?" tanya Aulia lagi

"aku ini di anggap apa sih olehmu?" tanya Angel dengan melipat kedua tangannya didada menunggu jawaban Aulia

"teman, sahabat, kakak, saudara, sepupuh.." ucap Aulia terputus

"kalau seperti itu lantas apa maksudmu tadi memperlihatkan kamu begitu akrab dengan kak max, mana aku kaget tadi" potong Angel

"soal itu toh, maaf yah, habis kita uda jarang ketemu dan saling akrab, untuk bercerita soal itu aku tidak pernah tepat untuk mengatakannya" ucap Aulia sambil memamerkan gigi putihnya

"sekarang bisakan kamu cerita" tawar Angel

Aulia pun menceritakan bagaimana awal bertemunya bersama Kak Maxim dan melakukan kerjasama dalam suatu proyek, dan dari situlah Kak Maxim selalu meluangkan waktunya untuk bersama Aulia yang tidak pernah bisa Aulia tolak.

"jadi begitu, terus kalian uda jadian?" tanya Angel sehabis mendengarkan cerita Aulia

"sebenarnya tadi, cuman kamu tahu sendirikan keadaanku, tapi kak max sangat baik dia tidak menuntut atau pun marah padaku" ucap Aulia seperti ada penyesalan dengan kejadian tadi di restauran

"mmm., ternyata karma berlaku, saat dulu ia tidak melirik perasaanmu akhirnya sekarang ia yang terjebak oleh perasaan itu" ucap Angel

"aku masih bingung dengan perasaan ini ngel, banyak yang sedang mendekatiku tapi kenapa aku sama sekali tidak respect oleh itu, perasaan yang sekarang aku rasa hampa dan kosong" curhat Aulia

Angel tahu jawaban itu, hanya saja Angel tidak mau Aulia selalu terpuruk dan lemah karena rasa itu.

melihat Aulia yang sudah berusaha keras bangun dari kegalauannya sekarang saja Angel takut jika sewaktu-waktu Andreas akan datang lagi untuk menyakitinya,

entah apa yabg yang akan Kak Angga akan lakukan jika sampai itu terjadi lagi, Angel sudah memeriksa Andreas pada Dokter Arya bahwa saat ini Andreas mengalami Amnesia dengan berjalannya waktu dan bantuan dari sekitar Ia akan dapat mengingat lagi,

awalnya Angel kaget mendengar berita itu, dan bertekad tidak akan memberitahu kepada Aulia, bukan Angel egois tapi Dia lebih mementingkan kondisi Aulia.

"mungkin kamu harus mengiklaskan semua yang sudah terjadi dan memulai dengan lembaran baru, berusaha melihat cinta dari sekitar dan tak mengingat masa lalu, itu saranku untukmu" ucap Angel memegang pundak Aulia seakan menyalurkan kekuatan padanya

Mendengar jawaban Angel, Aulia tersenyum dan memeluk sayang Angel, Angel pun membalas.

"maaf lia jika aku menyimpan kondisi andre saat ini, aku tidak mau kamu terpuruk lagi" gumam Angel dalam hati dalam memeluk Aulia.

........

Pagi hari, Andreas sudah siap dengan pakaian kantornya, Ia ingin hari ini bisa lancar mengenai penempatannya di slaah satu kantor cabang milik perusahaan mereka.

Andreas sengaja menunggu Adrian turun dari kamarnya, Ia ingin melihat reaksi Adrian kepadanya, dan juga Andreas sedang menunggu Mike bahwa Dia sudah menyiapkan sendiri orang untuk dirinya (assisten pribadi) yang selama ini sudah mengikuti perintahnya.

Andreas ingin semuanya berjalan sesuai rencananya, tak ingin ada orang baru disekitarnya. Adrian turun dengan memperhatikan Abangnya dibawah sedang menyantap makannya.

"morning ndre, kelihatannya kamu cukup bersemangat, tapi aku sedikit terkejut dengan pilihanmu disaat kondisimu belum stabil seperti sekarang ini" ucap Adrian sambil menarik kursi untuk duduk

"morning, oh tentu, ini sudah aku pikirkan semuanya, kamu tenang saja, aku tidak akan mengacaukan apapun, aku hanya ingin membantu" ucap Andreas sedikit dingin

Adrian hanya mengangguk saja, Ia tidak ingin suasana menjadi panas, Ia yakin apapun itu Andreas tidak akan seperti dulu,

terlihat Mike masuk dengan memberi hormat terlebih dahulu pada kedua atasannya,

"tuan, ini jadwal untuk hari ini" ucap Mike memberikan tablet Android dihadapan Adrian yang sedang meneguk kopinya.

"maaf tuan andre, apa ada sesuatu yang tuan ingin sampaikan" ucap Mike

sebelumnya saat Mike masih di Apartemennya Ia dihubungi oleh Andreas ada sesuatu yang ingin Ia sampaikan jika Mike tiba dirumahnya.

"oh yah, mike aku tidak mau ada assisten, aku sudah memiliki sendiri dan ia akan tiba kesini" ucap Andreas

mendengar pemberitahuan dari Andreas, Adrian sejenak terhenti, Adrian mulai merasa Andreas bukan Andreas yang hilang ingatan, Mike hanya bisa mendengarkan maksud Andreas.

"kenapa kamu tidak ingin jika mike yang memilih?" seru Adrian

"karena aku tidak suka bekerja dengan orang baru" ucap Andreas

"baiklah" ucap Adrian sambil memberi isyarat pada Mike agar turuti saja kemauan Abangnya itu.

sarapan baru saja selesai, orang yang ditunggu baru tiba, terlihat Adrian dan Mike sudah didepan teras, melihat kedatangan orang tak dikenal membuat Adrian dan juga Mike menebak jika itu adalah orangnya Andreas.

merasa jika orangnya sudah tiba, Andreas keluar disaat Adrian dan Mike melihatnya seraya Andreas memperkenalkan Assistennya itu.

"hans, perkenalkan dirimu" perintah Andreas pada orangnya.

"maaf sebelumnya tuan saya terlambat, perkenalkan tuan saya Hans assisten pribadi tuan Andreas" ucap Hans pada kedua orang dihadapnnya.

"hans, ini adik saya adrian presdir tempat kita bekerja dan juga ini mike sekertaris perusahaan sekaligus assisten pribadi keluarga kami" ucap Andreas memperkenalkan kedua orang dihadapan Hans.

Adrian dan juga Mike hanya bisa mengangguk sambil berjabat tangan.

"baiklah andre, hans kami duluan, sejam lagi kami tunggu di perusahaan" ucap Adrian pamit

Mike sudah membuka pintu mobil untuk tuannya.

mendengar Adrian, Andreas paham jika sejam lagi Ia akan dikenalkan didepan para partner kerja dan juga para pemegang saham.

.......

tok tok tok

suara ketukan pintu kerja Angga

"masuk" perintah Angga

"tuan ada nona Ayla sedang menunggu" ucap Leon saat didepan pintu

"biarkan dia masuk" ucap Angga berdiri menunggu kekasihnya

Leon kembali ke ruangannya, nampak Ayla masuk dengan membawa sebuah katalog dengan wajah kesal sambil berlari memeluk Angga nan manja

"katanya semalam akan datang, aku menunggu kamu tahu" ucap Ayla didalam pelukan Angga.

"maaf sayang, semalam penerbangan kami harus ditunda beberapa jam karena cuaca buruk dan ponselku lobet, jaringan disekitar bandara ada gangguan, maaf" ucap Angga sambil melihat kearah wajah kekasihnya

seketika wajah murung Ayla berubah, dan menarik Angga ke sofa untuk duduk.

"baiklah permintaan maaf di terima, kemarilah sayang" ucap Ayla

sambil membuka katalog, Angga penasaran apa yang ingin ditunjukan oleh kekasihnya.

"apa ini?" tanya Angga

"ini beberapa sampel dekor, dan sebagainya milik EO, kita berdua harus memutuskan untuk memilih yang mana" ucap Ayla sambil memberikan salah satu katalog itu.

"oh yah, baiklah, tapi aku ingin kamu saja yang memilih" ucap Angga sambil membolak-balik halaman katalog itu.

"apa cuma aku saja yang menikah" cetus Ayla manyun

melihat ekspresi wajah Ayla yang nampak menggemaskan, Angga pun mengecup lembut pipi Ayla.

"kamu" seru Ayla sambil tersenyum

"bukan seperti itu, aku hanya ingin kamu yang memilih karna aku tidak mengerti dengan ini, biarlah hal yang lainya aku yang pilih oke" bujuk Angga sambil memeluk tubuh Ayla dengan katalog dihadapan mereka.

"baiklah, tapi aku ingin pertimbanganmu, bisakan?" tawar Ayla

"tentu" ucap Angga

keduanya pun, memilih apa yang menjadi pilihan dan selera mereka, seperti pasangan pada umunya akan ada perdebatan sebelum akhirnya memutuskan pilihan mereka.

dari dekor, catering, konsep, dan lain-lainya, sudah mereka pilih, tapi Angga sudah memilih cincin nikah mereka jauh sebelum Angga melamar Ayla, dan Ayla sama sekali tak tahu, Angga sedikit memberi kejutan.

......

bunyi bel rumah Aulia

karena para pekerja rumah masih sibuk didapur dan melakukan aktifitas, Aulia yang melintas di ruang tengah langsung buru-buru menuju pintu depan yang sedang berbunyi tanda ada tamu.

"adit" ucap Aulia sedikit terkejut.

"hey lia, angel?" ucap Aditya

tiba-tiba Angel menerobos Aulia yang menghalangi pintu rumah,

"sorry lia, gue harus buru-buru kerja bye, ayo sayang" ucap Angel sambil menarik tangan Aditya menuju mobil.

"maaf lia, ba ba baiklah" ucap Aditya kewalahan dan serba salah

Aulia yang merasa heran hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya.

drreett drreett

suara ponsel Aulia bergetar

"halo" sapa Angga

"iya kak" ucap Aulia sedikit canggung

"lia, kamu bisa menghadiri rapat pemegang saham" ucap Angga

"kak, mana mungkin aku sedang libur, dan bukannya kakak biasanya diwakilkan oleh kak unge" ucap Aulia

"apa kamu lupa mba mu sedang diluar kota, dan aku atasan disini jika aku bilang kamu pergi yah pergi, kaka sedang menemani ayla kamu tahu sendiri kakak sedang sibuk dengan urusan pribadi" ucap Angga

"hhmm., baiklah untuk kali ini saja" ucap Aulia menyerah berdebat dengan Abangnya.

setelah panggilan terputus, Aulia menerima surel dari Leon undangan rapat digital, saat Aulia melihat tempat pertemuan itu betapa kaget Aulia dengan membulatkan matanya dan membungkam mulutnya

"apa dia ada?" gumam Aulia resah jika harus bertemu kembali dengan Andreas,

Aulia sebenarnya senang dia akan bertemu dengan Adrian orang selalu menyayanginya dan membantu Aulia di kala susah, tetapi Aulia cemas dan tak ingin bertemu dengan Andreas baginya Andreas cukup masa lalunya saja dan tak mau lagi Ia bertemu.

........

sebelum Aulia berangkat, Dia sudah menyuruh Mey untuk ikut bersamanya, dan menjemputnya.

kini Mey dan juga Aulia menuju perusahaan yang paling berpengaruh di Indonesia, mereka baru saja tiba di lobby, dengan banyaknya para pemegang saham yang turut andil dalam perusahaan Aulia, Aulia tidak segan menyapa dan bercengkrama dengan Mey yabg yang selalu mengikuti setiap langkah Aulia.

tiba di ruangan rapat, di kejauhan Adrian yang baru saja nemasuki ruangan itu, betapa terkejutnya Dia saat menangkap sosok yang sangat Ia kenal

"aulia" gumam Adrian nampak gelisah

bagaimana tidak hari ini adalah hari pertama Andreas akan dikenal didalam dunia bisnis dan juga para pemegang saham sebagai salah satu cucu pemilik perusahaan ini.

Adrian menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Mike, dengan raut wajah tak tenang Adrian mencoba berpikir jernih, selama ini Adrian tidak tahu jika Aulia dan Andreas sudah sering ketemu.

"mike kenapa bisa lia ada didalam rapat?" ucap Adrian pelan agar tak didengar yang lainnya

posisi Adrian dan juga Mike belum masuk kedalam ruangan, jadi Aulia tidak melihat Adrian dari balik pintu ruangan itu.

Mike yang sempat terkejut, bergegas mengambil Tablet yang selalu Ia bawa, dengan cepat Ia melihat daftar hadir yang sudah dikirim untuknya sebagai informasi

"maaf tuan, tuan angga berhalangan karena sedang sibuk dengan urusan pribadinya, maka dari itu nona aulia diminta mewakili," ucap Mike melihat Tablet itu dan sesekali melihat kearah Adrian

"saya pun baru mengetahui ini tuan, maaf sekali lagi" ucap Mike sekali lagi dengan wajah menyesal

Adrian nampak berpikir, dan langsung melangkah menuju kursi Aulia.

dengan tidak menghiraukan orang sekitar Adrian menurunkan gengsinya sebagai atasan terhormat dengan membawa Aulia menjauh dari ruangan itu, sempat Mey mencegat tapi Aulia memberi isyarat untuk berada ditempatnya

Aulia yang sempat kaget dengan tindakan Adrian yang begitu tiba-tiba, dengan tenanga Aulia memberontak dengan melepaskan tangannya dari genggaman Adrian.

"rian lepas, apa-apan ini ada apa" ucap Aulia bingung

"bisakah kamu tidak menghadiri rapat ini?" ucap Adrian seketika dengan melihat kearah Aulia dengan begitu memohon

dari tatapan Adrian, Aulia sudah mulai curiga bahwa ada hal yang membuat Adrian tidak ingin Aulia hadir disana.

"apa dia ada.?" tanya Aulia seketika dengan menebak raut wajah Adrian.

dengan mengangkat kedua alisnya, Adrian sedikit terkejut dan mengangguk perlahan

"hhmm., aku harus tetap hadir, bukan untuk pertama kalinya aku akan bertemu olehnya, dia selalu menghampiriku dengan mengatakan jika dia lupa dengan ingatannya" ucap Aulia membuat Adrian begitu kaget

"apa semua ini benar rian?" ucap Aulia membuat Adrian tidak bisa bicara Adrian terdiam dengan menatap Aulia

Adrian berpikir jika selama ini, Andreas diam-diam selalu menggali ingatannya sendiri dan Ia tidak tahu sama sekali.

"rian?" ucap Aulia

tanpa Aulia sadar Mike berjalan mendekat kearah mereka

"maaf tuan nona, rapat akan dimulai" ucap Mike

Aulia pun meninggalkan Adrian yang sama sekali tidak bereaksi, Adrian merasa sangat bodoh dengan apa yang Andreas lakukan tanpa sepengetahuannya.

"tuan?" ucap Mike menyadarkan Adrian

dengan menarik nafas kasar, mau tak mau Adrian harus fokus dengan wajah yang nampak masih syok Adrian tidak ingin jika orang tahu dirinya kacau saat ini dia merubah moodnya menjadi lebih baik lagi.

Adrian dan juga Mike masuk kedalam ruangan kembali, terlihat Andreas masuk sesudah Adrian masuk.

Andreas yang baru saja masuk ke dalam ruangan rapat, dengan Hans dibelakangnya langsung duduk di samping Adrian yang sudah menyambutnya dengan tatapan tak terbaca oleh Andreas.

saat Andreas duduk dan menghadap kedepan wajah-wajah para pemegang saham, Andreas agak sedikit terkejut bahwa Aulia ada disana sedang duduk dan juga menatapnya tapi seketika tatapan itu Aulia buang dengan memanglingkan kembali wajahnya seakan tak kenal dengan Andreas.

rapat berjalan dengan lancar walau Adrian, Aulia dan jua Andreas dengan pikiran mereka masing-masing tapi terlihat dari luar bahwa merek bersikap profesional dalam bekerja dengan menyembunyikan masalah pribadi mereka masing-masing.

dengan usainya acara Andreas sudah dikenal oleh seluruh rekan bisnis dan juga pemegang saham bahwa Dia adalah CEO di perusahaan dengan bertempat di anak perusahan.

Aulia dan juga Mey sudah didepan Lift menunggu untuk turun menuju tempat parkir, Andreas yang melihat Aulia ingin rasanya Dia mendekat tapi dengan cepat Adrian memegang pundak Andreas memintanya ikut keruangan bersamanya.

tiba diruangan Presdir.

"apa ada yang ingin kamu sampaikan padaku" ucap Adrian membelakangi Andreas saat tiba diruangannya

Andreas yang hanya bisa melihat punggung Adrian nampak tak mengerti maksud pembicaraan itu dan memilih duduk di sofa.

Adrian yang merasa tak di gubris langsung menghadap Andreas dengan posisi menyender di meja kerjanya dengan melipat kedua tangannya.

"ndre?" tanya Adrian

Andreas hanya menyunggingkan senyum di sudut bibirnya sambil menatap Adrian.

"tidak ada, sudahlah aku permisi dulu" ucap Andreas menghindar dari Adrian

buru-buru Andreas keluar tanpa menghiraukan panggilan Adrian, diluar Mike dan juga Hans sudah senantiasa menunggu, melihat Tuannya keluar dan melangkaj pergi Hans pun ikut pergi, Mike langsung masuk kedalam ruangan karena ada beberapa dokumen yang harus di tandatangani.

........

tiba di depan teras rumah Aulia

"Mey, terima kasih atas tumpangannya, aku jadi merepotkanmu" ucap Aulia saat mobil Mey berhenti tepat di pintu masuk utama.

"sudah tugas saya sebagai sekretaris bos" ucap Mey

"walaupun begitu aku tetap berterimakasih kepadamu, tidak bosan menghadapi bos sepertiku" ucap Aulia sambil membuka pintu mobil untuk keluar tak lupa senyum manis Ia berikan pada Mey.

Mey hanya bisa mengangguk sambil tersenyum membalas senyum Bosnya.

"baiklah, lusa aku akan bekerja, seperti biasa sehabis usai bekerja kirim padaku dokumen-dokumen penting, oke" ucap Aulia sekali lagi sambil menutup pintu mobil.

"baik bos, saya ke kantor dulu" ucap Mey menancap gas mobilnya perlahan-lahan.

Mey pun sudah keluar dari gerbang rumah Bosnya, Aulia terlihat memikirkan perihal tadi di tempat meeting, saat mengingat kejadian itu, Aulia hanya bisa menghela nafas berat, tak ingin berlama-lama,

Aulia masuk sambil menyuruh pelayan untuk menyiapkan cemilan dan juga orange juice untuknya. Aulia memilih berenang mengusir penat dan pikiran kacaunya,

.......

"tuan nampaknya tadi nona aulia menghadiri rapat di kantor kusuma" ucap Hery saat melihat Tablet.

Maxim yang sedang menandatangani dokumen terhenti sambil menatap wajah Sekretarisnya itu.

Maxim terlihat berpikir sejenak dan menyuruh Hery untuk melaporkan apa yang Ia peroleh

"nona aulia menggantikan tuan angga dalam rapat tersebut dalam rangka pengangkatan jabatan oleh anggota keluarga Kusuma yaitu tuan Andreas Kusuma" ucap Hery

saat Maxim mendengar nama yang selama ini hilang, begitu kagetnya Dia dan sontak berdiri tiba-tiba yang membuat bingung Hery yang sedang berdiri tak jauh dari meja kerja Tuannya.

"tu tu tuan" ucap Hery gelagapan

"bisa kamu tinggalkan saya sebentar" ucap Maxim cemas

melihat Hery sudah keluar, buru-buru Maxim menyambar ponselnya dan menghubungi Aulia tapi tak di angkat karena sedang asik berenang.

Maxim yang tak mendapat jawaban makin frustasi dan bingung apa yang harus Ia lakukan, dengan cepat Ia memanggil Hery lewat intercom yang tak jauh dari meja kerjanya.

saat Hery masuk Maxim kembali duduk, Hery pun mendekat

"apa file itu aman?" tanya Maxim seketika

"aman tuan" jawab Hery

"bagus, aku minta jangan sampai ada yang bisa menggalinya" ucap Maxim sudah agak tenang

"baik tuan, akan saya usahakan" ucap Hery sambil pamit dari ruangan Bosnya saat mwndapat isyarat lewat tangan Maxim yang menyuruhnya keluar

"baiklah, jika kamu sudah mulai sadar, tapi saya pastikan aulia akan jadi milikku sebelum kamu" gumam Maxim sambil menyunggingkan senyum disudut bibirnya.

.........

di agensi tempat Aditya bekerja, terlihat salah satu teman ex boygrup nya menghampiri Aditya yang sedang melintas di ruangan tari.

"hey dit" panggil temannya

Aditya berhenti dan menyuruh Mas Dewo untuk duluan ke parkiran.

"kelihatannya kamu sudah lupa dengan kami" ucap temannya itu sambil memeluk Aditya dengan senyuman kerinduan

"tak akan aku lupa kalian, hanya saja waktu kita tak pernah ketemu, ini saja aku harus hadiri di pemotretan" ucap Aditya membalas pelukkan temannya

Aditya dan juga ex boygrup nya, memang satu agensi tetapi karena masing-masing sibuk dengan jadwal yang berbeda itu yang membuat mereka tak pernah terlihat bersama lagi, tetapi terkadang jika mereka satu panggung pun harus bersikap profesional dalam bekerja itu yang membuat images mereka sedikit membuat heters suka melebay dalam pertemanan mantan boygrup dan juga Aditya yang bersolo karier.

"yang lain mana?" tanya Aditya

"masih dijalan" ucap temannya

"oh ya, aku harus buru-buru, uda hampir telat, sukses yah dengan debut kalian, pokoknya aku penggemar nomor satu kalian" ucap Aditya sambil menepuk pundak temannya itu dan memperhatikan panggilan dari Mas Dewo.

temannya tahu jika Aditya semakin sibuk saat sudah keluar dari boygrup mereka, dan terbilang Aditya memang memancarkan visual saat satu grup dulu.

.......

Aulia yang baru selesai berenang tak sadar ada sosok yang memperhatikan dirinya dengan menyender sambil melipat kedua tangannya di dada.

Aulia yang keluar dari kolam renang, begitu terkejut dan girang melihat kak Bunga dengan wajah bahagia melihat Aulia.

"kak unge" teriak Aulia sambil berlari memeluk Kak Bunganya itu

tetapi Bunga menghindar tidak ingin basah dipeluk oleh Aulia yang masih memakai baju renangnya.

alhasil Aulia malah iseng mencoba mendekat kearah Kak Bunga untuk membuat Bunga basah, dengan canda tawa mereka lelah yang Bunga terus menghindar.

kini keduanya duduk di gazebo kayu pinggir kolam renang itu, Aulia yang sudah memakai handuk kimononya menikmati orange juice dan juga cemilan ringan.

"mba, kenapa sih selalu keluar kota, bukan hanya keluar kota tapi sampai keluar negeri" keluh Aulia

bagi Aulia Mba Bunga atau biasa di panggil Kak Unge, sudah seperti Ibu, Kakak, dan pelindung baginya dan juga Angel, mereka sangat manja dengan Bunga walau Bunga biasanya agak keras tapi mereka tetap suka terlebih Aulia.

"apa kamu mau bang angga enggak jadi nikah karena urus perusahaan terus" ucap Bunga membuat Aulia hanya ngangguk saja.

"iya juga sih mba, cuman lia rindu sama mba" ucap Aulia sambil memeluk erat tubuh Bunga.

Bunga balas memeluk sayang Adiknya itu, kadang Bunga merasa sudah memiliki Anak dengan tingkah Aulia yabg super depur manja.

"kan sekarang mba sudah ada, oh yah kamu enggak kerja?" ucap Bunga yang baru sadar hari ini hari kerja.

"libur" ucap Aulia singkat.

"bosan" tebak Bunga

Aulia hanya tersenyum menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"dasar kamu, yuk masuk nanti kamu masuk angin" ucap Bunga mengajak masuk Aulia

keduanya pun masuk sambil menaiki tangga.

"mba, lia kangen banget" ucap Aulia sambil memeluk erat tubuh Bunga dengan berjalan berdampingan.

Bunga hanya menanggapi dengan senyuman dan memegang tangan Aulia yang sedang memeluknya.

tiba di depan pintu kamar Aulia, Bunga berhenti.

"ya sudah kamu masuk, bersih-bersih dulu habis itu kamu turun samperin mba dibawah" ucap Bunga sambil memegang pundak Aulia lembut.

Aulia hanya ngangguk perlahan Ia masuk dan membersihkan diri terlebih dulu.

........

Suasana baru, lingkungan baru tentunya sudah dengan tujuan yang ingin Andreas capai itulah pikir Andreas saat masuk kedalam ruangan kerjanya.

terlihat Hans juga menatap ruangan itu dengan wajah tanpa ekspresi.

sudah usai melihat-lihat isi ruangannya, Andreas duduk di meja ada tanda pengenal tertera disana CEO beratas nama kan dirinya.

posisi Andreas adalah CEO dari perusahaannya, bagaimana pun dia tidak terlalu paham untuk bagian yang sangat tinggi makanya, Ia memilih untuk menjadi nomor dua dari Adiknya.

"hans, apa sudah ada perkembangan.?" tanya Andreas seketika membuat Hans mendekat kearah meja tuannya.

"maaf bos, untuk sementara saya masih berusaha" ucap Hans

Andreas hanya bisa mengangguk

"baiklah, saya harap bisa secepatnya" ucap Andreas

Hans pun memberikan beberapa berkas yang harus di pelajari Andreas, bagaimana pun ini baru pertama kalinya untuk dirinya menjalani aktivitas baru.

sementara Andreas melihat, Hans undur diri dari ruangan Andreas untuk melakukan tugasnya sebagai sekretaris seorang CEO dan juga tak lupa untuk mengerjakan apa yabg yang menjadi tujuan utama Tuannya.

........

terdengar suara langkah kaki Aulia menuruni tangga sambil melihat kearah Kak Bunga yang sedang sibuk di dalam pantry minibar.

Bunga melirik sekilas Adiknya yang sudah nampak cantik,

"sini" seru Bunga sudah hampir selesai memasak spaghetti bolognese kesukaan Aulia saat berada di rumah.

Aulia bisa mencium aroma wangi dari masakan Kak Bunga, sejujurnya Aulia mencintai yang namanya masakan yang terbuat dari mie.

menunggu Kak Bunga selesai menyajikan masakannya, Aulia hanya bisa duduk di pantry dan termenung, Bunga yang sedari kolam memperhatikan tingkah Aulia ingin menegur tapi enggan Ia lakukan sebelum selesai menyajikan masakannya.

"tada., sudah siap, yuk sayang di cicipi dulu yah" seru Bunga sambil membawa dua piring berisi spaghetti bolognese itu ke hadapan Aulia yang sadar atas seruan Kak Bunga.

melihat Aulia yang tidak tiba-tiba memikirkan sesuatu, Bunga pun berseru disela-sela makan mereka.

"enak enggak.?" tanya Bunga sambil menunggu jawaban Aulia

Aulia yang makan seperti tak bersemangat, seraya menarik nafas dan memperlihatkan sedikit senyumannya.

"masih sama tetap enak, mba selalu membuat mood lia semangat jika makan masakan mba" ucap Aulia sambil melahap beberapa suapan kedalam mulutnya.

"apa ada yang mengganjal.?" tanya Bunga ragu

perlahan Aulia berpikir dan melepas sendok makannya dan memandang kejauhan penuh penekanan.

"banyak mba, selama ini aku berusaha melupakan tapi disaat aku sudah baik-baik saja, dia kembali hadir tanpa aku minta" ucap Aulia tertuju pada permasalahan yang Ia hadapi saat ini.

Bunga yang sedikit mencerna terpikirkan olehnya bahwa yang di maksud Aulia adalah Andreas.

"lalu, apa kalian sudah berbicara?" tanya Bunga

"sebelumnya aku selalu menghindar tapi beberapa hari lalu dia muncul dan menceritakan tentang dirinya tapi itu tidak masuk akal bagiku yang akhirnya aku tak menghiraukan dan memilih itu sebagai angin lewat" ucap Aulia sedikit kesal mengingat Andreas datang menemuinya dihalaman parkir beberapa hari lalu.

"menurut mba, jika masih ada sentuhan itu pasti kamu bisa menjawab rasa gundah di hatimu, tapi jika memang kamu tidak ingin tahu lagi tentang dirinya maka lupakan dia" ucap Bunga sedikit memberikan masukan.

Aulia yang tadinya hanya memandang kejauhan menengok kearah wajah Bunga yang tersenyum simpul memberikan nasihat untuknya.

"jika memang seperti itu kita lihat saja yah mba" ucap Aulia sambil tersenyum kearah Bunga berharap kegundahannya bisa teratasi secepatnya.

........

waktunya jam makan siang, terlihat Andreas berjalan keluar ruangannya, Hans yang melihat Tuannya keluar buru-buru Ia hampiri dan mengikuti dari belakang.

"maaf tuan, apa ada yang tuan inginkan?" tanya Hans

"aku akan makan diluar, kamu tak perlu ikut aku" ucap Andreas sambil menekan tombol Lift.

"baiklah tuan" Hans undur diri dan melangkah kedalam ruangannya kembali.

entah apa yang Andreas pikirkan sehingga Ia merasa gusar dan nampak frustasi, setidaknya Ia bisa merilekskan pikirannya diluar.

tiba di caffe shop, Andreas memesan cappucino dan dessert untuk menemaninya disiang hari ini. Tak lupa Andreas membawa Tablet sambil mengamati pekerjaan yang dikirimkan Hans semenit yang lalu.

tidak terasa sudah setengah menit terlewatkan oleh Andreas, Ia pun beranjak meninggalkan caffe shop itu menuju parkiran mobil, saat di pintu masuk Andreas yang ingin keluar bertabrakan dengan seseorang yang membuat keduanya saling menatap.

Pria yang ditabrak oleh Andreas nampak memeriksa keadaannya dan juga Andreas yang menabraknya.

betapa terkejutnya, Maxim yang melihat sosok yang selama ini lama ia jumpa, muncul tiba-tiba di depannya dengan wajah yang tak mengenalinya, bukan karena Maxim heran akan hal itu, tapi yang Ia kejutkan adalah Andreas nampak baik-baik saja.

Andreas sempat meminta maaf atas kelalaiannya dalam berjalan.

"sorry, i am so sorry, are you oke.?" ucap Andreas nampak melihat keadaan Maxim dengan seksama.

Maxim sempat linglung melihat kearah Andreas, tapi karena Andreas menepuk pundak Maxim dengan tanda menyesal, Maxim pun menjawab rasa gundah Andreas.

"yah, i am oke" ucap Maxim sambil tersenyum canggung.

nampaknya Ia masih agak terkejut dengan kemunculan Andreas tepat di depannya.

Andreas pun tersenyum dan mengangguk untuk beranjak segera mungkin, karena dari tadi Hans memanggilnya karena ada meeting penting.

seperginya Andreas, Maxim sempat terbesit ingin tahu sejauh apa, ingatan yang Andreas sudah kumpulkan.

"tuan.? tanya Hery yang baru tiba dari memarkirkan kendaraan

tak ingin menjawab, Maxim segera masuk menemui kliennya.

Herry yang sejenak sempat merasa agak aneh dengan Tuannya, hanya bisa mengernyitkan keningnya dan mengangkat kedua bahunya tanda tak mengerti dengan tingkah Maxim.

.......

tiba Andreas dari dalam lift, nampak Hans sudah menghampiri dirinya dengan bergegas dengan wajah leganya.

"tuan" ucap Hans cepat saat melihat Andreas melangkah menuju lorong ruangan menuju kantornya

"apa aku telat" ucap Andreas nampak berwibawa

"sejauh ini belum tuan, pak heru klien yang sudah lama bekerja sama dengan perusahaan ini dia nampak antusias menunggu tuan" ucap Hans berjapan cepat mengikuti langkah kaki Andreas.

saat tangan Andreas memegang gagang pintu Dia sedikit mengarah pada Hans.

"baiklah, kamu siapkan saja, yang seperlunya, aku tunggu didalam" perintah Andreas langsung masuk.

saat Andreas masuk dia menyambut ramah klien pertama yang akan Dia tangani untuk kedepannya. nampaknya Adrian sudah mulai memberikan pekerjaan yang cukup membuat Andreas harus serius dalam keputusannya.

tak berselang waktu lama Hans sudah masuk dan mengikuti rapat tersebut, karena Andreas belum terlalu paham, maka Hanslah yang menanganinya, tapi jika kliennya pergi Andreas akan mempelajarinya,

"tuan, saya sunggu senang bisa diberi kesempatan untuk bisa langsung bertemu dengan cucu pertama dari keluarga kusuma" ucap Pak Heru nampak senang saat sudah selesai menandatangani kontrak kerja sama mereka kembali.

Andreas yang mendengar memberi senyuman dan anggukan.

"terima kasih tuan atas sanjungannya, saya pun sangat berterima kasih bisa langsung bekerja sama dengan bapak" ucap Andreas.

Hans yang sedang merapikan berkas-berkas, terlihat sedikit membuka suara.

"maaf tuan, ini berkas tuan selebihnya akan saya sampaikan melalui sekertaris bapak" ucap Hans agak segan saat memotong pembicaraan kedua orang penting diruangan itu.

Pak Heru yang tidak sendiri, menyuruh Sekretarisnya untuk mengurus selebihnya bersama Assisten pribadinya Andreas.

saat dirasa sudah cukup, klien tersebut undur diri dari ruangan Andreas.

"baiklah, tuan kami permisi dulu" ucap Pak Heru.

Andreas mempersilahkan, Hans mengantar Klien itu menuju Lift untuk turun dari lantai khusus CEO perusahaan tersebut.

kembali Andreas merenung sejenak memandang kejauhan dari balik jendela dengan posisi duduk dari meja kerjanya, mengingat kembali wajah Aulia yang membuat Andreas sangat frustasi memikirkan bagaimana Dia akan membuktikan jika dirinya lupa akan ingatannya.

tak ingin berlarut-larut dengan pemikirannya, Andreas melanjutkan kembali pekerjaannya.

.......

"semoga kerja sama kita berjalan dengan baik" ucap kolega bisnis Adrian

"saya harap seperti itu" balas Adrian

mereka terlihat berjabat tangan dipertemuan meeting yang di adakan di salah satu restoran.

"sekali lagi terima kasih atas jamuannya" ucap kolega itu

"tidak masalah pak" ucap Adrian

sempat melirik jam ditangannya kolega itu berpamitan untuk duluan.

"baik pak, kalau begitu kami permisi" pamit kolega bisnis itu.

terlihat kolega itu dan juga assistennya beranjak dari ruangan yang sudah di pesan oleh Mike sebelumnya.

saat sudah pergi, terlihat Mike menemui Adrian yang tadinya mengantar keluar rekan bisnis Adrian.

"mike, bagaimana keadaan abang.?" tanya Adrian

"sejauh ini, tuan andre sangat profesional dalam bekerja" ucap Mike

"bagaimana kerjasama dengan perusahaan pak Heru.?" tanya Adrian kembali

"dari laporan Hans, kerjasama bersama pak Heru berjalan dengan lancar" jawab Mike

terlihat Adrian menyantap hidangan yang sudah tersedia, karena saat meeting Dia tidak fokus untuk makan.

sementara itu Mike sedang mengecek jadwal selanjutnya untuk Adrian.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

(**untuk para pembaca mohon maaf jika adanya keterlambatan dalam update terbaru dari novel "Aulia")

jangan bosan yah readers sejati ku untuk setiap dukungan dalam membaca, berikan author komentar yang membangun dan jangan lupa beri tanda like dan vote jika suka di tunggu yah, gomawo**

1
n_jesika
lanjut thorr
Siti Shalehah Ctg
terimakasih telah kembali Thor...
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
n_jesika
tolong ini lanjutan nya mna 😫
Rupink Chiabella
nabrak mulu
Nia Kurniasih
lamjut...
Aisyah Ajja
kebiasaan deh lg serius2nya baca berhenti ga da lanjutan
Nia Kurniasih
lanjut..
Nia Kurniasih
lanjut...
Tika
semangat!!
Tika
aku mampir di sini...
Suyen Narti
aku suka aku suka ceritax bagus
Nia Kurniasih
lanjut....
milnau
keren 😍😍ceritanya bagus. Semangat thor nulisnya. Btw aku pendatang baru nih. Aku butuh masukan, kritik dan sarannya. untuk novelku "Gigi". Ditunggu ya kedatangannya. Makasih
RA💜<big><_
kak q mampir bawa boomlike dan bintang lima buat kakak, semangat

mampir yuk ke novelku yang berjudul
"pergi ke masa lalu"
"siculun dan pangeran tampan"
minta dukungannya lewat rate komen like dan votenya, apabila suka alurnya bisa klik favorit

salam santun dariku Rija Annisa
Cokorda Swastika
tata naskahnya buat pusing... rapat2...
Dinda Fitrianingsih
seru kayaknya cerita anak sekolah,,
Kinan Adina
keren
Nita Ve
Keren ceritanya😍
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!