NovelToon NovelToon
PENDEKAR NAGA SAKTI

PENDEKAR NAGA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Perperangan
Popularitas:42
Nilai: 5
Nama Author: Adih Supriadi

Kisah perjalanan Pendekar Naga dalam membasmi kejahatan yang di sebabkan oleh Pendekar Aliran Hitam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adih Supriadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 3

Pasukan kerajaan yang selamat dari serangan pemberontak di hutan Giri berlari menuju Kerajaan Kencana dengan wajah ketakutan dan kelelahan.

Setelah tiba, mereka melaporkan kepada panglima perang bahwa tongkat pusaka kerajaan telah dirampas oleh musuh dari kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Pendekar Harimau.

Panglima perang segera melaporkan kejadian ini kepada Raja Kencana, yang langsung marah dan mengadakan rapat tertutup dengan penasehat kerajaan, panglima perang, dan panglima kerajaan.

Raja meminta pendapat dari semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini.

Panglima perang mengusulkan untuk membawa pasukan kerajaan yang banyak dan menyerbu ke markas pemberontak di Lembah Larangan.

Namun, panglima kerajaan memiliki pendapat lain, yaitu mengirim beberapa prajurit tangguh dan sakti untuk menyelesaikan masalah ini tanpa menarik perhatian rakyat.

Penasehat kerajaan memberikan saran yang bijak, yaitu meminta bantuan kepada Pendekar Naga Langit untuk menyelesaikan permasalahan ini. .

Menurut penasehat kerajaan, jika terlalu banyak prajurit yang berperang, maka akan banyak yang gugur dan rakyat akan panik melihat banyak tentara keluar untuk menyerang musuh.

Oleh karena itu, sebaiknya mengutus beberapa pendekar sakti untuk menghadapi Pendekar Harimau dan kelompok pemberontaknya.

Penasehat kerajaan merekomendasikan Pendekar Naga Langit sebagai sosok yang sangat layak untuk menjalankan misi ini.

Dengan kesaktian dan kemampuan yang dimiliki oleh Pendekar Naga Langit, diharapkan masalah ini dapat diselesaikan dengan efektif dan efisien.

Raja Kencana mempertimbangkan semua pendapat dan memutuskan untuk mengirim utusan ke Pendekar Naga Langit untuk meminta bantuan.

Raja Kencana mempertimbangkan saran penasehat kerajaan dan mengatakan bahwa Pendekar Naga Langit sudah pensiun dan mungkin tidak lagi aktif dalam dunia persilatan.

Namun, penasehat kerajaan memberitahu bahwa Pendekar Naga Langit memiliki generasi penerus yang terdiri dari tiga pendekar muda yang sangat berbakat, yaitu Pendekar Naga Hijau, Pendekar Naga Putih, dan Pendekar Naga Hitam.

Panglima perang setuju dengan saran penasehat kerajaan dan mengatakan bahwa ketiga pendekar muda tersebut mungkin dapat membantu menyelesaikan permasalahan kerajaan.

Raja Kencana akhirnya setuju dan memutuskan untuk mengutus panglima perang ke Perguruan Naga Langit untuk menyampaikan pesan dan meminta kesediaan Pendekar Naga Langit untuk menyuruh murid-muridnya membantu kerajaan.

Panglima perang segera bersiap untuk berangkat ke Perguruan Naga Langit, diiringi oleh 4 prajurit berkuda yang setia sebagai pengawal.

Mereka berangkat dengan tujuan untuk menyampaikan pesan dari Raja Kencana dan meminta bantuan dari Pendekar Naga Langit dan murid-muridnya.

Dengan harapan bahwa ketiga pendekar muda tersebut dapat membantu menyelesaikan permasalahan kerajaan dan mengembalikan tongkat pusaka yang telah dirampas oleh pemberontak.

...

Di Perguruan Naga Langit, Apis sedang asik nongkrong di warung Bu Minah, menikmati suasana santai sambil ngobrol dengan Oval.

Mereka berdua duduk di pojok warung, menikmati pisang goreng hangat yang baru saja disajikan oleh Bu Minah.

Oval bertanya kepada Apis tentang jarak perjalanan ke kampung halamannya, yang katanya harus menyeberang laut.

Apis mengunyah pisang goreng hangat sambil memikirkan jawabannya.

"Sekitar 15 hari, Bang," jawab Apis.

"Menyebrangi laut luas, lalu sampai dermaga lanjut naik kuda santai 5 hari ."Ucap Apis.

Oval terkejut mendengar jawaban Apis.

"Wadidaw... Itu pulang kampung apa umroh, Pis? Jauh banget..." ucap Oval, yang awalnya mengira hanya 3 hari saja untuk ke kampung Apis.

Oval tidak menyangka bahwa perjalanan ke kampung Apis begitu jauh dan memakan waktu lama.

Apis hanya tersenyum dan mengangguk, "Iya, Bang, memang jauh. Tapi kampungku indah, pasti kamu suka."

Apis melihat ada 5 orang kerajaan mengendarai kuda menuju ke arahnya.

"Bang, orang kerajaan tuh, mau kemana ya..." ucap Apis dengan rasa penasaran.

Oval menengok ke kanan dan memperhatikan para prajurit tersebut.

"Itu panglima perang, Pis, seperti nya hendak bertemu Guru Naga Langit," ucap Oval dengan yakin.

Prajurit tersebut melewati warung tempat Oval dan Apis nongkrong, dan kemudian belok masuk ke dalam Perguruan Naga Langit.

"Tuh kan, masuk ke dalam... Ayo, Pis, ke sana..." ucap Oval dengan semangat.

Sebelum berangkat, Oval meminta Apis untuk membayar kopi dan gorengan yang mereka pesan.

"Eh, iya Pis, bayarkan kopi saya dan gorengan 6 yah... Pakai uang kamu dulu..." ucap Oval sambil berjalan cepat menuju Perguruan Naga Langit.

"Ahhh, ampun deh, itu makan gorengan banyak banget, Bang, itu lapar apa doyan..." ucap Apis sambil tertawa, kemudian berjalan ke arah Bu Minah untuk membayar pesanan mereka.

Apis menghitung total biaya dan membayar untuk dirinya dan Oval.

Setelah selesai, Apis menyusul Oval yang sudah berjalan lebih dulu menuju Perguruan Naga Langit.

Apis berjalan dengan langkah santai, sambil memikirkan apa yang akan dibicarakan oleh

Panglima Perang dengan Guru Naga Langit.

Ia penasaran tentang kedatangan Panglima Perang dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Setelah beberapa langkah, Apis akhirnya menyusul Oval di depan pintu Perguruan Naga Langit.

"Ayo, Bang, apa ya yang mau dibicarakan sama Guru?" tanya Apis sambil menoleh ke Oval. Oval hanya mengangkat bahu, "Entah, Pis, tapi pasti penting."

Oval dan Apis melihat Panglima Perang sedang ngobrol dengan Guru Naga Langit di dalam perguruan. Sementara itu, 4 prajurit pengawal duduk di sebelah kanan, ngobrol bersama Arden yang menemani.

Oval dan Apis mendekati Arden dan bersalaman dengan 4 prajurit pengawal tersebut.

Apis bertanya dengan rasa penasaran, "Ada keperluan apa, ya?"

Salah satu prajurit pengawal menjawab, "Kami butuh bantuan dari Pendekar Naga Langit untuk menyelesaikan permasalahan pemberontakan yang bermarkas di Lembah Larangan."

Prajurit tersebut menjelaskan bahwa pemberontak tersebut telah merampas tongkat pusaka kerajaan dan mereka membutuhkan bantuan pendekar sakti untuk mengembalikan tongkat pusaka tersebut.

Apis dan Oval mendengarkan dengan serius, mereka penasaran tentang permasalahan ini dan bagaimana Pendekar Naga Langit akan membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Arden juga mendengarkan dengan seksama, sambil sesekali mengangguk dan memberikan komentar. "Hmm, ini masalah besar, ya. Semoga Guru bisa membantu," ucap Arden.

Tak lama kemudian, Guru Naga Langit memanggil ketiga muridnya, yaitu Oval, Arden, dan Apis, untuk memperkenalkan mereka kepada Panglima Perang.

Guru Naga Langit menjelaskan bahwa mereka akan membantu kerajaan dalam menumpas para pemberontak yang telah mengganggu stabilitas keamanan kerajaan.

Guru Naga Langit kemudian memilih dan memerintahkan Oval dan Arden untuk pergi ke Lembah Larangan untuk mengambil tongkat pusaka yang telah dirampas oleh Pendekar Harimau.

"Kalian berdua akan pergi ke Lembah Larangan dan mengambil tongkat pusaka yang telah dirampas oleh Pendekar Harimau," ucap Guru Naga Langit dengan serius.

"Lah.... !! Saya gimana Guru, tugas apa yang di berikan untuk saya...?"ucap Apis.

"Kamu diam di sini saja, dua orang sudah cukup, saya tahu betul kemampuan Pendekar Harimau itu."ucap Guru Naga Langit.

Apis merasa kecewa karena tidak diberi tugas untuk pergi ke Lembah Larangan. Ia berharap dapat membantu dan membuktikan dirinya.

Namun, Guru Naga Langit menyuruh Apis untuk bersabar dan menunggu di perguruan untuk menjaga keamanan perguruan.

"Apis, kamu tetap di sini dan menjaga perguruan. Jangan khawatir, kamu akan memiliki kesempatan lain untuk membuktikan diri," ucap Guru Naga Langit dengan bijak.

Oval dan Arden menerima tugas mereka dengan serius dan siap untuk pergi ke Lembah Larangan. Mereka berdua berangkat dengan penuh semangat dan tekad untuk menyelesaikan misi mereka.

Panglima Perang berterima kasih kepada Guru Naga Langit atas kesediaannya untuk membantu menyelesaikan permasalahan kerajaan.

"Terima kasih, Guru Naga Langit, atas kesediaan Anda untuk membantu kami menyelesaikan permasalahan ini. Kami sangat menghargai bantuan Anda," ucap Panglima Perang dengan tulus.

Setelah Oval dan Arden siap untuk berangkat, Panglima Perang pamit untuk kembali ke kerajaan.

"Saya akan kembali ke kerajaan sekarang. Saya percaya bahwa Oval dan Arden akan dapat menyelesaikan misi ini dengan baik," ucap Panglima Perang dengan percaya diri.

Guru Naga Langit mengangguk dan mengucapkan selamat jalan kepada Panglima Perang.

"Selamat jalan, Panglima Perang. Semoga Oval dan Arden dapat menyelesaikan misi mereka dengan sukses," ucap Guru Naga Langit.

Panglima Perang kemudian berangkat kembali ke kerajaan, ditemani oleh 4 prajurit pengawalnya.

Sementara itu, Oval dan Arden bersiap untuk berangkat ke Lembah Larangan untuk mengambil tongkat pusaka yang telah dirampas oleh Pendekar Harimau.

Setelah semua siap.

Oval dan Arden berangkat menuju Lembah Larangan yang berjarak perjalanan 2 hari berkuda. Mereka berdua membawa semangat dan tekad untuk menyelesaikan misi mereka.

Sementara itu, Apis cemberut dan merajuk karena tidak diikutsertakan dalam misi tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!