NovelToon NovelToon
Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.

Ding!

​[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]

​[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]

​[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Sruput!

Yao Wi menyeruput es teh manisnya dengan nikmat di sebuah restoran mewah yang baru saja ia datangi untuk makan siang.

Sambil memotong daging bistik di piringnya, otaknya terus berputar memikirkan langkah selanjutnya.

"Gedung plaza itu akan selesai direnovasi malam ini oleh sistem dan menjadi markas besar yang kosong melompong," batin Yao Wi sambil mengunyah dagingnya.

"Aku punya uang yang tidak berseri, tapi aku tidak punya satupun bawahan untuk menjalankan operasional perusahaanku besok."

Ia sadar betul bahwa menjadi orang kaya baru tidak berarti ia harus melakukan semuanya sendirian seperti kuli.

Seorang penguasa sejati membutuhkan pion-pion cerdas yang bisa diandalkan untuk mengerjakan hal-hal teknis.

Setelah membayar makan siangnya dan memberikan tip jutaan rupiah yang membuat pelayan restoran menangis haru, ia kembali masuk ke dalam Range Rover hitamnya.

Vroom!

Yao Wi melajukan mobilnya menuju ke pusat kota, tepatnya ke satu-satunya perempatan jalan paling ramai di Kota Linzhou.

Di perempatan itu, berdiri sebuah papan reklame raksasa yang usang dan hanya berisi iklan sabun mandi kedaluwarsa.

Ia memarkirkan mobilnya di depan sebuah kantor kecil bertuliskan Agensi Iklan Linzhou yang terlihat sepi pengunjung.

Kring!

Lonceng di atas pintu berbunyi saat Yao Wi mendorong pintu kaca kantor tersebut.

Seorang pria gemuk yang sedang tertidur di meja kerjanya langsung terkesiap dan mengusap air liurnya dengan panik.

"S-selamat datang, Tuan, ada yang bisa saya bantu?" sapa pria gemuk itu dengan wajah bantalnya.

Yao Wi berjalan mendekat dan langsung meletakkan segepok uang tunai seratus ribu di atas meja pria itu.

Brak!

Mata pria gemuk itu nyaris melompat keluar melihat tumpukan uang merah yang tebalnya mencapai sepuluh sentimeter itu.

"Ini seratus juta rupiah, aku ingin menyewa papan reklame raksasa di perempatan jalan itu selama sebulan penuh," ucap Yao Wi tanpa basa-basi.

"S-seratus juta? Tapi Tuan, harga sewa papan itu hanya sepuluh juta sebulan," jawab pria itu dengan suara bergetar dan jujur karena terlalu syok.

Yao Wi mendengus pelan dan mengetukkan jarinya di atas tumpukan uang tersebut.

"Sisanya adalah bayaran agar kau segera mengganti poster usang di atas sana dengan tulisan yang aku inginkan dalam waktu satu jam dari sekarang," perintah Yao Wi tegas.

"Siap laksanakan, Tuan Bos! Apa pesan yang ingin Anda tulis di papan reklame raksasa itu?" tanya pria itu sambil segera mengambil buku catatan dan pena dengan semangat membara.

Yao Wi tersenyum penuh teka-teki lalu mendiktekan kata-kata yang akan mengguncang seluruh kota kecil ini.

Satu jam kemudian, jalanan di pusat Kota Linzhou tiba-tiba mengalami kemacetan parah yang sangat tidak wajar.

Banyak pengendara motor dan pejalan kaki yang berhenti tepat di tengah jalan hanya untuk mendongak menatap papan reklame raksasa yang baru saja diganti.

Di atas sana, dengan latar belakang merah menyala dan huruf kapital berwarna putih tebal, tertulis sebuah pengumuman yang tidak masuk akal.

"PERUSAHAAN LINZHOU CORP MENCARI CEO, MANAJER, DAN ASISTEN PRIBADI. GAJI BULANAN MINIMAL RP 100.000.000,- (SERATUS JUTA RUPIAH). INTERVIEW TERBUKA DI HOTEL GRAND LINZHOU BESOK PAGI JAM 8 TENG."

"Astaga, apa mataku rabun? Gaji minimal seratus juta sebulan?" teriak seorang tukang ojek sambil mengucek matanya berkali-kali.

"Ini pasti penipuan bodong, mana ada perusahaan bernama Linzhou Corp di kota mati kita ini?" balas seorang ibu-ibu yang menenteng keranjang belanja.

"Tapi lokasinya di Hotel Grand Linzhou, itu kan hotel paling mahal dan mewah di kota ini, penipu tidak mungkin mampu menyewa tempat itu!" sahut seorang pemuda berpakaian rapi dengan mata berbinar.

Desas-desus itu menyebar layaknya api liar yang melahap padang rumput kering di musim kemarau.

Hanya dalam waktu setengah hari, seluruh warga Kota Linzhou dari ujung utara hingga selatan membicarakan iklan gila tersebut.

Bahkan orang-orang yang sedang merantau di kota sebelah rela mengambil cuti mendadak dan memesan tiket kereta untuk pulang kampung malam itu juga demi mencoba peruntungan mereka.

Keesokan paginya, pemandangan di depan Hotel Grand Linzhou benar-benar seperti lautan manusia yang tak berujung.

Ribuan orang berpakaian kemeja rapi hingga yang hanya memakai kaos oblong berdesak-desakan memadati lobi, pelataran, hingga meluber ke jalan raya.

Manajer Li dan puluhan staf keamanan hotel sampai harus membuat barikade dan bersimbah peluh untuk mengatur antrean yang mengular panjang tersebut.

Di lantai dua, di dalam sebuah ruang rapat VVIP yang sangat kedap suara dan mewah, Yao Wi duduk bersandar di kursi kulit besarnya.

Ia menatap layar tablet yang terhubung dengan kamera pengawas di lobi, tersenyum miring melihat antusiasme warga kotanya.

Tok tok!

"Tuan Yao, kami sudah menyaring kandidat gelombang pertama yang memiliki pengalaman kerja paling relevan," lapor Manajer Li yang masuk dengan napas terengah-engah.

"Bagus, suruh mereka masuk satu per satu sekarang juga, aku tidak punya waktu seharian," jawab Yao Wi sambil menyesap kopi hitamnya.

Kandidat pertama masuk dengan langkah arogan, seorang pria muda berjas rapi yang rambutnya disisir klimis ke belakang.

Pria itu membawa map lamaran tebal dan langsung duduk di depan Yao Wi tanpa dipersilakan terlebih dahulu.

"Selamat pagi, perkenalkan nama saya Liu Kang, saya lulusan universitas top di ibu kota dan pernah bekerja sebagai staf administrasi di perusahaan besar," ucap Liu Kang dengan nada sangat percaya diri yang dibuat-buat.

"Saya dengar perusahaan Anda berani membayar seratus juta, jujur saja itu angka yang kecil untuk keahlian saya, tapi saya bersedia turun gunung untuk membantu kota ini."

Yao Wi menatap pria bernama Liu Kang itu dari ujung rambut hingga ujung sepatu pantofelnya yang mengkilap.

"Begitu ya? Lalu apa pencapaian terbesarmu selama bekerja di ibu kota hingga kau merasa pantas digaji seratus juta lebih?" tanya Yao Wi dengan nada datar.

Liu Kang tersenyum meremehkan, mengira bos di depannya ini adalah orang kaya baru yang mudah dikibuli dengan istilah keren.

"Saya berhasil membuat laporan harian yang bersinergi dengan visi misi perusahaan dan mendongkrak optimasi sistem berbasis cloud secara parsial," jawab Liu Kang penuh gaya menggunakan bahasa campur aduk.

Yao Wi tidak bisa menahan tawa sinisnya mendengar omong kosong yang sering ia dengar saat masih menjadi budak korporat dulu.

"Singkatnya, kau hanya tukang ketik data harian yang tidak punya peran penting sama sekali dalam menghasilkan uang, benar kan?" skakmat Yao Wi tanpa ampun.

Wajah Liu Kang langsung memerah padam seperti kepiting rebus karena kebohongannya dibongkar dengan sangat telanjang.

"T-tapi Tuan, saya lulusan universitas top, saya punya nilai akademis yang..."

"Keluar," potong Yao Wi singkat sambil menunjuk pintu dengan dagunya.

"Apa? T-tapi Anda belum melihat sertifikat saya!" protes Liu Kang tidak terima.

"Aku bilang keluar, penjaga, seret orang ini jika dia masih banyak bicara," perintah Yao Wi dengan suara dingin yang menusuk tulang.

Dua orang satpam bertubuh besar langsung masuk dan menarik kerah jas Liu Kang yang murah itu, menyeretnya keluar dari ruangan tanpa ampun.

1
Fajar Fathur rizky
aturan mentri zhou di bantai
Hadi Hadi
mantap🤭
Hadi Hadi
sikat💪
Hadi Hadi
up up
Kirigaya Haruto
tinggi gedungnya 5 kali burj khalifah
Kirigaya Haruto
alur ceritanya bagus dan gak berbelit-belit walaupun aku gak tau uangnya dari mana bisa ngeluarin uang sebanyak itu
Fajar Fathur rizky
hahahaha mampus kau
Kirigaya Haruto
linzhou itu kota di China gimana bisa di linzhou ada jalan sudirman yang lekat sama kota2 di Indonesia
Kirigaya Haruto
kan harusnya jumlah uangnya itu 4.348.550.000 kenapa dia bisa ngeluarin 5m hari ini kan uangnya seharusnya gak cukup
Kirigaya Haruto: aku sebagai pembaca veteran selalu menemukan pola yang sama jumlah uang yang keluar sama jumlah uang yang masuk itu gak seimbang banyakan uang keluar dari pada uang yang masuk
total 2 replies
Hadi Hadi
up💪
Nissa Safira: terima kasih kaka hadi🥰🙏
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
lanjut💪
Hadi Hadi
good😍
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
mantap😍😍💪
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
mantap
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!