Dara Sabrina adalah gadis yang ceria dan begitu dewasa, penampilannya yang selalu berhijab terlihat begitu anggun dan cantik. Sehingga banyak sekali yang menyukainya sejak dia sekolah menengah atas, Tak terkecuali pria bernama Reiki Tonda (REI) yang baru dikenal Dara sejak 3 bulan. Mereka memutuskan menikah karena secara tiba-tiba Reiki melamar Dara tanpa sepengetahuan Dara. Akan tetapi pernikahan mereka hanya berjalan selama 1 bulan.
Ikuti terus kisahnya, dijamin seruu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meredam kemarahan
Dara mengompres wajah Kin yang lebam karena pukulan dari Rei. Dara masih kesal dengan Kin.
"Kenapa sampai bertengkar, bukankah bisa dibicarakan dengan baik-baik ? " Kin masih diam membisu sejak perkelahiannya dengan Rei.
" Rei hanya menengahi kalian berdua, lalu kenapa malah kalian saling memukul? "
" Mantan suamimu yang memukul terlebih dulu "
" Karena kamu meneriakinya saat kamu bertengkar dengan Elsa" Kin menatap Dara, "Jerry yang memberitahuku kenapa kalian sampai main pukul" Kin mengernyit kesakitan saat Dara mengompres lukanya.
" Tahan sebentar " Dara kembali mengompres pipi Kin lebih pelan.
" Mantan suamimu punya kesempatan memukulku, karena sebenarnya dia cemburu saat melihat kau bersamaku " Dara tersenyum
" Apa benar seperti itu, kau ini ada-ada saja " Kin melirik Dara.
" Bela saja mantanmu itu, jangan membelaku " Dara tambah tertawa melihat suaminya yang seperti anak kecil.
" Tidak ada yang lucu di sini "
" Kau yang lucu " Dara memukul pundak suaminya.
" Hmm Kin "
" hemm "
" Siapa Elsa di masa lalumu " Dara memberanikan diri bertanya.
" Bukan siapa-siapa " Kin membaringkan dirinya dan menaruh kepala di pangkuan istrinya.
" Lalu, apa yang kau bicarakan tadi, sampai kau menjauh dari ku, sampai kau bertengkar juga dengannya? " Kin masih membungkam.
" Kau sudah tau masa laluku, apa aku tidak boleh tau masa lalumu? "
" Dia mantan pacarku saat SMP "
Itukan sudah terjadi begitu lama. Kenapa masalahnya sampai sekarang masih ada.
" Lalu yang menjadi masalah apa? "
" Aku, mengantuk Dara besok saja aku menceritakan nya! " Kin memejamkan mata, tidak ingin membahas lebih jauh tentang Elsa.
Pasti cinta mereka sangat dalam, sampai saat ini mereka masih saling membenci.
****
" Kak Rei, menghadaplah kemari, aku akan mengobati lukamu !" Nina masih membujuk Rei yang tidak mau diobati.
Rei hanya mengalihkan wajahnya dari tangan Nina yang berusaha mengobati luka di wajahnya
"Lukamu bisa bengkak nanti kak, ayolah jangan seperti anak kecil kak Rei " Rei seketika menoleh kepada Nina dengan penuh amarah.
" Kau yang anak kecil pergilah dari sini ! " teriak Rei yang seketika menciutkan nyali Nina untuk mengobati luka Rei.
Di sudut mata Nina sudah keluar air yang tidak bisa di bendung lagi. Dia menunduk lalu berlari menjauhi Rei. Rei memukul keras pohon yang berada tepat disamping Rei duduk, darah segar keluar dari sela-sela jari tangan yang masih mengepal itu.
Shit, kenapa aku tidak bisa menahan diriku.
Rei memukul dadanya, yang ia rasa telah melawan pikiran nya.
Aku harus bisa melupakan Dara. Aku tidak bisa seperti ini terus, Melihat mereka hanya akan melukaiku.
Rei pergi memasuki tenda miliknya dan menyiapkan tas ransel untuk diisi barang dan perlengkapan yang ia bawa saat berangkat. Dia keluar dengan membawa ransel di punggungnya. Namun langkahnya terhenti saat Kenzo memanggilnya.
" Rei, kau mau kemana membawa ransel itu?"
"Pulang" Rei kembali melangkahkan kakinya tanpa menoleh ke arah Kenzo.
" Tunggu Rei" Kenzo memegang lengan Rei
" Pulang besok saja bersama kita, ini sudah larut malam " Rei menepis tangan Kenzo, dia masih melangkahkan kakinya.
" Apa kau akan pergi setelah membuat adikku menangis? "teriak Kenzo.
" Lihatlah adikku sekarang, apa dia salah kepadamu sampai kau meneriakinya? "
Rei terdiam. Dalam hati Rei juga menyesal karena membuat gadis kecil itu menangis.
" Setidaknya tenangkan dia dulu, aku lihat dia juga masih memiliki batas saat mendekatimu, dia tidak berlebihan terhadapmu Rei " Kenzo mulai memelankan nada suaranya.
Rei membalikkan badan memasuki tenda kembali dan menaruh tas punggungnya. Dia mengusap keningnya dan menghela napas lebih pelan.
Aku memang salah kepada gadis kecil itu.
***
Nina masih menangis di dalam tendanya ditemani Vannya dan Tika.
" Sudah Nina, Rei mungkin tidak sengaja meneriaki mu karena hatinya masih kesal " Vannya mencoba menenangkan Nina.
" Ini air mineral, minumlah agar kau lebih tenang " Tika menyodorkan sebotol air dan Nina meneguknya sampai habis. Botol itu di serahkan kembali kepada Tika.
" Aku kan hanya memperhatikannya saja, apa aku salah " ingusnya masih dan turun sambil sesenggukan.
" Kau tidak salah, memang Rei saja yang masih emosi, kalau tidak emosi, dia juga baik kepadamu. Kau tidak lupa kan saat kita di kemah ini, kau selalu menempel kepadanya, tapi dia tidak marah kepadamu " kata Tika dengan penuh semangat.
Nina menghapus air matanya lalu tersenyum
" Benar juga yang kau katakan Nona Tika, dia saat ini sedang emosi, aku harus kesana untuk menenangkannya " Nina berdiri dengan semangat ingin menemui Rei, tapi Vannya dan Tika menahannya.
" Nina, duduklah, duduklah dulu, besok saja, jangan sekarang, besok pasti Rei yang akan menemui mu, jadi sekarang tidurlah, ini sudah larut malam, aku juga sudah mengantuk! " akhirnya Nina dan yang lainnya merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata mereka.
mkanya knl dulu in br 3 bln dah mau di ajak nikah
Dara jadi prmpuan jngn di manfaatkn aja
semangat buat author ditnggu kelnjutannya