Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagas Akan Pergi?
Karena kondisi Manda sudah membaik, Aries memutuskan untuk kembali ke Bandung.
Pekerjaan nya sudah menunggu, lagipula Moetia juga besok sudah harus kembali bekerja.
Malika memeluk Moetia dan mengelus lembut kepalanya.
" Sayang, terimakasih. Tante bersyukur Manda punya sahabat sebaik kamu " ucap Malika tulus
Moetia terharu dan memeluk Malika lagi
" Tante " rengek nya manja pada Malika
Ahmad juga memeluk Aries
" Terimakasih banyak karena sudah banyak membantu kami, jika suatu saat kamu dan keluarga mu memerlukan sesuatu, aku akan berusaha melakukan yang terbaik " ucap Ahmad tulus
Aries tersenyum lalu menepuk bahu Ahmad
" Baiklah, suatu saat nanti mungkin aku akan sangat mengandalkan mu " sahut Aries bercanda
Moetia memeluk Manda
" Aku pulang dulu ya, ingat untuk tidak melakukan hal bodoh lagi " seru Moetia
" Siap bos " ucap Manda dengan tangan kanan memberi sikap hormat
Aries, Soraya dan Moetia pun kembali ke Bandung malam ini.
Sekitar jam 11 malam Moetia sampai di rumahnya.
Moetia masuk dan membereskan barang-barang nya.
Moetia mandi dan berganti pakaian, sambil menyisir rambutnya dia terus memandang ke arah ponsel yang dia letakkan di atas meja samping tempat tidur.
Dari tadi dia hanya memikirkan Bagas yang tak juga mengabarinya sejak pulang dari rumah sakit siang tadi.
' Apa yang sedang dia lakukan? ' tanya Moetia dalam hati
Moetia meletakkan sisir di atas meja rias, lalu merebahkan dirinya di kasur.
Keesokan harinya.
Moetia sudah bersiap akan pergi ke kantor. Moetia menghampiri mama dan papa nya di meja makan.
" Pagi ma, pa " sapa Moetia sambil duduk lalu menyantap sarapan yang sudah disiapkan Soraya.
" Pagi sayang " jawab Soraya sambil tersenyum
" Semua baik-baik saja nak? " tanya Aries yang melihat Moetia sepertinya malas memakan sarapannya
" Tidak pa, aku hanya sedikit lelah " sahut Moetia
Moetia meminum tehnya, lalu berpamitan dan mencium pipi ke dua orang tua nya.
Beberapa menit kemudian Moetia sudah sampai di kantor nya.
Dia masuk ke dalam ruangannya, betapa terkejutnya saat Moetia masuk sudah ada tumpukan dokumen di atas meja kerjanya.
Moetia lalu menghubungi Reno.
" Halo Reno " sapa Moetia.
" Pagi Moetia, ada apa? bukannya kamu baru saja masuk ke ruangan mu? kenapa langsung menghubungiku? " tanya Reno
Moetia mengacak-acak dokumen yang ada di atas meja kerjanya.
" Reno, siapa yang meletakkan dokumen-dokumen ini di meja kerjaku? " tanya Moetia
" Aku, ada apa? " jawab Reno enteng
" Aku rasa kamu salah meletakkan beberapa dokumen, banyak sekali dokumen yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan ku? " protes Moetia.
" Maaf Moetia, bos yang menyuruhku meletakkan semuanya disana, jika ingin protes datangi saja Bagas " seru Reno lalu memutuskan panggilan teleponnya
" Ren.. "
Moetia pun berdecak kesal. Moetia memilah dokumen dihadapannya.
Ada lebih dari 3 dokumen yang bukan tugasnya tapi tugas bagian accounting.
" Apa mereka sengaja melakukan ini, tapi kalau harus protes pada Bagas? ah lupakan saja " gerutu Moetia
Moetia akhirnya memilih mengerjakan semua tugasnya.
Di ruangan sebelah, Bagas sedang memperhatikan Moetia yang sibuk bekerja dan kadang-kadang mengomel sendiri.
" Hei bos, kenapa kamu memberikan Moetia pekerjaan sebanyak itu? " tanya Reno tidak paham
Bagas hanya bersedekap dan terus memandang Moetia.
" Tidak ada alasan lain, dia sudah cuti cukup lama, wajar jika pekerjaan nya menumpuk " jawab Bagas datar
Reno masih tak percaya dengan alasan Bagas.
" Terus gimana kemarin? kamu beneran ikut dia ke Jakarta nemuin Manda " tanya Reno penasaran
Bagas menoleh ke Reno
" Wanita memang sangat kejam Reno " ucap Bagas mendekati Reno lalu menepuk bahunya
" Lebih baik kamu jangan pernah jatuh cinta " lanjutnya lalu pergi meninggalkan ruangannya
" Mau kemana bos? " tanya Reno
" Menenangkan diri, aku titip perusahaan ya! mungkin besok aku baru kembali " ucap Bagas sambil berlalu
Reno menghela nafas nya panjang dan menepuk jidatnya sendiri
" Astaga, sepertinya aku harus minta naik gaji " keluh Reno
Bagas mengendarai mobilnya dengan sangat cepat, Bagas sangat kesal dengan semua kisah cintanya.
Bagas memutuskan untuk pulang saja ke apartemen nya.
Sementara itu, Moetia sudah hampir mengerjakan separuh dari pekerjaan nya.
Hari sudah makin siang, Moetia memutuskan pergi ke pantry kantor untuk membuat coklat panas.
Di pantry juga ada beberapa karyawati lain yang sedang istirahat dan bergosip.
" Eh tau gak? katanya pak Bagas mau ke luar negeri lho! " kata Ayu
" Yang bener? tahu dari mana kamu? " tanya Fira
" Itu kata pak Edi, kayaknya proyek yang Singapura itu gak jadi di kasih ke pak Edi, dia bilang pak Bagas yang akan kesana sendiri " jelas Ayu
Moetia terkejut mendengar hal itu hingga sendok yang ia pegang terjatuh.
Mendengar ada yang jatuh, Ayu dan Fira menoleh ke Moetia
" Maaf, tidak sengaja " ucap Moetia
Ayu tersenyum
" Hai Moetia, bagaimana cuti mu? " tanya Ayu kepo
Ayu tiba-tiba teringat seorang temannya, mengatakan bahwa kemarin melihat Moetia dan Bagas naik taksi bersama.
Jiwa kepo dan tukang gosip Ayu pun bergejolak
" Eh Moetia, kemarin ada yang lihat kamu dan pak Bagas naik taksi bareng lho! kalian mau kemana? " tanya Ayu kepo
Fira membulat kan matanya
" Serius? kamu ada apa sama pak Bagas? " tanya Fira
Moetia tersenyum canggung
" Salah lihat mungkin, aku kan kemarin cuti " jawab Moetia gugup
" Ya sudah aku duluan ya " ucap Moetia lalu pergi meninggalkan pantry
Sementara Ayu dan Fira hanya saling pandang
" Iya juga yu, mungkin temen kamu salah lihat" seru Fira
" Mungkin juga sih, ya sudahlah. Kita gosipin yang lain aja yuk " kekeh Ayu
Moetia bergegas kembali ke ruangan nya. Dia masih memikirkan apa yang dikatakan Ayu tadi.
" Benarkah Bagas akan pergi? " gumam Moetia
Moetia terus gelisah memikirkan itu, sampai ponselnya berdering lagi
" Halo " sapa Moetia
" Halo Moetia, kita mau makan siang dimana nih? " tanya Gio
" Oh iya, kirim aja alamatnya. Satu jam lagi ya aku kesana, masih ada kerjaan " jawab Moetia.
" Oke " jawab Gio
Moetia ingin menyerahkan dokumen yang sudah dia selesai kan pada Bagas.
Tapi saat berada di depan ruangan Bagas, dia ragu untuk masuk.
Akhirnya dia memutuskan pergi ke ruangan Reno.
Moetia mengetuk pintu ruangan Reno dan Reno mempersilahkan masuk.
" Ini dokumen yang harus Bagas tanda tangani " ucap Moetia sambil meletakkan dokumen-dokumen itu di atas meja kerja Reno.
Reno tersenyum pada Moetia.
" Baiklah, akan ku berikan pada Bagas setelah dia kembali " jawab Reno.
Moetia diam sejenak
" Bagas sudah pergi? " tanya Moetia cemas
Reno mengangguk
" Iya, memang nya sebelum kemari kamu tidak ke ruangan Bagas? " tanya Reno
Moetia menggeleng
" Apa dia mengatakan sesuatu sebelum pergi? " tanya Moetia yang sudah berkaca-kaca
Reno berdiri dan mendekati Moetia karena melihat Moetia sangat sedih.
" Moetia, kamu baik-baik saja? " tanya Reno
" Apa dia mengatakan sesuatu Reno? " tanya Moetia lagi
...★★★...
Jangan lupa tinggalkan jejak like, favorit dan komentar nya ya
Think u ,❤️❤️❤️
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐