NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Gaun Sutra

Dosa Di Balik Gaun Sutra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:193.8k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Salsa sangat mencintai Arkan, tapi Arkan tidak sama sekali. Dia sudah punya kakasih sebelum menikahi Salsa karena perjodohan.

Ditambah, Salsa adalah wanita yang sombong, jahat, serakah, manja, namun cintanya sangat besar pada Arlan. Selama satu tahun pernikahan, Arlan tidak pernah menyentuh Salsa sama sekali, hingga Salsa menggunakan cara licik agar bisa tidur dengan Arkan.

Arkan semakin murka, dia semakin membenci Salsa karena menjebaknya dan membuat hubungannya dengan kekasihnya semakin berantakan. Hingga Arkan mengusir Salsa dari rumah.

Beberapa tahun berlalu, Arkan bertemu kembali dengan Salsa di jalanan dalam keadaan GILA, namum Salsa bersama dengan seorang gadis kecil yang begitu mirip dengannya.

Ternyata dulu saat dia mengusir Salsa, Salsa sedang hamil. Timbullah penyesalan yang tiada tara dari Arkan dan dalam keadaan gila, Salsa selalu mengatakan....

"Apa salahku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Arkan

Langkah kaki Arkan terasa begitu berat saat menapak selasar koridor apartemen kelas pekerja yang terletak di pinggiran ibu kota. Kompleks hunian ini sangat kontras dengan hotel bintang lima tempat ia melangsungkan pernikahan megahnya semalam.

Di sini, dinding-dindingnya mulai memudar, udara terasa agak pengap oleh aroma masakan para tetangga, dan kebisingan jalan raya sayup-sayup terdengar dari kejauhan.

Namun, bagi Arkan, tempat yang sempit dan sederhana inilah satu-satunya tempat di mana ia bisa bernapas dengan lega. Tempat di mana hatinya benar-benar pulang.

Arkan berdiri di depan pintu bernomor 114. Tangannya yang memegang kunci cadangan sempat gemetar sesaat. Ada rasa bersalah yang begitu besar berkecamuk di dalam dadanya.

Bagaimana mungkin ia tega menemui wanita yang paling dicintainya, setelah semalam ia berdiri di pelaminan bersama wanita lain?

Setelah semalam ia secara resmi menyerahkan marga keluarganya kepada seorang Salsa yang licik?

Dengan perlahan, Arkan memutar kunci dan mendorong daun pintu kayu itu. Ruang tamu kecil yang biasanya rapi dan beraroma lavender itu kini terasa begitu sunyi dan kelam. Gorden jendela bahkan belum dibuka, membiarkan ruangan tetap dilingkupi remang-remang fajar yang muram.

Di sudut sofa kain berwarna abu-abu, Arkan menangkap bayangan siluet seorang wanita yang sedang meringkuk. Hati Arkan langsung mencelos, seperti dihantam oleh gada besi yang sangat besar.

"Nabila..." Bisik Arkan, suaranya tercekat di tenggorokan.

Sosok itu bergerak pelan. Ketika Nabila mengangkat wajahnya, napas Arkan seakan berhenti berputar. Kondisi Nabila benar-benar berantakan.

Rambut hitam panjangnya yang biasanya tersisir rapi kini tampak kusut dan berantakan. Ia masih mengenakan piyama katun yang kusut, seolah tidak memiliki energi bahkan hanya untuk sekadar mengganti pakaian.

Yang paling menghancurkan hati Arkan adalah wajahnya. Wajah manis Nabila tampak begitu pucat, dengan kedua mata yang sembab, bengkak, dan memerah. Jejak air mata yang mengering terlihat jelas di pipinya yang tirus.

Mendengar suara yang begitu familier, Nabila berkedip perlahan, mencoba meyakinkan dirinya bahwa pria yang berdiri di ambang pintu bukanlah sebuah ilusi.

"Arkan...?" Lirihnya, suaranya begitu serak dan parau, sisa dari tangisan semalaman suntuk yang menguras seluruh tenaganya.

Arkan tidak mampu lagi menahan diri. Ia melangkah cepat, menjatuhkan lututnya di lantai karpet tepat di hadapan sofa, lalu merengkuh tubuh rapuh Nabila ke dalam pelukannya.

Ia memeluk wanita itu dengan begitu erat, seolah-olah jika ia melepaskannya sedikit saja, Nabila akan hancur menjadi serpihan debu.

"Maafkan aku Nabila, maafkan aku" Bisik Arkan berkali-kali, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Nabila. Setitik air mata yang sejak semalam ia tahan di depan Salsa, akhirnya luruh juga di tempat ini.

"Aku bajingan. Aku pria lemah yang tidak berguna karena membiarkanmu melewati neraka ini sendirian"

Nabila tidak menangis histeris. Ia hanya menyandarkan kepalanya di bahu tegap Arkan, membiarkan jemarinya yang gemetar mencengkeram kemeja pria yang kini statusnya adalah suami orang lain.

Kehangatan tubuh Arkan yang selalu menjadi pelindungnya kini terasa begitu menyakitkan, karena ia tahu, raga itu kini telah terikat oleh selembar kertas dokumen pernikahan dengan wanita lain.

"Kamu kenapa ada di sini, Arkan?" Tanya Nabila dengan suara bergetar, mencoba mendorong pelan dada Arkan agar mereka bisa saling bertatapan.

"Ini pagi setelah pernikahanmu. Kamu harusnya ada di hotel, bersama istrimu. Kenapa kamu justru datang ke sini?"

Mendengar kata istrimu, rahang Arkan langsung mengeras.

"Dia bukan istriku, Nabila. Sampai kapan pun, wanita sombong dan serakah itu tidak akan pernah menjadi istriku. Pernikahan semalam hanyalah sebuah sandiwara kotor yang dipaksakan!"

Arkan menggenggam kedua tangan Nabila yang terasa sedingin es, lalu menatap lekat-lekat mata sembab kekasihnya itu.

"Dengar aku, Sayang. Aku berjanji padamu, demi apa pun yang aku miliki di dunia ini. Aku akan mencari cara untuk menceraikan Salsa secepatnya. Pernikahan ini tidak akan bertahan lama. Aku tidak akan membiarkan wanita jahat itu menghancurkan sisa hidup kita"

Mendengar ucapan Arkan, mata Nabila justru melebar bukan karena bahagia, melainkan karena rasa takut yang teramat sangat. Ia menggelengkan kepalanya dengan cepat, air mata baru mulai menggenang lagi di pelupuk matanya.

"Tidak Arkan. Jangan lakukan itu. Tolong jangan gila!" Nabila menarik tangannya dari genggaman Arkan, suaranya terdengar panik.

"Kita sudah membahas ini sebelum pernikahan itu terjadi. Perusahaan ayahmu, bisnis keluargamu sedang berada di ujung tanduk. Jika kamu menceraikan Salsa sekarang, keluarga Brahmantyo akan menarik semua investasi mereka. Perusahaan papamu akan bangkrut, dan keluargamu akan hancur dalam semalam!"

Nabila menangis pelan, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

"Aku tidak ingin menjadi penyebab hancurnya perusahaan keluargamu, Arkan. Aku tidak akan pernah sanggup menanggung rasa bersalah itu. Aku hanya wanita biasa, aku tidak punya apa-apa untuk membantumu. Tolong, jalani saja pernikahan ini..."

Melihat Nabila yang justru memikirkan keselamatan keluarganya di tengah rasa sakitnya sendiri membuat Arkan semakin mengutuk dirinya sendiri, sekaligus melipatgandakan kebenciannya pada Salsa dan keluarganya.

Bagaimana bisa Salsa yang memiliki segalanya bertindak begitu egois dan licik, sementara Nabila yang tidak memiliki apa-apa justru begitu tulus dan mengorbankan perasaannya sendiri?

Arkan meraih kembali pundak Nabila, memaksanya untuk menatapnya.

"Tidak Nabila! Dengarkan aku baik-baik!" Tegas Arkan, suaranya terdengar begitu bertekad.

"Aku tidak akan membiarkan harga diriku dan kebahagiaan kita dibeli selamanya oleh uang keluarga mereka. Aku memang terpaksa menandatangani berkas pernikahan itu semalam karena posisi Papa yang sudah terdesak, tapi aku tidak akan tinggal diam!"

Kilat kemarahan dan ambisi menyala di sepasang mata tajam Arkan.

"Aku akan mencari jalan keluar lain. Aku akan mulai bekerja dua kali lebih keras untuk mencari investor alternatif di luar jaringan mereka yang bersedia menyuntikkan dana ke perusahaan Papa. Dan kalau itu belum cukup..." Arkan menjeda kalimatnya, wajahnya menggelap.

"...aku akan mencari kelemahan dari Brahmantyo, ayah Salsa. Pengusaha serakah seperti dia pasti memiliki borok dan rahasia kotor dalam bisnisnya. Begitu aku menemukan celah atau kesalahan dari bisnis keluarganya, aku akan menggunakan itu sebagai kartu as untuk membalikkan keadaan. Aku akan memaksa mereka melepaskan perusahaan Papa tanpa bisa menuntut apa pun, lalu aku akan menceraikan Salsa dengan kepala tegak"

Nabila menatap wajah Arkan yang dipenuhi dendam dan tekad. Ada rasa hangat yang menyelinap di hatinya melihat betapa besarnya perjuangan Arkan untuknya, namun di sisi lain, ketakutan yang besar tetap menghantuinya.

"Tapi Arkan, Pak Brahmantyo adalah orang yang sangat berkuasa. Salsa juga wanita yang manja dan nekat. Bagaimana jika mereka tahu rencanamu?"

"Mereka tidak akan tahu" Potong Arkan cepat, menyeka sisa air mata di pipi Nabila dengan ibu jarinya yang lembut.

"Biarkan Salsa menganggap dia telah menang untuk saat ini. Biarkan dia menikmati status palsunya sebagai nyonya besar di rumahku. Tapi dia tidak akan pernah mendapatkan apa pun dari raga maupun jiwaku"

Arkan menundukkan kepalanya, mendekatkan keningnya pada kening Nabila, menyatukan napas mereka yang terasa berat. Di dalam remang-remang ruangan itu, Arkan membisikkan sebuah janji suci yang ia tujukan hanya untuk satu-satunya wanita yang ia miliki di hatinya.

"Aku berjanji padamu Nabila, di hadapan Tuhan, aku tidak akan pernah menyentuh Salsa sedikit pun. Selama satu atap dengannya, aku akan memperlakukannya seperti pajangan dinding yang mati. Ranjangku tidak akan pernah ternoda oleh kehadirannya. Tubuhku, hatiku, dan masa depanku hanya milikmu. Tolong, bertahanlah sedikit lagi untukku. Jangan menyerah pada hubungan kita!"

Nabila memejamkan matanya, membiarkan air matanya mengalir membasahi pipi Arkan. Di tengah rasa sakit yang mendera, janji Arkan pagi itu menjadi satu-satunya pegangan yang membuatnya tetap waras. Ia mengangguk pelan, memeluk leher Arkan erat-erat, menerima janji setia dari seorang pria yang raganya kini harus ia bagi dalam kepalsuan.

Mereka berdua tidak pernah tahu, bahwa di belahan kota yang lain, Salsa sedang mengepalkan tangannya dengan kemarahan yang membakar, bersiap untuk meruntuhkan setiap dinding pertahanan yang coba dibangun oleh Arkan. Sebuah perang dingin di bawah satu atap baru saja dimulai.

*

*

Satu lagi nanti sore yaaaaa🥰🥰🥰

1
🍀🌸WINA🌸🌿
Arkan dan julian bersaing merebutkan salsa, arkan mendekati salsa melalui putrinya...
siapakah nanti yg akan dipilih sama salsa klo ingatannya kembali, arkan/julian tapi aku setujunya sama arkan aja. arkan dan salsa telah memiliki anak ayu keduanya pasti ingin bersatu lagi.
walaupun arkan telah menjadi penyebab salsa menderita dulu, semoga arkan di berikan kesempatan kedua lagi memperbaiki kesalahannya...
arkan dan salsa saling mencintai arkan ingin menebus semua kesalahannya, membuat membahagiakan salsa dan ayu menjaga dan melindunginya....
Aysah Meta
Semangat kann..aku mendukungmu??hempaskan sejauh mungkin,kalau perlu..buang ke samudra atlantik sana,si dokter abal² satu ini.
Aysah Meta
Nyonyor Kon Julll..Iya thoo,cinta sampai mokad,tapi selera makan ajj ndk tahu🤣🤣🤣🤣

pura² ajj jadi Superman buat salsa..lama² jg akan tahu salsa ke depannya,siapa dirinya,siapa ayu dan siapa Arkan.

dokter tapi kelakuannya udah nyalahin kode etik🤣
Ningsih Nengnong
halah halah,,, jul, pada akhir nya kamu juga akan kalah. salsa itu ibunya ayu. mau sejauh apapun kamu memisahkan mereka, nyatanya ikatan seorang ibu dan anak itu sangat kuat. good arkan, lanjutkan perjuanganmu
🍀🌸WINA🌸🌿
Julian sangat cemburu arkan sama arkan, apalagi makanan dibawakan arkan sangat salsa makan sangat menikmatinya...
makanan yg dibawa julian tidak dimakan sama salsa, arkan bisa tahu selera salsa ya. maklumlah salsa dan arkan saling mencintai tahukah makanan kesukaan salsa...julian kamu tuk sekarang ini bisa memiliki salsa dalam keadaan amnesia, tapi suatu saat nanti salsa ingatan kembali. hanya dihati salsa hanya ada arkan...
walaupun arkan pernah menyakiti salsa, tapi cinta salsa arkan sangat besar dan tulus. apalagi ada ayu pasti pengen orgtuanya bersatu...

kebohongan gak akan lama julian, semoga secepatnya salsa ingatannya kembali....
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
idiihhhh ngaku2
Cahaya
lanjut prang
Cahaya
hemmm ...........hemmmmm lanjut
Ari Atik
menyenangkan....
kita lihat,siapa pemenangnya....🤔
Ari Atik
julian .....😡😡
semoga gagal dapatkn cinta salsa...
Yulay Yuli
Apa mungkin kl Ayu manggil ayah, ada sisi memory salsa yg bisa diingat🤔🤔🤔
Felycia Fernandez
sepandai-pandai nya Julian mengalihkan dunia Salsa,yang pasti Arkan tetap pemenangnya..yang tau luar dalam Salsa
🍀🌸WINA🌸🌿: wkwkwk🤣🤣🤭dokter jiwa kepincut sama pasiennya🤭
total 3 replies
Yhenny Pudji
klau papa sasa kembli ke Indonesia dan bertemu dengan sasa tamat sudah dokter sakit jiwa itu
SasSya
kamu yg lebih murahan juuuullll
licik kaya serigala
SasSya
juuulll
kepemilikan my itu semu
nyatanya kamu Blas tidak memahami salsa
selera makanan saja kau meleset
huh

Arkan
begitu mudahnya kau meminta maaf pada orang yg sudah kamu buat berantakan hidupnya
klo jadi Bramantyo sangat sulit untuk percaya lagi pada mu
bahkan dia blm tau kehidupan apa yg di jalani anaknya
setelah pelariannya
kesengsaraan Meraka itu ulah mu
maka akan semakin sulit kamu meraih Salsa
Klo pak Brahmantyo blm bisa memaafkan walaupun dia kembali nanti
itu semata-mata untuk anak sembuh
bukan untuk meNerima Kamu jadi anggota keluarga lagi
butuh perjuangan extra lagi
Agnezz
Arkan kok tau selera makan Salsa padahal dulu cueknya minta ampun. Julian yg dokter aja gak notice sama selera makan Salsa, dia pilih makanan yg sesuai seleranya sendiri😅
Agnezz
Tuan Brahmantyo gak akan percaya gitu saja ucapan Arkan. Tapi kalo Arkan mengatakan kondisi Salsa , apakah tuan Brahmantya akan penasaran akan nasib Salsa.? Atau malah acuh saja.
🍀🌸WINA🌸🌿: bisa jadi begitu kak salsa tidak mudah ditindas, salsa yg kuat dan tanggung...
total 7 replies
Agnezz
wah ini pertandingan seru antara Akran dan Julian memperebutkan Salsa. Kira2 siapa yg menang? 🤔🤔 kayaknya Arkan yg menang deh pada akhirnya.
Agnezz: tapi jadi semakin seru, ayo semangat Arkan demi Ayu putri kalian💪
total 4 replies
Nureliya Yajid
semangat thor
Nureliya Yajid
lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!