Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.
Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.
Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.
Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 ( Misi Balasan )
Pagi hari dengan di temani Bayu, Arven pun pergi kerumah sakit untuk kontrol rutin dirinya.
Namun sepanjang perjalanan Bayu memperhatikan Arven yang terus tersenyum sambil menatap ponselnya.
" Merinding ga sih ? " ucap Bayu membuat Arven menoleh
" Merinding kenapa ? "
" Daritadi lo senyum-senyum sendiri sama hp, ga kesurupan kan ? "
" Aman, belum "
Bayu menggelengkan kepalanya, sedangkan Arven ia masih tetap memperhatikan ponsel miliknya.
Sesampainya diruangan Dokter Reza, sang dokter merasa ada yang aneh dengan sahabatnya itu.
" Kenapa sih temen lo, Bay ? " tanya Reza
" Hampir kesurupan sih kayaknya " jawab Bayu
" Ya gue tebak sih pasti Alena " ucap Reza
Arven langsung menyimpan ponselnya
Reza langsung menghela nafas.
" Parah sih sumpah "
" Tingkat kanker udah kalah sama tingkat bucinnya "
Arven melempar tisue kepada Reza
" Jadi gimana Za ? Masih bisa di selamatkan kan ? " tanya Bayu
" Susah kalau ini " jawab Reza
Arven mulai kesal
" Ini kenapa ya, ko setiap liat gue kayaknya kalian bahas mati Mulu ? "
" Lah kan lo duluan Arven, lo yang selalu ngomong soal mati mati dan mati " jawab Bayu
" Nah, topik lo juga emang cuma itu kan sekarang? "
Ketiganya pun mulai melempar Candaan seperti biasa, hingga Arven mulai berbicara dengan serius.
" Oke oke sekarang gue mau ngomong serius "
Kata Arven sambil memperbaiki posisi duduknya
Reza dan Bayu keduanya langsung merasa waspada.
" Gue punya misi "
Ucap Arven dengan antusias
" Biasanya nih kalau ngomong gini, pasti nih ada maunya " ucap Bayu
" Iyalah bukan Arven kalau ga ada maunya " jawab Reza
" Gue serius, kali ini misi gue serius "
" Jangan bilang lo mau naik gunung ya ? "
" OHH atau mau terjun payung, kan lo bilang lo pengen coba wahana ekstrim "
ucap Reza dan Bayu bergantian
Arven tiba-tiba tersenyum, justru itu membuat keduanya merasa takut.
" Gue pengen bikin Alena jatuh cinta sama gue "
Ruangan pun langsung hening begitu saja
Kemudian..
Reza dan Bayu keduanya tertawa lepas, hingga hampir terjatuh dari kursi mereka.
" HAHAHAHAHA "
" Heh Arven, dia itu udah jatuh cinta sama lo"
" Lo aja yang ga nyadar Arven "
Ucap Reza dan Bayu mengangguk
" Gue butuh bukti yang jelas sekarang "
Ucap Arven
Kemudian Arven mengeluarkan buku pemberian Alena.
Ia menuliskan sesuatu disana.
MISI BARU
Membuat Alena mengaku Cinta
Membuat Alena mau menikah
Bayu yang sedang minum pun hampir tersedak karena catatan yang Arven tuliskan
" Langsung nikah ? " ucap Bayu
" Ga mau pacaran dulu ? " tanya Reza
Arven menggeleng-gelengkan kepalanya
" Efisiensi "
" Kalau bisa nikah cepat, ngapain harus pacaran ? buang buang waktu "
Kedua temannya itu saling berpandangan
" CEO emang beda sih ya " ucap Bayu
" Sekarang gue butuh kalian berdua "
" Kasih tau gue, gimana caranya bikin cewek jatuh cinta "
Bayupun mulai memberikan ide
" Bikin Alena cemburu"
Reza langsung mengangguk
" Setuju gue "
" Cewek itu biasanya sadar perasaannya kalau cemburu "
Arven berpikir
" Pantesan jomblo, mikirin cara bikin cewe cemburu aja ga bisa " Reza memukul kepala Arven dengan kertas yang ia gulung
" Heh inget otak gue ga baik-baik aja, jangan asal pukul gitu dong " Arven memegangi kepalanya
" Kali aja pukulan dari dokter bikin lo sembuh "
" Serius, caranya gimana ini ? "
Bayu tersenyum licik.
...
Sore hari Alena pun datang seperti biasa ke kantor Arven.
Namun saat Alena hendak masuk, Bayu mencoba menahan Alena.
" Al, jangan masuk sekarang deh " kata Bayu
" Kenapa emang ? Arven ada tamu penting ya ? "
" Oohh bukan, cuma nanti lo sakit hati takutnya "
" Sakit hati ? Kenapa emang ? "
" Ada temen Arven yang datang barusan "
" Siapa ? Tasya ? "
" Bukan adalah "
" Yaudah emang kenapa ? Cuma temen kan ? "
Alena pun tidak memperdulikan Bayu, ia tetap hendak masuk keruangan Arven.
Arven menoleh melihat Alena yang hendak masuk kedalam ruangannya.
Namun Alena kembali keluar, ia mencari Bayu.
" Mas, itu temennya Arven ? " tanya Alena
" Iyah, Cantik ya ? "
" Lumayan"
" Cocok ga sama Arven ? "
" Hmm "
" Yaudah gue masuk dulu deh "
Begitu Alena masuk, Alena melihat perempuan itu sedang merapikan dasi milik Arven.
Arven sedikit menoleh kearah Alena yang baru saja masuk
" Lanjut aja ga apa apa "
" Gue ga bakal ganggu ko "
Bahkan terlihat perempuan itu beberapa kali mengusap lengan Arven.
Alena pun duduk sambil memainkan ponselnya
Padahal sesekali ia melirik kearah dua orang yang ada didepannya.
Setelah wanita itu pulang
Arven lansung menghampiri Alena dan duduk disampingnya.
" Lo kenapa Al ? "
" Ga kenapa-kenapa "
" Yakin ? "
" Yakin "
" Oh "
Arven tersenyum
Ia terus melanjutkan misinya
" Lumayan cantik dia, Al "
Alena langsung menoleh
" Terus ? "
" Baik juga "
" Terus ? "
" Katanya sih gue cocok sama dia "
Alena pun berdiri dari duduknya.
" Yaudah kalau emang lo cocok sama dia, lo nikahin aja dia selesai deh "
Arven terdiam
Sedangkan Alena keluar begitu saja dari ruangannya
Begitu Alena keluar, Bayu pun segera masuk kedalam ruangan Arven
" Gimana ? " tanya Arven
" Cemburu itu dia, lo ga liat emang mukanya ? "
" Liat sih "
" Yaudah tunggu selanjutnya "
Bayu cepat-cepat keluar dari ruangan Arven, dan benar saja Alena pun sudah kembali masuk kedalam ruangan Arven.
Tak lama Bayu pun masuk kedalam ruangan dan menghampiri Arven dan Alena.
" Bos, nanti malam jangan lupa ya janji makan malam "
Arven pun bingung, namun Alena susah menatap sinis Arven
" Oya inget inget, aman "
" Oke "
Bayu pun kembali keluar dari ruangan Arven.
" Lo ada janji makan sama siapa ? " tanya Alena penasaran
" Rahasia"
" Ohh "
Alena pun bangun dari duduknya dan mengambil tasnya.
" Gue balik dulu, lupa kalau ada tugas "
Belum sempat Arven menjawab, Alena sudah pergi dari ruangannya
" Mampus gue kalau dia ngambek beneran " ucap Arven cemas
...
Malam hari Arven saat dirinya baru selesai mandi, ia langsung membuka ponselnya dan melihat beberapa pesan masuk dari Alena
[Alena : Lagi dimana ? ]
[Alena : Lo makan malam sama siapa sih?]
[Alena : Dimana ? ]
[Alena : Cuma berdua ? ]
Arven tersenyum, kemudian ia mengirimkan foto selfie kepada Alena
[Arven : Baru kelar mandi, Alena]
[Alena : Ohh ]
Arven pun tersenyum dan kembali membalas
[Arven : Nilai Lo hari ini 9/10]
Alena langsung membalasnya
[Alena : Kenapa ? ]
[Arven : Karena ada yang cemburu]
[Alena : Siapa yang cemburu ?]
[Arven : Alena]
[Alena : BUKAN GUE]
[Arven : Oke kalau bukan Lo, berarti gue bebas ya nikah sama orang lain ? ]
Alena cukup lama membalas pesan miliknya
Arven sempat takut jika Alena marah kepada dirinya
[Alena : COBA AJA SANA]
Arven menatap layar ponselnya
Kemudian ia tertawa cukup keras
Arven merasa jika misinya ini cukup berhasil..
Arven akan membuat Alena mengakui perasaannya dengan segera