NovelToon NovelToon
My Lovely Ballerina

My Lovely Ballerina

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:98.8k
Nilai: 5
Nama Author: XylviA

Kevin O'Leary adalah seorang CEO dingin dan berwibawa yang sangat disukai oleh wanita manapun. Tapi sayangnya ia belum pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun

Kimberly Kane adalah seorang ballerina profesional yang sangat terkenal didunia. Ia pernah jatuh cinta kepada satu pria tetapi hubungan itu kandas hingga akhirnya ia tidak pernah menjalin hubungan lagi dengan pria manapun.

Apa jadinya jika mereka bertemu secara tidak sengaja? Dan bagaimana nasib mereka ketika ada yang ingin menghancurkan hubungan mereka?

No plagiat❕❕

Instagram : xylv.ia_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XylviA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Kevin dan Kim pun sampai di kantor Kevin. Kim merasa sedikit tidak nyaman dengan tatapan para karyawan yang melihat mereka. Kim seketika menjadi bahan obrolan oleh semua orang di sana.

Menyadari bahwa Kim tidak nyaman dengan keadaan sekitar, Kevin langsung berdeham dan menatap tajam ke arah semua orang disana. Karena masih sayang dengan pekerjaannya, para karyawan pun langsung pergi. Walaupun mereka masih membicarakan Kim.

"Sudah ya Kim... Jangan dipikirkan. Kalau kau tetap tidak nyaman aku bisa memberikan mereka hukuman." Ucap Kevin sambil melihat ke arah Kim yang masih menunjukkan wajah tidak nyamannya. "Tidak apa-apa Vin... Aku hanya tidak terbiasa." Balas Kim. Merekapun berjalan ke arah lift mereka langsung menekan tombol naik. Beberapa saat kemudian pintu lift pun terbuka dan mereka langsung masuk ke lift.

Saat sampai di lantai tempat kantor Kevin berada, mereka langsung berjalan menelurkan lorong. Mereka pun bertemu dengan Jessica.

"Kim kenalkan ini Jessie sekretaris ku." Ucap Kevin. Kim langsung tersenyum langsung berkenalan dengan Jessica.

"Hai... Aku Kim." Ucap Kim. Kevin langsung menambahkan beberapa kata untuk kalimat yang dilontarkan Kim.

"Jessica... Ini Kim. Pacarku." Ucap Kevin sambil memberikan penekanan di kata pacarku. Jessica yang tau bahwa Kim adalah wanita yang pernah dibicarakan oleh Josh langsung memasang wajah judes. Kevin tidak menyadari tatapan Jessica dan langsung membawa Kim masuk ke ruangannya.

"Sepertinya sekretaris mu tidak suka kepadaku." Ucap Kim sesampainya di ruangan Kevin. Kevin langsung duduk di kursinya lalu membalas ucapan Kim tadi.

"Tidak mungkin lah... Dia sekretaris yang baik. Tapi jika dia macam-macam denganmu lapor saja ke aku ok." Ucap Kevin sambil kembali memeriksa dokumen. Kim hanya mengangguk lalu duduk di sofa yang ada di sana.

"Kim... Sini." Panggil Kevin. Kim yang namanya dipanggil langsung bangkit dan berjalan ke arah Kevin.

Saat ingin menanyakan ada apa, Kevin langsung menarik tubuh Kim hingga membuat wanita itu terduduk di pangkuan Kevin. Kevin langsung membenamkan wajahnya di leher Kim sambil mencium wangi parfumnya sambil memeluknya. Di saat yang sama, tiba-tiba Jessica mengetuk pintu ruangan Kevin. Kevin langsung melepas pelukannya dan Kim langsung berdiri di sebelah Kevin dan langsung pergi duduk kembali di sofa.

"Masuklah Jess." Ucap Kevin. Pintu pun dibuka oleh Jessica. Ia berjalan ke arah Kevin sambil membawa berkas lain dan ingin mengingatkan Kevin bahwa 30 menit lagi akan ada meeting. Setelah memberikan berkas dan memberitahu, Jessica langsung keluar dari ruangannya. Saat dia melihat Kim, Ia memberikan tatapan judesnya. Kevin yang menyadari itu langsung berdeham.

"Kau punya masalah dengan Kim?" Ucap Kevin yang menatapnya dengan tatapan tajamnya. Jessica langsung gelagapan Ia takut bahwa Kevin akan marah dan langsung memecatnya. Sebelum Jessica menjawab, Kim langsung berbicara.

"Vin.. Kita baru saja berkenalan. Tidak apa-apa." Ucap Kim. Kevin yang mendengar itu langsung membiarkan Jessica keluar. Kevin langsung menyuruh Kim untuk duduk di pangkuannya lagi. Kim langsung menolak.

"Ayolah Kim..."

"Kau terlihat sibuk Vin... Aku tidak mau mengganggu mu." Ucap Kim. Kevin langsung berdiri dan menghampiri Kim di Sofanya.

"Duduk atau..." Ucap Kevin lalu mencium leher Kim. Kim langsung menahan desahannya saat tangan Kevin mulai menggerayangi tubuhnya. Kevin pun berhenti dan menanyakan pertanyaan yang sama kembali.

"Duduk situ dan temani aku bekerja. Kau mau kan?" Ucap Kevin sambil menatap intens ke arah Kim. Kim langsung mengangguk dan mereka berjalan ke arah meja kerja Kevin. Kim langsung duduk di pangkuan Kevin. Kevin langsung kembali bekerja sambil terkadang mencium leher Kim yang harum dan menjadi candu baginya.

Diluar ruangan Jessica yang masih kesal langsung menelepon Josh. Ia pun langsung menceritakan semua yang terjadi dengan nada yang kesal dan beberapa kali menaikan nada suaranya.

"Kita biarkan dulu mereka. Aku sedang mengurus perceraian dengan istriku. Aku sedang sibuk." Ucap Josh di sebrang sana.

🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️

Selesai mematikan telepon itu, Josh langsung melihat ke arah Evelyn yang masih menangis. Ia menghela nafas kasar. Ia benar-benar ingin pisah dari Eve.

"Berhentilah menangis." Ucap Josh datar.

"Kau tidak punya hati Josh. Bagaimana nasib Ana? Dasar lelaki brengsek." Ucap Eve. Ia benar-benar tidak mengerti mengapa suaminya menjadi seperti ini. Padahal dulu Josh paling menunggu kelahiran Ana. Josh adalah suami yang paling perhatian kepadanya. Sayang itu dulu.

"Sekarang yang kau harus lakukan sekarang hanyalah menandatangi surat cerai ini. Masalah Ana kau yang urus saja." Ucap Josh yang benar-benar sudah tidak peduli. Ana tiba-tiba datang dan langsung memeluk kaki Josh.

"Daddy don't go." Ucap Ana sambil menangis. Suaranya sudah sangat serak.

"Lepaskan Ana." Ucap Josh. Bukannya melepaskan pelukannya, Ana malah mengeratkan pelukannya. Josh pun langsung mendorong Ana untuk melepaskan pelukannya hingga Ana terjatuh.

Ana semakin menangis kencang. Evelyn yang melihat itu langsung bangkit dan menghampiri anaknya yang terduduk karena jatuh itu. Ana langsung memeluk ibunya. Eve benar-benar sudah habis kesabarannya.

"APA KAU GILA? ITU ANAKMU." Teriak Eve. Josh hanya diam sambil menatap ke arah Eve. Bahkan Ia tidak ingin melihat anaknya. Seketika Eve langsung mengangkat tangannya dan kemudian.

PLAK

Eve langsung menampar pipi Josh. Dadanya naik karena sudah terlalu emosi. Ia langsung berjalan ke atas meja sambil menggendong Ana. Ia pun mengambil pulpen dan langsung menandatangani surat perceraian itu. Ia pun langsung mengambil berkas perceraian itu dan langsung melemparnya ke Josh.

Josh hanya terdiam karena pipinya masih terasa sangat panas bekas tamparannya. Badannya pun terkena berkas perceraian yang dilempar Eve tadi. Ia hanya diam dan tidak mau melawan. Yang penting Eve sudah menandatangani surat itu.

Eve pun langsung pergi ke kamarnya dan mengambil 2 buah koper untuk memasukkan bajunya dan baju anaknya. Ana hanya bisa menangis di gendongan ibunya. Setelah selesai menyusun baju mereka, Eve langsung pergi dari rumah itu. Sebelum pergi Eve melihat Josh dan langsung menamparnya lagi. Emosinya sedikit mereda setelah menampar Josh.

Eve pun langsung memanggil taksi dan ketika taksi sudah datang mereka langsung pergi. Eve langsung pergi ke apartemen yang dulu sempat Ia tinggali. Ana yang terlalu lelah menangis langsung tertidur di pelukan ibunya. Sesampainya di apartemen, Eve langsung menidurkan Ana di kasur. Eve pun miris melihat nasib anaknya yang tidak mendapat kasih sayang dari ayahnya. Eve pun menelepon orang untuk mengantarkannya bahan-bahan makanan untuk dimasak. Eve harus kembali mencari kerja untuk mencukupi kebutuhan mereka karena tidak mungkin selalu menggunakan tabungan mereka. Bahan-bahan makanan mereka pun sudah datang dan Eve langsung memasak untuk anaknya dan dia. Selesai memasak, Eve langsung membangunkan Ana untuk makan. Muka Ana masih merah karena sehabis menangis.

Eve pun menggendong Ana dan membawanya ke meja makan. Ia pun menyuapi Ana walaupun beberapa kali Ana menolak suapan ibunya. Eve pun dengan sabar menyuapi Ana.

"Aku mau Daddy." Ucap Ana dengan suaranya yang sedikit serak. Eve hanya menghela nafasnya. Ia bingung bagaimana harus menjelaskannya kepada Ana.

"Ana... Daddy sudah tidak sayang sama Mommy dan Ana. Ana masih mau sama Daddy? Masih sakit tidak habis didorong Daddy?" Tanya Eve. "Sudah tidak sakit mom. Aku tidak mau sama Daddy lagi. Daddy jahat." Ucap Ana yang langsung menintikan air mata lagi. Eve langsung mengusap air mata anaknya.

"Sudah ya... Habis ini kita jalan-jalan dan beli mainan ok." Ucap Evelyn. Wajah Ana langsung berubah ceria dan langsung mengangguk dengan semangat.

"Mommy aku mau makan sendiri." Ucap Ana. Eve hanya tertawa karena melihat anaknya ceria kembali. Lalu Ia pun langsung memberikan sendok dan garpunya langsung diambil oleh Ana.

Mereka pun makan bersama-sama dan terkadang bercerita lucu. Melupakan sosok seorang suami dan ayah yang tidak pernah peduli lagi dengan mereka.

1
Ikha Ranni
seperti nya tadi di ruang privat, knp bisa ktemuan.. hayuu
Rhenii RA
wkwkwk kebetulan yang tak masuk akal
Rhenii RA
Terlalu lamban dan bego juga.. masa iya kalah sama si Josh?😆
Rhenii RA
itu si Kepin gak bisa jaga Kim pakai jasa bodyguard atau apa gitu, kok lambat banget yah padahal kan org kaya
Rhenii RA
menurutku gak ada yang cocok keduanya, yang satunya serem yang satunya mirip anak2 thor
Rhenii RA
Udah tau mantannya sarap malah dibukain pintu😒
Rhenii RA
Bacanya agak ngos-ngosan yah😆
Evitha Junaedy
sabar Granny...
Evitha Junaedy
sabar ...
Evitha Junaedy
pgen getok pake panci s evelyn nih...
Evitha Junaedy
kasian byi d sayat2 gt...
Evitha Junaedy
aduuuh...
Evitha Junaedy
wanita gila y...
Evitha Junaedy
semoga sll bahagia kim n kev...
Evitha Junaedy
sll semangat...
Evitha Junaedy
bgus bgt ni...wlupun deg2an pas perut kim d cutter...
Evitha Junaedy
aduuuh greget...
Evitha Junaedy
pasti mampir thor...
Evitha Junaedy
semangaaaat
Evitha Junaedy
kim ceroboh bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!