NovelToon NovelToon
Logika Diatas Cinta

Logika Diatas Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Seeula

Nadine Lavena membatalkan pernikahannya tiga minggu sebelum hari H setelah membongkar perselingkuhan tunangannya, Heyden Ames, di depan diskusi formal dua keluarga besar. Pengkhianatan itu membangkitkan trauma masa kecil saat dibuang ibu kandungnya, membuat Nadine skeptis pada cinta dan hanya memercayai uang.
Seminggu kemudian, di sebuah restoran industrial, Nadine menyaksikan Kyle Ernest pewaris bisnis sedingin es disiram air oleh teman kencan butanya akibat klausul pernikahan kontrak yang teramat kaku. Senyum sinis Nadine memicu harga diri Kyle yang angkuh hingga melayangkan tantangan gila: pernikahan kontrak tiga tahun dengan gaji 100 juta per bulan dan denda pembatalan 30 miliar.
Nadine menerima tantangan itu demi uang, murni sebagai mitra kerja. Namun, Kyle tidak menduga bahwa di balik sikap acuh tak acuh Nadine, wanita itu menyimpan kecerdikan tajam untuk menghadapi badai fitnah dari Kinara Inka, masa lalu Kyle yang licik yang tiba-tiba kembali untuk merebut segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seeula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Aliansi yang Merapat dan Klausul Risiko Tambahan

​Keesokan harinya, kepanikan yang melanda kediaman Kinara Inka sama sekali tidak memengaruhi ritme kerja yang presisi di dalam rumah mewah Menteng.

​Nadine Lavena duduk di kursi meja makannya dengan kalkulator fisik yang terus berbunyi nyaring akibat ketukan jemarinya yang sangat cepat.

​Ia sedang menghitung rincian biaya operasional tim keamanan tambahan yang kemarin mengamankan fotografer bayaran di halaman belakang.

​(Dua puluh juta rupiah untuk jasa pengawalan darurat, ditambah bonus operasional Pak Beni sebesar lima juta rupiah, semuanya harus masuk ke dalam tagihan bulanan Ernest Group.)

​Nadine mencatat angka-angka tersebut ke dalam buku laporan keuangannya dengan senyuman puas yang sangat lebar.

​Baginya, setiap masalah yang berhasil diatasi adalah peluang baru untuk menambah pundi-pundi tabungannya tanpa peduli siapa yang harus membayar tagihan tersebut.

​Kyle Ernest melangkah masuk ke dalam area makan dengan setelan jas abu-abu gelapnya yang terlihat sangat rapi tanpa lipatan sedikit pun.

​Pria itu menatap Nadine yang sedang tersenyum menatap kalkulator dengan pandangan yang sangat cuek, meskipun dalam hatinya ia merasa gemas dengan obsesi akut istrinya terhadap uang.

​"Nona Nadine, Anda terlihat seperti rentenir yang baru saja memenangkan lotre pagi ini."

​Nadine mendongak perlahan, menatap wajah kaku Kyle dengan tatapan menantang yang sudah menjadi ciri khasnya sehari-hari.

​"Saya hanya sedang memastikan bahwa setiap sen yang keluar dari rekening saya kemarin mendapatkan ganti rugi yang setimpal dari dompet Ernest Group, Tuan CEO."

​Nadine menggeser selembar kertas rincian biaya ke arah Kyle dengan gerakan tangan yang sangat anggun namun tegas.

​"Silakan tanda tangani persetujuan pencairan dana ini agar saya bisa segera melakukan rekonsiliasi kas pribadi saya."

​Kyle melirik kertas tersebut sekilas, lalu menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis yang sangat misterius.

​"Saya akan menandatanganinya, tetapi dengan satu syarat tambahan yang menyangkut keamanan jangka panjang reputasi kita."

​Nadine langsung melipat kedua tangannya di depan dada, memasang mode waspada tingkat tinggi karena ia tahu pria es di hadapannya ini memiliki reputasi yang sangat licik jika menyangkut urusan negosiasi.

​"Klausul kontrak kita sudah sangat lengkap, Pak Kyle, jadi jangan mencoba menambahkan aturan baru tanpa persetujuan tertulis dari konsultan hukum saya."

​"Ini bukan aturan baru, melainkan tindakan preventif demi menghindari kerugian yang lebih besar di masa depan."

​Kyle mengambil pulpen hitam dari saku jasnya, mengetuk-ngetukkan ujungnya ke atas meja makan kayu mahoni dengan ritme yang konstan.

​"Kinara memang sudah kehilangan kameranya, tetapi dia masih tahu bahwa kita tidur di sayap bangunan yang berbeda."

​"Itu adalah privasi fisik yang dilindungi oleh draf pasal ketiga, jadi tidak ada alasan untuk mengubahnya hanya karena asumsi sepihak dari wanita itu."

​Nadine bersikeras mempertahankan argumennya, menolak keras segala bentuk perubahan yang berpotensi mendekatkan dirinya dengan Kyle secara personal.

​"Jika dia menyewa mata-mata lain yang lebih profesional untuk meretas sistem pengawas internal kita, foto kamar kosong di sayap timur ini akan langsung menghancurkan valuasi saham kita dalam satu hari."

​Kyle menatap Nadine dengan manik mata kelabunya yang tajam, memanfaatkan kecemasan finansial wanita itu untuk melancarkan serangan psikologisnya yang sangat halus.

​(Wanita keras kepala ini tidak akan pernah setuju jika aku memintanya pindah kamar karena alasan perasaan, jadi aku harus menggunakan ancaman kerugian finansial sebagai senjatanya.)

​Dan benar saja, wajah Nadine langsung menegang begitu mendengar kata kehancuran valuasi saham yang sangat ia takuti melebihi apa pun di dunia ini.

​"Lalu, apa rencana yang ada di dalam kepala jenius Anda untuk mengatasi potensi kerugian tersebut?"

​"Mulai malam ini, salah satu dari kita harus memindahkan barang-barang pribadinya ke kamar yang sama di sayap barat."

​Nadine langsung berdiri dari kursinya dengan sentakan keras, menunjukkan penolakan mutlak terhadap ide gila yang baru saja diucapkan oleh suaminya.

​"Satu kamar? Itu benar-benar melanggar batas privasi fisik dan saya tidak akan pernah menyetujui draf perubahan yang sekonyol ini!"

​"Saya tidak meminta Anda untuk berbagi ranjang dengan saya, Nadine, melainkan hanya menyatukan ruang hidup demi menciptakan ilusi visual yang sempurna bagi siapa pun yang mencoba mengintai."

​Kyle memajukan tubuhnya sedikit, menatap Nadine dengan binar mata jahil yang sengaja disembunyikan di balik wajah dinginnya.

​"Atau, Anda merasa tidak cukup kuat untuk mempertahankan profesionalitas Anda jika harus melihat saya setiap malam di kamar yang sama?"

​Tantangan verbal Kyle langsung membakar harga diri Nadine yang sangat tinggi, membuatnya melupakan kewaspadaan logisnya dalam sekejap.

​"Saya adalah seorang profesional bersertifikat, Pak Kyle, jadi kehadiran fisik Anda sama sekali tidak akan memengaruhi kinerja mental saya!"

​"Bagus, kalau begitu kesepakatan relokasi kamar ini sah secara lisan dan akan segera dieksekusi oleh pelayan siang ini."

​Nadine terdiam sesaat, menyadari bahwa dirinya baru saja masuk ke dalam jebakan retorika Kyle yang sangat licik tanpa ia sadari sebelumnya.

​Sungguh luar biasa bagaimana Kyle bisa memanfaatkan sifat keras kepala Nadine yang tidak suka ditantang untuk mendapatkan apa yang ia inginkan dengan sangat mudah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!