NovelToon NovelToon
MY HOT KILLER LECTURER

MY HOT KILLER LECTURER

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

"Aku memaafkan pengkhianatanmu demi nama baik keluarga, tapi hatiku sudah mati."

Arga, CEO 30 tahun, terjebak nikah bisnis dengan istri yang hamil anak orang lain. Hatinya dikunci rapat.

Sampai Queen, mahasiswi bar-bar 20 tahun + pewaris universitasnya, datang dan menantang semua aturan.
Satu ciuman di club malam meruntuhkan tembok esnya.

Sekarang Arga harus pilih: Tetap di neraka pernikahan, atau terbakar dalam gairah terlarang dengan mahasiswinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TOPENG YANG HANCUR BERKEPING

"Kamu menuduhku, Mas?! Tapi lihat kelakuanmu sendiri!"

Jeritan Keysha melengking, memantul di dinding-dinding ruang VIP rumah sakit yang semula sunyi.

Dengan wajah sembap dan napas memburu, ia menunjuk lurus ke arah Queen yang masih berdiri di dalam rangkulan protektif Arga.

"Kamu membawa mahasiswamu sendiri ke sini, memamerkan dia di depan istri sahmu yang baru saja mempertaruhkan nyawa melahirkan anakmu!

Kamu yang selingkuh, Arga!

Kamu pria munafik!"

Keysha mencoba menggeser tubuhnya di atas ranjang periksa, air mata buayanya mengalir deras, berusaha memutarbalikkan fakta seolah-olah dirinyalah korban paling menderita di dunia ini.

Alya yang sejak tadi berdiri di dekat pintu bener-bener sudah berada di batas puncak kesabarannya.

Drama manipulatif yang dimainkan Keysha membuat darahnya mendidih.

Langkah kakinya menghentak keras saat ia maju ke depan ranjang, menepis jarak, dan menatap Keysha dengan pandangan yang teramat muak.

"Cukup ya, Keysha!

Gak usah lo putar balik fakta lagi pakai akting murahan kayak gitu!

Gue bener-bener muak lihat drama lo!"

bentak Alya, suaranya menggelegar penuh emosi yang selama ini ia pendam sebagai adik kandung Arga.

"Lo bilang Mas Arga selingkuh?

Lo berkaca dong! Siapa yang selama ini tidur sama pria lain di belakang suami sendiri, hah?!Siapa yang membiayai brondong selingkuhannya pakai duit keluarga Dirgantara?!"

"Alya!

Jaga bicaramu!

Aku ini kakak iparmu!"

teriak Keysha, wajahnya memerah padam karena rahasia busuknya dikuliti habis-habisan.

"Kak ipar dari mana?!

Kakak gue berhak bahagia!

Dia udah cukup menderita bertahun-tahun hidup dalam kebohongan lo!"

balas Alya berapi-api.

Ia menunjuk map tebal yang berserakan di atas meja.

"Semua bukti perselingkuhan lo sama Daffa udah ada di situ!

Bahkan hasil tes DNA awal yang Mas Arga urus diam-diam juga membuktikan kalau anak yang baru lo lahirkan itu bukan darah daging Dirgantara!

Jadi, stop berlagak suci!"

'Brak!'

Sebelum Keysha sempat membalas, pintu ruang VIP didorong dengan kasar dari luar.

Dua pasang orang tua melangkah masuk dengan ekspresi wajah yang teramat tegang.

Di satu sisi, ada orang tua Keysha yang datang dengan wajah panik setelah menerima pesan darurat dari putrinya,

dan di sisi lain, orang tua Arga Keluarga Besar Dirgantara yang datang dengan aura wibawa yang mengintimidasi, ditemani oleh kuasa hukum keluarga.

"Ada apa ini?!

Kenapa kalian ribut di ruang rumah sakit?!"

tanya Papa Arga, suaranya berat dan penuh wibawa, langsung menekan atmosfer di dalam ruangan.

"Mama... Papa...

Tolong Keysha!"

Keysha langsung mengadu kepada orang tuanya, terisak histeris.

"Mas Arga mau menceraikan Keysha, Pa!

Dia bawa perempuan jalang ini dan menuduh anak yang Keysha lahirkan bukan anaknya!"

Ibu Keysha langsung menatap tajam ke arah Arga.

"Arga!

Apa-apaan ini?!

Putriku baru saja melahirkan dan kamu memperlakukannya seperti ini?

Mana tanggung jawabmu sebagai menantu?!"

Arga tidak gentar sedikit pun.

Pria berusia 30 tahun itu melangkah maju, melepaskan rangkulannya pada Queen sejenak namun tetap memastikan posisi gadis itu aman di belakang tubuh tegapnya.

Sorot mata elangnya menatap mertuanya dengan dingin.

"Tanya pada putri Anda sendiri, Tante," ucap Arga, suaranya bariton, datar, dan sedingin es.

"Silakan buka map di atas meja tersebut.

Di dalam sana ada rekaman video, foto-foto hotel, dan laporan keuangan yang membuktikan bahwa putri Anda telah berselingkuh berkali-kali dengan rekan bisnis saya bernama Daffa.

Dan anak yang baru lahir itu...

adalah anak biologis Daffa, bukan saya."

Orang tua Keysha tertegun.

Dengan tangan bergetar, Papa Keysha mengambil dokumen tersebut dan membacanya.

Detik demi detik berlalu, wajah pria paruh baya itu berubah dari pucat menjadi merah padam karena rasa malu yang teramat sangat atas kelakuan bejat putrinya.

Mama Arga yang melihat hal itu langsung mendengus sinis.

"Kami, keluarga Dirgantara, tidak pernah menerima pengkhianatan.

Sejak awal, pernikahan ini didasari oleh komitmen, tapi putri Anda telah menghancurkannya berkeping-keping.

Tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan hubungan menjijikkan ini."

Menyadari bahwa posisinya telah skakmat dan tidak bisa lagi mengelak dari bukti-bukti otentik tersebut, Keysha seketika menghentikan tangisannya.

Wajah melankolisnya lenyap, berganti dengan seringai dingin nan tajam.

Sifat aslinya yang egois dan gila harta akhirnya keluar seutuhnya.

"Oke!

Fine!

Kita cerai!"

tantang Keysha dengan nada ketus, menatap Arga dengan benci.

"Aku juga udah bosan hidup sama pria kaku kayak batu es kayak kamu, Arga!

Tapi jangan harap proses cerai ini bakal berjalan mudah."

Keysha bersandar pada bantal ranjangnya, melipat tangan di dada dengan angkuh.

"Aku setuju untuk cerai dengan satu syarat mutlak:

Harta gono-gini.

Aku mau setengah dari aset perusahaan Dirgantara, apartemen di pusat kota, dan rumah di Menteng atas nama aku.

Kalau kamu gak penuhi tuntutan harta gono-gini itu, aku gak akan mau menandatangani surat cerai ini dan aku akan bikin skandal ini viral di media untuk menghancurkan reputasi kampus dan keluargamu!"

Orang tua Keysha hanya terdiam, tidak mampu membela namun di dalam hati tetap berharap putri mereka mendapatkan keuntungan materi.

Mendengar tuntutan gila dari Keysha, Alya sudah bersiap untuk memaki kembali, namun tangan kekar Arga terangkat, menahan adiknya.

Sebuah senyuman miring yang penuh kemenangan terukir di wajah tegas Arga.

"Harta gono-gini?"

Arga terkekeh rendah, sebuah tawa sarkasme yang membuat bulu kuduk meremang.

Ia menoleh ke arah kuasa hukumnya yang berdiri di dekat pintu.

"Sebutkan klausul perjanjian pra-nikah kami, Pengacara."

Kuasa hukum keluarga Dirgantara melangkah maju, membuka dokumen resmi berlambang hukum.

"Berdasarkan perjanjian pra-nikah yang telah ditandatangani oleh Saudari Keysha dan Saudara Arga lima tahun lalu pada pasal 7 ayat 3, dinyatakan secara hukum:

'Jika salah satu pihak terbukti melakukan perselingkuhan atau pengkhianatan dalam ikatan pernikahan yang sah, maka pihak tersebut kehilangan haknya secara mutlak atas seluruh harta bersama, aset gono-gini, maupun nafkah pasca-perceraian.'"

'Boom!'

Wajah Keysha seketika memucat pasi, bagai disambar petir untuk kesekian kalinya.

Ia bener-bener lupa bahwa lima tahun lalu, demi bisa segera dinikahi oleh pria sekaya Arga, ia dengan bodohnya menandatangani perjanjian pra-nikah tanpa membaca klausul itu secara detail.

"Jadi, Keysha..."

Arga maju satu langkah, menundukkan tubuhnya sedikit hingga wajah tegasnya berada tepat di depan wajah panik Keysha.

"Kamu akan keluar dari rumah saya, dari hidup saya, tanpa membawa satu sen pun dari harta Dirgantara.

Kamu dan anak hasil perselingkuhanmu itu...

bukan lagi urusan saya."

Arga kembali menegakkan tubuhnya, berbalik dan langsung menggenggam erat jemari hangat Queen yang sejak tadi menyaksikannya dengan binar mata penuh kekaguman.

Pria itu menatap kedua orang tuanya dan orang tua Keysha bergantian dengan mutlak.

"Urusan kita selesai hari ini.

Gugatan cerai akan didaftarkan ke pengadilan agama siang ini juga," tutup Arga penuh determinasi.

Arga kemudian menuntun Queen melangkah keluar dari ruang VIP tersebut, diikuti oleh Alya yang sempat memberikan lambaian tangan mengejek ke arah Keysha yang kini mulai menjerit histeris meratapi nasibnya yang jatuh miskin seketika.

Di koridor rumah sakit yang panjang, di bawah genggaman tangan Arga yang teramat posesif dan erat, Queen tahu...

badai telah berlalu, dan kini saatnya mereka menyambut lembaran baru yang sesungguhnya.

1
atik
Bagus
putri auliza
baguss bangettt
recom lah pokoknyaa
putri auliza
thorr yang panjang lagi dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!