NovelToon NovelToon
Take Me Back Please!

Take Me Back Please!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:624.6k
Nilai: 5
Nama Author: sweet berry

"Tuan, kau sudah dengar yang dia katakan kan? dia bilang siapa yang mau menikahi gadis buangan seperti ku? apakah aku terlihat separah itu dimatanya? aku benar-benar konyol, hehe ya tapi benar juga, tak akan ada yang mau menerimaku, siapa aku? orang lain semuanya tahu aku putri yang di buang keluarganya, ibuku di asingkan karena tuduhan perselingkuhan, sekarang di tambah aku jadi wanita simpanan, siapa lagi yang mau menikah denganku, hahaha"
*
*
Pria itu tersenyum melihat Ara. Ara memalingkan wajah cantikanya dari pria itu. Ia kembali menatap pena perekam itu di tangannya.
*
"Bagaimana jika aku mau menerimamu, apa kau mau menikah denganku?"

Aku adalah putri ke-5 keluarga terpandang di kota A, keluarga Romanof. Hidupku hampir hancur ketika ayahku memaksaku jatuh ke dalam sebuah masalah keluarga yang mengharuskan aku mencuri cincin turun temurun keluargaku dari tangan keluarga Wingsley.
*
Melihat Daniel, aku yang sakit hati dengan gila menerimanya dan akhirnya kami menikah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: maksud anda Direktur Qin?

Siang itu Kevan harus pulang lebih cepat dari biasanya, mertunya memintanya dan Sisil datang makan malam bersama. Jadi Ia meminta Gerry dan Ara mewakili perusahaannya untuk datang ke TopHill bertemu dengan seorang Klien. Siang itu akhirnya Ara dan Gerry datang ke TopHill memenuhi perintah Kevan.

Beberapa jam berlalu,urusan Gerry dan Ara akhirnya selesai. Karena terlalu sibuk,mereka belum sempat makan siang, akhirnya Gerry mengajak Ara untuk makan siang di salah saru restoran Hot Pot tak jauh dari TopHill.

Di sela-sela makan siang mereka, Ara yang duduk tak jauh dari jendela tiba-tiba melihat sosok yang ia kenal dari jauh, meskipun hanya melihat punggungnya, tapi Ara yakin itu adalah Daniel. Mata Ara terus menArap punggung pria yang berjalan di seberang jalan itu. Ara mengerutkan keningnya. Ia kemudian menatap jam di ponselnya, saat itu jam 14:21.

Gerry yang sedang sibuk menyuap lembAran daging rebus masuk ke mulutnya, melihat wajah Ara yang keheranan menatap jendela ia pun bertanya “Ada apa Ra?"

Ara segera menoleh ke Arah Gerry. “Aku seperti melihat suamiku di seberang jalan?"

Seperti akan memuntahkan semua daging di dalam mulutnya, Gerry yang kaget tiba-tiba terbatuk-batuk karena tersedak.

“Hei Ger, kau tak apa?"

Gerry hanya melambaikan tangannya tanda dia baik-baik saja, Ara segera menyodorkan air minum pada Gerry untuk meredakan batuknya.

“Kau sudah menikah Ra? sejak kapan? bukan kah kau dan bos.....?"

“Sudah aku ceritakan nanti saja, aku ada urusan, kau kembalilah dulu, aku segera menyusul"

Tak tunggu lama Ara langsung bergegas pergi meninggalkan Gerry sendiri. Gerry bahkan tak sempat menjawab apapun pada Ara.

Ara menyetop sebuah taksi. Matanya terus mencari sosok Daniel yang tadi dia lihat

apakah itu benar Daniel? kenapa dia tidak di kantornya dan justru berkeliAran di sekitar sini?

Ara meraih ponselnya dan menghubungi Daniel untuk memastikan. Butuh beberapa detik untik Daniel menjawab panggilannya, tidak seprti biasanya, detik selanjutnya suara Daniel terdengar dari ujung telepon

“Halo Ara, ada apa?"

“Kau sedang dimana?"

“Tentu saja di kantor, dimana lagi aku berada di jam segini"

“Benarkah? bolehkah aku datang ke kantormu?"

Daniel hening sejenak, Ara mengerutkan keningnya, ia mulai curiga yang ia lihat tadi benar Daniel.

“Hemm, kenapa? apa kau sedang merindukanku?"

mendengar pertanyaan Daniel Ara memicingkan matanya dengan wajah merona. Pria ini narsis sekali.

“Jangan narsis! aku sudah hampir sampai"

“Hehe, baiklah"

10 menit kemudian Ara tiba di lobby MD. Di badingkan perusahaan Kevan memang kantor Daniel lebih kecil 3x lipat.

Dengan perasaan ragu, Ara menurunkan kaki langsingnya keluar dari taksi. Ia melangkahkan kakinya masuk menuju meja Resepsionist. Sebuah senyuman manis menyambut Ara.

“Md investment selamat datang, ada yang bisa saya bantu nona?"

“Saya ingin bertemu dengan Daniel"

Setelah mendengar nama Daniel, wajah Gadis itu tiba-tiba berubah, tatapannya berubah begitu menyelidik menatap Ara. “Siapa gadis ini ingin bertemu direktur Qin?”Batin si gadis, dari tatapannya Ara menebak mungkin gadis ini menyukai Daniel. Ya betul juga, siapa juga gadis yang tak menyukai pria tampan.

“Maksud anda Direktur Qin?"

Direktur Qin? oh Qin mungkin nama marganya, astaga aku baru tahu dia bermarga Qin, Ara tersenyum mengangguk pada gadis itu.

“Anda sudah punya janji sebelumnya?"

“Belum"

“Maaf nona, jika ingin bertemu dengan direktur Qin, anda harus membuat janji terlebih dulu"

Gadis itu benar-benar berubah menjadi sangat tak bersahabat.

“Nona Ara!!"

Seseorang memanggil nama Ara, Ara seketika menoleh. Ia melihat Yogi mendekatinya dari Arah pintu masuk. Senyum pria muda ini benar-benar manis.

“Kenapa kau di sini? kenapa tidak naik?"

Ara melirik gadis resepsionis tadi, ia melihat wajahnya berubah canggung saat ia melihat Yogi menyapa Ara.

“Bella, dia nyonya Qin, kenapa tak biarkan dia naik?"

“Nyo..nyonya Qin?Di..direktur Qin sudah men-i-kah? be..benarkah?"

“Ada apa denganmu Bella?”Seru Yogi melihat reaksi tak biasa pada Gadis itu membuat Yogi bingung, namun dengan segera Yogi menoleh pada Ara dan mengajak Ara naik. Ara menoleh pada Bella, ia masih berdiri terpaku tak menoleh sedikitpun, pandangan matanya kosong.

Ara tersenyum aneh, hatinya mendadak merasa senang melihat Bella seperti itu

“Aneh ya kenapa aku jadi sesenang ini melihat gadis lain patah hati, pria tampan itu suami ku, hihi"

Setelah sampai di ruangan Daniel, tak ada siapapun disana. Sekretaris Daniel mengatakan Daniel sedang rapat di ruang rapat, kemungkinan baru akan kembali setengah jam lagi, Ara mengangguk. Yogi pun meninggalkan Ara di ruangan itu. Ara memperhatikan ruangan eDaniel. Sangat berbeda dengan ruangan Kevan. Di dalam ruangan ini tak bayak bArang, tapi sangat rapi. Design ruangannya pun sangat simple namun elegan, ruangan ini mencerminkan sifat pemiliknya.

Setelah puas memperhatikan ruangan itu, Ara memutuskan untuk duduk di sofa ruangan Daniel. Sofa itu nyaman sekali, karena tak ada kegiatan, ia membuka permainan di dalam ponselnya dan memainkannya. 15 menit berlalu, Daniel belum juga kembali, Ara menaikan sepasang kaki langsingnya di atas sofa, ia jadi setengah berbaring di sofa itu. Karena terlalu nyaman, matanya mulai merasa kantuk dan justru tertidur.

45 menit berlalu, Daniel akhirnya kembali ke ruangannya di ikuti Sekretaris dan Yogi di belakangnyaa, mereka masuk dan melihat Ara tertidur di sofa dengan begitu manis, Daniel tersenyum. Ia meminta Yogi dan Sekretarisnya meninggalkan mereka berdua di ruangan itu. Setelah mereka pergi, Daniel mendekati tubuh langsing Ara dan memperhatikan wajahnya yang cantik, rambut panjang bergelombangnya jatuh dramatis di atas tubuhnya membuat wajahnya semakin cantik.

“Istriku memang sangat cantik, tak heran mantannya tak bisa melepasnya begitu saja"

Hari mulai sore, Ara dengan kaget bangun dari tidurnya dan membuat dirinya duduk. Ia merapikan baju dan rambutnya yang berantakan sambil menatap sekeliling, awalnya ia bingung tapi ingatannya kembali beberapa detik kemudian. Benar ini ruangan Daniel. Ia bahkan melihat Daniel sedang sibuk menatap layar komputernya dan di tangannya memegang beberapa dokumen.

“Bahkan wajah seriusnya begitu mengagumkan, bagaimana bisa gadis-gadis tak menyukainya, kenapa aku merasa bodoh seketika?”Batin Ara.

“Sudah bangun?”Tanya Daniel tanpa melihat Ara. Ara bangun dari lamunannya,ia kemudian meraih ponselnya yang terjatuh di lantai dan melihat jam, sekarang jam 4:25. Ada sedikitnya 8 panggilan tak terjawab,6 dari Kevan dan 2lainnya dari Gerry.

“Matilah, Kevan pasti tahu dia tidak di kantor, pasti Gerry akan menerima amukan bos iblisnya itu”Batin Ara.

“Daniel, kenapa tak membangunkan aku?"

“Aku tak tega membangunkanmu, kau terlihat lelah"

Tanpa menunggu lama Ara meraih tas di atas meja dan hendak pergi. Namun Daniel buru-buru mencegah Ara.

“Mau kemana?"

“Daniel, aku harus kembali ke kantor, Kevan pasti marah aku meninggalkan kantor di jam kerja"

“Oke aku antar, lagipula sudah dekat jam pulang"

Ara tak banyak pikir, ia mengangguk setuju, akhirnya Daniel berdiri dan meraih jasnya dan menggandeng tangan Ara. Mereka keluar dengan tangan bergandengan seperti itu, suara bisikan dari masing-masing kubikel terdengar rendah di telinga Ara.

“Siapa yang bersama direktur kita? cantik sekali"

“Aku dengar dia nyonya Qin"

“Apa?? direktur sudah menikah? ya Tuhan patahlah hatiku"

“Rendahkan suaramu,dasar bodoh"

Ara mendengar percakapan mereka hanya bisa tersenyum. Tangan Daniel tak melepaskan genggamannya pada Ara, sampaindi lobby, Ara bertemu lagi dengan Bella. Kali ini wajahnya semakin dramatis saat melihat Daniel menggandeng Ara.

“Dia benar-benar nyonya Qin kah?”Batin Bella. “Sia-sia berpenampilan cantik setiap hari, sekarang pria tampan itu sudah milik orang lain, dasar rubah jahanam!!”Bisik Bella.

Meskipun berbisik, suara Bella terdengar jelas di telinga Ara. Ara seketika menoleh pada Bella dengan wajah mengejek, bella hanya bisa menekuk wajahnya seperti origami.

“Apa? dia bilang aku rubah jahanam???? dia pikir Daniel akan menyukai resepsionis? pasti dia tak punya kaca di rumahnya! mana bisa nona Romanof kalah dengan Resepsionis, dasar gila!!”Batin Ara, hingga tak sadar Daniel menghentikan langkahnya dan menoleh pada Ara yang menatap sinis Bella.

“Ada apa dengan Bella? kenapa melihatnya begitu?”Tanya Daniel aneh

“Di kantor ini banyak gadis cantik ya rupanya, apalagi sepertinya mereka menyukaimu, pantas saja kau sering berangkat pagi-pagi sekali”Kali ini Ara yang menekuk wajahnya.

“Hemm istriku sedang cemburu? wah bagaimana ini, bahkan ketika cemburu istriku terlihat lebih cantik”Goda Daniel pada istrinya sambil jari panjangnya menyentuh lembut hidung Ara.

“Cemburu? aku? yang benar saja!!”Dengan acuh Ara dengan cepat masuk ke dalam mobil Maybach hitam Daniel dengan wajah bersemu merah. Melihat reaksi Ara seperti itu Daniel hanya bisa tertawa. Ia menyusul Ara masuk ke dalam mobil.

Daniel melihat sekilas gadis di sampingnya yang membuang mukanya ke luar jendela. Daniel tahu, Ara sedang malu menyembunyikan wajahnya yang merah.

“Hanya cemburu, tak akan membunuhmu jadi akui saja”Goda Daniel berlanjut. Seketika Ara menoleh dengan kesal pada Daniel yang sedang menertawainya itu.

“Tidak, tidak akan! cepat jalan!"

1
annethewie
makasih author sdh menghibur
ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜
masa iya direktur g bisa bhs inggris thor
Dewi Saputra
cerita yang menarik
winda
bagus
Purwati Ningsih
Aduuh thorr.. so sweet banget sihh Daniel.. hatiku ikut meleleh rasanya.. Tak bs di ungkapkan spt apa perasaan, andai aq yg jd Ara 😅😅❤❤❤😘😘😘
Yunitri
seru bikin penasaran terus
Selvi Wondal
Terima kasih Thor..,sukses sllu🙏👍
Wahyu Beceng
makin seru ja thor lope lope
Wahyu Beceng
cerita ya bagussss bgtttt5 q suka lope lope author
Shela Bahansubu
Bagus ceritanya,baca sampai endingyapun gk bosan aku😍😍 Kerennnn👍
TiraMishu™
Keinget adegan drakor pas bgian ini
TiraMishu™
Alergi udang nih
TiraMishu™
Mampus..emg enak maksa org buat nikahin elu yg jelas2 orang nya ga pnya prsaan cinta sdkitpun
TiraMishu™
Tapi elu tetap cwo pecundang ga punya pendirian
Erni Fitriana
yuk kit telusuri🙏
cloe
sampai ending, gak suka sm sikap daniel, selalu terkesan egois dan merasa hebat, krn slalu memutuskan sendiri tanpa bertanya pd ara, Seperti judul lagu kekasih tak dianggap
cloe
bukannya arti suami istri itu, brarti susah senang ditanggung dan dijalani bersama? sesuai ikrar yg diucapkan ketika menikah
cloe
Daniel gak ada tegasnya sikitpun sm windy..memuakkan

mending sm denis aja
Yossea Edytan
ng asyik aja cerita nya. ng sda peran istri waktu suami sakit.
ng ada peran suami ketika Ara hamill
Yossea Edytan
mbulett.. ntar abis ini Ara ilang lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!