Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RACUN RUMPUT DARA / RUMPUT MERAH
Melihat kepergian Feng Li Nan dengan wajah penuh kemarahan, Nyonya Lu sangat kecewa sekaligus marah . Dia tak pernah menyangka, kalau Gadis yang terlihat Manis, polos, lugu dan baik hati itu, Tiba-tiba menjadi gadis egois dan licik. kemana perginya gadis polos itu. Tiba-tiba di dalam hatinya timbul keraguan yang membuat hatinya sakit.
" Apakah semua yang di katakan dalam hati Putri kandungku itu benar adanya..? Jika semua itu memang suatu kebenaran, maka kami benar- benar bodoh. Kami bodoh hingga membuat Putri kandungku yang telah lama tersiksa di luar sana, menderita karena ulah kami. pantas saja jika Dia ingin menjauh dari kami , karena mendapat siksaan di rumahnya sendiri. Dan itu ulah kami sendiri... " Ucap Nyonya Lu dalam hati. Setelah itu dia segera kembali memerintah beberapa pelayan untuk membersihkan dan menata tempat itu.
Sedangkan Feng Li Nan sendiri kini berjalan menuju kediamannya dengan kemarahan yang memuncak. Sebenarnya Kediaman miliknya juga bagus, hanya saja kediaman taman Anggrek lebih luas serta berada di dekat taman dan danau buatan yang ada di kediaman Jendral Feng. taman itu berada persis di sebelah kediaman Taman Anggrek. siapapun yang tinggal di kediaman Anggrek, seperti memiliki taman sendiri . Danau buatan tersebut memang sangat indah. Apalagi di tambah taman bunga yang memiliki bermacam bunga koleksi Nyonya Lu. Hingga membuat siapapun yang ada di sana enggan untuk kembali. atau meninggalkan taman tersebut .
Sedangkan pemilik kediaman taman Anggrek, jika mereka ingin menikmati keindahan taman dan danau buatan tersebut, tidak butuh keluar dari kediaman Taman Anggrek , cukup membuka jendela saja mereka bisa menikmati semua keindahan itu. Karena itulah, sejak lama Feng Li Nan menginginkan tempat kediaman Taman Anggrek . Namun sang Ibu tidak pernah mengijinkannya. Beliau beralasan tempat itu u tuk Istri Kakak pertamanya . Lalu kenapa sekarang di berikan pada gadis kampung itu.
Sedangkan tempat tinggal Feng Li Nan yang di beri nama kediaman Li Nan. (Nama yang dia buat sendiri sesuai namanya, )memang tidak seindah Taman Anggrek. Tempat itu terletak di sebelah kanan rumah utama . Sedangkan taman Anggrek berada di sebelah kiri rumah utama. otomatis kediaman Li Nan tertutup rumah utama juga tempatnya cukup jauh jika ingin melihat keindahan taman Anggrek . Dan kini tempat yang dia inginkan di berikan pada orang yang sangat Dia benci. Siapa yang tidak akan marah melihat semua itu.
Sesampai nya di rumah tinggalnya, Feng Li Nan melampiaskan kemarahannya dengan melempar semua barang yang berada di dekatnya. Dan juga memarahi dan memukul pelayan yang ada di sekitar dia .
" Brengsek dasar wanita tua sialan.. Berani sekali dia memberikan tempat itu pada wanita desa yang tak tahu malu itu . tempat itu seharusnya jadi milikku bukan tempat gadis bodoh dan lemah seperti dia . Sudah beberapa kali aku meminta padanya, tapi dia tidak mau memberikannya padaku. Tapi sekarang... Sekarang dia memberikan rumah itu pada Gadis Brengsek itu. Aaaa...Brengsek, brengsek kenapa jadi begini.. Apa yang dilakukan wanita desa sialan itu pada keluarga ini. Bukankah semua telah berjalan sesuai dengan yang aku inginkan. Kenapa mereka sekarang mulai menyukai wanita bodoh itu... apakah wanita sialan itu memakai ilmu sihir, hingga membuat keluarga ini takut dan menurut padanya..? Cih tak tahu malu, Apakah Dia sudah bosan hidup..., baiklah kalau ini yang dia inginkan . Akan ku habisin Dia secepatnya . Lihat saja nanti, aku pasti akan menghabisi mu secepatnya. Wanita brengsek .. Kali ini Kau membuatku sangat kesal...! " Serunya marah. Dan kembali barang - barang yang ada di sekitarnya menjadi pelampiasan kemarahan nya.
Sedangkan Guang Manyue sendiri. Kini sedang duduk dengan tenang sambil melihat para pelayan yang sedang bekerja. Selain ibu dan kakak keempatnya, ternyata kedua kakak yang lain juga datang. Mereka datang sambil membawa beberapa barang untuk Guang Manyue. Walaupun Guang Manyue berusaha menolak barang - barang yang di berikan sang Ibu dan ketiga kakaknya, Namun karena mereka berempat memberikan alasan yang masuk akal hingga membuat Guang Manyue tak bisa menolak, akhirnya Guang Manyue mau menerimanya juga . Hingga siang menjelang sore , akhir nya pekerjaan mereka menata tempat tinggal Manyue pun selesai juga . Setelah makan siang bersama, mereka berempat meninggalkan Tempat tinggal Manyue . Namun sebelum Nyonya Lu meninggalkan tempat itu, kepala pelayanan datang membawa beberapa pelayan. Pelayan- pelayan tersebut mungkin baru di beli sang ibu . Karena selain belum pernah melihat mereka, , sikap mereka terlihat agak canggung dan seperti orang yang baru berada di tempat ini. Dan mereka terlihat sangat hormat dan sedikit agak takut pada Guang Manyue dan Nyonya Lu.
"Yue'er...ini beberapa pelayanan yang akan membantumu merawat kediaman ini. Ibu sengaja membelikan pelayanan baru untukmu.. Tapi jika kau merasa masih kurang, kau bisa meminta pada ibu kembali..." Ucap Nyonya Lu.
"Trimakasih ibu.. Aku rasa ini sudah cukup. Tapi bolehkah aku meminta dua pelayanan lagi yang ada di tempat ini.. Maksudku dua pelayanan yang ada di ruang Cuci..?" Tanya Guang Manyue. Di kesempatan itu, Manyue sengaja meminta pada Nyonya Lu dua pelayan yang pernah dia temui sedang membicarakan dia dan ingin ikut dengannya. Tentu saja Nyonya Lu setuju . Dia segera memanggil pelayan yang di maksud Guang Manyue. Tak berapa lama dua pelayan yang di minta Guang Manyue datang . Dua wanita yang terlihat lebih tua sedikit dari Manyue berjalan masuk ke dalam kediaman Man yue.
"Salam Nyonya, salam Nona Manyue.. Pelayan Juya memberi salam .. " Ucap pelayan yang terlihat lebih muda dari yang satunya.
"Salam Nyonya, Nona Manyue.. Hamba Yi An memberi salam.. " Ucap pelayan yang lebih tua.
"Kalian berdua tahu kenapa kalian aku panggil...? " Tanya Nyonya Lu dengan wajah tenang.
" Tidak Nyonya besar.. "Ucap juya salah satu dari dua pelayan tersebut.
" Karena Nona Guang Man yue menginginkan kalian tinggal di tempatnya, maka Mulai sekarang kalian berdua melayani Nona Manyue di tempat ini ...kalian berdua bersama lima pelayan yang lain, harus menjaga , merawat dan juga melindungi Nona Manyue.. kalian harus setia padanya. Jika ada masalah yang membuat Putriku terluka, kalian harus bertanggung jawab.." Ucap Nyonya Lu dengan tegas.
Tentu saja ucapan Nyonya Lu membuat mereka berdua kaget bukan main . Dan tak lama wajah kaget mereka berubah menjadi kebahagiaan.
" Trimakasih Nyonya.. Kami akan menjaga dan melindungi Nona Muda.. Kami berjanji akan setia pada Nona Muda..." Ucap mereka berdua bersamaan. Begitu Juga dengan kelima pelayan baru yang akan bekerja di rumah Guang Manyue. Mereka bersumpah akan setia pada Nona mereka . Setelah memberikan intruksi pada para pelayan , apa yang seharusnya mereka lakukan, dan juga memberikan surat pembelian mereka pada Guang Manyue, Nyonya Lu segera meninggalkan kediaman Guang Manyue.
Setelah Nyonya Lu keluar, Manyue memperkenalkan diri dan memilih Pelayan tertua sebagai kepala Pelayan di bawa kekuasaan Ansi . Setelah itu Guang Manyue meminta Ansi untuk memberikan arahan dan tugas pada pelayan baru. Hanya saja Manyue memilih Juya dan Yi An menjadi pelayan kepercayaan di sampingnya Menemani Ansi . Walaupun begitu dia ingin menguji kedua pelayan tersebut sebelum mereka menjadi pelayan kepercayaannya.
Setelah Guang Manyue pindah ke taman Anggrek. Dan para pelayan melihat perubahan sikap Nyonya besar dan Para tuan Muda pada Guang Manyue, Mereka tak berani lagi memperlihatkan sikap yang meremehkan dan tatapan jijik pada Guang Manyue. Begitu juga sikap mereka pada Feng Li Nan. Sikap mereka sekarang pada Feng Li Nan terlihat mulai berubah, karena mereka melihat kalau nyonya besar dan ketiga Tuan Muda juga sudah mulai berubah pada gadis itu. Tidak lagi memanjakan gadis itu berlebihan seperti biasanya. Walaupun begitu masih ada juga dari beberapa pelayan yang bersikap cuek dan sinis pada Guang Manyue, Terutama para pelayan yang ada di kediaman Feng Li Nan. Namun sikap mereka itu, tidak membuat Feng Li Nan khawatir.
Sehari setelah kepindahan Guang Manyue ke taman Anggrek, sang Nenek memanggil Dia untuk datang ke Taman indah . Dia mengutus seorang Pelayan datang ke tempat Guang Manyue. pagi hari saat Guang Manyue baru keluar dari kamarnya, Ansi memberitahu kalau ada pelayan dari tempat tinggal Nyonya Li yang ingin bertemu dia. Setelah mendengar apa yang di sampaikan Pelayan tersebut, akhirnya Guang Manyue pergi ke Taman Indah bersama Ansi. Mereka berdua langsung di bawa ke kamar Nyonya Li.
"Salam Nenek... " ucap Guang Manyue memberi salam.
"Salam nyonya Tua. " sapa Ansi.
"Kalian berdua sudah datang.. kau kemari lah Yue'er... " ucap Nyonya Li dengan wajah gembira.
"Trimakasih Nek... " lalu Guang Manyue melangkah mendekati Nyonya Tua
"Yue'er aku dengar ibu dan kakak- kakakmu memindahkan kamu untuk tinggal di Taman Anggrek, apakah itu benar nak...?" Tanya Nyonya Li dengan wajah gembira. Taman Anggrek tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Jadi dia bisa sering bertemu Cucu perempuannya ini.
"Benar Nek, Kakak dan ibu memaksa Manyue tinggal di sana.. " Jawab Manyue lembut.
"Bagus..Seharusnya sejak dulu mereka melakukannya . Sepertinya mereka telah menyadari kesalahan mereka .. Karena ibu dan kakak- kakakmu telah berubah, tolong maafkan mereka ya.. Nenek tahu, itu sulit kau lakukan. Tapi mereka adalah Ibu dan Kakak kandungmu Nak... Apapun yang terjadi di masa lalu, tolong kau maafkan mereka ya..Nenek yakin semua itu karena ulah gadis jahat itu. Sayang.. Nenek hanya bisa berharap, kau hidup tenang dan bahagia bersama Ayah dan ibumu serta Kakak- kakakmu. .." Ucap Nyonya Li. Terlihat Guang Manyue terdiam. Namun tak lama dia berkata.
"Baiklah nek.. Manyue akan berusaha memaafkan mereka. Tapi tidak dengan wanita penipu itu Nek.." Ucap Guang Manyue.
"Tetu saja sayang.. Nenek pun tidak suka padanya. Sebenarnya perasaan tidak suka nenek pada gadis itu sudah sejak lama. Tapi saat itu Nenek mengira dia Cuci kandung Nenek.. Dan setelah kami sadar kalau dia bukan keluarga kami, Nenek tak tahu dengan cara apa Nenek bisa membuat dia pergi dari keluarga ini , apalagi melihat kedekatan kakak- kakakmu dengan gadis itu .." Ucap Nenek Li.
"Biarkan saja nek.. Mereka akan segera menyadari sifat sebenarnya gadis itu. Biarkan mereka sendiri yang menentukan sikap mereka sendiri..." Ucap Guang Manyue .
"Semoga saja sayang..kini Nenek gembira kau telah mereka pindahkan ke tempat semestinya . mulai sekarang seringlah menemui Nenek .." Ucap Nyonya Li sambil mengusap kepala Manyue yang ada di samping ranjang . Dalam kesempatan itu, Guang Manyue ingin melihat denyut nadi sang Nenek . untunglah Nyonya Li tahu keahlian Guang Manyue. dengan lembut Dia memegang lengan sang Nenek . Lalu memeriksa denyut nadinya . Namun dia sangat terkejutnya saat memeriksa denyut nadi sang Nenek. Sebab dia merasakan masih ada Racun di tubuh sang Nenek . Tapi racun ini jenis racun berbeda dengan racun pertama yang telah dia sembuhkan . Karena tidak yakin, Manyue bertanya pada Liuli.
(Liuli.. Apakah kau bisa memeriksa tubuh Nenek.. Sepertinya masih ada racun ditubuhnya .. Tapi racun ini beda dengan racun yang pertama.) tanya Guang Manyue.
(Baik Tuan..jangan lepaskan tangan Anda di nadi Nenek. ) Ucap Liuli di dalam otaknya .
Melalui tangan Manyue yang masih berada di tangan Nenek Li , Liuli bisa merasakan denyut nadi sang nenek . Tak lama terdengar kembali suara Liuli.
( Pemeriksaan anda sangat tepat tuan. . Di tubuh Nenek memang ada racun dan juga bekas dari racun pertama . Jenis racun yang ada di tubuh nenek sekarang ini, adakah Racun rumput merah. Racun ini sebenarnya merupakan racun yang cukup kuat dan mematikan , hanya saja racun rumput merah jika di campur dengan bunga bagoni yang tumbuh di hutan terdalam cara kerjanya akan melambat. dan tidak terlalu membahayakan bagi tubuh jika hanya sedikit masuk kedalam tubuh. . tapi jika seseorang memberi racun pada orang lain dengan cara bertahap racun ini tidak dapat terdeteksi dan tidak terlalu kuat . hinga tak akan membuat orang tersebut jatuh. Namun jika racun ini sudah menumpuk banyak di dalam tubuh , kekuatan racun Rumput merah yang sudah menumpuk di dalam tubuh si penderitaan, akan kembali menjadi kuat. Dan nyawa penderita dalam bahaya. seperti Nenek Anda sekarang ini. racun rumput merah (rumput darah) di dalam tubuh Nenek sudah mengendap cukup bayak, jika sedikit lagi tidak ketahuan, maka Nenek tidak dapat tertolong lagi. Untung saja racun tersebut bisa Anda temukan. kalau tidak, entah apa yang akan terjadi pada Nenek . pil penawar racun dan air suci tidak akan dapat menolong Nenek Anda, Tuan...) ucap Liuli menjelaskan.
"Racun Rumput darah.. ? laku kenapa saat aku menemukan racun di tubuh Nenek beberapa hari kamu, aku tidak bisa menemukan racun ini. Kenapa baru sekarang bisa terlihat racun itu..?" tanya Guang Manyue.
Bukankah hamba sudah bilang, kalau racun tersebut sulit terlihat. penderitaan yang terkena racun ini, tidak akan sadar kalau di tubuh mereka ada racun ini. dan saat racun menumpuk, dan mereka meninggal, jika di periksa Tabib, racun ini tidak akan bisa terdeteksi. Dan mereka akan mengira kalau Si korban mato karena penyakit biasa. . tapi karena Air suci dan penawar racun yang Anda berikan pada Nenek Li. racun itu bisa Anda rasakan. Ikatan Anda dengan air suci membuat Anda bisa merasakan racun tersebut..)" Ucap Liuli menjelaskan.
(Tapi apakah nenek masih bisa di selamatkan dari racun rumput merah ini ..?) Tanya Manyue dengan nada cemas.
(Tentu saja bisa Tuan. Cukup Anda berikan air suci dari Dunia kecil secara rutin. serta pil penawar racun yang Anda miliki yang di campur buah Pohon peran, Dalam waktu satu minggu racun itu akan segera hilang , dan Nenek Li akan segar kembali . ) Ucap Liuli. Terlihat helaan nafas lega terdengar dari hidung Guang Manyue.
(Brengsek .. Siapa sebenarnya yang tega meracuni Nenek Li.. Tega sekali mereka meracuni orang yang sudah tua...)" Ucap Manyue kesal dalam hati.
(Hamba menduga semua ini ulah si gadis palsu itu Nona.. Bukankah Nenek dalam dua tahun ini, maksud Hamba setelah kakek dan Nenek tahu akan keberadaan Anda dan mengetahui kalau Dia bukan keturunan keluarga Feng, dia merasa kalau sikap Kakek dan Nenek berubah kepadanya . Gara- gara mereka berdua, identitasnya ketahuan. Dan dia merasa kalau mereka berdua tidak adil padanya. Akhirnya timbul kemarahan, benci dan dendam di dalam hatinya pada keduanya.. Hamba takut bukan hanya Nenek yang mengalami keracunan, Tuan.." Ucap Liuli
"Apakah kau menduga Kakekku terkena juga...? " kata Guang Manyue.
"Iya tuan... " jawab Liuli.
" Benar juga apa yang kau katakan, aku juga menduga mungkin kakek juga terkena racun ini. Dasar wanita jahat, apakah dia lupa akan semua kasih sayang Kakek dan Nenek selama ini.. Bukankah suatu kewajaran jika ada sedikit perubahan sikap pada kakek dan Nenek setelah mereka tahu kalau Dia bukan darah daging mereka . Dasar wanita jahat.. bukankah mereka masih membiarkan dia tetap tinggal di rumah ini dan masih menerima kasih sayang serta perlakuan baik dari Ibu dan Kakak kandungku, sampai- sampai mereka rela membela dan mengacuhkan keberadaan ku demi melindungi Dia . Hingga mereka tidak sadar kalau sebenarnya yang jahat dan selalu menindas itu Putri palsu mereka ..) Ucap Manyue dengan nada kesal dan marah.
( Semua itu karena dia tidak suka semua yang pernah dia miliki akan menjadi milik anda . Dia tidak ingin kalau andalah Putri kandung yang sebenarnya. Yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dari mereka . Dia tidak rela kalau semua yang pernah menjadi miliknya akan Anda miliki... ) Ucap Si Peri kecil dengan nada kesal.
(Dasar serakah...manusia serakah memang tak berujung keinginannya..) Ucap Manyue.
( Tuan...sebenarnya Dia sudah tahu sejak dulu kalau Dia bukan Putri Jendral Feng dan Nyonya Lu. Dia sudah tahu siapa orang tua kandung dia yang sesungguhnya. Malahan semua yang dia lakukan atas petunjuk dari kedua orang tua kandungnya...) kata Liuli lagi. Tentu saja ucapan Liuli membuat kaget Guang Manyue.
(Liuli.. Kau tahu semua itu..) Tanya Manyue kaget.
(Tentu saja Liuli tahu akan hal itu tuan , anda lupa siapa Liuli...)" Ucap Liuli dengan nada angkuh. Guang Manyue juga tahu siapa orang tua Liuli, tapi Dia tidak tahu kalau Feng Li Nan sudah tahu sejak awal... Sebab Di dalam cerita Feng Li Nan tahu tentang keluarganya setelah Dia menikah dengan Pangeran Kedua . Keluarga itu datang memperkenalkan diri sebagai orang tua kandungnya.. Apakah ini efek kupu- kupu dari cerita ini gara - gara kedatangannya yang akan merubah alur cerita.)
"Jadi Feng Li Nan sudah tahu siapa mereka..) ucap Guang Manyue dengan wajah heran.
( Tentu saja tuan...Saat Mereka datang kemari, Anda akan menyadari kedekatan mereka . )" Ucap Liuli yang membuat;Manyue kaget.
( Maksudmu orang yang menukar kami adalah orang terdekat keluarga ini..dan mereka sering datang kemari...?" Tanya Manyue dengan wajah kaget . ) Di dalam cerita tidak semendetail ini pengarang menuliskan. Banyak Plot yang terlewati tanpa penjelasan yang jelas.
(Benar tuan... Terutama Ayah kandung gadis itu..) jawab Liuli .
(Eee..tunggu.. sepertinya aku mengingat sesuatu.. jangan- jangan merekalah yang telah menukar kami..." Seru Manyue gembira. Dia ingat di akhir Cerita, Keluarga Jauh dari Nyonya Lu hidup enak bersama Feng Li Nan dan Pangeran kedua yang sudah menjadi Kaisar . mereka di sebut mertua dari sang Kaisar. Namun percakapan mereka tertentu saat terdengar suara dua salam dari arah pintu. Dan terlihat Kakak kedua dan kakak ketiga Manyue masuk kedalam ruangan sang Nenek. Sedangkan sang Nenek sendiri masih terlihat Syok dengan wajah pucat . Yang tidak di sadari oleh Manyue sejak tadi adalah. Semua percakapan dia dengan Liuli di dengar jelas oleh sang Nenek . Nyonya Li sangat kaget dan Syok saat percakapan Guang Manyue dengan entah siapa itu mengatakan kalau dia terkena racun yang kerjanya lambat. Dan itu bukan hanya satu macam racun, tapi dua macam. Dan racun pertama sudah Manyue keluarkan. Tapi racun yang tertinggal... racun itu racun ganas mematikan. Nenek Li tidak tahu siapa lawan bicara Manyue, Dia menduga kalau lawan bicara manyue adalah tabib sakti yang tidak terlihat .
"Nenek... Ada apa Nek...! " Seru Bay Yan saat melihat sang Nenek masih bengong dengan wajah pucat . Sedang di sebelah Nenek mereka sudah ada adik perempuan mereka.
"Nenek. .Nenek.. Ada apa dengan Nenek...?" Tanya Manyue hampir bersamaan dengan Kakak ketiganya. Setelah di panggil tiga kali, barulah Nenek Li sadar dari keterkejutannya .
"Aah..kalian berdua datang juga . Maaf nenek sedikit merasa sakit kepala .. " Ucap sang Nenek beralasan .
Mendengar ucapan Nyonya Li, Terlihat Manyun menatap sang Nenek dengan perasaan kasihan. Dia segera mengambil sebotol kecil air suci dari dalam Dunia kecilnya . Lalu memberikannya pada Nenek Li.
" Nek... Minumlah sedikit air ini, kalau bisa di habiskan saja. Nanti biar Ansi membawakan lagi untuk Nenek... " Ucap Manyue sambil mengulurkan botol kecil berisi air Suci.
Sang Nenek yang sudah mendengar percakapan dalam hati Manyun, segera tahu kalau air itu adalah air penawar racunnya. Terlihat keharuan di wajah tuanya.
"Trimakasih Yue'er.. " Ucapnya lembut.
" Sama-sama Nek..nanti setiap hari Manyue akan menyuruh Ansi membawakan air ini pada Nenek, Nenek harus meminumnya sampai habis ya. .juga beberapa pil ramuan yang harus di minum setiap hari satu biji.... " Ucap Manyue.
" Baik, baik sayang...Nenek akan melakukannya " Jawab sang Nenek. Nenek Li sudah tahu kalau pil yang di buat Guang Manyue nantinya adalah pil penawar racun untuknya. mengingat itu, Nyonya Li hampir menangis haru. Tak pernah dia bayangkan kalau Dia malah di tolong dan di rawat cucu perempuannya yang baru mereka temukan.
" Memangnya itu air apa Yue'er... " Tanya kakak ketiganya.
" Air ramuan untuk kesehatan Nenek. " Jawab Manyue datar.
" Memangnya Nenek sekarang sedang sakit..? Sakit apa Nek.. ? " Tanya Sao Yang dengan wajah cemas.
" Tidak, Nenek tidak sakit.." Jawab sang Nenek cepat..
" Kalau begitu Nenek istirahat saja, sekarang Manyue kembali dulu... "" Ucap Manyue sambil beranjak dari tempat duduk yang ada di dekat pembaringan sang Nenek.
" Pergilah nak.. Jangan lupa besok pagi datang lagi... " Ucap sang Nenek sambil mengusap tangan Manyue .
" Baik nek... Besok pagi Manyue akan datang lagi.. Selamat siang Nek, selamat siang Kakak ketiga, Kakak keempat... " Ucap Manyue berpamitan.
" Siang Yue'er... " Ucap Mereka berdua bersamaan.
"Siang sayang ..." Jawab Nenek Li. Setelah menunduk memberi salam, Guang Manyue dengan langkah tenang pergi dari tempat sang Nenek bersama pelayannya. Dia pergi di bawa tatapan mereka yang memiliki ikatan keluarga kandung dengannya .
Udahan dulu ya... aku lanjut pada episode selanjutnya.
Bersambung.