NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:35.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11 Mungkin Cemburu

"Mama sebelumnya sudah melihat desainnya dari beberapa gambar yang telah dikirim dan ternyata gambar yang dikirim dengan aslinya sama saja," ucap Mahendra.

"Alhamdulillah jika masih terdapat kemiripan dari gambar dan juga aslinya," sahut Anggi.

"Baiklah kalau begitu sekretaris dari kantor kami akan mengirimkan kontrak kerjasamanya, kami juga berharap kalian menyiapkan kontak kerjasama dan kita bisa saling menandatangani agar proses kerjasama ini berjalan dengan lancar," ucap Mahendra tanpa basa-basi membuat Anggi dan Zena sama-sama kaget dengan mereka berdua saling melihat.

"Maksudnya bagaimana?" tanya Anggi tampak kaget.

"Bukankah pertemuan ini untuk melanjutkan kerjasama?" tanya Mahendra.

"Maaf, saya dan teman saya benar-benar speechless, kami baru pertama kali bertemu dengan orang yang langsung to the point seperti ini, kami benar-benar gugup dan tidak menyangka jika kerjasama ini bisa dilanjutkan," ucapnya merasa tidak percaya.

"Menurut saya tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan kerjasama, saya sendiri menyukai perhiasan kalian dan bahkan kalian baru mengatakan bahwa kalian masih pemula, tetapi jujur saja perhiasannya sangat indah dan memiliki daya tarik sendiri, perasaan kami akan membantu untuk launching dan memasarkan perhiasan ini," ucap Mahendra.

"Alhamdulillah," sahut Zena merasa bersyukur.

"Terima kasih Tuan, untuk kesempatan besar yang telah anda berikan kepada kami, hanya Allah yang bisa membalas semua ini," ucap Zena.

"Tolong jangan memanggil saya dengan panggilan berlebihan seperti itu. Panggil saja saya Mahendra," ucapnya.

"Hmmmm..... dan jujur saja saya belum mengetahui siapa nama kalian," ucapnya.

"Saya Anggi,"

"Saya Zena," keduanya sama-sama memperkenalkan diri.

"Senang bertemu dengan kalian dan melanjutkan kerjasama ini, semoga kedepannya pertemuan kita diberi kelancaran," ucap Mahendra membuat keduanya menganggukkan kepala dengan sama-sama tersenyum dan apalagi Zena sudah pasti tersenyum indah terlihat dari sorot matanya.

Setelah pertemuan singkat itu Zena dan Anggi keluar dari Restoran dengan keduanya kembali memasuki mobil.

"Alhamdulillah, akhirnya ada juga orang yang mau menjadi investor dari perhiasan kita, semoga saja perhiasan ini laris di pasaran," ucap Zena tidak menyangka jika proses dalam karirnya saat ini sudah dimulai.

"Aku juga tidak menyangka, mereka bahkan tidak basa-basi, tidak banyak tanya seperti investor-investor yang lainnya," sahut Anggi.

"Semoga kita diberi kesehatan, kelancaran sehingga kita juga bisa menyelesaikan target pasaran," sahut Zena.

"Aminnnnn" Anggi tidak lupa mengucapkan Amin dengan mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya.

"Ya sudah kalau begitu kita langsung pulang saja!" sahut Anggi.

"Aku diantar ketempat Bunda saja," ucap Zena.

"Samudra belum kembali dari tugas?" tebak Anggi membuat Zena menggelengkan kepala.

"Zena, pasti berat sekali menikah dengan seseorang yang bekerja untuk negara, kamu akan terus ditinggal," ucap Anggi.

Zena tidak merespon apapun.

"Tetapi kalau kata orang-orang, setelah suami yang ldr dengan kita kembali pulang, maka rindunya akan semakin membesar dan kesannya akan terasa jauh lebih indah," ucap Anggi.

"Itu hanya di dalam mimpi saja dan pada kenyataannya, pulang dan tidak pulangnya, beliau akan tetap memperlakukanku seperti sebelumnya, tidak akan ada yang berubah," batin Zena.

"Sudahlah, sebaiknya memang kita langsung saja pulang," sahut Anggi melajukan mobilnya dengan kecepatan santai dan lagi-lagi Zena hanya menghela nafas.

*****

"Serius pada akhirnya ada investor yang ingin memasarkan hasil desain kamu?" Amelia tampak excited ketika mendengarkan cerita dari Zena.

"Alhamdulillah Bunda, Zena sudah tidak sabar orang-orang memberi komentar terhadap perhiasan Zena, ini baru pertama kali, Zena benar-benar gugup," ucapnya.

"Jangan gugup seperti itu, kegugupan adalah hal yang biasa, kamu harus percaya diri karena kepercayaan diri akan membawa kamu lebih semangat lagi dan lebih yakin lagi," ucap Amelia.

Zena menganggukkan kepala.

"Bagaimana dengan Samudra, kamu sudah memberitahunya tentang kabar bahagia ini?" tanya Amelia seketika membuat Zena terdiam dengan kesulitan menelan ludah.

"Sayang....." Amelia menegurnya.

"Sudah Bunda," jawabnya terpaksa berbohong dan padahal sudah pasti Samudra tidak akan peduli.

"Semoga saja saat kamu launching perhiasan ini dan di saat itu juga Samudra kembali ke Jakarta, dengan begitu bunda sangat yakin, kamu akan percaya diri dan akan lebih semangat lagi karena mendapat dukungan khusus dari suami," ucap Amelia.

"Zena juga mengharapkan hal yang sama," sahut Zena.

"Kamu sendiri bagaimana sayang, kenapa memilih tinggal di apartemen dan sementara Samudra sedang berada di luar kota. Kenapa kita tinggal di rumah ini saja?" tanya Amelia dengan kebiasaan putri angkatnya itu yang memang saat ini sudah tidak menjadi biasa lagi.

"Banyak sekali pekerjaan dan apartemen juga dekat dengan kantor. Jadi Zena merasa bahwa waktu yang sedikit itu bisa digunakan dengan baik, maaf Bunda, bukannya Zena tidak ingin tinggal di rumah ini, tetapi memang kondisinya tidak memungkinkan," ucap Zena.

"Ya sudah tidak apa-apa yang terpenting kamu bisa mengatur strategi dan waktu kamu. Seperti apa yang Bunda katakan, meski kamu sudah menikah tetapi kamu akan tetap bisa membangun karir dan meraih semua impian kamu. Kami orang tua kamu tidak sejahat itu untuk menghentikan impian kamu," ucap Amelia.

"Terima kasih Bunda untuk semua dukungan yang luar biasa. Zena benar-benar sangat bahagia," ucapnya semangat dalam hidupnya karena ada orang yang benar-benar tulus kepadanya.

*****

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu Zena telah tiba, setelah mendirikan perusahaan kecil dan sahabatnya Anggi adalah orang yang membantunya dalam mempersiapkan banyak hal termasuk desain, ke sana kemari untuk mencari investor.

Sampai akhirnya hari ini menjadi final bagaimana Zena launching produk pertamanya berupa perhiasan dari sebuah cincin dengan beberapa model.

Karena ini merupakan pertama kali baginya, kamu yang hadir dalam acara tersebut tidak terlalu banyak, acara juga tampak berjalan dengan lancar.

Zena tampil begitu cantik, menggunakan busana muslim berwarna pink senada dengan hijabnya dengan corak bunga di bagian pinggirnya. Zena terlihat sempurna yang tampak bahagia dari seorang matanya.

Ketika Zena baru selesai memberikan sedikit kata sambutan dan disambut tepuk tangan yang begitu hangat dari banyak orang.

Zena benar-benar bahagia, di mana kali ini banyak orang yang memuji perhiasannya, dan termasuk orang yang ingin bekerja sama dengannya yang tak lain adalah Samila bersama dengan putranya yang juga datang.

"Alhamdulillah ya Allah semuanya berjalan begitu lancar," batin Zena dengan begitu bahagia melihat orang-orang di sekitarnya.

Dalam situasi tersebut tiba-tiba saja Mahendra datang dengan membawa bunga yang tampak begitu indah.

"Tuan...." sapa Zena dengan menundukkan kepala.

"Maksudnya saya....." Zena lupa bahwa panggilan itu sangat tidak disukai Mahendra.

"Selamat untuk launching produk terbaru kamu hari ini," ucap Mahendra memberikan bunga indah tersebut kepada Zena.

"Terima kasih," Zena kemudian langsung mengambil bunga tersebut.

Bersambung......

1
Ariany Sudjana
Zena ini bodohnya kebangetan yah, demi menjaga mental Khaira, samudra disuruh meninggalkan Zena dan Khaira, dan kembali bersama Ariana? istri macam apa kamu yah? itu bukan solusi, tapi mencari masalah baru, dasar bodoh
Uthie
Walau bagaimanapun, harusnya Zena lebih bisa paham aturan, dirinya masih bersuamikan Samudera, dan harus jaga hubungan yg tidak disukai oleh suaminya saat ini ..
Uthie
Nasihat Rain betul itu... sekeras apapun Zena menentang nya, namun Takdir Tuhan lah yg menentukan untuk mereka tetap bersatu lewat anak 👍
Uthie
itulah... Zena jangan jadi egois makanya
Uthie
Wahhh.. si Samudera tohhh itu 😡
Uthie
Wahhh.. Zena parah juga dehh kayanya .. punya anak tapi di titip kan... udah gtu gak ada cerita atau merahasiakan semuanya dr orang tua angkatnya?! 🤨
Uthie
Dasar Egois 😡
Uthie
Memang salah Zena juga yg gak terus terang sedari awal 😌
Uthie
penasaran siapa yg sdh menodai Zena dulu?!???
Uthie
nexxxttt
Uthie
coba mampir 👍
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Ariana, lebih baik kamu itu dibunuh
Ariany Sudjana
harusnya Zena tetap tenang, jangan terpancing emosi karena si pelacur murahan itu. kalau kamu seperti itu, Khaira akan jadi sasaran tembak Ariana. Ariana kan ga tahu peristiwa sebenarnya seperti apa, jadi kamu jangan bodoh
Ariany Sudjana
banyak typo kak
Ariany Sudjana
kalau gini ceritanya, Khaira akan meninggal, makanya terus kasih pesan seperti itu ke orang tuanya
Ariany Sudjana
terlalu lama si pelacur murahan ini buat ulah, kenapa ga langsung saja dibawa ke jalur hukum ? dia sudah mencemarkan nama baik dan karirnya harus habis atau kalau perlu dibunuh saja si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
kamu jangan egois Zena, dengar dulu penjelasan samudra.
dan Ariana kamu salah cari lawan, kamu harus dibinasakan
anamika
the best pokoknya, semangat berkarya terus Thor👍💪
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Ariana, kamu itu harusnya dibunuh saja
Ariany Sudjana
Anggi dan Zena ini sama-sama keras kepala dan bodohnya kebangetan, apalagi Zena itu egois, hanya peduli sama Khaira, tapi ga peduli sama samudra.
nah samudra mau jalankan tugas negara kan? kak penulis buat saja ceritanya samudra dan rain itu kena tembak gitu dan koma atau buat saja meninggal sekalian, apa kedua perempuan sombong itu masih tetap sombong dan angkuh?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!