NovelToon NovelToon
Menjalani Cinta Terlarang

Menjalani Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Virgo kelabu

Seorang ayah angkat yang secara terpaksa menikahi putri angkat nya. Dia melakukan hal itu karena memenuhi janjinya kepada almarhumah sahabat nya untuk melindungi nya.
Sebenarnya dia telah gagal memenuhi janjinya karena nasib malang yang menimpa Artika. Ternyata masih memiliki hubungan darah dengan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgo kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MCT 21

"Darling jahat. Padahal udah janji nggak akan ingkar. Padahal udah bilang akan mengulang semua dari awal. Tapi kenapa masih aja kayak gini?"

"Maaf. Maafkan aku."

Aldri mempererat pelukannya. Perasaan bersalah semakin menutupi hatinya. Air mata Antika yang berharga harus terbuang sia-sia hanya karena dirinya.

" Maaf kan semua salahku Tika. Aku memang egois. Selalu memikirkan dan memutuskan semua sendiri tanpa pernah bertanya tentang perasaanmu." Antika menggeleng, tetapi isakan tangisnya makin menjadi.

"Tika.... Aku..aku sangat mencintaimu." Aldri mengucapkan dengan suara baritonya. Ia kemudian mengejut puncak kepala Antika.

Jantung Antika seolah berhenti sejenak. Ia ragu dengan apa yang baru saja didengarnya. Kepala nya mendunga untuk memastikan kembali apa yang didengarnya. Mata gadis itu menatap wajah suaminya.

"Dar- ling, a - apa yang kamu.....?"

"Ya, aku mencintaimu, Sayang." Aldri kembali mencium kening Antika dan memeluknya.

Antika larut dalam pelukan sang suami. Ia menenggelamkan kepalanya ke dalam pelukan hangat itu. Setelah sekian lama mereka berpelukan yang terdengar hanya suara isakan Antika yang perlahan mulai mereda. Aldri dengan sabar menunggu istrinya berhenti menangis. Keduanya melepas pelukan dan kembali saling menatap.

Aldri mengusap sisa air mata di pipi Antika dengan kedua ibu jarinya. Antika menyentuh tangan Aldri dengan kedua tangannya. Matanya terpejam menikmati hangatnya sentuhan kedua tangan suaminya di pipinya.

"Sudah saatnya kembali tidur tuan putri."

Antika menggeleng perlahan. Gadis itu enggan dan menolak untuk kembali merebahkan tubuhnya.

"Aku belum ngantuk."

"Tidur lah, sayang. Aku akan menemanimu." bola mata Antika membulat sempurna ketika mendengar bisikan pelan di telinganya.

Tanpa aba-aba Aldri menggendong Antika memasuki kamarnya dan menutup pintunya dengan kaki. Pria itu meletakkan tubuh istrinya perlahan di kasur empuknya. Aldri menutupi seluruh tubuh Antika dengan selimut.

Antika masih memproses semua ucapan Aldri dalam pikirannya. Gadis itu tak mampu mengucap sepatah kata. Semua seolah mimpi suaminya mau menemaninya di sini.

Antika mencubit pipinya. "Aw sakit."

" Tika apa yang kamu lakukan?"

"Eh, Darling. Kamu beneran mau menemaniku tidur di sini? Aku nggak lagi mimpi kan.?"

Aldri tersenyum, karena terlalu gemas. Pria menari pelan hidung Antika.

"Sesenang itukah kamu?" Antika mengangguk pelan.

Aldri merasa bahagia mendapat jawaban Antika. Ia lalu mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang Antika. Tangan nya perlahan mengusap kening gadis itu.

"Iya, aku akan menemanimu malam ini."

"Jadi, hanya malam ini?" Bibir Antika langsung cemberut wajahnya menunjukkan rasa kecewa.

Aldri mengulas senyum. Ia makin dibuat gemas dengan tingkah laku Antika.

" Aku akan menemanimu malam ini dan malam-malam berikutnya. Apa kamu senang?"

Gadis itu tersenyum. "Eum." ia mengangguk

Antika memegang kedua tangan suaminya yang masih bersarang di wajahnya. keduanya tertawa kecil.

Di luar kamar Indira yang sejak tadi memperhatikan keduanya tersenyum lega. Wanita baru Bayah itu pun kembali menuju kamarnya.

Aldri melepas sandal tidurnya. Tubuhnya masuk ke selimut dan duduk di samping tubuh Antika.

"Kenapa darling nggak tidur? Apa jangan-jangan darling akan keluar diam-diam setelah aku tidur?"

"Tidak sayang. Aku janji. Tidurlah! Aku ingin melihatmu tidur lebih dulu."

Antika mengubah posisi tubuhnya yang terlentang menjadi miring. Satu tangannya dengan berani melingkar di perut Aldri. Gadis itu berusaha memejamkan mata. Meski sejujurnya saat ini jantungnya tidak baik-baik saja.

Ini pertama kalinya suaminya bersedia menemani Atika tidur di kamarnya dengan kesadaran sendiri bukan karena terpaksa oleh keadaan seperti peristiwa semalam. Aldri terpaksa menemaninya di kamar karena dirinya sedang sakit.

Aldri tersenyum melihat Antika mulai terlelap. Ia bahagia dengan sifat manca istrinya. Pria itu memperhatikan wajah damai Antika ketika tertidur. Gadis itu sangat cantik wajahnya putih mulus. Bulu matanya panjang dan lentik, bibirnya mungil berwarna pink.

Aldri tanpa sadar mengusap bibir Antika dengan ibu jarinya. Jantung Aldri berdebar tak karuan. Bibirnya ingin mencium bibir mungil itu. Wajan nya mendekat perlahan. Namun, usahanya gagal ketika Atika mengubah posisi tidurnya.

Aldri menghela nafas menyadari kekurangajarannya. Ia merasa seolah mengambil kesempatan meskipun Antika adalah istrinya. Aldri perlahan merebahkan diri. Ia menoleh ke arah istrinya. Malam ini ia ingin memeluknya dalam tidur. Baginya itu merupakan hal terindah yang bisa didapatkan.

"Semoga mimpi indah, Sayang." Aldri memeluk sang istri dan tersenyum ketika matanya mulai terpejam.

"Tika Kamu cantik sekali. Aku gemas pengen nyubit."

Terdengar suara tawa khas seorang pemuda. Tiba-tiba sekitarnya menjadi gelap. Ada tangan yang menariknya dengan kasar.

Antika tanpa gelisah. Tubuhnya terus bergerak kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri berulang kali. Keringat membasahi keningnya. Antika terbangun dan langsung duduk. Napasnya ngos-ngosan rasa bingung dan takut berbaur menjadi satu.

Antika memegangi kepalanya yang terus berdenyut membuatnya nyeri. Muncul kembali tanya dalam hatinya. Siapakah pemilik suara itu? Antika sama sekali tidak bisa mengingat apapun. Kini dadanya pun ikut sesak. Tangan Antika meremas baju di dadanya untuk meredam rasa sakit dan takut. Tangan Aldri yang tiba-tiba mengusap bahu Antika membuat gadis itu tersentak.

" Tika ada apa sayang? Ini Agus suamimu."

Aldri mencoba mengembalikan kesadaran Antika. Gadis itu memegangi kepalanya dan menangis.

" Tenang lah, sayang. Aku di sini. Jangan takut." Aldri memeluk tubuh Antika. Ia sengaja membiarkan gadis itu puas dalam tangisnya.

Andhika perlahan mulai menyadari bahwa semua hanyalah sebuah mimpi. Akan tetapi peristiwa yang dialaminya dalam mimpi terasa begitu nyata. Rasa takut yang ia rasakan sungguh sangat menyiksa. Ditambah lagi dirinya sama sekali tidak mengingat siapa pemilik suara yang selalu muncul dalam pikiran dan ingatannya.

"Maaf, Darling. Aku membuatmu terbangun." ucap Antika setelah tangis dan rasa takutnya mereda. Kemudian ia pun membalas pelukan Aldri.

"Jangan terlalu dipikirkan. Yang penting kamu tidak apa-apa." Antika mengangguk dalam pelukan.

" Ika katakan padaku apa kamu sering mengalami mimpi seperti ini?"

"He em." Antika mempererat pelukannya. "Iya, nggak tahu sejak kapan sering kebangun mimpi sesuatu yang hampir sama. Seperti..... ada seseorang yang narik tanganku sampai sakit."

"Aku..... benar-benar takut. Itu kayak bukan mimpi. Aku juga sering dengar seseorang panggil namaku, tapi nggak tahu siapa. Dan itu selalu bikin kepalaku nyeri."

Sejenak Aldri tercenung. Jadi, selama ini Antika masih merasakan sakit di kepalanya. Aldri terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri hingga terlupa bahwa gadis itu masih belum benar-benar sembuh. Tentu saja sembuh dalam artian dari rasa sakit bukan dari segi ingatan.

"Jadi setiap malam kamu terbangun dan kesakitan?" Aldri pun mempererat pelukannya.

"Iya." Antika menjawabnya lirih. Sesungguhnya iya sama sekali tidak ingin menambah beban pikiran Aldri, tetapi dirinya pun tak mampu berdusta.

"Maaf kan aku sayang. Sama sekali tidak mengetahui rasa sakitmu. Aku selalu sibuk dengan pikiran-pikiranku sampai tidak peka dengan kondisimu."

Antika menggeleng. "Seenggaknya malam ini aku merasa tenang. Karena darling mau menemaniku. Rasa takut dan sakitnya nggak separah biasanya. Makasih, Darling."

1
Ar-Rasyid Fikri
semangat berkarya Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!