Shen Yunan mengalami kematian tragis. Dikhianati keluarga, dikhianati pria yang dia cintai, menghabisii orang yang mencintainya dengan tulus.
Mendengar tawa sang putra mahkota yang baru naik tahta, dengan pedang di tangan yang telah menusuknya, bersama Shen Yuxiao, putri palsu yang mencuri tempatnya di kediaman Marquis selama 17 tahun. Shen Yunan bersumpah, dia akan membalas mereka semua. Dia akan membuat semua orang yang menertawakan kematiannya menangis.
'Jika ada kehidupan kedua, aku akan habisi kalian semua!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Wen Mama semakin panik, dia tidak tahu kalau Shen Yunan sungguh pandai menjilatt melebihi dirinya.
"Putri agung..."
Tangan putri agung terangkat, ketika Wen Mama ingin menyanggah ucapan Shen Yunan.
"Kamu, teruskan!" kata putri agung Chengyi pada Shen Yunan.
Shen Yunan tersenyum tipis, sangat tipis hingga hanya dia saja yang menyadari kalau dia sedang tersenyum.
"Jadi karena saya tidak ingin nama baik putri agung Chengyi yang saya kagumi di luar sana dicemarkan oleh pelayan pribadi yang katanya sudah berada di sisi putri agung sangat lama. Saya... saya memukulnya. Tapi itu karena saya tidak setuju dengan ucapannya. Dia membuat citra putri agung Chengyi menjadi tidak baik. Putri agung Chengyi tidak mungkin seperti itu, putri agung Chengyi pasti akan menepati semua ucapannya. Putri agung Chengyi adalah satu-satunya putri agung di kerajaan. Tidak mungkin melakukan kesalahan!"
Shen Yunan bicara dengan tegas. Putri agung Chengyi tidak menyangka, kalau wanita dari desa, bisa bicara sangat panjang seperti itu di depannya. Yang lain, paling hanya satu dua patah kata saja.
"Nyalimu sungguh besar!"
Putri agung Chengyi bicara dengan nada datar. Shen Yunan kembali memperhatikan ekspresi wajah itu.
"Bukankah kamu berasal dari desa? kenapa bisa bicara seperti itu?"
Hingga datanglah mendekat seorang pelayan dari sisi belakang tuan putri agung Chengyi.
"Tuan putri, orang desa biasanya bicaranya lebih jujur daripada seseorang yang memang sudah tahu seluk beluk istana Yipping dan bagaimana tuan putri agung Chengyi!" bisik pelayan itu.
Pelayan itu menoleh ke arah Shen Yunan. Dari sudut pandang Shen Yunan, pelayan itu sepertinya memang bicara pada putri agung Chengyi, kata-katanya merubah ekspresi putri agung Chengyi. Tapi, Shen Yunan juga tidak tahu apa yang dia katakan. Gerakan bibirnya sangat tipis.
Putri agung Chengyi menghela nafas panjang. Di istana yang memang penuh dengan segala macam intrik ini. Dia memang tidak bisa percaya sepenuhnya pada satu orang saja.
"Wen Mama, apa benar yang dia katakan? dia memukulmu karena memerintahkan dia berlutut?" tanya putri agung Chengyi.
Wen Mama begitu bingung. Karena memang putri agung Chengyi memberi perintah semalam, untuk mempersulit Shen Yunan. Dia pikir, caranya itu tidak akan dikomentari oleh putri agung Chengyi.
"Sa... saya..."
"Lancang!" pekik putri agung Chengyi.
Brukk
Wen Mama langsung berlutut di depan Putri agung Chengyi.
"Ampun tuan putri..."
"Pengawal, seret pelayan tua yang menyalahgunakan kebaikanku ini. Pukul dia 20 kali pukulan papan!" ujar sang putri agung.
Dua pengawal datang, menyeret Wen Mama keluar dari tempat itu.
"Ampun tuan putri, jangan percaya wanita itu. Wanita itu sangat licik..."
Suara Wen Mama semakin lama semakin menghilang. Putri agung Chengyi kembali menghela nafas panjang.
"Pergilah... pergilah! aku sedang tidak ingin mendengarkan apapun. Pergilah, datanglah besok jam 9 pagi!"
Shen Yunan dan Cao Cao segera memberi hormat.
"Terima kasih tuan putri!" kata Shen Yunan dan Cao Cao dengan sangat sopan lalu pergi dari paviliun istana Yipping itu.
Shen Yunan berjalan dengan cepat, dia bahkan menarik tangan Cao Cao yang tampak masih gemetar.
Begitu Shen Yunan dan Cao Cao pergi. Pelayan itu memijat pelipis putri agung Chengyi.
"Kepalaku jadi sakit, Wen Mama ini payah sekali! dengan wanita desa seperti itu saja dia tidak bisa berkutik! memalukan!" gerutu putri agung Chengyi.
Benar firasat Shen Yunan, meski terkesan membela Shen Yunan. Tapi sebenarnya putri agung Chengyi memang tidak memercayai siapapun.
"Tuan putri, hamba mendengar kalau kediaman Marquis Shen itu hanya memanggil Shen Yunan itu karena memang pertukaran bayi yang dikatakan oleh pelayan tua terbongkar. Selama 17 tahun lebih, mereka sama sekali tidak perduli pada Shen Yunan. Dia kediaman itu, juga tidak ada yang menyayanginya. Hamba rasa, dia bukan ancaman untuk tuan putri. Justru dia mengalahkan Shen Yuxiao dalam pertunjukan bakat bermain Guqin. Membuat calon putri mahkota itu marah. Mungkin saja, tuan putri bisa memanfaatkannya..."
Mata putri agung Chengyi yang tadinya terpejam segera terbuka. Pelayan itu berhenti bicara.
"Menurutmu begitu?" tanya putri agung Chengyi.
"Tuan putri, bukankah musuh dari musuh adalah teman?" kata pelayan itu mencoba lebih meyakinkan putri agung Chengyi.
Putri agung Chengyi tersenyum menyeringai, sepertinya dia percaya pada pelayan di sampingnya itu. Benar katanya, kalau musuh dari musuh kita, tentu saja merupakan seorang teman.
Pelayan itu tersenyum datar. Pelayan itu sebenarnya terkesan membantu Shen Yunan. Dan cara bicaranya, lebih meyakinkan daripada Shen Yunan. Pelayan itu bahkan bukan pelayan biasa. Dia adalah orangnya Liu Yuting. Yang memang sudah berada di istana Yipping penuh dari 5 tahun.
Sementara itu, Cao Cao dan Shen Yunan kembali ke kamar. Cao Cao sampai terduduk lemas sambil memegang dadanya.
"Astaga nona, aku hampir pingsan ketakutan!"
Shen Yunan juga duduk dan menyesapp teh yang ada di cangkir.
"Aku pikir yang akan dapat pukulan papan tadi kita. Ini menakutkan! untung saja nona pandai bicara. Jika tidak, habislah kita!"
Cao Cao sungguh ketakutan, belum ada 24 jam mereka tinggal di istana Yipping. Sudah banyak hal mengerikan terjadi. Bagaimana kalau mereka harus tinggal selama 7 hari. Cao Cao sungguh tidak tahu apalagi yang akan mereka hadapi ke depannya.
Belum juga jantung Cao Cao kembali berdetak normal. Shen Yunan sudah berdiri lagi dari duduknya.
"Nona, nona mau kemana?"
"Cari angin"
'Ya ampun, daripada angin. Aku rasa disini lebih banyak masalahnya' batin Cao Cao.
"Kamu diam disini, dan kalau ada yang cari aku. Bilang saja aku tidur ya! jangan kemana-mana!"
Shen Yunan main pergi saja setelah mengatakan semua itu pada Cao Cao.
"Nona... Nona...!"
Shen Yunan pergi dengan cepat, mengendap-ngendap supaya tidak ketahuan pelayan. Mumpung dia tidak ada pekerjaan dan perintah dari putri agung Chengyi. Dia bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari Xie Yuzin. Sudah waktunya mereka bertemu, dan sudah waktunya rencana balas dendam itu dia lakukan. Impian terbesar Xie Yuzin adalah menjadi kaisar, Shen Yunan tentu saja tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
***
Bersambung...
Namun jika lelaki menangisi seorang wanita, maka wanita itu adalah yg paling beruntung di cintai begitu hebat oleh pria yg mencintai nya..
Dan wanita itulah suhu pawang buaya cinta..
bikin lupa diri dll🤭
Namun cinta yg tulus memang butuh pengorbanan..
Walaupun harus mengorbankan diri..
Namun yg namanya cinta, mampu mengalahkan logika..
Dan bagi seorang lelaki..
Wanita adalah kelemahan nya..
Karena bila lelaki patah hati saat mencintai..
Mereka bahkan bisa menangis melebihi balita..