"Meja bundar.. apa itu??"
"Meja yang jadi mitos kelam warga sini. Katanya, kalau sampai ada pendatang yang masuk ke sini dan hilang, udah pasti nggak akan balik, mereka semua pasti mati."
"Siapa kakek sebenarnya??"
"Kakek bukan orang biasa, dia.."
Kara, seorang gadis berusia tujuh belas tahun, terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke desa terpencil bersama ayahnya. Desa itu sunyi, tertutup, dan dipenuhi tatapan curiga dari warga yang enggan berbicara tentang masa lalu. Di rumah peninggalan kakeknya, Kara menemukan sebuah meja bundar tua yang tergeletak di ruang bawah tanah berukuran pas untuk delapan orang, dengan ukiran aneh di setiap sisinya yang seolah menyimpan rahasia terpendam.
Bisakah Kara mengungkap apa sebenar nya meja bundar itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.13. Teman - teman Kara
Kara gembira hari itu, dia mengajak teman - teman nya untuk berkeliling di kebun belakang rumah kakek nya yang banyak macam buah di sana, teman - teman juga kagum dan dan penuh semangat memetik buah - buahan yang matang di sana.
"Raa.. Aku betah sih kalo rumah kakek mu begini, aku suka banget di sini, ada banyak buah nya." Ucap Caca, dia sambil memakan buah - buahan yang sudah di iris dan di jadikan rujak.
Putri ikut bergabung di sana, Kara tidak memperlakukan Putri seperti bawahan tapi lebih seperti teman. Putri yang berinisiatif untuk membuat sambal rujak buah, Kara dan teman - teman nya yang memetik buah - buahan.
"Kalo gitu yang lama nginep nya." Ucap Kara, dia lebih senang lagi karena teman nya juga suka di sana.
"Pasti sih, toh aku juga bingung di rumah.. Kuliah belom keterima, enakan begini." Ucap Caca, Kara terkekeh.
"Us, kamu kenapa toh? Sedari tadi kok kayak nggak semangat." Ucap Caca pada Usi yang sedang duduk diam memperhatikan Putri yang sedang mengulek sambal.
"Enggak, hehehe.." Ujar Usi, dia sama sekali tidak menceritakan keanehan yang di rasakan nya.
"Teteh sakit? Kalo butuh obat tak ambil kan teh." Ucap Putri yang juga ikut khawatir melihat wajah Usi yang pucat.
"Nggak kok, lanjut - lanjut.." Ucap Usi, dia tidka mau merusak momen.
Mereka memakan rujak buah di sana bersama - sama, tidak perlu khawatir kekurangan buah karena di kebun itu ada banyak sekali buah yang memang sedang matang - matang nya. Sampai Kara juga menunjukan dua pohon yang baru di tanam ayahnya beberapa hari lalu.
Sampai akhir nya tibalah mereka di waktu sore dan akhir nya Putri sudah harus pulang, Tapi kali ini Kara tidak merasa takut karena kali ini ada kedua teman nya yang akan menemani nya tinggal di sana. Dan bersamaan dengan itu juga, Kara sebenar nya ingin meminta bantuan pada Usi yang memang sedikit mengerti tentang cerita horor.
"Hati - hati di jalan ya, Put.." Ucap Kara dan Caca juga Usi bersamaan.
"Iya teh, makasih banyak hehe.." Ucap Putri, dan Putri pun akhir nya pergi dari sana.
Setelah Putri pulang, barulah Kara menunjukan wajah serius nya sampai membuat kedua teman nya pun ikut kebingungan.
"Kenapa, Ra?" Tanya Caca yang bingung dengan tatapan aneh Kara.
"Ada hal yang belum pernah aku ceritain sama kalian tentang apa aja yang aku alami selama aku tinggal di rumah ini, aku minta kalian dateng supaya kalian bisa bantuin aku, terutama kamu Us." Ucap Kara pada kedua teman nya dan menatap Usi dengan tatapan serius.
"Aku dari dateng udah puyeng benget, Ra." Ucap Usi.. Kara pun makin penasaran.
"Kamu liat hantu, nggak?" Tanya Kara spontan, Caca yang mendengar itu sontak terkejut dengan pertanyaan Kara yang tiba - tiba membahas hantu.
"Kok jadi bahas hantu?" Tanya Caca, dia malah jadi takut duluan.
"Aku serius.. soal nya aku selalu ngalamin hal aneh di rumah ini." Ucap Kara.
"Aku nggak bisa ngomong ada berapa nya Ra, tapi aku takut banget di sini." Ucap Usi, yang memang sensitif dengan hal yang tak kasat mata.
"Tapi ada?" Tanya Kara dan Usi mengangguk.
Melihat Usi yang memang pucat sejak kedatangan nya di rumah sang kakek, Kara sudah yakin Usi pasti merasakan sesuatu.. Tapi Kara sengaja tidak mau membahas nya di depan Putri supaya Putri tetap bisa datang ke sana, Kara khawatir kalau nanti Putri mendengar apa yang dia ceritakan, Putri malah tidak mau datang lagi.. apalagi teman nya hanya beberapa hari saja datang dan menginap di rumah kakek nya.
"Setelah ini.. nanti bakal dateng kakak nya Putri, namanya Nurma. Dia ini aneh.. entah gue yang ngerasa aneh atau emang aneh, kalian nanti pasti ketemu dia." Ucap Kara, Caca spontan
"Ra.. kok jadi berubah horor gini si." Ucap Caca, dia malah ketakutan duluan.
"Kara.." Dan baru saja di bahas, Nurma datang di sana.. sampai membuat Caca dan Usi berteriak kaget.
"AAA!!"
"AAA MAMAAA!!"
Caca dan Usi berteriak bersamaan, dan akhir nya mereka membekap mulut mereka masing - masing saat akhir nya mereka sadar bahwa yang memanggil mereka adalah perempuan yang wajah nya datar dan pucat.
"Eh, teteh udah dateng? Teh Nurma, kenalin ini temen - temen aku.. ini Caca dan yang ini.. Usi." Ucap Kara, dia memperkenalkan kedua teman nya pada Nurma.
Nurma menatap Caca dan Usi secara bergantian dengan wajah yang datar, tapi kemudian senyum nya terbit. Dan ya.. Caca langsung menciut ketakutan saat melihat Nurma yang menyunggingkan senyum nya, karena sedetik kemudian ekspresi nya berganti menjadi marah.
"Jangan berisik!" Ucap Nurma pada Caca yang memang sebelumnya berteriak paling kencang.
"M- maaf, teteh." Ucap Caca, dia ngeri dengan tatapan Nurma yang tajam.
"Teteh nggak sopan, ini temen - temen aku teteh nggak boleh bentak - bentak mereka." Ucap Kara, meski Kara sendiri juga ngeri dengan tatapan Nurma, tapi dia tidak terima teman nya di bentak oleh Nurma.
Mendengar ucapan Kara, Nurma tidak membantah apapun.. bahkan mengatakan maaf pun tidak. Nurma hanya terus diam dan sesekali menatap Usi dan Caca secara bergantian. Dan takut kedua teman nya makin ketakutan, Kara akhir nya membawa kedua teman nya ke atas.
"Teteh tolong tutup in jendela ya, aku sama temen - temen aku mau ke atas, mereka nginap di sini sama aku." Ucap Kara, Nurma masih diam..
Tak mempedulikan diam nya Nurma, Kara akhir nya lanjut membawa kedua teman nya naik kea atas.. Caca dan Usi makin ngeri melihat ada banyak barang - barang yang di tutupi menggunakan kain putih di ruangan lantai dua, pikiran mereka jadi memikirkan yang tidak - tidak.
"Ayah kamu nggak pulang sampe berapa hari, Ra?" Tanya Usi, setelah mereka masuk kedalam kamar Kara.
"Ayah bilang lima hari lagi pulang sih, tapi sehari aja aku rasa nya lama banget di sini." Ucap Kara, yang memang sebenar nya tidak betah dan ketakutan.
"Aku minta kalian dateng supaya aku punya temen, aku beneran ketakutan setiap hari." Ucap Kara lagi, sambil dia kemudian berjalan menuju ke jendela kamar nya.
Kara memberi isyarat pada Caca dan Usi untuk ikut melihat ke luar jendela kamar itu dan di sana Kara menunjuk bangunan di sebelah.. yang mana sebenar nya teras bangunan itu bahkan masih terhubung dengan teras bangunan utama..
"Tiap malem, aku liat ada orang yang masuk kedalam ruangan itu.. tapi pas aku cek ke sana, pintu nya masih utuh di gembok, dan juga pas aku ngintip.. nggak ada tanda - tanda ada orang yang masuk kedalam, menurut kalian apa itu normal?" Tanya Kara.
Usi memperhatikan bangunan di sebelah dan dia menyipitkan mata nya saat dia melihat ada yang balik mengintip mereka dari jendela yang paling ujung.
"Heh!" Usi menunjuk orang yang mengintip nya, tapi kemudian dia tidak melihat siapapun lagi.
"Apa, Us?" Tanya Caca..
"Ra, kayak nya ada yang nggak bener deh, di rumah kakek mu ini."
BERSAMBUNG!
di aku g ada notif lho kk