NovelToon NovelToon
Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:715
Nilai: 5
Nama Author: royco

menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pecinta kedamaian

Tepat pada saat aku sedang bersiap-siap untuk pergi mengunjungi Kerajaan Oscar guna memetakan wilayah luar, tiba-tiba aku mendapatkan kabar darurat. Salah satu Goblin spesial berakal yang sudah kulatih dan kutugaskan menjadi barisan pasukan penjaga berlari ke arah istana dengan napas terengah-engah.

"Yang Mulia! Gawaaat, Tuanku!" ucap Goblin itu dengan wajah yang pucat pasi menahan panik.

Aku menghentikan langkahku, menatapnya tenang. "A-Ada apa, hei? Tenang, tenang dulu... Gawat kenapa?" tanyaku mencoba meredakan kepanikannya.

"Gawat! Di wilayah perbatasan hutan purba kita, tiba-tiba saja ada empat orang asing berpakaian zirah lengkap seperti ksatria. Mereka tanpa alasan langsung menyerang barisan pasukan Undead penjaga kita!" jawab Goblin itu dengan suara gemetar.

"Hah? Ksatria?" Aku mengernyitkan alis. "S-Siapa saja mereka?"

"Entahlah, Tuanku. Tetapi mereka berempat bener-bener sangat kuat! Pasukan mereka terdiri dari seorang penyihir, seorang penyembuh, seorang pemanah, dan satu orang lagi pemimpinnya yang menggunakan pedang suci bercahaya. Dia sangat hebat dan kuat sekali!" ucap Goblin itu, matanya melebar mengingat kengerian di perbatasan.

Aku menyeringai tipis. Ahh... begitu ya. Baiklah, baiklah, aku mengerti. "Antar aku ke sana sekarang, ayok," jawabku santai.

Kami pun bergerak cepat menuju perbatasan hutan luar Shadow Aethelgard. Dan benar saja, sesampainya di sana, aku melihat empat orang ksatria itu sedang berdiri congkak di tengah medan pertempuran. Sialan, ternyata dugaanku tidak salah. Hampir seribu pasukan Undead penjaga gerbangku sudah berhasil mereka habisi hingga hancur menjadi serpihan tulang di tanah.

Aku melangkah keluar dari balik bayangan pohon, berjalan santai menghampiri mereka tanpa senjata.

"H-Hai..." ucapku pada mereka, menyapa sambil melempar senyum yang paling ramah.

Keempat ksatria itu serentak menoleh. "Hah? Siapa lu?" tanya sang pemimpin dengan nada suara yang bener-bener belagu dan sombong.

Anjir, belagu banget emang kalau karakter yang begini. Biar kutebak, pasti makhluk-makhluk sok suci inilah yang biasa disebut sebagai "Pahlawan" di dunia fiktif, ucapku membatin dalam hati, menahan tawa.

"A-Ahh... Aku adalah atasan dari para Undead yang barusan kalian bunuh itu," jawabku jujur dengan senyum ramah, sembari menggaruk daguku dengan ujung jari telunjukku secara kasual.

"Ha? Atasan?" Ksatria pengguna pedang suci itu mendengus remeh, mengangkat pedangnya yang memancarkan cahaya keemasan. "Kenapa rupanya? Nggak terima kalau kacung-kacung lu gua abisin begini?"

Aku mengangkat kedua tanganku, pura-pura takut. "A-Ahh... Enggak, enggak kok. Aman aja, santai... Oh ya, kalau boleh tahu kalian berempat ini asalnya dari mana?" tanyaku lagi dengan sangat sopan.

"Cih, sok akrab banget nih orang. Bikin muak, najis!" Pahlawan itu meludahi tanah dengan ekspresi jijik. "Aku dari Kerajaan Oscar, seorang Pahlawan Reinkarnator! Kalau lu nggak mau mati, mending pergi sana dari hadapan gua. Gua lagi sibuk nyari level dan EXP di hutan ini!"

"A-Ahh..."

Aku terdiam sejenak. Sialan banget nih orang, bener-bener nggak tahu sopan santun bangke, rutukku habis-habisan dalam hati. Kesabaranku mulai tercubit.

"Haa? Lu nggak pergi-pergi juga?" Pahlawan itu menatapku tajam dari ujung kepala sampai kaki. "Ah, aku baru ingat. Katanya tadi kau adalah atasan dari makhluk-makhluk tulang ini? Jangan-jangan... kau ini sebenarnya juga seekor monster yang menyamar?" tanya nya menyelidik.

"A-Ahh... iya, aku juga monster, hehe," jawabku polos tanpa beban.

Mata sang Pahlawan langsung berkilat serakah. "Kalau begitu... aku akan membunuhmu sekarang juga demi EXP-ku!" ucapnya kejam.

Sringgg...

Gerakannya luar biasa cepat. Dalam sekejap mata, dia sudah berpindah posisi dan berada tepat di belakang punggungku.

Dan...

SLASSHHH!

Dengan satu tebasan pedang sucinya, kepalaku langsung terpenggal dan menggelinding jatuh ke atas tanah.

"Haha... cuma segini aja kekuatan atasan monster? Goblok banget, kocakkk!" teriak si pengguna pedang suci itu tertawa puas, mengira dirinya sudah menang mutlak.

Namun, tawanya tidak bertahan lama.

Seketika itu juga, kepalaku yang jatuh ke tanah tadi mendadak menguap menghilang dan berubah menjadi gumpalan asap hitam pekat. Asap kegelapan itu melesat naik, membungkus leherku, lalu menyatu kembali dengan badanku secara instan tanpa meninggalkan bekas luka sedikit pun.

Aku memutar leherku yang sudah utuh, lalu menatap mereka berempat dengan pandangan sinis yang dingin.

"Kesabaran seseorang itu ada batasnya loh... Jangan berpikir kalau ini semua sudah selesai begitu saja..." ucapku.

"E-Ehh?! Kenapa?! K-Kok kepalanya bisa nyatu lagi?!" Tanya sang Pahlawan panik setengah mati, melompat mundur dengan wajah pucat.

Aku terkekeh sinis melihat ekspresi ketakutan mereka. "Lu pikir lu doang yang bisa Overpowered? Di luar sana, masih banyak entitas yang memiliki kekuatan yang jauh lebih tak terkalahkan," ucapku dengan nada mengintimidasi.

"Kalian bener-bener bikin muak."

Melihat keanehan tersebut, mereka berempat langsung memasang posisi siaga penuh.

Tanpa membuang waktu, mereka menyerangku secara beruntun menggunakan sihir-sihir tingkat lanjutan berskala besar. Badai sihir elemen mulai tercipta, meluncurkan rentetan jurus [Wind Cutter], [High Fire Ball], [Bomb Time], [Electro Ball], dan beberapa sihir penghancur lainnya secara bersamaan ke arah tempatku berdiri.

Namun, saat badai serangan dahsyat itu sudah berjarak beberapa senti di depan wajahku, aku sama sekali tidak menghindar. Aku hanya mengulurkan satu tangan kananku ke depan.

Dalam sekejap, telapak tangan kananku langsung mencair berubah menjadi asap bayangan pekat yang membentuk pusaran hitam tak berdasar. Pusaran itu menelan habis seluruh energi sihir elemental mereka tanpa menyisakan ledakan sedikit pun, layaknya sebuah lubang hitam.

"Skakmat... [Gluttony]," ucapku pelan dengan nada super dingin.

Wush— ruangan sekitar mendadak sunyi.

Saat mereka menyaksikan seluruh skill pamungkas mereka tertelan habis oleh telapak tanganku, mereka berempat hanya bisa berdiri bengong dengan tubuh gemetar ketakutan. Mental bertarung mereka runtuh total dalam sekali jepret.

"So... gimana? Mau lanjut?" tanyaku santai sambil memasukkan tangan ke saku bajuku.

"J-Jangan bercanda!!! Ini jelas-jelas nggak masuk akal! Mana mungkin ada makhluk yang bisa selamat terus-menerus setelah terkena sihir bertubi-tubi seperti itu?!" teriak si pengguna pedang suci dengan suara parau menahan takut.

"S-Seharusnya... seharusnya skill sihir tingkat lanjutku mempan padanya..." ucap sang penyihir wanita sambil memeluk tubuhnya yang gemetaran hebat.

"Jangankan panahku, skill sihir kalian berdua aja nggak berasa apa-apa sama dia," bisik si pemanah dengan wajah yang sudah pucat pasi seperti mayat.

Aku menghela nafas panjang, membersihkan debu fiktif di bahuku. "Sudahlah, sudahlah... Kalau urusan kalian sudah selesai, mendingan kita damai aja. Aku lagi males ribut hari ini," ucapku menawarkan jalan tengah.

"T-Tapi... kami sudah membantai bawahan Undead-mu dalam jumlah yang sangat banyak..." ucap si penyembuh (healer) wanita dalam tim mereka dengan nada bersalah dan takut.

Aku menoleh ke sekeliling medan perang. "Hmm, bener juga ya... Gile, beneran banyak yang hancur. Ya sudahlah biarin, lagian aku bisa menghidupkan mereka lagi kok."

Aku menjentikkan jariku. Menggunakan energi sihir kegelapanku, seketika itu juga partikel bayangan merakit kembali tulang-tulang seribu pasukan Undead yang hancur tadi hingga mereka bangkit berdiri tegap seperti semula. Aku menyuruh sebagian dari mereka untuk mundur dan menjaga pos tengah, sementara Goblin penjaga yang ketakutan tadi kusuruh bertukar sif jaga dengan pasukan yang ada di dalam dungeon.

"Nah, sudah selesai semuanya. Sekarang... aku punya rencana mau pergi ke Kerajaan Oscar, dan kalian berempat harus ikut denganku. Aku mau mengajak Raja Oscar untuk bekerja sama," perintahku mutlak.

"K-Kami harus ikut juga?" tanya si pengguna pedang suci dengan wajah bingung.

Aku menjitak kepala pemimpin pahlawan itu.

"Ya iyalah beloon! Kalau ada kalian berempat yang berstatus Pahlawan di sampingku, kan urusanku untuk masuk melewati gerbang istana manusia jadi jauh lebih gampang dan nggak perlu pakai acara berantem lagi."

"A-Ahh... bener juga ya..." jawab si pengguna pedang suci itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, menyadari kebodohannya.

Lalu, setelah resmi berdamai, kami berlima berjalan bersama menuju Kerajaan Oscar. Berkat kawalan dari keempat pahlawan tersebut, aku berhasil masuk ke dalam ruang takhta dan menghadap sang Raja Oscar secara terhormat.

Perbincangan diplomatik di antara kami pun berlangsung dengan sangat lancar tanpa ada pertumpahan darah, menghasilkan sebuah perjanjian aliansi untuk saling membantu antar-kerajaan.

Perjanjiannya sangat adil: Raja Oscar akan rutin mengirimkan pasokan batu magis mentah ke tempatku selama kami masih bersekutu, dan sebagai timbal baliknya, aku akan mengirimkan beberapa mineral tambang berharga (emas dan perak) hasil kerukan pasukan Undead-ku di perut gunung.

Hahahahahaha, inilah yang dinamakan sistem perdagangan ekspor-impor di dunia fantasi!

Begitulah awal mula kedamaian yang aku impikan selama ini.

Semuanya berjalan begitu tenang dan damai, sampai-sampai aku baru ngeh setelah beberapa bulan berlalu...

Kerajaan Shadow Aethelgard milikku kini dipenuhi oleh banyak sekali pengunjung dari ras manusia! Kota di dalam dungeonku menjadi luar biasa ramai, jalur perdagangan semakin padat, dan otomatis... tugas administrasiku sebagai raja di atas takhta menjadi makin menumpuk hingga bikin kepalaku pusing!

Tetapi, ada satu hal yang membuatku tersenyum puas di tengah tumpukan berkas ini: di dalam daftar sensus penduduk kerajaanku, kini faksi untuk penduduk Ras Manusia sudah resmi terdaftar dan hidup berdampingan dengan damai bersama ras Elf dan Goblin spesial!

1
Quinnela Estesa
belum baca LN Tenshura sih. berharap ada risiko aja untuk tokoh utama. risikonya belum ada sama sekali
royco: ouhh ini genre berat aslinya kak.. ikutin teruss yaa.. ini udah sampai skala war antar kerajaan kok..🙏😍
total 3 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Blue Lock München Gaiden
royco: siapp
total 1 replies
Crimson
Semoga nggak putus di jalan ya, min. Sayang banget kalau putus di tengah jalan./Grin//Grin//Grin/
royco: amann lanjut terus sampe tamat bahkan bakal ada volume lainnya😄
total 1 replies
Crimson
tuh kan, sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣
royco: 🤭 iyya
total 1 replies
Crimson
Gini, nih, kalau karakter sok keras. Sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣🤣
royco: wkwkwkwkwkk
total 1 replies
Crimson
Gas, jangan sampai putus di jalan min. Kyk hubungan ku sama dia, anjay klas king. Wkwkwk 😅😅😅
royco: waduu
total 1 replies
Crimson
Rada" plenger jugak nih, orang.🤣🤣🤣
royco: wkwkkwkwk
total 1 replies
Crimson
Udah kyk Rimuru Jir, War di awal pakai wujud aslinya. wkwkwk 🤣🤣😁
royco: hehehee
total 1 replies
Crimson
Saran gw sih Thor, biar seru. beri MC nya bawahan thor, hehehe 😁
royco: ikuti terus kak alur cerita nya makin ke sini makin rame kok
total 1 replies
Crimson
adegan ini lagi, mirip Rimuru Jir, yang mau masuk ke kota para dwaf. /Facepalm/
royco: reall wkwkkwkwk
total 8 replies
Crimson
Good job, Thor. Nanti aku mampir lagi. /Grin/
Crimson
Wah, gw udah kyk baca novel tensura, ya, baca nih novel. /Grin/
royco: siapp
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!