NovelToon NovelToon
Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul / Tamat
Popularitas:217.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Selama tujuh tahun, Zahira Narapati mengorbankan karier dan mimpinya demi mendampingi Deris Adikara membangun usaha. Namun, saat kesuksesan akhirnya diraih, Deris justru menceraikannya karena menganggap Zahira tak lagi sejalan dengan kehidupannya dan memilih wanita lain.

Semua orang mengira perceraian itu akan menghancurkan Zahira. Nyatanya, ia bangkit dari nol, membangun kembali kariernya hingga menjadi perempuan sukses yang berdiri di atas kakinya sendiri.

Dalam perjalanan itu, Zahira bertemu Revan Wiranata, pria yang menghargai kesetiaan dan memberinya kebahagiaan baru. Ketika Deris menyesali keputusannya dan ingin kembali, Zahira memilih melangkah bersama seseorang yang benar-benar menghargainya. Sebab, setiap luka bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode — 12.

Pagi itu, Zahira bangun lebih awal dari biasanya. Ia berdiri cukup lama di depan cermin sambil merapikan blazer krem yang akan dikenakannya ke kantor. Tatapannya sempat berhenti pada bekas kemerahan di pergelangan tangan kirinya. Meski mulai memudar, jejak cengkeraman Deris masih terlihat jelas.

Zahira mengusapnya perlahan.

"Ini yang terakhir, aku tidak akan membiarkan siapa pun memperlakukanku seperti itu lagi."

Ia menarik napas panjang, lalu mengambil tas kerjanya. Hari ini, ia hanya ingin fokus pada pekerjaannya dan membuktikan kemampuannya.

Di Wiranata Corp mulai dipenuhi aktivitas. Zahira baru saja tiba ketika beberapa karyawan menyapanya lebih dulu.

"Selamat pagi, Bu Zahira."

"Selamat pagi."

"Semoga betah bekerja di sini, Bu."

Zahira membalas setiap sapaan dengan senyum ramah. Baru beberapa hari bekerja, tetapi suasana di perusahaan ini jauh berbeda dari tempat lamanya. Tak ada lagi sorot mata yang merendahkan ataupun bisik-bisik yang mengganggu.

Di tempat itu, Zahira diterima sebagai seorang profesional. Yang dinilai adalah kemampuan dan hasil kerjanya, bukan status maupun masa lalunya.

Saat memasuki ruang General Manager, Nina sudah duduk santai sambil menikmati secangkir kopi.

"Nah, akhirnya datang juga."

"Pagi."

"Pagi?" Nina menyipitkan mata sambil memperhatikan wajah sahabatnya. "Kamu kelihatan lebih segar hari ini."

"Masa?"

"Iya."

Nina tersenyum usil. "Jangan-jangan... gara-gara semalam diantar pulang Direktur Utama."

"Jangan asal bicara." Zahira melotot.

"Lho, memang benar, kan?"

"Itu karena kebetulan."

"Kebetulan?" Nina tertawa pelan. "Kalau aku jadi kamu, mungkin sekarang sudah deg-degan."

Zahira menggeleng sambil meletakkan tasnya. "Revan... maksudku Pak Revan cuma kebetulan lewat daerah kontrakanku."

"Ohooo... kamu sudah mulai memanggil nama saja ya?" Nina sengaja menarik nada suaranya.

"Nina!" Pipi Zahira langsung memanas.

"Oke, oke. Aku berhenti." Nina masih tertawa kecil melihat sahabatnya salah tingkah.

Sudah lama ia tidak melihat Zahira bereaksi seperti itu. Setidaknya, sahabatnya itu mulai bisa tersenyum lagi.

Di lantai paling atas.

Revan sedang memimpin rapat mingguan, seluruh direktur divisi hadir. Presentasi demi presentasi berjalan cepat, tak ada pembahasan yang bertele-tele. Begitulah gaya kepemimpinan Revan. Efisien, tegas, dan langsung menuju inti persoalan.

Ketika rapat hampir selesai, Direktur Keuangan membuka sebuah dokumen. "Pak Revan, mulai minggu depan kita akan melakukan evaluasi seluruh anak perusahaan. Divisi Operasional perlu turun langsung ke lapangan."

"Serahkan koordinasinya kepada Bu Zahira." Perintah Revan.

Beberapa direktur saling berpandangan. "Pak... beliau masih sangat baru."

"Itu sebabnya saya ingin melihat langsung kemampuannya." Tak ada keraguan dalam suara Revan. "Kalau seseorang memang dipilih karena kompetensinya, jangan pernah menghambatnya hanya karena masa kerja."

Seluruh peserta rapat mengangguk, tak seorang pun membantah keputusan tersebut.

...***...

Di waktu yang sama, Deris duduk sendirian di ruang kerjanya. Semalaman ia tidak bisa memejamkan mata. Bayangan pukulan Revan memang masih membekas di wajahnya, tetapi yang jauh lebih menyakitkan justru kata-kata Zahira padanya.

"Aku sudah memaafkanmu, tapi memaafkan bukan berarti kembali."

Pria itu memijat pelipisnya, sejak menceraikan Zahira, kali ini rasa cemas benar-benar menguasai hatinya. Ia mulai menyadari bahwa perempuan yang selama ini selalu setia menunggunya sekarang perlahan semakin menjauh.

Tok.

Tok.

Sekretarisnya masuk sambil membawa beberapa map. "Pak, pagi ini ada rapat dengan Gardapati Group pukul sepuluh. Nona Kayla juga sudah menghubungi tiga kali sejak tadi subuh."

"Aku akan menemuinya nanti." Deris mengembuskan napas pelan.

"Baik, Pak."

"Oh ya, Pak..." Sekretaris itu tampak ragu sebelum melanjutkan. "Rumah sakit kembali menghubungi perusahaan, Dokter spesialis andrologi meminta Bapak segera datang untuk pemeriksaan lanjutan. Mereka mengatakan semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang penanganannya."

Sorot mata Deris berubah. "Jadwalkan minggu ini."

"Baik."

Setelah sekretaris keluar, Deris bersandar lemah di kursinya.

Beberapa minggu lalu, Ia selalu merasa dirinya laki-laki sempurna. Memiliki perusahaan besar, nama yang disegani. Calon istri dari keluarga terpandang. Namun, selembar hasil pemeriksaan itu seolah meruntuhkan seluruh kesombongannya.

Tak selang berapa lama, Kayla memasuki ruang kerja Deris tanpa mengetuk pintu. Wajahnya masih menyimpan kekesalan sejak malam sebelumnya.

"Mas, semalam kenapa tiba-tiba pergi? Aku menunggu teleponmu sampai larut."

"Ada urusan." Deris tak mengangkat wajahnya, dia tetap menandatangani dokumen di hadapannya.

"Urusan perusahaan?"

"Iya."

Kayla mempersempit tatapannya. "Benarkah hanya urusan perusahaan?"

"Maksudmu?" Deris akhirnya mengangkat wajah.

"Aku dengar mobilmu tidak langsung menuju kantor." Kayla melangkah mendekat. "Mas menemui Zahira, kan?"

Deris tidak segera menjawab, diamnya pria itu sudah cukup menjadi jawaban.

Ekspresi Kayla langsung berubah. "Mas masih mengejarnya?!"

"Aku hanya ingin bicara dengannya."

"Bicara?" Kayla tertawa sinis. "Atau sebenarnya... Mas mulai menyesal sudah menceraikannya?"

"Jangan membuat kesimpulan sendiri." Tatapan Deris mengeras.

"Aku tidak bodoh, Mas!" Kayla menyilangkan kedua tangannya. "Sejak wanita itu muncul lagi, sikap Mas berubah. Mas mulai sering melamun, mudah marah, bahkan semalam meninggalkanku tanpa penjelasan."

Wanita itu menatap tajam ke arah Deris. "Kalau memang masih mencintai Zahira, kenapa dulu menceraikannya?"

Pertanyaan itu membuat Deris terdiam kembali, karena ia pun tidak memiliki jawaban yang mampu meyakinkan dirinya sendiri.

1
Eric ardy Yahya
Jalang diam aja , ELU UDAH KALAH YOTAL
Eric ardy Yahya
wah mengulang kejadian Zahira nih , Kurasa Rafka akan jadi orang bodoh kedua
Eric ardy Yahya
SADAR DIRI BU , ANAK ELU BIANG KEROK DAN MENYALAHKAN ZAHIRA ? emang benar-benar otak anda udah Korslet . Zahira wanita berkarir selama 7 tahun , dibandingkan anak elu yang manja yang pakai cara koneksi buat masuk
Dwi Vella
bagus👍👍
Desi Belitong
ada juga ya pelakor gak Tau malu
Dewa Nara
mampir Thor
Rina Arie
good
niktut ugis
manusia jika sudah berhubungan dengan harta siapapun di bantai sekalipun itu satu darah.
curhat dikit Thor 🤭🤗
niktut ugis
jika ada di kehidupan nyata dan ada di depan ku sudah aku siram si Ema dan Rafka dengan bensin😡
Ria Gazali Dapson
emang cocok sih , sampah ya dapet nya tong sampah , cocok , sama² ga da guna nya , bau ,
Dini
aku suka cerita" mu thor 👍
Dini
udah membuang msh ingin d kenang'bnr" geser otaknya c deris🤭
Dini
tuuuuhhh kaannn'menyesal kamu deris hubungan dgn siapapun ga akn pede 🤭 dia yg mandul🤭
niktut ugis
eh Kayla jalang pelakor bedain yg 7th pontang panting sama yg sekejap mau enak nya aj
Raden
sisi ibu yg kecewa tapi salah
Dini
naaah ketemu jg cerita yg seru👍
Raden
so sweet ❤️
Zaenab 1122
terlalu PD si Daris merasa dibutuhin
farah felany
alur cerita mengalit, dan suka dengan karakter pemeran utama wanitanya
Aditya hp/ bunda Lia
semua bahagia dengan pasangannya masing2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!