NovelToon NovelToon
Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: La-Rayya

Buat kalian yang suka alur cerita panjang lebar kayak sinetron, kuy lah baca cerita ini. Novel ini mengandung cerita yang terus berlanjut dari Ibu sampai anak, sampai ke cucu bahkan cicit mereka... 😂😂
Author memutuskan untuk melanjutkan sekuel ceritanya dalam satu novel.

Kisah pertama di mulai dengan cinta pemeran utama Izzah dan Reyhan... Berlanjut dengan kisah cinta anak kembar mereka, Arka dan Alia dengan pasangan mereka masing-masing...
Lanjut lagi kisahnya berfokus pada Arka yang mendapat cinta kedua setelah istrinya meninggal. Setelah itu dilanjutkan kembali dengan kisah anak dari Arka yaitu Dafa dengan kisah cintanya yang masih on going...😁😁

So, buat kalian yang suka baca cerita yang panjang dan berjilid-jilid, silahkan mulai dibaca. Dijamin alur ceritanya bikin happy, ngakak, sakit hati juga ada... 😂😂

Oh ya, ini sebenarnya novel pertama yg author publish di aplikasi NT. So enjoy ya guys.... 😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UANG BANYAK

Sudah seminggu lebih Izzah berada di kampung. Berkutat dengan segala aktivitas pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya. Bu Novi memberikan pekerjaan rumah pada Izzah saat pak Haris tidak ada di rumah.

Kandungan Izzah memasuki usia dua bulan. Izzah selalu berusaha menghubungi Rayhan untuk memberitahukan kabar kehamilannya. Namun nomor Rayhan selalu saja sibuk. Dering ponsel Izzah berbunyi saat dia tengah menyetrika baju. Panggilan masuk, nama Bi Asih tertera di layar ponsel Izzah.

[Halo, assalamualaikum Izzah] ucap Bi Asih.

[Waalaikumsalam.] jawab Izzah.

[Zah, kapan balik ke Jakarta? Bibi kangen sama Izzah.]

[Izzah juga kangen bi, secepatnya Izzah akan balik bi.]

"Itu neng Izzah ya bu? Sini bapak mau bicara." terdengar suara Mang Diman ditelepon.

[Halo neng Izzah. Ini mamang, ayo atuh cepetan balik. Biar kita bisa cepat kasih tau tuan Rayhan yang sebenarnya, kalau selama ini dia teh salah paham.]

[Iya mang, Izzah juga disini tetap berusaha buat hubungin bang Rayhan, tapi tetap gak aktif.]

[Aduh neng, kalau lewat telepon gak mempan. Orang mamang juga hampir tiap hari kerumah tuan Rayhan untuk ketemu. Mau jelasin semuanya, tapi tetap gagal karena dihalangin anak buahnya si Mak Lampir itu. Dasar itu Mak Lampir, coba aja bisa ketemu langsung mamang jadiin bubur.]

"Husshh bapak ini beraninya sama perempuan, kenapa sama anak buahnya bu Rosita bapak gak berani lawan?" tanya Bi Asih. Izzah hanya terkekeh mendengar pembicaraan Bi Asih dan Mang Diman diseberang telepon.

"Gimana bapak mau lawan, mereka mainnya keroyokan. Udah gitu badannya kekar-kekar semua sudah kayak atlit-atlit itu bu, apalah daya bapak yang punya badan seperti Datuk Maringgi." jawab Mang Diman sambil terkekeh.

"Alasan aja mah si bapak." ucap Bi Asih. "Astaga jadi lupa sama neng Izzah." sambungnya.

[Halo neng, maaf jadi lupa. Pokoknya neng balik secepatnya, bila perlu besok sekalian neng biar cepat urusannya. Kalau neng gak punya ongkos nanti mamang kirimin.]

[Ya mang, insyaallah secepatnya Izzah balik ke Jakarta.]

[Ya udah kalau gitu neng, nanti kabarin mamang ya?]

[Ya mang, assalamualaikum.]

[Waalaikumsalam...]

Sambungan telepon terputus. Izzah segera menyelesaikan setrikaan yang menumpuk. Lalu masuk kamar beristirahat sembari memikirkan bagaimana caranya untuk kembali ke Jakarta. Sedangkan dia sama sekali tidak memiliki uang. Meminta pada ayahnya pun tidak mungkin. Meminta bantuan pada Mang Diman, Izzah merasa sungkan.

Lalu Izzah membuka dompetnya, tersisa selembar uang warna merah.

"Ya Allah mana cukup untuk ongkos." keluh Izzah.

Mata Izzah berbinar melihat sebuah kartu pipih berlogo sebuah bank nasional.

"Masyaallah, kenapa aku sampai lupa. Selama ini aku kan punya tabungan hasil bekerja di kantor bang Rayhan. Belum lagi beberapa bulan yang lalu dia selalu memberiku uang bulanan. Alhamdulillah ya Allah." ucap Izzah.

Izzah akhirnya pergi ke atm terdekat yang ada di desanya untuk mengecek saldo yang ada di rekeningnya. Mata Izzah membulat, jumlahnya sekitar seratus juta lebih. Tangan Izzah gemetar, dia tak pernah membayangkan akan memiliki uang sebanyak ini.

"Kalau begitu aku harus menebus cincin yang ibu gadaikan itu." ucap Izzah.

Sesampai di rumah Izzah segera menemui ibu tirinya yang tengah duduk menonton tv bersama Hani.

"Bu, mana surat gadai cincin Izzah. Izzah mau menebusnya." ucap Izzah.

Hani dan bu Novi saling pandang lalu tersenyum licik.

"Hani segera ambil surat itu di lemari ibu."

Hani berjalan menuju kamar bu Novi. Tak lama dia kembali membawa selembar kertas dan menyodorkan pada Izzah.

"Emang suami kamu udah ngririmin kamu duit ya makanya mau nebus cincin semahal itu? Kalau memang kamu banyak uang sini bagi buat kita-kita." ucap Hani seraya duduk kembali di samping ibunya.

"Mahal?" ucap Izzah heran.

Setelah membaca isi surat tersebut Izzah kaget bukan kepalang.

"Eee...nam puluh juta?" seru Izzah.

"Kenapa? Kaget? Wajar harganya segitu namanya juga cincin berlian." ucap bu Ros.

"Yaa Allah bu, ini uang yang banyak sekali. Lalu ibu apakan uang yang lima puluh juta itu?" tanya Izzah.

"Eehh bukan urusan kamu. Lima puluh juta itu gak sebanding dengan tenaga ibu buat besarin kamu." ucap Hani.

Izzah tak menjawab apa-apa, dia berlalu begitu saja menuju kamarnya. Dalam kamar Izzah tampak berpikir, akhirnya dia memutuskan untuk menebus cincin itu. Izzah kembali keluar rumah menuju kantor pegadaian menemui orang yang telah membayar cincinnya itu.

"Begini pak, saya Izzah pemilik cincin berlian yang digadaikan bu Novi minggu lalu. Saya ingin menebusnya kembali pak, ini surat gadainya." ucap Izzah menunjukkan selembar kertas sebagai bukti kepada laki-laki bernama Agus itu.

"Baiklah, bu Izzah pasti sudah membaca bagaimana isi perjanjian surat gadai itu. Bu Izzah harus membayar sejumlah yang tertera di sana."

"Ya pak saya mengerti, tapi saya tidak punya uang cash pak. Apa bapak bisa memberi saya nomor rekening bapak agar saya bisa mentransfer uangnya."

"Tentu saja."

"Kalau begitu mari bapak ikut saya sekalian agar bapak bisa melihat secara langsung proses saya mentransfer uang bapak, dan supaya cincin saya bisa segera bapak kembalikan." ucap Izzah.

"Baiklah."

Izzah dan pak Agus kemudian bergegas menuju atm terdekat. Setelah Izzah selesai mentransfer, akhirnya cincin miliknya bisa kembali ia pakai. Izzah juga mengambil uang tunai sepuluh juta, dia berniat memberikan ayahnya lima juta sedangkan sisanya untuk biaya kembali ke Jakarta.

1
Olly O Krisen
🤩👌😍
Wulandari Indah
kok g lanjut Thor 😁
Siti Mujimah
itu lebih baik drpd di pake bergilir
Siti Mujimah
kejam amat ibu tiri
Abit Senju
keren
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Lanjut
Rina Anggraeni
twins boleh ga thor.. pas cew n cow
Nurhayati
Alia nya niat gak sih nikah...mo MP aja lebay banget...udh berapa eps gak selesai² mslh MP aja...
enggar: ceritanya juga jadi aneh, bahasanya gimana gitu 😅
total 1 replies
Nina Sara Rasa
tetap semangat selalu Thor Q sayang dan
lanjutkan Thor Q
q selalu menanti update mu
😘😘😘😘😘😘
Ai Rahmi
jd penasaran thor
Ai Rahmi
kayanya itu nabila palsu
Nina Sara Rasa
lanjutkan Thor Q sayang
tetap semangat selalu Thor
😘😘😘😘😘😘😘
Amik Sriindrawati
ternyata nabila wanita ular ya thor, buatlah arka tau sifat nabila yg asli y thor
Nurhayati
mulai dech...inilah kalo dg cerita ini suka dg adanya pelakor² dan bikin cerita ini muter²...
gita suciyani
kyk'y bukan nabila asli ya thor,,
Nurhayati
kok Alia gak jujur sih...
Retna Tri Tunjung
kesini lagi....penasaran...cm agak lupa jalan ceritanya
Febri Vianda
lanjut kak, klau bs 2 episode 🤭
enggar
semangat kakak 😍😍
gita suciyani
update crta baru'y d sini thor ato ganti judul?
gita suciyani: siapp thor,,makasih
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!