NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:509.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Namun, di tengah kemarahannya, Ji Yu menangkap kode dari sudut mata gurunya. Li Zie yang sedang sekarat itu memberikan satu kedipan kecil yang sangat cepat.

Glek. Ji Yu langsung teringat perannya.

Dalam sepersekian detik, aura membunuhnya lenyap. Wajahnya yang garang berubah drastis menjadi melas dan ketakutan. Ji Yu langsung menjatuhkan diri, bersimpuh sambil memegang kakinya yang memang benar-benar sakit.

"A-ampun Tuan Pengawal! Saya hanya pelayan kecil yang lemah! Jangan sakiti Nona saya yang malang ini, dia sudah hampir mati!" rengek Ji Yu dengan suara yang dibuat-buat gemetar, meski dalam hati ia mengumpat habis-habisan pada si pengawal itu, dan juga pada gurunya yang menendangnya tanpa ampun.

Si pengawal kembali jumawa. "Cih, ternyata cuma pelayan bodoh. Dengar! Nona Li Mei melapor kalau kalian sengaja menyiramnya dengan air kotor! kalian sudah bosan hidup atau ingin aku ratakan istana kalian ini!"

Li Zie, di balik aktingnya, mulai merasa terganggu. 'Berisik sekali anjing penjaga ini,' batinnya. Tangannya di balik selimut mulai meraba sebuah jarum perak kecil dari ruang dimensinya.

Li Zie menarik napas pendek yang sengaja dibuat tersengal, sementara matanya sedikit terbuka, menampakkan binar yang terlihat redup namun sebenarnya sedang mengunci target.

'Oh, jadi kau ingin meratakan tempat ini? Mari kita lihat apakah kakimu masih bisa berdiri tegak setelah ini,' batin Li Zie sinis.

Teringat bagaimana ia melumpuhkan tangan Cui Ma tempo hari hanya dengan sekali tusuk, Li Zie kali ini ingin sesuatu yang lebih halus namun menyiksa.

 Li Zie menjentikkan jarum perak dari balik selimut rami tipisnya. Menggunakan teknik Arus Langit, jarum itu melesat secepat kilat, menembus udara tanpa suara, dan bersarang tepat di titik Huantiao di pinggul si pengawal.

"Aaakh!"

Tiba-tiba, si pengawal besar itu berteriak. Kakinya yang baru saja menendang ranjang Li Zie mendadak lemas seperti jelly. Ia kehilangan keseimbangan dan jatuh berdebam dengan posisi yang sangat tidak terhormat, terduduk di atas tanah di hadapan Li Zie.

"Kakiku! Ada apa dengan kakiku?!" pekiknya panik. Ia mencoba bangkit, tapi kaki kanannya mati rasa total, sementara kaki kirinya mulai bergetar hebat.

Ji Yu, yang masih bersimpuh, hampir saja kelepasan tertawa. Ia tahu persis itu adalah ulah gurunya. Namun, dengan cepat ia memasang wajah horor, seolah-olah melihat hantu di siang bolong.

"T-tuan Pengawal! Itu dia! Gejalanya sama seperti Cui Ma!" seru Ji Yu sambil merangkak mundur ketakutan.

"Nona Li Zie sedang di ambang maut, energinya menjadi tidak stabil! Siapa pun yang menyakiti putri yang sekarat di paviliun ini akan terkena kutukan!" ujar Ji Yu meringkuk di pojokan dengan ketakutan hingga tubuhnya sedikit bergetar.

Li Zie terbatuk keras, mengeluarkan sedikit darah yang sebenarnya hanya air buah bit dari ruang dimensinya agar suasana makin dramatis.

"Per... pergi..." rintih Li Zie dengan suara parau yang dibuat-buat.

Li Zie kembali bersuara, suara yang sangat lirih dan terputus-putus, terdengar sangat menyeramkan, "Jangan... bawa aura negatif ke sini... atau kau akan... selamanya merangkak..."

Si pengawal itu pucat pasi. Ia teringat cerita tentang Cui Ma yang tangannya kini layu tak berguna setelah membentak Li Zie. Di matanya, Li Zie yang pucat itu kini tampak seperti hantu kematian yang sedang menjemput ajal.

"S-setan! Paviliun ini dikutuk!" teriak si pengawal. Dengan sisa tenaga di tangannya, ia menyeret tubuhnya keluar dari pintu, merangkak di atas tanah seperti kura-kura yang malang, diikuti oleh dua rekannya yang membantu menarik pengawal yang lumpuh kaki itu dengan kasar terbirit-birit karena ketakutan kutukan tersebut.

Setelah suasana sunyi dan derap langkah mereka menjauh, Li Zie langsung duduk tegak di ranjangnya. Wajah pucatnya menghilang, berganti dengan seringai tajam.

"Ji Yu, bangun. Berhenti akting, mereka sudah jauh," kata Li Zie sambil meregangkan lehernya hingga berbunyi krek.

Ji Yu langsung berdiri tegak, menepuk-nepuk debu di pakaiannya, lalu berkata, "Guru, tendanganmu ke kursiku tadi benar-benar tulus ya? Sakitnya sampai ke tulang."

Li Zie terkekeh, lalu mengeluarkan sebuah pil energi dari ruang dimensinya dan melemparkannya ke Ji Yu, dan berkata, "Itu upah aktingmu. Cepat obati tanganmu yang luka itu. Aku mau lanjut tidur, tapi sepertinya kita harus pindah rencana. Kalau pengawal tadi lapor ke menteri, paviliun ini akan digeledah total."

Li Zie melirik ke arah pintu yang hancur. Matanya berkilat penuh amarah, dan bergumam," Aku butuh kompensasi atas tidur siangku yang terganggu."

Malam pun tiba. Rembulan tertutup awan mendung, seolah memberi jalan bagi dua bayangan yang bergerak seringan kapas di atas atap kediaman Menteri Li.

Li Zie telah berganti jubah hitam legam, wajah cantiknya tertutup kain cadar sutra. Di sampingnya, Ji Yu bergerak sigap dengan tangan yang sudah sembuh total berkat pil energi tadi siang dan juga air spiritual.

Satu bab lagi nyusul ya, hayu komen, kasih jempol juga boleh kalo males ngetik ya.

1
Linda Nadi
Pengobatanya cuman akupuntur doang ya,tanpa disertai ramuan,bener"baru nemu cerita kaya gini...lain x sediakan makanan dulu sebelum mlakukan akupuntur
Linda Nadi
Baru x ini q baca cerita berbeda dari yg lain,kebanyakan cerita kultivasi tu makin kuat smakin bisa berhari"tak merasa lapar,begitu juga ilmu pengobatanya smakin lama smakin kuat smakin bisa mengendalikanya,begitu juga ruang dimensinya makin kuat orangnya smakin bertambah luas&lengkap pula isinya &takan ada habisnya juga 🤭🤣🤣🤣 ini mah ngocak perut mulu
Tri Haryanto
baguuuuuuus bangeeeet ya ampuuun
Heny Shae
zie dimana semua sikap sombong dan sok wibawamu 🤣🤣
Heny Shae
🤣🤣🤣
Sri rahayu
ternyata di dunia novel pun sama ya kalau istri kurang duit suka marah melulu 🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
Thor ceritamu Bagus dan di selingi kekonyolan pasti orang suka
Sri rahayu
Thor terimakasih ya sudah bikin sy tertawa terus .semoga amal ibadah author di terima karena sudah membuat banyak orang tertawa 😁😁🫰🫰
Fitria: Sama-sama, Kak.
total 1 replies
Sri rahayu
🤣🤣🤣🤣🤣 pasti terkenving kencing tuh
Sri rahayu
guru hentikan guru
Fitria: Kok author jadi ngakak ya, keinget nadanya🤣
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
🤣🤣🤣 bisa bisanya harga diri nmr 2
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!