"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "
Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau
Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.
Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Menjewer kuntilanak
Arya menatap liar kesana kemari untuk memastikan Apakah memang ada seseorang yang datang dan kemungkinan akan mencari masalah, Tapi sejak tadi dia sudah berkelebat cepat namun tetap saja tidak menemukan keberadaan energi kejam itu sehingga dia pun mulai bingung Apakah memang ada seseorang yang telah mencari masalah untuk para warga yang ada di sini.
Padahal sejak tadi dia sudah berusaha untuk mencari namun tetap saja tidak ketemu sehingga membuat Arya agak kesal juga dengan tingkah para setan ini, kadang dia ingin menjelaskan kepada para setan bila Mereka ingin membuat masalah maka langsung lakukan saja tanpa harus bersembunyi ketika sedang di cari seperti ini.
Bau kejahatan manusia juga tidak dapat dia cium sehingga membuat Arya semakin bingung apakah memang ada setan atau ini murni dari ulah manusia, seandainya mereka memang memiliki kekuatan maka masih ada sedikit rasa tersimpan di dalam diri dia sekarang namun entah kenapa sekarang tidak ada aroma manusia walau hanya sedikit saja.
Pangeran ular menatap para kuntilanak dan juga setan lain yang kebetulan lewat di daerah itu, tapi mereka memang sama sekali tidak memiliki aroma kejahatan Karena lewat tanah hanya untuk sekedar melihat ketampanan Pangeran ular, hal itu terkadang membuat Arya merasa jengah sekali dengan kelakuan para kuntilanak yang centil ingin tebar pesona.
''Cari setan tanpa kepala tapi yang lewat malah para kuntilanak sialan itu.'' keluh Arya di dalam hati.
''Loh kok kau ada di sini?'' Maharani kaget karena dia mengejar bayangan tadi dan malah bertemu dengan Arya.
''Ya Seharusnya aku yang bertanya kepada dirimu karena mendadak saja sekarang kakak ada di sini, tadi aku suruh untuk menjaga dua manusia itu.'' Arya langsung bangkit berdiri.
''Ada Nana yang menjaga mereka sekarang, tadi aku melihat bayangan tidak biasa sehingga langsung datang mengejar ke sini.'' jelas Maharani.
''Dari tadi aku ada di sekitar sini namun tidak melihat ada bayangan yang berkelebat atau lewat.'' ucap Arya.
Maharani menoleh ke sana kemari untuk memastikan Apakah memang tidak ada bayangan seperti yang dia lihat tadi ketika sedang menunggangi kambing, rasanya tadi memang ada seseorang yang berkelebat cepat namun Kenapa setelah dikejar dia sama sekali tidak berhasil menemukan sosok tersebut dan malah sekarang bertemu dengan Arya di sini.
Arya juga dengan jelas mengatakan bahwa dirinya tidak ada melihat hal aneh di sekitaran tempat itu, sebab sejak tadi dia sudah berjaga di sekitar sini untuk menunggu Apakah ada kehadiran sosok yang tidak biasa dan ternyata memang sama sekali tidak ada, ini dia malah bertemu dengan Maharani yang tadi dia perintah untuk menjaga Pak Seno serta Yanto.
''Ar, tadi rasanya jelas sekali Aku melihat dia berlari ke arah sini.'' Maharani masih sangat yakin dengan pandangan mata dia.
''Tapi sejak tadi aku sudah di sini dan tidak menemukan keberadaan dia.'' Arya berkata dengan agak kesal.
''Kenapa dia bisa menghilang begitu saja dan aku sangat yakin dia memang lewat ini.'' Maharani masih bingung dengan hal itu.
''Aku rasa ini bukan ulah manusia atau pesugihan.'' Arya berkata sembari menatap lurus ke depan.
''Maksud mu bukan manusia yang punya ulah?'' Ratu burung hantu menoleh kepada sang adik yang ada di sebelah dia.
Arya mengangguk pasti karena rasanya ini memang bukan ulah manusia dan kemungkinan ada sosok iblis yang sedang mencari mangsa untuk kekuatan di dalam diri, entah siapa iblis itu namun yang jelas Arya sudah merasakan hal itu ketika datang ke desa ini karena dia sama sekali tidak merasakan energi dari orang yang menganut pesugihan.
''Kalau sudah lawan iblis seperti ini maka kita tidak boleh lengah dan kemungkinan juga kita harus tutup mulut.'' Maharani menatap Arya.
''Ya, ini sama seperti kisah Pakde Nino dulu.'' Arya masih ingat tentang hal itu.
''Energi dia sama sekali tidak bisa kita rasakan sehingga aku yakin bahwa dirinya itu adalah iblis yang memiliki kekuatan tinggi.'' ucap Maharani.
''Tinggi atau tidak Tapi kalau kita sudah bergerak maka dia tidak akan pernah bisa lepas dari cengkeraman.'' ujar Arya dengan penuh percaya diri.
''Hem, meski harus pontang-panting namun aku yakin bahwa kita pasti mampu untuk menangkap dia.'' Maharani mengangguk setuju.
Ini malam mungkin saja mereka gagal untuk mendapatkan keberadaan setan tersebut karena sejak tadi mereka hanya melihat bayangan yang terus berkelebat ke sana kemarin, sementara Maharani tadi memang melihat bayangan itu namun ketika dia mengejar ke arah sini tidak berhasil mendapatkan apa-apa sehingga membuat dirinya merasa agak kesal tentang hal tersebut.
Kalau sudah memburu setan seperti ini maka mereka harus menemukan kesabaran yang sangat luar biasa agar tidak mudah terpengaruh oleh emosi, sebab bila mereka terbawa emosi makanan yang ada tidak akan pernah bisa melewati semua masa itu dengan selamat dan juga kemungkinan besar mereka yang akan kalah.
Iblis zaman sekarang juga sudah semakin maju mengikuti tren manusia, Oleh sebab itu purnama dan Arya terus berusaha keras untuk meningkatkan diri agar mereka juga tidak ketinggalan apa yang telah dilakukan oleh para iblis itu, Tidak bisa kalau lengah hanya sedikit saja karena itu sudah menjadi ketentuan kekuatan yang ada di dalam diri mereka.
''Kalian terus berkeliaran di tempat ini apa sebelumnya melihat ada iblis yang memburu kepala manusia?'' Maharani menjambak rambut salah satu kuntilanak.
''Aduuuh!'' kuntilanak itu menjerit kesakitan dan sampai terjatuh dan kemudian meraih kaki Arya.
''He sialan, jangan kau pegang kaki Adik ku seperti itu ya!'' sentak Maharani karena dia tidak terima.
''Ih memang sakit sekali ketika kau menjambak rambut aku tadi.'' kuntilanak itu tetap memeluk kaki Arya.
''Lepaskan!'' Arya menatap dingin sehingga kuntilanak itu perlahan melepaskan diri karena ketakutan.
''Kau jangan kecentilan seperti itu karena aku hanya menjambak sedikit dan kau malah berteriak seperti orang gila!'' Maharani kembali menjewer telinga kuntilanak edan itu.
''Aaaah ampun, aku tidak ada berniat buruk kok.'' kuntilanak menjerit karena dia memang sangat takut melihat Maharani sekarang.
''Lebih baik kau jawab sekarang pertanyaan yang sudah aku berikan tadi.'' geram Maharani.
''Tidak ada, rombongan kuntilanak mana ada yang memakan kepala manusia seperti itu.'' kuntilanak itu menggeleng sembari mengusap telinga yang terasa pedas.
Maharani memutar bola mata Malas karena sebenarnya dia juga tahu kalau kuntilanak jelas tidak memakan kepala manusia, yang dia tanya adalah apakah para kuntilanak ini pernah melihat ketika setan yang tidak biasa itu datang ke tempat ini untuk mencari kepala manusia.
Selamat malam besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.