Buku itu, buku yang tidak sengaja ku temukan di sebuah rumah kosong peninggalan nenek ku berhasil membawaku ke dunia asing yang tidak pernah masuk kedalam wish list hidup ku selama ini. Entah apa yang sebelumnya terjadi padaku sehingga aku bisa berada di tempat yang ku sebut gila ini. dunia yang penuh dengan makhluk-makhluk aneh yang belum pernah ku temui, juga hewan-hewan serupa seperti didunia asliku berasal namun mereka bisa bicara.
siapa dia sebenarnya? kucing putih yang ku beri nama Noir itu? dia sedikit misterius. Namun meski begitu berkatnya aku bisa memahami sedikit demi sedikit mengenai dunia ini.
next story? ikuti cerita ini selanjutnya.
see you next story
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gytftrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTAMU
hari ini adalah hari yang dinanti-nanti kan oleh kaisar Kendrick sebab ia akan bertamu ke kerejaaannya untuk menyelamatkan raja Brama kaum Demigod yang sudah dikurung penjara bawah tanah oleh Glean.
Kaisar Kendrick, lord Gerald, raja Hercules dan juga Jean sudah siap dengan seluruh pasukan yang akan dibawa mereka. Kini saatnya mereka bergerak menuju kerajaan Dracania.
"sudah siap?" tanya kaisar Kendrick yang memimpin pasukan.
"SIAP!" sahut seluruh pasukan yang akan ikut berperang hari ini.
Mereka langsung melesat menuju ke kerajaan Dracania. Gerald dan Kendrick menggunakan kekuatan teleportasinya, sehingga sampai dalam beberapa detik saja. sedangkan yang lain ada yang memilih untuk terbang juga berjalan.
tidak butuh waktu lama, akhirnya mereka semua telah sampai di depan gerbang kerajaan Dracania.
Para prajurit yang melihat kehadiran mereka terkejut hingga beberapa terlihat jatuh. "kabarkan pada Lord Glean bahwa ada Glean bersama pasukannya!" ucap salah seorang prajurit yang berjaga di gerbang kerajaan.
"waahhhhh" kaisar Kendrick berseru pangling. "mengapa kerajaanku sekarang terlihat seperti sarang hantu?" tanya kaisar Kendrick sembari mengedarkan pandangannya pad halaman istana.
Gerald terkekeh mendengar celotehan ayah nya, i menepuk pundak kaisar dan mulai berjalan mendekati gerbang kerajaan Dracania.
"BUKA GERBANGNYA!" para prajurit yang berjaga tampak khawatir, khawatir jika tidak menuruti perintah Gerald maka kepala mereka akan berpisah dari tubuhnya.
Ke-empat prajurit itu mematuhi ucapan Gerald dengan perasaan was-was kemudian mulai membuka gerbang hitam dihadapan mereka.
gerbang berhasil dibuka, Gerald mempersilahkan kaisar Kendrick untuk masuk lebih dulu. Kaisar Kendrick melangkahkan kakinya untuk memasuki halaman kerajaan yang sangat ia rindukan.
Matanya terlihat layu saat memandang tempat kesukaan Queen Aliyah sudah terlihat gersang tak terawat. dahulu tempat itu sangat disukai oleh Queen Aliyah karena di sisi ujungnya terdapat kolam dengan berbagai ikan yang bisa bersinar terang jika dibawah rembulan, dibagian atasnya juga terdapat jembatan dengan bunga yang merambat menghiasi sisi-sisinya, namun sayang, sekarang tempat itu sudah gersang, hanya tersisa bekas kolam dan jembatan yang sudah terlihat rusak.
Kaisar Kendrick menghembuskan nafasnya kasar, "KELUAR KAU SIALAN!" Teriak kaisar Kendrick menggelegar.
namun, bukannya Glean, malah Brice yang terlihat keluar dari dalam kerajaan.
POV kerajaan Dracania
"Yang Mulia Lord Glean, Gerald bersama para pasukannya ada di depan kerajaan Yang Mulia."
Glean yang sedang asik menikmati buah pirnya refleks menoleh, "mau apa dia kemari? Bukan kah duelnya masih 2 Minggu lagi?" tanya Glean bangkit dari duduknya.
Glean memanggil Brice dn seluruh raja para kaum untuk ikut dengannya mengecek, namun langkahnya seketika berhenti saat melihat orang yang tidak asing baginya berdiri bersama Gerald disana. Matanya terbuka lebar, "tidak mungkin" ucapnya sembari mengucek matanya, memastikan bahwa yang ia lihat itu salah.
"KELUAR KAU SIALAN!"
terdengar orang yang di lihat Glean berteriak, tentu saja memanggilnya. Kepala nya menggeleng, ia mundur beberapa langkah membuat Brice dan seluruh raja bingung.
"ada apa yang mulia?" tanya Brice karena melihat perubahan ekspresi dari Glean.
Glean menggeleng, "kalian harus menyapa mereka lebih dulu, aku akan menyusul setelah selesai dengan urusanku". Ucapnya membuat raja Arthur mendesis marah
"apa maksud mu? Ikut dengan kami, dan sapa lah musuh mu". ucap Arthur.
Glean tidak menggubris ucapan raja Arthur, ia berlari kembali masuk ke kerajaan sampai tidak terlihat.
"Ayo!" ucap Brice berjalan maju diikuti raja-raja.
"apa Glean bersembunyi?"
.
.
.
.
.
.
.
.
kemana aja gak update😭
kangen bnget sama Gerald dn Fiona
kayak Mak lampir sih Elena. giliran ditinggal malah sad
bener gak nih Thor?
untung gak di kuliti hidup-hidup