"Kamu di diagnosa kanker otak stadium 3,tapi masih gejala awal jadi tingkat kesembuhan masih ada 75 % lagi,asal secepatnya operasi"
"Jika aku tidak operasi?"
"Jangan gila,kau bahkan tidak akan bertahan sampai 5 bulan"
"Kalau begitu biarkan saja"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permainan takdir
Saat ini Adeline duduk di meja makan dapur menghabiskan makanan di piringnya,dengan beberapa pelayan lainnya yang ikut makan.
Para pelayan bahkan mengabaikan nya dan menceritakan banyak hal tentang Damar dan Shakira sejak kecil, dengan tertawa ria tanpa peduli dengan keberadaan nya di sana.
"Nyonya Shakira tumbuh besar dengan keluarga Pradipta,dia sudah sukses sekarang dan janji yang dulu pernah mereka buat pasti sebentar lagi akan di tepati"
"Benar,hanya Nyonya Shakira yang paling tepat untuk tuan muda sehebat tuan Damar,dia tidak hanya cantik tapi juga terkenal dan mempunyai bisnis sendiri.Aku menantikan hari itu tiba"
Hening...
Para pelayan yang bergosip itu seketika terdiam,dan berbisik-bisik.
"CK,kenapa berterus terang begitu.Keluarga Pradipta kan belum mengumumkan nya"
"Memangnya kenapa, cepat atau lambat dia juga akan tau"
Adeline mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali untuk menahan agar tidak mengeluarkan air mata nya,Ia juga memegang perutnya yang sejak tadi terasa mual dan sakit yang begitu hebat, kepalanya juga rasanya pusing dan benda-benda di sekitarnya seolah berputar 180 derajat tapi Ia berusaha untuk tetap tenang.Tapi selera makannya juga sudah tidak ada.
Apakah yang mereka katakan benar?
***
"Aku tidak akan pulang malam ini masih ada acara keluarga,supir akan mengantarkan mu pulang"
Acara keluarga?
Adeline tersenyum getir, ternyata sejak awal keluarga Pradipta tidak pernah menganggap nya sebagai keluarga.bahkan saat ini setelah Ia menyelesaikan semua pekerjaannya,Damar bahkan menyuruh nya pulang sementara seluruh anggota keluarga besar masih ada di sana.Tidak ada yang pulang selain diri nya.
Ia benar-benar seperti pelayan bagi mereka,bahkan kehadiran nya di sana juga tampaknya sangat menganggu mereka.
Dadanya terasa begitu sesak, perlakuan mereka begitu sakit,Ia sudah bertahan selama ini tapi hari ini entah kenapa jauh lebih sakit.Mereka tampak semakin terang-terangan memperlihatkan ketidaksukaan mereka padanya.
"Baik"
Ia tidak menolak atau bertanya panjang lebar seperti biasanya, rasanya terlalu lelah hari ini dengan pekerjaan dan beban pikiran nya sendiri.
Lelah.Ia hanya ingin mengistirahatkan tubuh nya sekarang tidak peduli apapun saat ini.
Damar terdiam beberapa saat saat melihat punggung kecil istrinya itu yang berbalik,sebelum akhirnya mengangguk dan kembali masuk ke dalam mansion tanpa menunggu Adeline masuk ke dalam mobil.
Memang begitulah sikap suaminya itu sejak mereka menikah,cuek dingin dan tidak banyak bicara,dan satu-satunya yang selalu membuat nya percaya kalau pria itu mencintai nya hanya perhatian kecilnya yang selalu membuat nya begitu bahagia.
Ya,selama ini pernikahan mereka baik-baik saja karna Damar pria yang cukup perhatian,dan Ia selalu senang dan excited menyambut perhatian nya,hal itu selalu berhasil menenangkan nya dan meyakinkan nya kalau suaminya sebenarnya mencintai nya.
Perjalanan pulang di dalam mobil, Adeline hanya diam saja melihat ke depan dengan tatapan kosong.
"Jangan salah paham nyonya.Hari ini sebenarnya hari bahagia untuk nyonya Shakira karna sel tumor di otaknya berhasil di angkat,dia sudah mempunyai tumor sejak usia 18 tapi kata dokter tumor nya baru boleh di angkat setelah usianya cukup dewasa, dan bulan lalu tumornya berhasil di angkat dia sudah bebas sekarang "
Itu adalah hal yang membuat Adeline sedikit kaget,"Shakira memiliki tumor?"
"Iya nyonya,dia memiliki tumor sejak berusia 18 tahun karna itu dia tidak bisa lelah dan bekerja terlalu berat,tapi meski begitu dia sangat keras kepala dengan melakukan banyak aktivitas dalam mengejar karir nya karna itu keluarga Pradipta selalu khawatir padanya"
"Selain karna hal itu mereka membuat acara selamatan untuk nya,sekalian karna kedatangan nya kembali ke negara ini setelah 4 tahun dan juga kelancaran bisnis nya sekalian", sang supir menceritakan nya dengan semangat.
"Tuan Damar sudah akrab dengan Shakira sejak kecil, Shakira juga selalu mengikuti tuan Damar kemana pun sampai tuan Damar selalu kewalahan di buatnya"
"Bapak banyak tau tentang mereka ya",Ia tersenyum melihat sopir itu.
"Haha Iya nyonya karena saya sudah bekerja lebih dari 15 tahun di sana"
"Apa Shakira tidak memiliki keluarga?"
"Punya,tapi memang sejak kecil kedua orang tuanya berpisah sehingga mamanya non Shakira menikah lagi tapi papa tirinya tidak menyukainya jadi dia selalu di sisihkan, kebetulan keluarga Pradipta dekat dengan keluarga Mama nya non Shakira jadinya mereka meminta Non Shakira menjadi bagian keluarga mereka,dan mama nya non Shakira mengijinkan nya karna khawatir dan putrinya juga"
"Begitu rupanya, kisahnya benar-benar sama dengan ku tapi dia beruntung ada keluarga yang begitu baik sehingga menerimanya dan menyayangi nya", ucapnya dengan bergumam tapi sepertinya supir itu mempunyai pendengaran yang jelas.
"Benar nyonya, keluarga Pradipta memang sebaik itu"
"Iya,tapi tidak dengan ku"
***
Sesampainya di rumah, Adeline berhenti sesaat menatap rumah tempat nya tinggal selama 3 tahun,rumah yang selalu menjadi tempat terhangat dan paling membuat nya bahagia sekarang justru terasa menyesakkan,Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya karna sejak tadi rasanya Ia begitu kesulitan bernafas rasanya begitu sesak.
Begitu pintu itu di buka gelap dan dingin seolah menegaskan tidak ada kehangatan di sana selama ini hanya Ia yang merasakan nya tapi bukan dengan suaminya, yang membuat nya tersenyum miris.
Ia masuk,tanpa menyalakan lampu, mengunci pintu dan masuk ke kamarnya berbaring tanpa membersihkan tubuh nya.
Rasanya tidak mempunyai tenaga lagi untuk melakukan aktivitas lain lagi.
Ia menatap kosong langit-langit kamar, kisahnya hampir sama dengan Shakira dimana kedua orang tuanya bercerai dan menikah lagi tapi mereka tidak ingin membawanya,karna pasangan mereka tidak menyukai keberadaan nya.
Mengingat kembali hal itu,matanya memanas hingga buliran bening perlahan mengalir di wajahnya,Ia kembali teringat bagaimana Ia di buang oleh mereka tanpa rasa bersalah,sampai takdir juga membawanya ke kehidupan nya sekarang yang ternyata tak kalah menyakitkan.
19 Tahun yang lalu
POV Adeline
Saat itu aku masih berusia 6 tahun yang tengah tertidur di dalam kamar ketika pertengkaran hebat terjadi,suara tangis ibu menggelar di rumah dan teriakan ayah hingga suara barang-barang yang di lemparkan menambah kesan betapa hebatnya pertengkaran mereka.
Itu bukan pertama kali mereka bertengkar seperti itu,aku ketakutan dan berlari ke sudut dan memeluk boneka ku dengan ketakutan,pertengkaran hebat itu terus terjadi membuat ku semakin ketakutan hingga menutup kedua telingaku sekuat mungkin.
Sampai suara pintu di buka kasar dan mereka bertengkar di depan ku hingga memperebutkan ku.
"Adeline akan ikut dengan ku!",teriak mama dan menarik ku ke arahnya.
Tapi Papa tidak setuju hingga menarik tangan ku kasar"Kau tidak punya hak atas nya, kau tidak boleh membawanya"
"Dia putri kandung ku!,kau mau membuat putri ku tersiksa dengan istri simpanan mu itu!!. Adeline sayang kau pilih tinggal dengan siapa, mama atau papa?!"
Plak!
"Mama!"
Teriak ku saat papa tiba-tiba menampar wajah mama dengan begitu bertenaga sampai tubuh nya terhuyung ke belakang dan menabrak tembok.
"Diam jangan mengatakan apapun lagi yang membuat ku muak!, pergi dari rumah ku jangan bawa apapun termasuk Putri ku, jangan pernah kembali karena aku menceraikan mu!!"
Aku menangis sejadi-jadinya ketika akhirnya mama ku pergi meninggalkan ku tanpa menoleh ke belakang lagi,untuk berisi keras membawa ku pergi.Aku ingin bersama mama tapi papa terus menahan ku.
Tidak lama setelah itu,papa membawa istri barunya dengan putri barunya ke rumah.Namun seperti nya mereka tidak menyukai keberadaan ku di sana.
Sampai pada suatu hari,papa tiba-tiba mengajak ku keluar dengan dalih pergi ke taman bermain,namun nyatanya dia meninggalkan ku di suatu tempat yang tidak aku kenal,dimana ada banyak anak-anak yatim piatu di sana.
Yah,papa meninggalkan ku di panti asuhan dan tidak pernah datang kembali.Padahal dia berjanji akan datang menjemput ku.
Bahkan saat itu papa sepertinya tidak tidak ingin mengeluarkan dana untukku sedikit pun untuk menempatkan ku di panti yang layak, sebaliknya aku di titipkan di panti asuhan gratis sehingga terkadang aku dan yang lain di siksa di sana bahkan terkadang kami tidak makan karena tidak ada yang memberikan sumbangan di panti itu,kami juga di paksa bekerja di usia dini yang membuat ku tidak tahan dan sakit-sakitan.
Tapi aku bertahan tinggal di panti itu selama 10 tahun karena kami di jaga ketat di sana,tapi ada suatu ketika seseorang melaporkan panti itu ke polisi,hingga pada akhirnya panti itu di segel dan tak di ijinkan beroperasi lagi karna selain menyiksa dan kerja paksa mereka juga melakukan perdagangan anak,hingga hasilnya mereka semua di pindahkan ke panti asuhan yang di biayai oleh pemerintah.Mereka akhirnya bisa bersekolah dengan nyaman,hingga ke jenjang pendidikan tinggi.
Sampai suatu ketika takdir kembali mempermainkan ku, saat usia ku baru 23 tahun ketika baru pulang bekerja,secara tidak sengaja aku bertemu sepasang suami-istri tua yang sedang di rampok.Dengan rasa kemanusiaan yang tinggi aku membantu mereka semampu ku,namun karna hal itu bencana menimpa ku,kepalaku di hantam oleh para perampok itu hingga bocor dan menembak ku karna menggagalkan rencana perampokan mereka,tapi beruntung nya para perampok pergi tanpa membawa apapun,meski aku sendiri hampir kehilangan nyawa dan berakhir koma di rumah sakit selama lebih dari dua bulan.
Saat bangun,aku sudah terikat pernikahan dengan pria yang sama tidak ku kenal.
"Perkenalkan ini Damar Pradipta cucu saya,Dia adalah suami mu kalian sudah menikah satu bulan yang lalu
"Suami ku?"
"Iya nak"
"Kakek tidak bisa memberikan apapun pada pengorbanan mu yang besar.Kau telah menyelematkan kami dan keluarga Pradipta dari masalah yang besar,karena kau menolong kakek dari orang yang ingin mencuri rahasia besar keluarga kami,yang bisa menghancurkan perusahaan utama keluarga Pradipta"
"Kalau tidak ada kau, mungkin tidak ada lagi keluarga Pradipta saat ini"
"Dia adalah cucu kami paling cocok untuk mu,dia adalah pewaris perusahaan Pradipta dan kakek memberikan hadiah cucu terbaik kakek untuk mu, tolong jangan tolak ya nak"
"Saya Damar,saya sangat berterimakasih kamu telah menyelamatkan kakek dan nenek saya.Mulai sekarang kamu akan menjadi tanggung jawab ku"
Begitu bingung dengan keadaan, terlebih mereka semua memaksa ku untuk menerima kenyataan itu,aku juga tidak punya pilihan untuk mundur.Anggota keluarga yang lain juga semua menerima ku dengan begitu baik,ibu dan ayah mertua ku mereka tampak baik.
Sampai satu persatu pasangan tua itu meninggal dalam waktu berdekatan,sikap mereka perlahan berubah tak lagi seperti dulu yang begitu baik dan memperlakukan ku layaknya seorang menantu, tapi berubah memperlakukan ku layaknya seorang pembantu dengan dalih menyayangi nya dengan kata-kata yang indah.
***
pengen lihat adel bangkit dan melihat karma si dua perempua jahat itu
jangan mau Terima apapun dr mereka Adeline..