NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:154.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berangkat ke perbatasan

BRAKKK!

Xavier membanting benda apa saja yang ada di dekatnya. Dia berada di tempat tersembunyi dalam kediaman itu. Tempat yang biasanya dia datangi saat dirinya sedang bosan, ada masalah, atau hanya ingin sendiri.

Nafasnya naik turun karena emosi. Harusnya dia habisi saja perempuan itu, atau mencekiknya lagi seperti yang dia lakukan tadi. Tapi, melihat leher Azura yang penuh memar, hatinya justru semakin kacau. Dia benci perempuan menjijikkan itu, tapi dia lebih benci dirinya sendiri sekarang.

"Kau terlalu mengasihaninya Xavier." gumamnya mendengus kesal lalu mengusap wajahnya kasar.

Ia lalu berbalik keluar dari istana itu mengenakan kudanya. Pengawal pribadinya yang selalu bersama dengan dia menahannya.

"Pangeran, anda mau ke mana? Ini adalah malam pertama setelah anda dan putri Azura menikah. Sesuai dengan peraturan, kalian berdua ..."

"Ini pernikahan politik, jangan mengharapkan sesuatu yang melewati batas. Lagipula, percuma aku melakukan hubungan suami istri dengan perempuan itu, kau lupa aku tidak bisa punya anak?"

Pengawal pribadinya bernama Hugo itu terdiam.

"Ayo, ke perbatasan sekarang. Aku  tidak ingin melihat wajah perempuan licik itu." kata Xavier lagi. Hugo mengangguk, karena ia tahu tidak ada gunanya lagi menasehati sang pangeran kalau hatinya sudah keras seperti itu.

Keduanya menaiki kuda, meninggalkan kediaman itu.

Perbuatan Xavier menimbulkan gosip di kalangan para dayang istana pagi harinya. Rata-rata bergosip tentang sang pangeran yang kabur di malam pertamanya karena tidak menginginkan putri Azura. Bahkan cukup banyak dari mereka yang nyinyir dan sengaja menyindir sang putri.

"Aku dengar putri itu adalah seorang pembohong. Dia sengaja memanfaatkan kebaikan pangeran Xavier agar bisa menikah."

"Betul, astaga. Aku baru melihat ada perempuan selicik itu. Kalian lihat semalam? Yang paling senang mereka menikah hanya utusan dari kerajaan utara. Para pangeran dan putri serta pejabat dari Kerajaan kita, tidak ada yang terlihat senang.

"Putri itu sudah sombong, licik, munafik, dan muka badak juga. Astaga tidak tahu malu seka..."

PLAKKK!

Sebuah tamparan keras mengenai pipi tiga orang dayang yang sibuk bergosip itu. Mereka kaget luar biasa. Rasa sakit menjalar di pipi mereka. Saat menyadari siapa pelakunya, ketiganya langsung menunduk ketakutan.

"Pu-putri ... " wajah ketiganya berubah pucat pasi.

Azura berdiri tegak dengan dagu terangkat di depan mereka. Dua pelayan berdiri di sampingnya.

"Apa kalian tahu hukuman dari menghina seorang putri?" suara Azura yang tegas itu langsung membuat ketiga dayang tersebut berlutut di depannya dan minta-minta ampun.

"Ampun, tuan putri!"

Wajah Azura dingin, matanya menatap tajam tanpa ada sedikit pun rasa iba. Ia tidak lagi menjadi Emely yang pendiam, lemah, dan membiarkan orang lain berbuat semena-mena padanya. Ia adalah Azura, Mahkota Kerajaan Utara yang sejak kecil sudah terlatih menghadapi intrik dan kepahitan, dan ia tidak akan membiarkan siapa pun, bahkan pelayan rendahan sekalipun, merendahkannya seenak hati. Cukup orang-orang di Kerajaannya sendiri yang memperlakukannya seperti itu.

"Hukumannya adalah pemotongan lidah atau cambukan hingga kulit kalian hancur," ucap Azura dengan nada datar namun mengerikan, membuat ketiga wanita itu gemetar hebat.

"Aku sudah cukup bersabar diam saat kalian berbisik-bisik di belakangku, tapi kali ini kalian sudah melampaui batas. Menghina, menuduh, dan menyebarkan kebohongan tentang seorang putri kerajaan adalah pengkhianatan."

"Maafkan kami, putri! Kami salah! Jangan hukum kami! Ampun!" teriak mereka sambil menangis tersedu-sedu, menempelkan dahi ke lantai.

Azura menunduk menatap mereka dengan pandangan yang penuh wibawa dan ancaman.

"Kalian pikir aku lemah? Sekali lagi kalian bergosip tentangku di belakangku, bukan hanya lidah, nyawa kalian bisa habis di tanganku."

Ketiga dayang tersebut menggigil ketakutan.

"Pergilah, mulai sekarang kalian bertiga jangan pernah muncul di depanku lagi."

Mereka berdiri dan langsung berlari pergi dari sana. Azura menghembuskan nafas kasar. Pada saat yang sama, dayang di samping kirinya memberinya sebuah surat.

"Putri, ini surat dari ayah anda."

Azura menoleh, menatapi surat itu beberapa detik, sebelum mengambilnya dan berjalan menjauh dari kedua dayang itu. Dalam surat itu tertulis,

Cepat laksanakan tugasmu. Cari keberadaan Peta itu, ingat ... Secepatnya, kalau tidak, kau tahu yang akan terjadi bukan? Itu saja, jangan lupa bakar surat itu, jangan sampai ketahuan, apalagi oleh Xavier.

Azura meremas kertas itu kuat-kuat, rahangnya mengeras. Namun ekspresinya berubah dengan cepat. Ia berbalik dan menatap kedua dayang itu.

"Pangeran ke mana?" tanyanya.

Kedua dayang tersebut saling menatap sebelum salah satu dari mereka menjawab.

"Pangeran Xavier semalam ke perbatasan putri."

Perbatasan? Ah benar, ia dengar perbatasan barat memang selalu di jaga oleh pangeran Xavier. Lelaki itu lebih banyak tinggal di sana dibandingkan istana besar ini. Kalau begitu, dia juga akan pindah ke sana. Kemungkinan besar Peta yang dia cari itu ada di sana.

"Siapkan semua barang-barangku, setelah melapor pada raja, kita pindah ke perbatasan." katanya dengan nada memerintah.

"Baik, putri."

Kedua dayang langsung bergerak cepat. Azura menghembuskan nafas panjang. Awalnya dia pikir dirinya akan menyelesaikan tugasnya sebagai mata-mata dengan baik, tapi begitu mengenal Xavier, dan setelah hari-hari yang dia lewati saat menjadi Emely, semua rasanya begitu berat. Dia sekarang berada di posisi yang sulit, tapi harus memilih menyakiti salah satu di antara yang dia sayangi.

Satu jam kemudian, begitu melapor pada raja, Azura segera berangkat ke perbatasan dengan puluhan prajurit. Dua dayang tadi yang melayani di sampingnya juga ikut. Tidak peduli Xavier akan marah besar melihat wajahnya, dia harus tetap ke sana.

Perjalanan itu memakan waktu sekitar dua jam. Sesampainya di gerbang benteng perbatasan, dua prajurit yang berjaga di depan langsung menunduk hormat dan memberinya jalan masuk. Tentu saja mereka langsung memberi jalan, karena dia adalah tuan putri agung yang menikah dengan pangeran mereka.

"Pangeran sedang latihan memanah putri, mau saya bawah ke sana?" kata salah seorang prajurit yang menunjuk arah.

Azura mengangguk. Sepanjang perjalanan, beberapa prajurit wanita yang ada di sana melirik-lirik ke arahnya. Jelas sekali wajah mereka tidak begitu senang, mungkin iri dia menikah dengan Xavier.

Azura tidak peduli tatapan iri atau pandangan curiga yang ditujukan padanya. Ia berjalan tegap, kepalanya terangkat tinggi, menatap lurus ke depan seolah tidak ada satu pun hal yang bisa menggoyahkan dirinya. Baginya, tatapan seperti itu sudah menjadi makanan sehari-hari, baik di kerajaannya sendiri maupun di sini. Ia sudah terbiasa, dan ia tidak akan membiarkan hal sekecil itu menghentikan langkahnya.

Sesampainya di lapangan latihan, langkahnya terhenti sejenak. Di sana, di tengah padang rumput yang luas, berdiri sosok yang dia cari, Xavier.

1
Bunda Dzi'3
xavier Pasti datang yaa kaa Mae...
kan ga ada yg bisa kendalikan Xavier di kerjaan Utara skalipun...
ayooo xavier bantu Azura&Orion😭
sr
huaaa tambah lgi thorr mmpung lgi libur gregetan😭
Vie
apakah orion itu sebenarnya adalah anaknya pangeran Xavier gitu? karena dulu pangeran wessel pernah heran mendengar Xavier menyebut dirinya mandul??? iiihhhh plot twist banget deh....
Syifa Azhar
Orion jangan takut mama dan kak roel pasti akan melindungi mu.azura jangan takut sama selir Evelin dan ayah tirimu karena mereka tanpa kamu gak ada artinya apa-apa.kekuasaan cuma menumpang aja sok berkuasa, tunjukan pada mereka kamulah pemilik kerajaan Utara sesungguhnya 💪💪
itin
maju kena mundur kena hidupnya azura saat ini
Nandi Ni
Semoga Xavier mata dan hati serta pikirannya terbuka,ttg kesusahan,kesakitan dan derita Azura,sehingga bisa menolong keluar dr penderitaan itu
Nandi Ni
kasihan sekali...hanya demi kekuasaan nilai kekelyargaan diabaikan,rakus.
Seorang ibu tdk akan rela,anak disakiti dan telantarkan,sungguh biadab mereka.
Hindra Cechen
jgn cuma 2 bab thorrrr
Hanima
👍👍💪
partini
Azura harusnya belajar bela diri juga lah aihhhh jaman bahela putri" kan diajari memanah dan bertarung
ga semua duduk manis
mars
xazier hrus dtg dan bawa pergi azura dan putranya biar terkuak semua pasti itu anak xazier. ayo lnjut ka
Vie
yeeee... go... azura .... go... lawan semua ketidakadilan itu, sudah saatnya kamu bangun dan berdiri tegak tanpa rasa takut dihatimu.... kuatkan hatimu demi anak dan juga masa depanmu.... tenang saja, karena xavier pasti cepat atau lambat akan tau semua kebenaranya, dan dia akan membelamu juga anakmu kalau dia sudah tau semua kebenaranya ...
🌿🌺WINA🌸🌿
Kasian orion sangat menderita masih kecil sangat ketakutan, parahnya lagi gak dikasih makan dan minum sampai kurus lagi sakit demam... evelyn sangat kejam banget memperlakukan anak kecil sampai ketakutan dan trauma...

azura akan berusaha bawa orion pergi kasian anaknya sangat menderita, hati seorang ibu hancur melihat anaknya disiksa...putri azura akan berjuang membebaskan anaknya dan membawa pergi, minta bantuan pangeran xavier zura sebaiknya jujur, pangeran xavier hatinya sangat baik pasti akan membantu menolong anakmu...
faridah ida
semoga Xavier datang ini ...
faridah ida
anak kamu di giniin kamu harus bales Azura , tetutama sama selir dan ayah.tiri kamu , kalau bisa kasih racun mereka semua ...
faridah ida
bawa aja anak kamu sama kamu Azura , nanti kamu kelasin ke Xavier , biar Xavier tahu dan bisa bantu kamu nanti ..
aroem
bagus
🌿🌺WINA🌸🌿
Gregetan sama putri azura gak mau jujur sama pangeran xavier, klo junur dan terbuka pamgeran xavier pasti akan bantu bebasin anaknya azura...

kasian anaknya disiksa dan azura diperlakukan kasar sama xavier, pangeran xavier juga seharusnya selidiki azura secara diam-diam apa yg disembunyikan azura...
darpadai anaknya disiksa terus dan azura diancam akan sebaiknya cerita jujur, jangan disembunyikan terus kebenarannya... kerajaan utara penuh orang jahat dan licik...
pasti pageran xavier bisa bantu bebasin bawa anaknya zura kerajaan barat pasti aman banget....
......bunga
❤️
Atalia
kasian banget ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!