Seorang Duchess yang terkenal kejam, kini berbaring koma karena sebuah kecelakaan, saat wanita itu kembali sadar dia seakan berbuah menjadi orang lain dengan ingatan nya hilang membuat semua terkejut dengan perubahannya
"Tuan Nyonya Duchess kehilangan ingatannya".
Perkataan seorang dokter terngiang di kepala Aldrich dia menatap pad Duchess yang menatap dirinya dengan sinis, wanita itu berubah 180 derajat dari sebelum nya
Wanita yang dulu akan bertekuk lutut di setiap perintah yang dia berikan kini terlihat acuh bahkan tidak memperdulikan dirinya walau dia sedang bermesraan dengan kekasihnya
"Ethan mengatakan kalau kita menikah kontrak, jika itu benar kenapa anda harus mengurusi kehidupan saya?". Perkataan Ariana membuat Aldrich tidak suka, wanita itu seharusnya memuja dan mencemburui dirinya dia menjadi tidak tenang!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teka-teki
“Apa ini?”. Ariana tertegun dengan tingkah dua orang di depannya mereka memberikan dirinya sebuah benda yang menurutnya sama, tapi bukan hanya itu kedua pria itu Nampak saling berselisih di depannya “umh baiklah kalian mengambilkan tanaman untuk ku?”
“Aku mengambilnya lebih dulu Nyonya Duchess”. Miguel tersenyum dengan senyum nya yang terpaksa
“Saya mengambilnya khusus Nyonya Duchess, bunga dengan warna seperti ini adalah bunga yang paling kau sukai sejak dulu”
Kedua orang itu saling menatap tajam mereka sama-sama menyodorkan sebuah benda ke depan wanita itu, dengan saling memuji hasil mereka masing-masing
“Kalian berdua hentikan!”. Ariana memegang jidatnya, dia pening hanya dengan melihat kelakuan dua orang di depannya yang persis seperti bocah “Aku akan menerima apa yang kalian bawa, jadi jangan ribut mengerti”
Wanita cantik itu menatap mereka tajam dengan sebuah ketegasan hingga mereka berdua tidak bisa berkutik, Ariana memindahkan kedua tanaman hias it uke sebuah pot yang kecil dengan kayu bayah di kedua tempatnya
“Sudah!”. Ariana tersenyum sumringah saat menunjukan hasil karyanya pada Miguel dan Rafael mereka berdua terkagum dan memberi tepuk tangan pada Ariana
Tadinya dua tanaman itu bahkan tidak terlihat berharga dengan alas tanah acak-acakan yang mereka beri, tapi wanita itu mengubahnya menjadi benda hias yang mahal dan kelihatan indah
“Aku akan mencuci tangan ku sebentar, dn kalian berdua Terimakasih untuk hadiah hari ini aku sangat menyukainya”. Ariana memeluk kedua orang itu hangat sebelum meninggalkan mereka berdua
Kedua orang itu tersenyum dan tersipu malu di saat yang bersamaan, Ariana seperti wanita yang sangat manis dan sederhana wanita itu bahagia hanya dengan sebuah bunga hutan yang berserak begitu saja
Mereka menatap satu sama lain dengan senyum yang masih tidak pudar dari wajah mereka sebelum senyum itu luntur
“Sialan apa yang kau lakukan!”. Miguel menjaga jarak dari pria di sampingnya. Sial aku malah tersenyum menatapnya!
“Anda sendiri apa yang anda lakukan, ingat saya tidak menyetujui kalian!”. Mengesalkan kenapa Nyonya Duchess memeluk kami berdua harusnya itu tidak perlu!
Mereka memilih pergi ke arah berlawanan untuk menghindari satu sama lain, apa yang terjadi saat mereka pergi membuat mereka memiliki tujuan yang berbeda sejak itu mereka melempar api permusuhan yang mungkin tidak akan pernah padam
...******...
Aldrich menatap seorang wanita yang berjalan sendiri di lorong belakang kastil, cahaya matahari sore yang menembus kaca lagi-lagi membuat mata hijau indah wanita itu seakan bercahaya
Wajah mulus yang di miliki wanita itu seakan bisa membius siapa pun yang menatapnya untuk tetap mematung
Jika orang lain mengatakan penyihir itu jelek sepertinya mereka harus melihat wanita ini. Aldrich bergumam dalam hatinya . Bagaimana dia bisa berjalan dengan santai seperti itu, di saat tangan kotor dengan tanah,apa dia baru saja membersihkan tanaman?
Pandangan Aldrich mengikuti arah Ariana wanita itu turun ke bawah dan menuju sebuah keran untuk menyiram taman, wanita itu membuka keran dan membiarkan kedua tangan nya bersih
“Sejak kapan dia memotong kukunya?”. Aldrich bergumam “tapi itu lebih cocok untuknya”
Ariana menyipratkan air yang membasahi kedua tangannya wanita itu menarik nafas lega saat semua pekerjaan nya beres, seharian dia merasa sangat lelah karena harus mengunjungi beberapa panti sosial
Kini wanita itu bergumam dia menatap ke arah hutan Darie yang berada di belakang Kastil sejak kejadian di hutan wanita itu masih penasaran dengan tempat yang kunjungi
“Apa aku harus ke sana lagi untuk memastikan? Tapi kenapa mimpi itu seakan nyata aku menjadi sangat takut”. Gumam Ariana dia menjadi teringat pada Luric, kuda putih yang berada bersamanya saat iut
“Luric… di mana kuda itu sekarang aku merindukannya”. Ariana mengangkat gaunnya sedikit basah dia mengelilingi seluruh kastil untuk mencari keberadaan Luric maupun kuda lainnya
Sampai wanita itu menemukan sebuah tempat yang tidak jauh dari kastil tempat itu sangat mirip dengan peternakan, dia mengangkat rok panjangnya untuk menghindari kotoran dia melangkah dengan pasti ke sana
“Hei kenapa kau masuk ke sini! Ini bukan tempat sembarangan!”. Suara bariton seorang pria mengejutkan wanita itu, Ariana berbalik dan menatap pria yang berwajah seram itu “Ny..Nyonya Duchess? Apa yang anda lakukan di sini?”
Ariana terdiam sejenak menatap pria dengan garpu rumput di tangannya. “Aku ingin melihat Luric, dia di sini bukan?”
Pria itu mengangguk- angguk “saya adalah petugas yang menjaga tempat ini, maaf jika saya tadi membentak anda”. Pria itu menunduk hormat dia menyesali perbuatannya . Kenapa juga anda memakai barang sederhana seperti itu, tapi jika di lihta-lihat dia persis seperti yang di rumorkan sikapnya berubah serratus depalan puluh derajat dia bahkan bicara dengan sangat lembut
Petugas itu mengantarkan Ariana ke kandang kuda dia benar-benar menemukan Luric di sana, kuda itu masih mengenali dirinya dan menyambutnya dengan hangat
“Hahaha Luric, sepertinya kau merindukanku juga?”. Ariana mengusap kepala kuda itu
HMMRHHHH. Luric mengeram sangat senang dengan kehadiran Ariana, mereka sudah menjadi dekat sejak hari pertama, Ariana melirik pria yang menatapnya dengan heran
“Siapa namamu?”.
“Fern, anda bisa memanggil saya Fern”
“Fern, nama yang unik baiklah Fern sepertinya kau sudah bekerja dengan baik”. Ariana menatap hewan di sekitar nya “mereka hidup dengan sehat, ku pasti bekerja keras”
“Tidak Nyonya Saya, berteman dengan mereka jika hanya bekerja keras dan memperlakukan mereka layaknya binatang mereka hanya akan membuat Batasan dengan manusia”
Ariana tertegun dengan perkataan Fern dia mengangguk dan tersenyum “Bagus, ku harap kau bekerja semakin baik Fern senang bertemu dengan mu”
“Nyonya Duchess sudah akan pergi?”
Wanita itu mengangguk dia mengangkat roknya mengucapkan salam perpisahan dengan Fern . kau adalah yang pertama ku tandai Fern, sorot mata dan garpu yang kau pegang sama persis dengan gambar dan mimpi ku
Ariana mengepal tangannya dia mencoba memecahkan teka teki yang berada di kepalanya potongan ingatan yang hilang dan tidak tersusun dengan jelas membuat kepala wanita itu berpikir keras mengenai kebenarannya di masa lalu “Garpu, Obor dan tatapan orang-orang itu, aku bisa mengingatnya dengan jelas..”. Ariana bergumam sendiri
“Apa yang kau lakukan di sini Nyonya Duchess?”. Aldrich menghampiri wanita itu dia meraba kepala Ariana “Kau demam?”
Wanita itu menggeleng “saya baik-baik saja tuan Duke”
“Jangan bohong, Ethan mengatakan jika tadi kau pingsan saat berada di luar”. Aldrich menatap nya dengan khawatir, tapi Ariana malah menggenggam tangan pria itu dengan erat
“saya baik-baik saja”. Pria ini, aku sangat membencinya tapi di saat bersamaan aku ingin melindunginya, sebenarnya utang apa yang ku miliki pada mu tuan Duke