NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19. KEDIAMAN PARA PAHLAWAN

Ruangan kerja Kaisar diselimuti kesunyian yang menekan. Hanya suara api dari perapian yang sesekali berderak memecah keheningan.

Di atas meja besar yang dipenuhi dokumen kerajaan, benda kutukan yang ditemukan Cecilia kini tergeletak di dalam kotak penyegel khusus. Puluhan simbol suci telah digoreskan oleh para pendeta istana pada permukaan kotak tersebut. Tak seorang pun berani menyentuhnya lagi.

Kaisar Aurelius duduk dengan wajah dingin. Namun siapa pun yang mengenalnya akan tahu bahwa kemarahan pria itu sedang berada di titik paling berbahaya.

Ia memandang benda terkutuk itu cukup lama. Kemudian menoleh kepada kepala pengawal kerajaan.

"Perintahkan Divisi Bayangan. Temukan siapa yang menaruh benda itu di kamar Permaisuri," perintah Sang Kaisar.

Pengawal itu langsung menegakkan tubuh. "Baik, Yang Mulia."

"Dan bukan hanya pelakunya. Aku menginginkan dalang yang berada di belakangnya." Suara Kaisar berubah lebih rendah.

Tatapan emas Kaisar memancarkan tekanan luar biasa yang membuat sang kepala pengawal kerajaan panas dingin.

"Siapa pun yang berani mengutuk Permaisuri Kerajaan Aurelius artinya telah melakukan pengkhianatan terhadap keluarga kekaisaran. Aku ingin mereka ditemukan. Diam-diam," sambung sang Kaisar.

Kepala pengawal mengangguk. "Apakah Yang Mulia ingin melakukan penangkapan terbuka?"

"Tidak. Kita tidak tahu siapa dalangnya. Jika kabar ini menyebar, mereka akan melarikan diri. Jika para bangsawan mulai bergosip, informasi akan bocor. Jika rakyat mengetahui Permaisuri terkena kutukan, akan terjadi kepanikan. Semua penyelidikan dilakukan secara rahasia. Orang-orang yang dicurigai akan ditangkap satu per satu. Siapa pun yang membocorkan informasi akan dianggap menghalangi penyelidikan kerajaan," jawaban itu keluar tanpa ragu dari mulut sang Kaisar.

Kaisar menyandarkan tubuhnya.

Kepala pengawal langsung membungkuk. "Perintah diterima."

Tak lama kemudian para Pengawal Divisi Bayangan mulai bergerak.

Mereka adalah mata dan telinga Kaisar. Mereka tidak mengenakan seragam. Tidak memiliki lambang mencolok. Bahkan sebagian besar rakyat tidak mengetahui keberadaan mereka. Dan malam itu, mereka mulai memburu siapa pun yang terlibat.

Sementara itu di sayap lain istana.

Rowan baru saja selesai menjelaskan seluruh situasi kepada seseorang.

Dan orang itu sedang menahan amarahnya dengan susah payah.

Putra Mahkota, Caelum Aurelius, sekaligus kakak sepupu Rowan.

Pria berambut emas yang selama ini dikenal tenang itu berdiri membelakangi Rowan. Kedua tangannya terkepal.

"Ada media kutukan yang disembunyikan di kamar Permaisuri. Dan Cecilia akan membantu menyelamatkan Permaisuri dari kutukan yang kini mengincar nyawanya," kata Rowan.

Keheningan.

Lalu ...

BRAK!

Meja kerja yang terbuat dari kayu mahal hancur berkeping-keping oleh pukulan Caelum.

Para kesatria yang berjaga di luar pintu sampai terkejut.

Rowan bahkan tidak berkedip, ia sudah menduga reaksi ini.

Caelum berbalik, mata birunya dipenuhi kemarahan.

"Seseorang berani mengutuk Ibuku dan ingin menjadi ibuku dengan mengambil tubuhnya dan menukar jiwanya?" ulang Caelum.

Rowan mengangguk. "Ya."

Caelum tertawa, namun tawa itu sama sekali tidak mengandung kegembiraan. Justru terdengar mengerikan.

"Menarik. Sudah lama sekali tidak ada orang yang cukup bodoh untuk mencoba menyentuh keluargaku," ujar Caelum tajam dan dingin.

Aura mengintimidasi memenuhi ruangan.

Caelum tetaplah putra Kaisar, calon penguasa masa depan yang kelak akan mengatur kerajaan Aurelius ini. Dan darah para keluarga Raven pun mengalir deras dalam tubuhnya, yang mana mereka tidak akan memaafkan siapa pun yang berani menyakiti keluarga mereka.

"Siapa pelakunya?" tanya Caelum pada Rowan.

"Masih dicari," jawab Rowan.

"Aku ikut dalam pencarian," kata Caelum tak mau dibantah.

"Tentu, kuserahkan padamu. Karena aku harus menjaga Cecilia untuk urusan ritual upacara nanti," kata Rowan.

"Kalau aku menemukan orang yang bertanggung jawab ..." Caelum tersenyum. Senyuman yang membuat bahkan Rowan merasa kasihan kepada pelakunya. "... aku berharap mereka berdoa agar penjaga menemukanku lebih dulu sebelum aku menemukan mereka."

Beberapa hari berikutnya.

Seluruh kerajaan terlihat normal.

Pasar tetap ramai.

Para bangsawan tetap menghadiri pesta yang mereka buat.

Para pelayan tetap bekerja.

Semuanya tampak biasa saja.

Namun di balik itu.

Satu per satu orang mulai menghilang. Seorang pelayan istana penjaga gudang, dua orang kurir, seorang pedagang artefak.

Semua dibawa secara diam-diam untuk diinterogasi.

Tidak ada yang menyadari jaringan penyelidikan skala besar sedang bergerak.

Kaisar.

Putra Mahkota.

Divisi Bayangan milik Kaisar.

Kesatria Kekaisaran.

Seluruhnya bekerja tanpa suara untuk memburu dalang yang berani menyentuh Permaisuri.

Di sisi lain kota.

Kediaman Rowan sedang sangat sibuk.

Halaman belakang berubah menjadi pusat persiapan ritual.

Peti-peti besar berdatangan.

Garam suci.

Kristal pemurnian.

Kain ritual.

Lilin khusus.

Tinta spiritual.

Batu penyegel.

Dan berbagai perlengkapan lain.

Garrick berdiri dengan tangan terlipat memberikan arahan.

"Letakkan yang itu di sana!"

"Jangan sampai pecah!"

"Hei! Hati-hati membawa kristalnya!"

Para kesatria Donovan yang menjadi anak buahnya langsung bergerak.

"Baik, Kapten!"

"Jangan dorong!"

"Pegang yang benar!"

Suasana sangat sibuk di halaman sana.

Rowan memerhatikan semuanya sambil sesekali memeriksa daftar kebutuhan. Ia tidak ingin ada kesalahan sedikit pun, karena ritual yang akan dilakukan Cecilia bukan ritual biasa.

Mereka akan menghadapi kutukan yang telah bersemayam cukup lama pada tubuh Permaisuri. Kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.

Di dalam kediaman Cecilia sedang mempersiapkan perlengkapannya sendiri.

Meja panjang dipenuhi berbagai benda; Kertas jimat, benang merah, lonceng kecil, cermin ritual. Dan berbagai alat yang selama ini ia gunakan sebagai Gadis Dewa.

Gadis itu memeriksa semuanya satu per satu. Tidak boleh ada yang tertinggal.

Tangan Cecilia kemudian menyentuh sebuah lonceng ritual. Lonceng itu berbeda dari lonceng biasa. Pegangannya terbuat dari kayu yang telah dipoles halus. Di bagian atas tergantung rumbai-rumbai lonceng yang melingkar dan bertumpuk sempurna.

Ketika digerakkan perlahan.

Terdengar bunyi lembut.

Cing!

Cing!

Suara yang terasa menenangkan hati.

Cecilia tersenyum kecil. Ia sudah lama tidak menggunakan alat ini dan melakukan upacara ritual skala besar seperti yang akan ia lakukan.

Saat itulah terdengar ketukan pintu.

Cecilia menoleh. "Masuk."

Pintu terbuka dan Rowan muncul. Pria itu mengenakan pakaian santai berwarna hitam. Rambut cokelatnya tampak sedikit berantakan. Namun tetap terlihat sangat tampan.

Cecilia langsung tersenyum. "Rowan."

Rowan melirik perlengkapan ritual dan bertanya, "Masih sibuk?"

"Sedikit. Aku sedang memastikan semuanya siap." Cecilia mengangkat lonceng ritualnya.

Rowan mengangguk.

Cecilia memperhatikan ekspresinya. "Ada sesuatu?"

Rowan tersenyum dan menjawab, "Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat."

Cecilia berkedip. "Ke mana?"

"Tempat yang cukup penting." Jawaban itu malah membuat Cecilia semakin penasaran.

"Untuk apa?" tanya Cecilia lagi.

"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu," jawab Rowan santai namun terkesan ada kejahilan di matanya.

Cecilia memiringkan kepala. "Siapa?"

Rowan justru tersenyum lebih lebar. "Kau akan tahu nanti."

"Rowan."

"Percayalah," ujar pria itu tanpa memudarkan senyum.

Cecilia mengerucutkan bibir. "Kenapa semua orang di dunia ini suka membuat kejutan?"

Rowan tertawa. "Karena ekspresimu lucu saat terkejut."

"Kau ingin kuhajar?" Cecilia mendelik ke Rowan.

Rowan hanya tersenyum. "Siapkan dirimu. Kita berangkat sekarang sebelum kau sungguh akan menghajarku."

Cecilia akhirnya hanya menuruti Rowan.

Tak lama kemudian kereta kuda keluarga Rowan melaju meninggalkan kediaman.

Cecilia duduk berhadapan dengan Rowan. Selama perjalanan ia terus mencoba menebak.

Namun Rowan sama sekali tidak mau memberikan petunjuk.

"Apakah orang itu bangsawan?" tanya Cecilia

"Mungkin," jawab Rowan tetap bermain rahasia

"Pria?"

"Mungkin."

"Perempuan?"

"Mungkin."

Cecilia memelototinya. "Itu tidak membantu."

Rowan tertawa puas.

Perjalanan tidak berlangsung lama. Mereka melewati jalan-jalan utama ibu kota, kemudian memasuki kawasan yang jauh lebih tenang.

Daerah tempat para bangsawan tertinggi tinggal.

Cecilia mulai menyadari bahwa tujuan mereka jelas bukan tempat biasa.

Sampai akhirnya kereta kuda melambat.

Lalu berhenti.

Cecilia melihat keluar jendela dan matanya langsung membesar.

Sebuah gerbang raksasa menjulang di hadapan mereka. Terbuat dari besi hitam dengan ukiran emas. Di baliknya terlihat jalan panjang yang dikelilingi taman luar biasa indah.

Air mancur.

Patung marmer.

Pohon-pohon yang dipangkas sempurna.

Bunga-bunga warna-warni bermekaran di mana-mana.

Kereta melewati gerbang itu, dan semakin masuk ke dalam mata Cecilia terus membesar ketika bangunan yang muncul di depan mereka benar-benar luar biasa.

Mansion itu lebih mirip istana. Bangunan putih megah berdiri anggun di tengah taman luas. Jendela-jendela besar berkilauan terkena sinar matahari.

Segalanya tampak bersih, mewah, elegan, dan memiliki aura sejarah yang kuat.

Kereta akhirnya berhenti.

Seorang pelayan segera membuka pintu.

Rowan turun lebih dulu, lalu mengulurkan tangan.

Cecilia menerimanya. Ketika kakinya menyentuh tanah, ia masih belum bisa berhenti memandangi bangunan di depannya.

"Astaga," respon Cecilia tanpa sadar.

Rowan tersenyum geli. "Terkejut?"

"Ini bahkan lebih indah daripada istanaku di Donovan," kata Cecilia penuh kekaguman.

Rowan tertawa kecil, senang melihat respon sang gadis.

Cecilia berputar melihat taman. "Siapa yang tinggal di sini?"

Rowan menawarkan lengannya.

Dan tanpa sadar Cecilia langsung menggamit lengan itu. Kebiasaan yang kini terasa begitu alami untuk mereka berdua.

Rowan melirik Cecilia sebentar, senyuman tipis muncul di bibirnya kemudian ia berkata, "Kita akan bertemu Paman dan Bibiku."

Cecilia berkedip. "Paman dan Bibimu?"

"Ya," jawab Rowan.

"Siapa?" tanya Cecilia penasaran.

Rowan tersenyum lebar dan menjawab, "Grand Duke dan Grand Duchess Kerajaan Aurelius."

Cecilia membeku. "Apa?"

"Dan juga kedua adik sepupuku yang kini sudah mendapatkan gelar Duke dan Duchess," beritahu Rowan.

Cecilia langsung menatapnya tidak percaya.

"ROWAN!" seru Cecilia.

"Apa?" Rowan berkedip aras reaksi sang gadis.

"Kau membawaku menemui keluarga Grand Duke tanpa memberitahuku?!" seru Cecilia tak percaya atas kelakuan Rowan.

"Aku baru saja memberitahumu," kata sang Kesatria iru santai.

"KUHAJAR KAU, YA!"

Rowan tertawa keras.

Cecilia sudah memukuli lengan Rowan dengan kekesalan. Karena selama tinggal ia sudah mendengar banyak cerita bahkan ketika ia masih mengembara mencari relik.

Tentang keluarga Grand Duke.

Tentang perang besar melawan Abyss.

Nama mereka bahkan dikenal hingga pelosok benua, para pahlawan legendaris. Mereka adalah para pejuang yang memimpin kemenangan umat manusia melawan Abyss sang Dewa Kegelapan.

Tokoh-tokoh yang hidup dalam cerita dan lagu.

Dan sekarang Cecilia akan bertemu mereka secara langsung.

Cecilia langsung panik. "Aku belum siap!"

"Kau akan baik-baik saja," ujar Rowan seraya membawa Cecilia menuju ke kediaman sang Grand Duke.

"Bagaimana kalau aku mempermalukan diriku sendiri?" kata Cecilia.

Rowan tertawa. "Kau terlalu banyak berpikir. Kau seorang Putri, statusmu bahkan lebih tinggi dari kami semua."

Namun justru itulah masalahnya. Semakin mereka mendekati pintu masuk mansion semakin gugup Cecilia.

Sementara Rowan yang melihat ekspresi gugup itu hanya tersenyum tipis. Karena ia sudah bisa membayangkan dengan sangat jelas. Betapa menariknya pertemuan yang akan segera terjadi.

Sementara itu.

Di balik salah satu jendela lantai dua.

Seorang wanita cantik berambut merah sedang mengintip ke halaman, mata hijaunya berbinar-binar.

"Mereka datang, Sayang," ucap sang wanita.

Di belakangnya. Seorang pria tampan berambut hitam mengangkat kepala dari buku yang sedang dibacanya.

"Benarkah?" respon sang pria dengan pandangan tertarik.

Wanita itu tersenyum lebar. "Dan Rowan benar-benar membawa seorang gadis."

Pria itu langsung menutup bukunya, karena kalimat itu jauh lebih menarik dari pada buku yang dibacanya.

Dan beberapa detik kemudian.

Seluruh penghuni mansion mulai bergerak menuju aula utama.

Menunggu kedatangan tamu yang selama beberapa hari terakhir menjadi bahan pembicaraan keluarga mereka.

Sang Putri dari Donovan.

Dan gadis yang berhasil membuat Rowan Desmond akhirnya membawa seorang perempuan pulang menemui keluarganya.

1
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
cari in jodoh nya Evan k Othor,,, please /Whimper//Whimper//Whimper/
Archiemorarty: Abis Rowan ntar buat Evan yak 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
siapa si pengkhianat ini?🤔
Hary Nengsih
yg d imcar cecilia kayanya
Archiemorarty: Yeps 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
wow,,, Great Job Lowan👏👏👏/Kiss//Kiss//Kiss/
Nisfu Romadhon
ehh pak Diego,,, logikanya ya kalo Lowan suka sama Joanna,,dia g akan nunggu hari ini datang bersama Cecilia pasti dari dulu sudah bersama Joanna paling tidak bertunangan,,,ya g netizens 🤔,,, berhubung Lowan g suka sama anakmu Yo wes tho terima nasibmu /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Archiemorarty: Nggak mau terima dia makanya begitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
udah nasibnya orang ganteng digilai cewek-cewek lah ya /Drool//Drool//Drool/
Archiemorarty: Hooh 🤭 mana kaya lagi
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, horor banget ini mah🫣
Archiemorarty: Fantasy horor kali ini tema nya 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
serem bgt mbayanginya...
Jelita S
lanjut thor 😍
Archiemorarty: Siap kakak 🥰
total 1 replies
Eli Rahma
eaaalaahhh main tiyum² ajaaaaa..😅
Nisfu Romadhon: kan Lowan tuka k🫢🫢🫢🤫
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!