Shen Yunan mengalami kematian tragis. Dikhianati keluarga, dikhianati pria yang dia cintai, menghabisii orang yang mencintainya dengan tulus.
Mendengar tawa sang putra mahkota yang baru naik tahta, dengan pedang di tangan yang telah menusuknya, bersama Shen Yuxiao, putri palsu yang mencuri tempatnya di kediaman Marquis selama 17 tahun. Shen Yunan bersumpah, dia akan membalas mereka semua. Dia akan membuat semua orang yang menertawakan kematiannya menangis.
'Jika ada kehidupan kedua, aku akan habisi kalian semua!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Dua pengawal itu langsung berusaha mendekat, tapi lebih dulu Shen Yunan melemparkan batu kecil ke arah kening mereka dan membuat mereka pingsan.
Brukk
Brukk
Cao Cao sampai melongo, bukan hanya melongo, Cao Cao sampai ternganga.
"Bagaimana mereka bisa pingsan?"
"Mungkin belum makan, semalaman mereka berjaga. Pasti lapar dan lelah!" kata Shen Yunan.
Hingga matahari semakin terlihat, belum juga ada pergerakan dari kamar putri agung Chengyi.
Keringat sudah bercucuran di pelipis Wen Mama. Hingga beberapa pelayan datang, karena memang sudah jam 7 pagi.
"Nona, para pelayan itu..."
Brukk
Wen Mama yang sudah tidak sanggup lagi berlutut akhirnya jatuh.
Shen Yunan segera mengajak Cao Cao berteriak.
"Cao Cao ayo teriak minta bantuan!"
Cao Cao masih bingung, tapi dia kemudian mengikuti apa yang dikatakan oleh Shen Yunan.
"Tolong... ada yang pingsan, tolong!"
"Tolong, ini ada yang pingsan!"
Cao Cao sebenarnya sangat gugup. Tapi dia juga terus mengikuti apa yang dilakukan oleh Shen Yunan.
Hingga beberapa pelayan itu datang dan menghampiri keduanya.
"Ada apa ini?"
"Dia pingsan, mereka juga. Kami tidak tahu kenapa" kata Shen Yunan menunjuk ke arah Wen Mama dan dua pengawal itu.
"Bantu, ayo panggil tabib!"
Dan semua keributan itu, akhirnya membangunkan putri agung Chengyi.
"Ada apa?" tanyanya pada pelayan pribadinya yang sejak tadi menunggu putri agung Chengyi untuk bangun.
"Tuan putri, di luar ada keributan. Nona keempat dari kediaman Marquis Shen sudah datang sejak jam 5 pagi, sepertinya bertengkar dengan Wen Mama. Tadi saya mendengar Wen Mama berteriak sangat keras. Sangat marah, dan tuan putri... ada kabar buruk dari bagian pelayan!"
Wajah putri agung Chengyi yang memang sudah berusia 27 tahun itu semakin terlihat banyak kerutan karena merasa kesal. Di jaman itu, seorang wanita yang berusia lebih dari 20 tahun dan belum menikah. Mereka akan menyebutnya perawan tua. Usia ideal menikah di jaman ini adalah 15 tahun. Benar-benar sebuah kesalahan, wanita di umur segitu sebenarnya belum punya kekuatan untuk melahirkan anak. Makanya angka kematian akibat persalinan di usia sangat muda masih banyak di jaman dinasti ini.
"Kabar apa? kalau bicara yang jelas!" kesal putri agung Chengyi.
"Tuan putri, pelayan bernama Su Man... dia matii tenggelam di bak mandinya semalam, dan baru ditemukan tadi pagi!"
Brakk
Putri agung Chengyi memukul meja riasnya. Itu bukan kabar yang bagus tentu saja.
"Buang saja! benar-benar tidak berguna. Cuma mandi saja bisa matii. Dasar orang-orang bodohh!"
"Tuan putri, nona keempat kediaman Marquis Shen masih di luar..."
"Heh, biarkan saja. Aku mau mandi, berias dan sarapan. Orang-orang seperti dia itu, tidak akan protes juga kalau menunggu lama. Para penjilatt yang sangat ingin berhubungan baik dengan anggota kerajaan. Cih, orang-orang rendahan!"
Pelayan itu mengangguk dengan cepat. Dan segera membantu menyiapkan semua keperluan majikannya.
Sementara di luar, Shen Yunan dan Cao Cao masih menunggu.
"Ini keterlaluan, ini mulai keterlaluan!"
Akhirnya Shen Yunan merasa kesal juga. Masalah matahari sudah mulai naik, bisa jadi ini sudah jam 9. Sudah 4 jam Shen Yunan dan Cao Cao berdiri di tempat itu. Apalagi sekarang, tempat mereka berdiri sudah mulai terasa panas. Tadi masih adem, dada Shen Yunan juga masih adem. Sekarang tempat itu sudah mulai panas, dadanya juga ikut memanas.
Cao Cao yang menggunakan ujung lengan hanfu-nya untuk mengipasi Shen Yunan, bahkan sudah berkeringat sangat banyak.
"Lalu bagaimana nona? aku yakin sebenarnya putri agung Chengyi itu sudah bangun. Dari tadi sudah ada pelayan yang keluar masuk kamarnya. Makanan juga sudah di antarkan. Kenapa dia belum menemui kita?" tanya Cao Cao yang sudah mulai dehidrasi.
Shen Yunan mulai menggeretakkan giginya.
"Cao Cao, bawa giok ini. Cari Kasim Luo. Bilang padanya, kita butuh dua kursi, satu meja, seteko teh dan juga semangkuk besar kuaci!"
Shen Yunan memberikan giok berwarna biru terang itu pada Cao Cao. Cao Cao menerimanya, mengangguk paham dan segera pergi dari sana.
Shen Yunan berjongkok di tempat itu.
"Heh, dasar orang berkuasa. Selalu bertindak seenaknya, tapi kenapa kalau dia berkuasa, aku juga bisa menikmati hidupku di sini! menyebalkan!" omel Shen Yunan sambil menunggu Cao Cao.
Di dalam kamarnya, Putri agung Chengyi sedang menikmati santapan paginya dengan sangat anggun. Bahkan dia mengunyah makanannya lebih dari 25 kali sebelum menelannya.
"Matahari sudah tinggi bukan?" tanyanya pada pelayan pribadinya.
"Iya tuan putri, tempat dimana nona keempat kediaman Marquis Shen itu berdiri bersama pelayannya sudah mulai panas!"
Putri agung Chengyi terkekeh kecil, dia sangat tidak suka pada Marquis Shen yang memihak pada putra mahkota. Tentu saja dia juga tidak suka pada semua keluarganya dan akan mempersulit mereka.
Tidak tahu saja, sejak lima menit yang lalu. Kasim Luo sudah menyediakan apa yang diminta oleh Shen Yunan.
"Anggap saja kita sedang berjemur Cao Cao!" kata Shen Yunan sambil mengupas kuaci dengan giginya.
"Benar nona, tidak masalah di suruh menunggu sampai siang juga. Anggap saja kita sedang berpiknik!"
"Ha ha ha" Shen Yunan tak bisa menahan tawanya. Cao Cao sungguh cepat beradaptasi dengannya.
Kulit kuaci sudah merata dimana-mana, sampai Shen Yunan melihat Wen Mama berjalan terburu-buru bahkan setengah berlari ke arah kamar putri agung Chengyi.
"Nona...!"
Cao Cao panik, dia bahkan langsung berdiri. Hampir saja menjatuhkan cangkir teh Shen Yunan. Untung Shen Yunan dengan cepat memegangnya.
"Ada apa?" tanya Shen Yunan menghela nafas.
"Nona, itu pelayan tadi. Jangan-jangan dia mau melaporkan kita pada putri agung Chengyi. Sekarang kita harus bagaimana nona? aku dengar putri agung Chengyi itu suka mencambuk orang!"
Cao Cao bahkan bicara dengan tangan gemetaran. Sepertinya dia benar-benar sangat ketakutan.
"Heh, Cao Cao. Justru bagus kalau dia melapor. Kan kita bisa cepat bertemu putri agung yang sombong itu. Lalu memberi hormat, melainkan Guqin. Setelah itu kembali ke kamar dan tidur!" kata Shen Yunan masih dengan ekspresi sangat santai.
Cao Cao menggaruk kepalanya.
"Benarkah begitu? bukannya kita akan dicambuk nona?" tanya Cao Cao ragu.
"Kenapa kita dicambuk? kita salah apa? kita diundang, tapi malah dicambuk? bagaimana pun juga aku ini putri sah kediaman Marquis Shen, dia mau mencambuk ku, dia harus punya alasan yang jelas!"
Cao Cao menganggukkan kepalanya. Padahal dia belum paham, tapi dia mengangguk-angguk saja.
Sementara itu, setelah mendengar laporan dari Wen Mama. Putri agung Chengyi kembali memukul meja, kali ini meja makan yang menjadi sasaran emosinya.
Brakk
"Berani sekali dia, wanita dari desa! panggil dia ke hadapan ku!" serunya dengan wajah yang terlihat marah.
***
Bersambung...
Namun jika lelaki menangisi seorang wanita, maka wanita itu adalah yg paling beruntung di cintai begitu hebat oleh pria yg mencintai nya..
Dan wanita itulah suhu pawang buaya cinta..
bikin lupa diri dll🤭
Namun cinta yg tulus memang butuh pengorbanan..
Walaupun harus mengorbankan diri..
Namun yg namanya cinta, mampu mengalahkan logika..
Dan bagi seorang lelaki..
Wanita adalah kelemahan nya..
Karena bila lelaki patah hati saat mencintai..
Mereka bahkan bisa menangis melebihi balita..