NovelToon NovelToon
ILMU PENGLARIS

ILMU PENGLARIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: HERMAWAN 505

DESKRIPSI CERITA: ILMU PENGLARIS (Ilmu Pemanggil Tamu)"Jangan pernah coba-coba untuk mengingkarinya..."
> Bagi Rahmat, kemiskinan adalah kutukan yang harus dihancurkan, bahkan jika ia harus bersekutu dengan iblis sekalipun. Melalui perantara Mbah Cahyo, kios baksonya mendadak berubah menjadi lautan manusia yang lapar. Namun, di balik kepulan asap dandang yang menggiurkan, ada aroma anyir darah dan hawa dingin yang mengurung tempat itu.
> Di saat Ratna, sang istri yang setia berjuang melayani pelanggan dengan peluh dan ketulusan, ia tidak pernah tahu bahwa suaminya sendiri telah menjual jiwanya ke penguasa kegelapan hutan fajar. Satu per satu keanehan mulai muncul. Angin yang berputar aneh, tatapan kosong para pembeli, hingga sekelebat wajah mengerikan yang mulai menggantikan wajah tulus istrinya.
> Sebuah kisah tentang keserakahan yang membutakan, kebohongan yang menumpuk, dan sebuah jebakan pesugihan searah yang tidak akan pernah membiarkan korbannya kembali ke jalan yang benar dala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HERMAWAN 505, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peringatan dalam tidur

##BAB 16 - Peringatan dalam Tidur

Malam itu, setelah percakapan dingin di balkon teras pada sore harinya, Ratna berbaring di atas ranjang mewah mereka dengan perasaan gelisah yang luar biasa. Sikap acuh tak acuh Rahmat rupanya tidak mampu mengusir kabut ketakutan yang menggelayuti pikirannya. Benar saja, begitu kelopak matanya terpejam dan kesadarannya perlahan meredup, mimpi buruk yang teramat ia takuti itu kembali datang. Kali ini, segalanya terasa jauh lebih nyata, pekat, dan mengerikan dari sebelum-sebelumnya.

Di dalam mimpinya, Ratna mendapati dirinya sedang berdiri seorang diri di tengah-tengah hutan lebat yang diselimuti oleh remang-remang cahaya rembulan. Sinar bulan yang pucat menembus sela-sela rimbunnya dedaunan tua, memberikan penerangan samar yang justru membuat suasana hutan fajar terasa jauh lebih mencekam.

Hawa dingin yang menusuk tulang membuat sekujur tubuhnya bergetar hebat. Saat ia menunduk di bawah temaramnya cahaya malam, jantungnya seakan mencelos; ia menyadari bahwa sepasang kaki telanjang yang ia miliki tengah berdiri tepat di atas permukaan tanah yang berlumur cairan kental menyerupai darah berwarna hitam pekat. Seketika itu pula, bau anyir darah yang teramat menyengat menerobos masuk dan menusuk indra penciumannya, membuat dadanya terasa sesak dan mual.

Ratna mencoba berlari, namun kakinya terasa seperti terpaku mati di atas tanah kutukan tersebut. Di sekelilingnya, di balik rimbunnya semak belukar dan pepohonan tua yang terpapar cahaya bulan samar, mendadak bermunculan ribuan pasang mata berwarna merah menyala. Ribuan pasang mata itu menatap lurus ke arah Ratna dengan pandangan lapar yang begitu mengerikan, seolah-olah siap mencabik-cabik jiwanya kapan saja.

Di tengah kepungan teror yang remang itu, tiba-tiba muncul sosok perempuan muda dari balik bayang-bayang pepohonan. Terpapar sinar rembulan yang pucat, perempuan itu melangkah perlahan mendekati Ratna sembari menyunggingkan sebuah senyuman lebar yang teramat kaku dan dingin. Di kedua tangannya, sosok misterius itu tengah memegang sebilah belati dan sebuah gelas besar.

Dengan gerakan yang teramat tenang namun sadis, perempuan muda itu mengalirkan darah segar yang baru saja ia peras dari tubuh seorang bayi mungil, menuangkannya ke dalam gelas besar hingga terisi penuh di hadapan mata Ratna. Ia kemudian mengulurkan gelas berbau anyir itu tepat ke hadapan wajah Ratna, memaksanya untuk menerima suguhan jahanam tersebut.

"Minumlah air suci ini... kelak kekayaanmu akan abadi selamanya," ujar perempuan misterius dalam mimpi itu dengan suara gema yang berat dan mengiris hati.

Hal mengerikan itu sontak membuat Ratna langsung tersentak dan terbangun dari tidur lelapnya dengan tubuh yang dibanjiri keringat dingin. Bersamaan dengan itu, Rahmat pun ikut terbangun karena kaget mendengar jeritan histeris dari arah sampingnya.

"Astagfirullah!" teriak Ratna dengan napas yang memburu dan dada yang naik turun tak beraturan.

"Ibu ini bikin kaget saja! Ibu kenapa teriak-teriak malam-malam begini?" tanya Rahmat dengan nada tinggi, menampakkan gurat jengkel di wajahnya sambil mengucek kedua matanya yang masih terasa sepet.

"Ibu... Ibu mimpi buruk lagi, Mas. Tapi... tapi kali ini mimpinya benar-benar terasa sangat nyata," sahut Ratna dengan suara yang sedikit gemetar, kedua tangannya mencengkeram erat ujung selimut tipis yang menutupi tubuhnya.

Mendengar pengakuan jujur istrinya, Rahmat tidak menunjukkan rasa empati sedikit pun. Alih-alih memeluk atau menenangkan Ratna, ia justru mendengus kasar.

"Sudahlah, Ibu mending tidur lagi. Makanya, kurang-kurangi nonton film horor, kebawa mimpi kan akhirnya," sahut Rahmat dengan nada dingin, seakan-akan tidak peduli sama sekali dengan ketakutan hebat yang sedang menyiksa batin istrinya saat itu. Pria itu kemudian langsung membalikkan badannya, memunggungi Ratna dan kembali menarik selimut.

Mendengar perkataan ketus dari suaminya, Ratna langsung terpaku sejenak di atas ranjang. Suasana kamar mewah mereka yang sunyi mendadak terasa semakin dingin mencekam.

"Apa iya saya kebanyakan menonton film sampai terbawa mimpi seperti ini?" gumam Ratna dalam hati.

Wanita itu mencoba meraba dadanya yang masih berdebar kencang. Ia berusaha memercayai ucapan suaminya, tanpa pernah menyadari bahwa mimpi berdarah itu adalah peringatan nyata atas dosa besar yang tengah disembunyikan oleh suaminya sendiri.

Semenjak mimpi buruk yang mengerikan itu membuyarkan ketenangannya, Ratna mencoba memejamkan mata dan kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur. Sembari menarik selimut tinggi-tinggi, ia sangat berharap bahwa setelah bangun di pagi hari nanti, ia akan melupakan seluruh kejadian ganjil yang baru saja dialaminya. Wanita itu terus meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang dilihatnya tadi hanyalah sekadar ilusi bunga tidur biasa.

Namun, sekeras apa pun usahanya untuk mematikan pikiran dan tidur kembali, kenyataan justru berbanding terbalik. Kamar mewah yang senyap itu mendadak terasa begitu menggelisahkannya. Setiap kali Ratna mencoba menutup mata, visualisasi menyeramkan tentang wanita misterius berwajah dingin dan nasib tragis bayi dalam mimpinya selalu saja datang terbayang-bayang dengan sangat jelas. Ringkik tangis gaib seolah berbisik lirih di sela-sela deru napas suaminya yang sudah kembali mendengkur halus.

Akhirnya, Ratna benar-benar menjadi tidak bisa tidur lagi hingga fajar menyingsing. Ia hanya bisa telentang menatap langit-langit kamar yang megah dengan mata terbuka lebar. Hatinya kian dirayapi rasa gelisah yang tak karuan, sebuah firasat buruk yang teramat pekat perlahan mulai mengetuk pintu kesadarannya bahwa ada sesuatu yang salah dengan kemewahan yang mereka miliki saat ini.

Sekitar pukul empat pagi, suasana di luar rumah masih gelap dan berkabut tipis saat Rahmat terbangun dari tidur nyenyaknya. Ketika ia merubah posisi duduknya di tepi ranjang, ia terkejut melihat istrinya ternyata masih terpaku diam di samping tempat tidur dengan posisi yang sama seperti beberapa jam lalu. Di bawah temaram lampu tidur, Rahmat bisa melihat dengan jelas lingkaran hitam menyerupai mata panda yang menghias wajah istrinya karena sama sekali tidak tidur semalaman. Kelopak mata Ratna tampak sedikit mencekung dan di dalamnya menyisakan urat-urat merah akibat menahan lelah dan ketakutan yang hebat.

"Bu... Ibu tidak tidur semalam?" tegur Rahmat dengan suara parau khas orang baru bangun tidur.

Teguran Rahmat yang tiba-tiba itu sontak membuat Ratna sedikit kaget, membuyarkan segala lamunan kosong yang sejak tadi menyiksa isi kepalanya.

"Eh, Mas sudah bangun... Iya, Mas. Ibu sama sekali tidak bisa tidur dari semalam," sahut Ratna lirih sembari mencoba menegakkan posisi duduknya yang terasa lemas.

Rahmat memandangi wajah letih istrinya sejenak. Ada secuil rasa bersalah dan kasihan yang mendadak menyelinap di sudut hatinya melihat kondisi Ratna yang begitu memprihatinkan.

"Ya wis yen ngono, (ya sudah kalau begitu) Ibu istirahat saja di rumah kali ini. Biar Mas saja sendiri yang pergi ke pasar membeli bahan-bahan daging dan bumbu untuk nanti kita jualan," sahut Rahmat, kali ini dengan nada bicara yang jauh lebih lembut dan penuh perhatian, berbeda drastis dengan ketegasannya tadi malam.

"Sepulang dari pasar nanti, Mas juga akan langsung menuju ke kios untuk bersiap-siap bersama para karyawan. Mas tidak akan pulang ke rumah dulu, jadi Ibu di sini saja, istirahat yang tenang sampai kondisi tubuh Ibu membaik," lanjut Rahmat lagi sembari menurunkan kedua kakinya dari ranjang.

"Enggih, Mas... Terima kasih banyak ya. Mas hati-hati di jalan, jangan kebut-kebutan bawa motornya," sahut Ratna lembut dengan senyuman tipis yang dipaksakan di bibir pucatnya.

Rahmat pun lekas beranjak menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke pasar subuh. Sementara itu, di dalam kamar yang kembali sunyi, Ratna perlahan menarik selimutnya kembali. Ia mencoba memejamkan mata untuk tidur karena menyadari seluruh persendian tubuhnya kini terasa sangat lemas dan tak bertenaga akibat siksaan gaib dari mimpi buruk semalam.

Bersambung

1
Mega Arum
sebenarnya kasihan Ratna,..
Mega Arum
kemungkinan itu anak setan 🤨
HERMAWAN 505: bisa jadi karena pak Rahmat itu mandul
total 1 replies
Mega Arum
kasihan Ratna...
Mega Arum
mampir lagi kak.. semoga lbh menarik dr novel sebelumnya,...
HERMAWAN 505: makasih banyak Mega Arumi, mohon dukungannya yah semoga bisa membuat kamu senang dengan hasil akhirnya.👍
total 1 replies
miilieaa
tulisan nya bagus banget😍
HERMAWAN 505: makasih kakak, semoga terhibur yah
total 1 replies
Wulandari Ayuningtyas
halo kak....udah aku like y
jangan lupa like back ke ceritaku 😁
HERMAWAN 505
cerita lokal yang menerik
HERMAWAN 505
makasih sudah mau mampir di novel ku. 🙏🙏🙏
Ara putri
Hay kak, saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku TUAN AYAZ TOLONG BERHENTI!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!