Putri Kasandra adalah seorang gadis yang bekerja dengan seseorang di mana dirinya ditugaskan untuk membunuh penjahat, membantu mengambil barang - barang yang di curi oleh para penjahat dan lain sebagainya.
Putri Kasandra bersedia melakukan apapun asalkan bayarannya tinggi dan tidak menyakiti orang yang tidak bersalah. Selain bisa bela diri, Putri Kasandra sangat pintar dalam bidang medis dan bisa menguasai semua jenis senjata.
Namun suatu ketika dirinya melakukan misi di mana sebuah peninggalan kuno di curi dan tanpa sengaja menjatuhkannya hingga akhirnya dirinya terlempar ke dunia lain di mana dirinya masuk ke dalam tubuh seorang putri yang sering di bully dan di tindas.
Mampukah Putri Kasandra membantu pemilik tubuh melawan mereka mengingat dirinya masuk ke jaman kuno yang sangat jauh dengan kehidupan sebelumnya? Ikuti yuk novelku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yakasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wajahmu Kenapa?
"Putri Kasandra tinggal di kamarnya sejak Putri Kasandra kembali. Sepertinya Putri Kasandra sangat sedih kehilangan Pelayan Gesha." Jawab pelayan setianya.
'Dasar mereka pria lemah dan bod*h masa membunuh dua wanita saja tidak bisa.' Ucap Putri Kasandra sambil berdiri dan wajahnya menggelap menahan amarahnya.
'Tapi baguslah kalau Pelayan Gesha sudah mati mengenaskan. Karena Aku sangat yakin kalau saat ini pasti Kasandra menangis dan putus asa kehilangan Pelayan Gesha.' Sambung Putri Ririn dalam hati.
"Kakakku pasti ketakutan dan sangat sedih kehilangan pelayan setianya jadi Aku akan mengunjunginya." Ucap Putri Ririn sambil tersenyum devil.
Putri Ririn dan pelayan setianya pergi meninggalkan ke tempat kediamannya menuju ke tempat kediaman Putri Kasandra hingga lima menit kemudian mereka berdua sudah sampai di tempat tujuan.
"Sepertinya Gesha benar - benar sudah mati karena Aku tidak melihat Gesha yang biasanya menyapu halaman." Ucap Putri Ririn.
Putri Ririn melihat halaman milik Putri Kasandra kotor. Selain itu pintu - pintu tertutup dengan rapat seperti tidak berpenghuni maklumlah yang tinggal di situ hanya Putri Kasandra dan Pelayan Gesha.
Namun ketika Pelayan Gesha sudah meninggal dunia maka halamannya menjadi kotor karena banyaknya daun - daun kering berjatuhan dan pintu - pintu tertutup dengan rapat.
Putri Ririn melihat baskon yang berisi rempah - rempah di depan pintu Putri Kasandra di mana rempah - rempah tersebut lagi di jemur oleh Putri Kasandra.
"Bagaimana bisa Kakak meletakkan benda yang sangat menjijikkan di depan pintu." Ucap Putri Ririn sambil menendang baskom tersebut.
Isi baskom itupun tumpah ke lantai dan rempah - rempah tersebut langsung mengeluarkan aroma yang sangat busuk membuat Putri Ririn dan pelayan setianya mencium aroma tidak sedap.
Putri Ririn langsung menutup hidungnya begitu pula dengan pelayan setianya. Tanpa mereka sadari kalau aroma busuk tersebut menyebar dan masuk ke dalam mulut dan hidung mereka berdua.
"Uhuk .... Uhuk ... Uhuk ..." Mereka berdua terbatuk - batuk ketika bau tersebut sangat menyengat hidungnya.
"Sangat menjijikkan." Ucap Putri Ririn dengan nada kesal sambil masih menutup hidungnya.
Sedangkan pelayan setia milik Putri Kasandra membuka pintu kamar Putri Kasandra dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menutup hidungnya.
Putri Kasandra yang mendengar suara gaduh dan pintu kamarnya terbuka hanya menatapnya dengan tatapan amarah sekaligus kebencian terhadap Putri Ririn.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Putri Kasandra dengan nada dingin sambil mencuci ke dua tangannya di baskom ukuran sedang.
Tanpa menjawab Putri Ririn berjalan ke arah Putri Kasandra sambil tersenyum jahat.
"Aku di sini untuk menghibur Kakak. Apakah Kakak percaya dengan apa yang barusan Aku katakan? Atau jangan - jangan Kakak pasti pikir Aku akan mengatakan kata - kata seperti itu?" Tanya Putri Kasandra sambil tersenyum sinis.
"Kamu akhirnya menunjukkan sifat aslimu. Haruskan Aku mengucapkan selamat karena kamu sudah berhasil memenangkan hati Pangeran Alex?" Tanya Putri Kasandra dengan nada dingin.
"Tentu saja Kakak harus mengucapkan selamat padaku karena Pangeran Alex sudah meminta ijin ke Ayah untuk menikah denganku." Jawab Putri Ririn sambil tersenyum jahat dan dengan nada angkuh.
"Saat itu, meskipun kamu seorang putri tapi kamu harus tunduk padaku dan kamu akan selalu menjadi wanita terlantar karena priamu sudah berhasil Aku rebut." Sambung Putri Ririn dengan rasa bangga tanpa memperdulikan perasaan Putri Kasandra.
Putri Kasandra yang mendengar kata demi kata yang diucapkan oleh Putri Ririn membuat Putri Kasandra menahan amarahnya sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat.
"Sungguh kehidupan Kakak sangat mengenaskan. Seandainya saja Kakak yang mati dan bukan Gesha pasti Kakak tidak merasakan nasib yang sangat mengenaskan seperti ini." Ucap Putri Kasandra dengan nada meledek sekaligus menghina.
"Sungguh Kakakku sangat menyedihkan." Sambung Putri Ririn.
Putri Ririn tidak mengetahui kalau wajah Putri Kasandra sudah menggelap ketika Putri Ririn menyebut nama Pelayan Gesha.
"Waktu sudah habis." Ucap Putri Kasandra dengan nada dingin.
Putri Ririn langsung diam dan bingung dengan ucapan Putri Kasandra.
Plak
Putri Kasandra menampar pipi Putri Ririn dengan sangat keras bahkan sengaja menggores pipi Putri Ririn dengan menggunakan ujung kuku.
"Beraninya kamu menamparku!" Teriak Putri Ririn sambil memegangi pipinya yang terasa perih.
"Kenapa wajahku terasa panas?" Tanya Putri Ririn dengan wajah terkejut.
Putri Ririn membasuh wajahnya dengan baskom yang tadi di pakai Putri Kasandra untuk membasuh ke dua tangannya.
Karena tidak tahan dengan rasa panasnya, Putri Ririn mengguyur wajahnya dengan baskom tersebut. Bersamaan wajahnya tidak panas lagi namun berganti wajahnya yang gatal.
Putri Ririn menggaruk wajahnya namun dirinya sangat terkejut karena wajahnya seperti lilin yang bisa di bentuk.
"Apa yang kamu lakukan pada wajahku?" tanya Putri Ririn dengan nada membentak.
"Apakah Putri Ririn, baik - baik saja?" Tanya pelayan setianya.
"Aku menamparmu dan tidak sengaja memercikkan air ke wajahmu terlebih kamu membasahi wajahmu sendiri dengan air yang barusan Aku pakai bahkan menyiram semuanya ke wajahmu." Jawab Putri Kasandra dengan nada masih dingin.
"Jika Aku ingin menjebakmu maka tunjukkan buktinya padaku." Sambung Putri Kasandra dengan wajah polosnya.
"Ririn, kamu sekarang terlihat sangat cantik." Ucap Putri Kasandra dengan wajah menggelap sambil tangan kanannya mencubit pipi Putri Ririn.
"Putri Ririn, wajahmu kenapa?" Tanya Pelayan setianya dengan wajah terkejut.