Novel ini mengisahkan tentang seorang wanita Cantik, populer dan sangat lugu bernama Clarisa yang mencintai seorang laki-laki arogan bernama Jackson yang terkenal sangat playboy di Kampus X.
Bagaimana kah kisah cinta mereka? apakah cinta Clarisa terbalaskan? Apakah keluguan nya juga dapat memikat hati Jackson? yuk simak saja ceritanya
Happy reading😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Person S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi
Bersamaan dengan itu, Hp Clarisa berbunyi. Ada sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal masuk di HP nya. Nomor tersebut mengirimkan beberapa foto di akun WA Clarisa. Dia pun membukanya. Saat matanya menatap fokus layar HP di depannya. Sebuah foto orang yang dia sangat kenal bersama seorang wanita membuatnya bungkam seketika.
Brukkk
Hpnya tiba-tiba terjatuh dari genggamannya. Kakinya terasa lemas seketika. Aldi yang saat itu ditaman berlari masuk kedalam dan langsung berlari memeluk Clarisa yang saat itu sedang duduk bersimpuh dilantai. Dia tiba-tiba menangis diperlukan Clarisa.
"Mama kenapa? Hikss" Tanya Aldi menangis dipelukan Clarisa. Perasaan Clarisa campur aduk. Dia berusaha menguatkan dirinya.
"Mama baik-baik saja sayang" Kata Clarisa kemudian memegang bahu Aldi.
"Jagoan mama kenapa nangis? Mama tidak apa-apa sayang" Kata Clarisa sambil memeluk Aldi yang saat itu sesegukan. Aldo tiba-tiba muncul dari dalam kamarnya dan ikut menangis ketika melihat abangnya menangis.
"Mama tidak apa-apa sayang" Kata Clarisa sambil terus menenangkan kedua anaknya. Clarisa mencoba setegar mungkin di depan kedua anaknya. Dia tidak ingin melibatkan kedua anaknya di masalah ini.
"Itu tidak mungkin Jackson" Batin Clarisa. Foto yang dilihatnya tadi cukup mengguncang pikirannya saat ini. Foto Dimana Jackson sedang mencium seorang wanita yang dia sendiri tidak tahu siapa, karena yang terlihat jelas hanya wajah Jackson. Hati nya terus menyangkal bahwa itu bukan Jackson. Tapi di foto itu jelas-jelas adalah Jackson. Dia menarik nafas dalam-dalam sambil memejamkan matanya, berharap ini hanya mimpi.
"Sayang-sayangnya mama mau ke rumah Oma tidak?" tanya Clarisa kepada kedua anaknya yang saat itu sedang berdiri menatapnya dengan tatapan sendu sehabis menangis.
"Kerumah Oma?" tanya Aldi.
"Aldo mau ke rumah Oma, Yeay" Kata Aldo yang langsung bahagia. Dia bahkan melupakan tangisnya saat itu.
"Tidak, Aldi tidak mau ke rumah Oma" Kata Aldi.
"Aldi tidak kangen dengan Oma" Kata Aldi
"Aldi yakin tidak kangen sama Oma, pasti Oma akan sangat sedih jika Aldi tidak ingin menemuinya" Kata Clarisa.
"Hmm, baiklah, ayo ke rumah Oma, tapi jangan lama-lama ya Ma" Kata Aldi.
"Ayo sayang, Mama ambil kunci mobil dulu ya" Kata Clarisa
"Iya Ma" Kata Aldi dan Aldo secara bersamaan.
***
"Kesayanan Oma" Kata Clara yang langsung berhambur memeluk si kembar, mencium pipinya berulang kali.
"Oma" rengek Aldi yang merasa risih diperlakukan seperti itu.
"Hehe, iya-iya Oma minta maaf, Oma kangen sekali sama kalian" Kata Clara.
"Aldo juga kangen Oma" Kata Aldo sambil memeluk Clara.
"Oma lebih-lebih kangen kalian" Kata Clara kemudian memeluk cucunya lagi. Aldi pun hanya bisa pasrah menerima perlakuan Clara. Dia sangat risih, tapi dia tidak ingin jika Clara sedih nantinya. Saat sudah selesai melepas kangennya. Clara kemudian mengajak Clarisa dan si kembar untuk makan bersama.
Aldo terlihat begitu antusias, bahkan beberapa kali dia beberapa kali menjatuhkan makanannya. Berbeda dengan Aldi yang terlihat begitu kalem menyantap makanannya. Clarisa hanya bisa menggeleng melihat perbedaan sifat kedua anaknnya.
"Jackson mana Ca?" Kata Clara.
"Sedang di kantor Ma. Oya Ma, Clara boleh menginap disini ya" Kata Clarisa
"Tentu saja boleh sayang, Mama juga sangat merindukan cucu-cucu Oma" Kata Clara
"Ma Caca boleh minta tolong?" Tanya Clarisa.
"Iya sayang" Kata Clara.
"Aldi sudah selesai makan Ma Oma, Aldi mau membaca buku dulu ya" Kata Aldi kemudian meninggalkan meja makan yang kemudian disusul Aldo.
"Iya sayang" Kata Clarisa.
"Jadi tadi kamu ingin berbicara apa Ca?" Tanya Clara
"Hmmm, nanti jika Jackson menanyakan Caca, Mama jangan beritahu jika Caca disini ya" Kata Clarisa
"Kenapa sayang? Kalian ada masalah?" Tanya Clara yang langsung membuat Clara tertunduk. Dia sudah tidak mampu menahan semuanya. Sedari tadi dia berusaha tegar, namun di depan Clara dia tidak bisa menahan air matanya setetespun. Air matanya menetes begitu saja, dia tahan sekuat tenaga pun tidak akan bisa, karena air matanya mengalir seiring dengan bayangan Jackson bersama wanita lain berputar di kepalanya.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Clara kemudian memeluk Clarisa. Clarisa pun menangis sejadi-jadinya dipelukan mamanya.