NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Romansa Modern
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"


[DARK ROMANCE]
[OBSESI]
[CEO]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 16

Di ruang tengah yang megah, Zhao Lee duduk menunggu Layla pulang dengan perasaan cemas.

Sudah terlalu lama ia menanti di sana. Rasa cemburu yang menyelimuti Zhao Lee benar-benar kuat. Dia di temani oleh sebotol wine untuk mengatasi kegelisahannya.

Jauh di lubuk hati dia sangat ingin menjemput Layla, tapi rasa kekawatiran akan terbongkar hubungannya dengan Layla ke publik lebih besar.

Karena bagi Zhao Lee ini belum saatnya berakhir, sesuatu yang lebih besar sedang ia kerjakan.

Beberapa saat kemudian suara mobil berhenti di depan rumah Zhao Lee yang megah.

Layla keluar dari mobil dan langsung di sambut oleh bibi Tari, membawa kabar yang tak ingin di dengar Layla.

Bibi Tari tersenyum...

"Nyonya baru pulang? Tuan Zhao Lee sudah menunggu lama anda di dalam, anda pasti senang karena Tuan membawakan oleh-oleh sangat banyak untuk Nyonya," kata bibi.

Layla terkejut, karena kedatangan Zhao Lee yang begitu cepat dari kabar yang ia beritaka.

"Apa?! Kenapa bisa? Ini terlalu cepat. Huhuhuhu kebebasan ku telah hilang," gumam Layla.

Kemudian Layla buru-buru masuk rumah, suasana menjadi agak tegang bagi Layla. Namun ia berusaha bersikap tenang.

Dengan sikap mengintimidasi Zhao Lee mengatakan kepada Layla,

"Pulang terlambat lagi? Teruskan saja begitu. Kamu pasti menikmati setiap hukuman yang kamu terima dariku ya. Seorang pria tampan dan brengsek ada bersama mu di mobil jelek itu. Bennedict," kata Zhao Lee.

Lalu dengan santainya ia menghabiskan segelas wine yang ada di tangannya.

Layla terkejut...

"Bagaimana anda tau saya satu mobil dengan Ben?" tanya Layla.

Kemudian Zhao Lee menyalakan layar monitor besar yang ada di sebrang tempat duduk.

Di sana terlihat jelas Layla bersama Bennedict di mobil yang sama, terlihat kedekatan hubungan mereka di layar besar itu.

Lalu Zhao Lee melangkah ke arah Layla dengan aura yang mendominasi.

''Bagaimana, ada komentar? Terus lakukan itu Layla. Aku tak keberatan untuk memuaskan dahagamu. Aku akan mencengkram mu lebih kuat hingga kau hanya bisa bergantung padaku," ucap Zhao Lee.

Lalu ia mengambil rambut panjang Layla kemudian mengendusnya, mencium aroma tubuh Layla yang menggairahkan.

Layla terdiam sejenak...

Tangannya mengepal erat.

''Saya rasa urusan saya dan Ben adalah urusan pribadi, jadi anda tidak berhak untuk ikut campur. Ben bukan orang brengsek seperti anda, dia orang baik dan sopan," Layla membela Bennedict.

Layla maju selangkah..

Menatap tajam ke arah Zhao Lee.

"Tolong jangan bawa-bawa Ben ke urusan kita, dia tidak bersalah." ucap Layla tegas.

Mendengar pembelaan Layla untuk Bennedict musuhnya, membuat hati Zhao Lee merasa terbakar.

Kemudian Zhao Lee mengintimidasi Layla kembali.

Ia tersenyum jahat...

"Wah wah wah, luar biasa. Beraninya kamu memuji si bajingan brengsek itu di depanku, kau akan menyesal Layla!" kata Zhao Lee.

Layla kembali tegas.

"Sebaiknya kita tidak membahas ini lagi, sudah cukup saya lelah," ucap Layla.

Layla tak ingin membuat keributan yang lebih dalam, ia sudah cukup lelah karena pekerjaan hari ini.

Namun Zhao Lee tak bisa meredam kecemburuannya, ia membandingkan dirinya yang lebih unggul ketimbang Bennedict musuhnya.

Zhao Lee mengambil dagu Layla.

Jarak mereka sangat dekat seperti tidak ada celah.

Lalu berbisik...

"Aku punya segala yang kau butuhkan Layla, dan kau tak pernah menghargai itu sebagai bagian dari dirimu," kata Zhao Lee.

Layla merasa terpancing dengan pernyataan yang terlontar dari mulut Zhao Lee.

Layla juga tak mau kalah untuk melawan argumen dari sang Tuan.

"Lalu bagaimana dengan anda?!''

''Apa anda selama ini menghargai saya?!''

''Anda selalu bilang orang lain brengsek tapi anda tidak pernah menyadari bahwa anda juga seorang bajingan brengsek!!" ucap Layla.

Layla diam beberapa detik..

Mata tajamnya mengarah ke Zhao Lee.

Hampir ia mencengkram kerah kemeja Zhao Lee.

"Laki-laki macam apa anda?!"

"Laki-laki macam apa yang memaksa seorang wanita untuk menikah dengan cara yang tidak terhormat begini?!!" Imbuh Layla.

"Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadi masing-masing?!" timpalnya lagi.

Zhao Lee tersenyum tipis.

"Wah Layla, aku terkesan dengan keberanian mu. Aku akui kau adalah wanita yang pemberani melebihi perkiraan ku."

''Tapi memaksamu?''

"Pppffftttt."

Ia menutup mulutnya.

"Bwahahahahhaa."

Zhao Lee tertawa lepas.

"Lucu sekali."

"Bukankah kamu sendiri yang setuju untuk menjadi pelampiasan ku?"

"Kau sangat naif Layla, jujur saja kau juga menikmatinya kan?" kata Zhao Lee.

Lalu ia membelai rambut panjang Layla dengan aura yang mendominasi.

Tanpa aba-aba Zhao Lee menjambak rambut Layla dan menengadahkan wajahnya ke atas lalu mencium bibir Layla.

Layla memberontak kesakitan akibat perbuatan tangan Zhao Lee. Layla mencoba mendorong Zhao Lee menjauh darinya, namun cengkramannya begitu kuat.

Ia tak bisa meminta tolong ke siapapun karena di dalam rumah besar itu hanya ada Layla dan Zhao Lee.

Tak mau menyerah, Layla terus memberontak hingga akhirnya berhasil lepas lalu menampar keras pipi Zhao Lee, air mata ketakutan membasahi pipi. Tubuh Layla gemetar seolah berkata,

"Ku mohon jangan sakiti aku."

Layla mencoba mengancam agar sang Tuan mengurungkan niatnya.

Bibirnya bergetar menahan tangis..

Ia mencoba bersikap tegas.

"Saya rasa anda tidak perlu melakukan ini, Tuan. Jika anda nekat melakukan ini kepada saya. Saya akan laporkan anda ke polisi dengan laporan pelecehan seksual dan kekerasan seksual! Saya yakin saya akan menang gugatan dan meminta penghapusan hutang saya kepada anda!"

Denga tatapan yang dingin dan menusuk Zhao Lee membalas ancaman Layla begitu santai..

Zhao Lee tersenyum jahat.

"Iya silahkan saja, sayang. Aku akan membantu mu membuat bukti. Untuk Itu kita harus melakukan nya kan?"

Mengetahui gertakannya tidak berhasil. Layla buru-buru hendak kabur dari sana, namun Zhao Lee tidak ingin melepas Layla begitu saja.

Zhao Lee mengambil dasi dan mengikat tangan Layla, setelah puas mengganggu Layla.

Zhao Lee dengan entengnya memotong dasi seharga puluhan juta yang menyandra tangan Layla sejak tadi.

Sikapnya seolah mengejek Layla.

Seolah mengatakan bahwa dia takkan pernah memiliki kemampuan untuk membeli dasi yang di mata Zhao Lee hanyalah barang yang tak berharga.

Tapi lagi dan lagi bagai habis manis sepah di buang. Layla di tinggalkan begitu saja di ruangan itu, dia terduduk lelah di lantai yang dingin.

Zhao Lee melempar kemeja miliknya ke muka Layla.

"Pakai itu dan buang pakaian yang kamu pakai tadi. Pakaian itu sudah tidak pantas berada disini karena sudah tercemar aroma si brengsek itu. Kamu bisa ke kamar sendiri kan. Aku sibuk," ucap Zhao Lee.

Lalu ia melangkah pergi.

Layla mengangkat kepalanya...

Air mata masih menetes..

Tangannya mencengkram kemeja itu kuat-kuat

Mata tajamnya tak berubah sedikit pun saat mengarah ke Zhao Lee.

Layak diam beberapa detik..

Bibirnya bergetar...

''Kenapa anda tidak sekalian saja membuangku?! Bukankah anda tau aroma saya sudah bercampur dengan orang yang di panggil brengsek oleh anda," kata Layla.

Zhao Lee menghentikan langkahnya sebentar..

Membelakangi Layla..

Ia tersenyum tipis..

"Aku sudah membersihkan mu darinya lewat ritual tadi," ucap Zhao Lee.

Ia melangkahkan kakinya kembali dan semakin jauh meninggalkan Layla sendiri di sana.

Kali ini ancaman Layla bukan hanya gertakan semata, ia meraih tas dan mengambil ponsel didalamnya. Ia menelfon seseorang.

''Hallo Ben, bisa tolong jemput aku. Temui aku di gerbang belakang rumah," pinta Layla.

Tanpa mengindahkan perintah Zhao Lee, justru Layla mengemas pakaian-pakaian bekas tadi kedalam tas.

Ia lekas mengganti pakaiannya dengan pakaian bersih, lalu menemui Ben dan masuk mobil.

Mata Layla masih sembab.

Namun sorot matanya terlihat marah..

"Tolong ke rumah sakit," ucap Layla.

Tanpa banyak bertanya Ben langsung mengemudikan mobilnya ke tujuan yang di maksud.

Sepanjang perjalanan Layla hanya terdiam menatap luar kaca mobil. Aura gelap dan berat menyelimuti Layla, seolah mengucapkan bahwa ada sesuatu yang salah darinya.

Benedict melihat kedua tangan Layla yang memerah melingkar, ia tau itu bekas kekerasan yang di alami Layla, tapi Ben tak berani bertanya.

Ia lebih memilih menjaga mental Layla saat ini.

Setibanya di rumah sakit, dokter menjelaskan dengan tenang,

"Untung kamu datang sebelum membersihkan diri. Pemeriksaan ini penting untuk mendokumentasikan kondisi tubuhmu. Semua temuan medis akan kami catat dengan lengkap. Jika nanti kamu memutuskan melapor kepada pihak berwajib, dokumentasi ini dapat membantu proses hukum sesuai prosedur yang berlaku."

Layla mengangguk pelan.

"Baik, Dok. Terima kasih,'' ucap Layla.

Dokter itu kemudian menjelaskan bahwa seluruh hasil pemeriksaan akan disimpan dalam rekam medis rumah sakit, dan bila diperlukan untuk proses hukum, akan diterbitkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di koridor rumah sakit, Ben menunggu Layla yang sedang melakukan visum dengan perasaan khawatir.

Ia merasa iba atas kejadian yang di alami Layla.

Ben pun mengurungkan niatnya untuk membalas dendam kepada Zhao Lee menggunakan Layla. Sekarang ia tau Layla sebenarnya juga korban dari kegilaan yang di lakukan Zhao Lee.

Balas dendam Bennedict pun di mulai.

Ben mencari tau semua tentang Zhao Lee yang belum ia ketahui lewat seorang detektif swasta. Dia menemukan suatu yang mencurigakan. Semua aset Zhao Lee atas nama Layla, Ben tertawa dan tak percaya bahwa Zhao Lee benar-benar memanfaatkan nama Layla agar dirinya tak kena masalah hukum di kemudian hari.

"Dasar Brengsek. Trimakasih karena kau tidak berubah, Zhao Lee," gumam Bennedict.

Tanpa di ketahui Bennedict, Zhao Lee sebenarnya sengaja melakukan itu untuk menjebak dan menyingkirkan Bennedict untuk selamanya.

Ia menyewa detektif yang sama, menyuruh mereka untuk memberikan informasi kepada Bennedict yang sudah Zhao Lee siapkan.

Pertarungan sengit kembali terjadi dan siapakah yang akan menang kali ini?

****************

Ini novel pertama ku semoga kalian enjoy bacanya ya temen-temen.

Terimakasih yang udah dukung aku

semoga hidup kalian lancar jaya..❤️

Jangan lupa like, komen, share, gift juga boleh, kasih bintang juga boleh...☺️

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
haduh, aku tipe meleleh baca adegan begini😍
Europa.
ternyata Zhao Lee benar-benar jahat 😡😡
Europa.
jadi merinding aku jir /Toasted/
Europa.
lamarannya pemaksaan jir
Europa.
duhh Zhao Lee malah stecu dan gak mau bilang yang sebenarnya 🤭🤭
Europa.
waduhh sampai segitunya.
eh tapikan bakalan balik lagi duitnya dengan bentuk gaji🤭🤭
𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱 𝓻𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲
Aku sudah menduga ini
Yolanda
aduh ternodai mata ku mas
Yolanda
foto sudah menjelaskan 🗿
Mingyu gf😘
seharusnya kau bisa lebih lembut
Mingyu gf😘
perjanjian yang tidak adil
Mingyu gf😘
Tapi caramu salah zaolee,itu sama saja dengan plechan
Alia Chans
Layla karakter yang tegar banget, tapi orang sekitarnya, /Smug//Curse/
Mutia Kim🍑
Gimana nggak syok berat, Layla tiba-tiba di lamar begitu aja😭
RahmaYesi
Baru liat gitu aja udah bisa hilang marahnya ... gimana kalau.... 🤭
RahmaYesi
Nah kan Layla di omelin pak suami 🤣🤣
RahmaYesi
Loh, Layla kamu mau donor jantung kah???
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
kok aku merasa itu kerjaan laki-laki yang di tolong Layla ya
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
jangan bilang ini ulah laki-laki itu ya
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aku kalau jadi adek nya si layla mending putar balik sih. laki-laki tidak cuma itu saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!