NovelToon NovelToon
Beautiful Undead

Beautiful Undead

Status: tamat
Genre:Spiritual / Dunia Lain / Chicklit / Tamat
Popularitas:42.4k
Nilai: 5
Nama Author: KidOO

Setelah di tarik lagi dari gerbang kematian dan kembali hidup, Erika sadar jika dia telah berada di tempat yang berbeda dengan kota lamanya. Peradaban berbeda dengan orang-orang asing.

Carlin adalah penyebab utama kejadian aneh ini. Dia yang seorang Duke dengan kekuatan sihir yang hebat. Dia membawa jasad David dan Erika ke dunianya untuk menggantikan kehidupan dua orang sekaligus.

Dengan sosok yang sama dan identitas berbeda. Mampukah David dan Erika mengikuti ritme kehidupan baru mereka? Sementara jalan keluar belum pasti dapat mereka temukan, mengingat betapa kukuhnya Carlin membuat mereka bangun kembali dari kematian.

Dunia aneh dengan kerajaan dan orang-orangnya yang angkuh. Sebagai para remaja metropolitan, bisakah mereka bertahan di dunia antah berantah itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KidOO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Melihat kedatangan Erika dan Putra Mahkota Justin, David segera pergi untuk membuka gerbang ke rumah mereka dan membiarkan kedua kuda yang sedang di tunggangi Tuannya itu, masuk ke dalam halaman luas rumah tersebut.

"Astaga, lihat saja pakaian kalian. Sebenarnya kalian dari mana?" tanya David, begitu kedua orang tersebut turun dari kuda dan menyerahkan paling kuda mereka kepadanya.

Erika dengan tatapan kesal dan marah, sementara raut wajah Putra Mahkota Justin terlihat sangat masam yang terkesan bersalah.

Melihat situasi keduanya, tampaknya ada masalah yang terjadi di antara mereka saat perjalanan pulang.

Tapi entah masalah apa itu, karena David tidak bisa menebak permasalahan mereka.

David menghela napas panjang, dan menatap adik perempuannya dengan tatapan lekat nan lelah.

"Erika, pergilah masuk ke dalam dan mandi. Sementara Anda-" David mengalihkan pandangannya pada Putra Mahkota Justin yang tampak masam. "Tetaplah di sini untuk berbicara dengan saya."

Erika menghela napas kasar yang sederhana meninggalkan tempat tersebut. Meninggalkan dua orang lelaki yang memiliki kesan berbeda di hatinya.

David kembali menghela napas kasar dan berjalan ke arah kandang kuda untuk memasukkan kedua kuda milik Erika dan Putra Mahkota Justin ke tempatnya.

"Mari kita berbicara di sana, Yang Mulia." David membimbing langkah mereka mendekati sebuah pohon beringin besar yang tidak jauh dari rumah tersebut, dan membawa Putra Mahkota Justin untuk duduk di bawahnya.

"Katakanlah, apa yang membuat adik perempuanku sangat kesal saat memandang Anda, Yang Mulia. Saya perlu tahu alasannya, sebelum Anda meminta saya untuk membujuk gadis itu agar tidak marah lagi," ucap David, kembali menggelar napas lelah.

Putra Mahkota Justin mengeluarkan secarik kertas dari dalam jubah yang di kenakan dan memberikan benda tersebut kepada David.

David membuka kertas lusuh itu dengan hati-hati agar tidak sobek dan melihat potret Kaisar Kastara di dalamnya.

David mengurutkan keningnya dalam dan memandang Putra Mahkota Justin dengan tatapan bingung.

"Yang Mulia, kenapa Anda menunjukkan potret Yang Mulia Kaisar pada saya? Anda ingin memamerkan ketampanan ayah Anda?!" celetuk David, salah kaprah.

Putra Mahkota Justin menggelengkan kepalanya pelan dan menatap David dengan ekspresi masam.

"Jika saya mengatakan hal yang sebenarnya kepada Anda, apakah Anda akan marah kepada saya?" tanya Putra Mahkota Justin, sedikit berharap kalau David tidak akan menunjukkan sikap frontal seperti Erika.

Mendengar pertanyaan tidak masuk akal tersebut, David sudah memiliki feeling kalau memang terjadi sesuatu yang buruk di antara Putra Mahkota Justin dan adik perempuannya, Erika.

"Heemm ... mari kita dengarkan cerita Anda terlebih dahulu. Saya tidak bisa langsung menyimpulkan, apakah saya akan marah atau tidak sebelum mendengar ceritanya, kan?" David tersenyum lebar tapi terkesan tidak ikhlas dan menakutkan.

"Bisakah Anda menceritakan apa yang terjadi dengan lelaki ini sampai membuat adik perempuanku marah?" celetuk David, menunjuk potret kaisar yang ada di dalam genggamannya.

Putra Mahkota Justin menghela nafas kasar dan mulai bercerita tentang perjalanan mereka mencari keretakan di wilayah lain, sampai bertemu dengan para penduduk yang seakan menjadi kanibal dengan memakan sesamanya, tumbal untuk masa tenang di daerah perbatasan! Sampai akhirnya mereka menemukan fakta kalau penyihir yang membuat semua kekacauan di dunia ini adalah Kaisar sendiri.

"Bahkan dengan kedua kakinya, Kaisar yang disebut-sebut sebagai orang yang baik hati itu mengajarkan dunia?" tanya David, sedikit terkejut setelah mendengar cerita panjang dari mulut Putra Mahkota Justin tentang ayahnya.

"Benar, Tuan. Saya pun tidak menyangka tentang masalah ini. Tapi melihat reaksi para penduduk, sepertinya mereka juga tidak berbohong."

David melipat kedua tangannya di depan dada dan fokus menatap potret kaisar yang ada di depannya.

"Anda bilang kalau mereka terpengaruh hipnotis, bukan?" tanya David, membuat Putra Mahkota Justin menganggukkan kepalanya.

"Kalau begitu, bukankah seharusnya kalian juga berpikir tentang kemungkinan jika potret kaisar yang di berikan kepada kalian juga merupakan rekayasa dari hipnotis mereka? Para penyihir tidak akan berbuat bodoh dengan memberikan celah sebesar itu, agar kalian menemukan mereka dengan mudah."

Putra Mahkota Justin langsung terdiam setelah mendengar penjelasan tersebut. Itu penjelasan yang cukup masuk akal. Tapi kenapa dia tidak bisa memikirkan hal seperti itu di saat genting?

Melihat reaksi Putra Mahkota Justin yang begitu absurd, David terkekeh geli menertawakannya.

"Anda pasti bingung kenapa tidak bisa memikirkan hal itu, bukan?" David menghentikan tawanya dan melihat Erika yang berjalan mendekat dengan membawa sebuah nampan berisikan makan malam mereka.

Tempat di saat Erika berdiri di depan mereka sambil memberikan makan malam untuk keduanya, David pun berkata ....

"Bukankah sudah jelas? Kalau kalian merasa terlalu kecewa dan panik, sampai-sampai percaya begitu mudah dengan ritme permainan mereka yang memang cukup meyakinkan!" celetuk David, membuat Erika mendengus kasar.

Yah, tampaknya adik perempuan yang pandai ini sudah mengetahui kesalahannya, dengan langsung percaya oleh opsi yang disampaikan para penduduk tanpa mencari penjelasannya terlebih dahulu.

"Tapi untuk mencari siapa penyihir ini bukankah membutuhkan waktu terlalu lama?" ungkap David, memandang potret yang ada di dalam lembar kertas lusuh yang dia genggam dengan tatapan tajam. "Mungkin kita membutuhkan bantuan seseorang yang bisa melihat hati orang lain."

David menatap Erika dengan tatapan lurus.

Dan terlihat jelas, kalau Erika bisa menangkap sinyal dari kakak lelakinya dengan baik, sampai-sampai dia menunjukkan reaksi masam seperti sekarang ini.

"Jangan coba-coba melibatkan pangeran kegelapan, David! Aku tidak ingin berhutang begitu banyak kepadanya. Hahhh ... yang sekarang saya sudah membuatku pusing. Bagaimana bisa kamu menyarankan aku untuk menambah hutang budi itu pada lelaki menyeramkan itu lagi?!" celetuk Erika, menolak dengan tegas dan banyak alasannya pula.

"Wahhh ... padahal saya sudah cukup senang mendengar kakak ipar membutuhkan bantuan saya. Tapi bagaimana bisa calon istri saya menolaknya?" seorang lelaki bersurai merah mengkilap turun dari atas pohon beringin yang ada di atas mereka, dan bergabung dengan 3 orang tersebut di bawah.

David berdiri dan menunduk hormat selayaknya ksatria di depan rajanya.

"Saya memberikan hormat pada pangeran kegelapan, Alexander Demino," ungkap David, mendapat sambutan ramah dari Pangeran Alexander.

"Tidak perlu begitu sopan kepada calon adik iparmu, Kak! Aku jadi malu karena kamu memperlakukanku seperti para bangsawan yang lain. Tolong bersikaplah lebih san-"

Bletak!

David memukul kepala Pangeran Alexander dan membuat lelaki itu sampai setengah tertunduk.

Erika tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Pangeran Alexander yang begitu terkejut dengan pukulan dari David.

"Astaga, saya tidak menyangka kalau Anda langsung memukul saya, Tuan David! Bukan seperti ini sikap santai yang saya maksud," ucap Pangeran Alexander, berusaha kuat menahan rasa kesal yang bergejolak di dalam dadanya.

Bahkan senyuman mengerikan sudah di tunjukkan oleh Pangeran Alexander kepada David. Namun sayangnya, lawan bicaranya tidak takut dan membalasnya dengan senyuman serupa.

"Bukankah Anda yang meminta saya untuk bersikap lebih santai kepada Anda?" David mengulas senyuman semakin lebar.

"Kalau tidak ingin dipukul! Bersikaplah yang wajar seperti seorang bangsawan terhormat. Mana ada bangsawan yang naik ke pohon dan menguping pembicaraan orang lain?! Dasar lelaki tidak sopan!" pekik David, terlihat jelas kalau dia sedang memarahi Pangeran Alexander selayaknya seorang kakak kepada adik.

Di sisi lain, Putra Mahkota Justin hanya terdiam dan melihat interaksi ketiga orang di depannya dengan tatapan bengong.

"Wa-waahhh ... bagaimana bisa Tuan David dan Nona Erika memperlakukan pangeran kegelapan dengan sangat tidak sopan seperti itu?" Putra Mahkota Justin menggelengkan kepalanya ampun. "Astaga, dua orang ini benar-benar tidak memiliki sopan santun!" pekiknya dalam hati.

1
Di Elva
wow.. keren 💥
Ririn Santi
cerita yg seru
Ririn Santi
thanks ya thor💝💝💝
Hulk
Nulis sesuai dengan gaya kakak aja biar ga pusing~
moon struck traveller
lanjut semngat menulis karya karya mu thorr sehat sll😍😘
isntit darling
Thor makasih karena sudah berkarya!! Aku suka! Lanjutkan Thor!
Girl Moon Maker
mantep ceritanya kk😉. update gila"an dong KK😁 sayangnya cerita bagus kayak gini pembacanya dikit😥
alien
yeyy isekaiii
indigosparkle
Terima kasih author...stelah baca chapter ini saya dapat ilmu baru lagi mantap.....
Ririn Santi
teenyata mahkluk kurcaci pun diperbudak
Kekasih Dropper
lanjut thor... smg author sll d berikan kesehatan... biar cepet bikin lanjutan nga lg.. udh baper tanggung nih
Winda Utami
Like and comment dulu, ntar lanjut bacanya. Semangat nulis!
Ririn Santi
ditunggu kelanjutannya ya thor
oliveandjune
mantap betul ni novel.. kapan up lg thor... thor klo bisa tiap chapter di kasih judul thor biar kita bisa lebih mudah memahami tentang crita di tiap chapter
Nety Andriani
tetap semangat kak..aku mendukungmu..
Nefertari Atika
Komentar pertama dapat ape nih
Nefertari Atika
yeye iskei
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!