NovelToon NovelToon
Presdir Kejam Dan Istrinya

Presdir Kejam Dan Istrinya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: OppaSuga26

BEBAS PROMO

Ibuku pernah merusak rumah tangga seseorang dan pergi meninggalkan ayahku, dia lebih memilih melanjutkan hidup bersama selingkuhan nya itu.

Ternyata wanita yang bunuh diri karena ulah ibuku adalah ibu angkat suamiku. Sebelum bunuh diri wanita itu sempat menjadi gila, itulah kenapa presdir ini selalu menyiksaku di dalam istana mewahnya.

Akankah Andin harus menerima siksaan dari suaminya terus menerus? Ataukah takdir berbaik hati menciptakan kebahagiaan setelah ini?

Hanya kisah ciptaan, tak berniat menyinggung atau mencela pihak manapun. Authorinstagram : @sofiatus.gans

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OppaSuga26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maaf

VOTEEEE

Hans tak membiarkan orang orang nya membawa Andin turun, dia menggendong tubuh kecil itu menuruni anak tangga bahkan sampai masuk ke dalam mobil.

Dia memandangi wajah Andin yang terlihat cantik ketika ia tak sadarkan.

*Andin, maaf, setelah perlawanan mu dengan koma, aku ingin sekali meminta maaf, hanya saja tak bisa.. aku tak se-tangguh kamu.. juga tak seberani kamu.. perlahan rasa penyesalan ini terus menusuk dan membuat aku mencintaimu.. aku tak akan mengulangi kesalahan sama yang kedua kali, kamu memang gadis baik, Andin..

Matanya tertutup, ia kembali membuka matanya seiring dengan helaan nafas memanggil ketenangan.

🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵

Seseorang membuka pintu apartemen Ezila, disana Ezila sedang menonton tv dan Ayah angkat Hans membaca surat kabar.

"Siapa itu!" Teriak Ezila spontan secara bersama dengan ayah angkat Hans melihat ke arah pintu.

"Aku" Jawab Hans dengan santai nya.

"Kk.. kamu?" Ezila sudah mengenali Hans dari matanya.

"Siapa kamu?" Tanya Ezila dengan nada tingginya dan itu terdengar sedikit getar karena Ezila masih berpura-pura tak kenal.

Plak plak

Hans bertepuk tangan tak panjang, hanya dua kali dia mengisyaratkan agar para orang orangnya membawa masuk sesuatu.

Disana kedua tangan Andin sudah diikat di belakang sandaran kursi, matanya masih tertutup, ia tak sadarkan.

"Lihat"

"Siapa dia?" Tanya Ayah angkat Hans ketika ia menatap Andin yang ada di kursi.

"Kamu tak akan mengenali nya, tanyakan pada istrimu soal hal ini, hngg! aku ingin lihat bagaimana dia akan menjawab"

Tak ditawarkan untuk duduk pun tak membuat Hans sungkan untuk duduk di sofa tunggal ketika Ayah angkat nya berdiri dan mencoba meraih wajah Andin.

"Tak ada yang menawarkan mu duduk disini!, kenapa kamu begitu lancang!" Nada tinggi Ezila ketika berbicara menghentikan langkah Ayah angkat Hans.

"Sayang, siapa gadis ini?" Tanya nya penuh kelembutan.

Wajah Ezila berubah menjadi panik yang tertahan.

"Aku.. aku tak tahu, aku tak pernah bertemu dengan orang itu"

Melihat wajah istrinya yang tiba-tiba aneh membuat Ayah Hans bertanya "Sayang, kenapa kamu gugup begitu?"

"Tidak sayang, tidak.."

"Aaisshh!" Hans geram dan berdiri.

"Jangan berpura-pura lagi! kamu terlalu naif hingga dibohongi sampai sekarang!, aku merasa kasihan.. bagaimana jika aku memberi tahu kepada mu?"

Hans tersenyum sinis.

"Bukankah dia putri mu, Ezila?"

Mata Ezila terbuka lebar ketika Hans mengatakan itu.

Tak ingin suaminya percaya pada perkataan Hans, Ezila membantah itu dengan suara lebih keras dari pada Hans.

"Aku tak pernah melahirkan!"

Ezila semakin panik, ia merangkul lengan suaminya.

"Sayang, aku tak punya seorang anakpun, mantan suamiku tidak sempurna, kamu tahu jelas akan itu kan sayang.."

Ayah angkat Hans malah tersenyum dan mengelus lembut wajah Ezila.

"Aku percaya padamu, sayang. Bagaimana orang asing bisa masuk ke apartemen kita?"

*Orang asing?? apa laki-laki ini sudah lupa?, dia putra nya..

"Bagaimana kamu bisa mengelak!, dia putri mu!"

Hans beranjak dan mengangkat kepala Andin yang tertunduk dari dagu nya.

"Lihat!, lihat wajahnya! apa kamu sudah lupa dengan dia!" Hans teriak, dia kehilangan kesabaran ketika Ezila mengelak dengan kalimat seperti itu, benar-benar tak masuk akal.

"Dengar ini, aku benar-benar tak mempunyai anak, dan gadis yang kamu bawa mungkin saja hanya gadis dari bar yang tak sadarkan diri, jadi berhenti menanyai kami soal itu!"

Ezila tak melepaskan rangkulan nya.

"Sayang, suruh mereka pergi, aku butuh istirahat yang tenang.." Manja Ezila.

"Aku.. hiks hiks hiks bukan putri mu? bukan anakmu?" Andin membuka matanya, ia sudah cukup menutup matanya mendengar setiap perkataan ibunya.

Bukan Hans saja yang terkejut, Ezila dan suaminya juga begitu ketika Andin membuka matanya dan ikut angkat bicara.

"Ibu... kamu... hiks hiks"

"Aku dengar semua, aku hanya menutup mataku, ibu tahu, aku merindukan ibu selama ini.."

*Sial, kenapa Andin bisa bangun? ini akan semakin rumit

Andin kembali tertunduk, beberapa air mata dari tangisnya jatuh mengenai rok nya.

"Tak ada kah selembar saja memori di otak mu tentang ku, ibu?"

"Aku bukan ibu mu! aku tak pernah melahirkan anak! hentikan permainan kalian dan keluar lah dari sini!"

Hans tetap terdiam di sana bahkan saat Ezila dan suaminya naik ke atas.

Orang orang Hans membawa Andin ke dalam mobil, tak lama setelah diam disana, Hans masuk, dia masih diam dengan wajah datar nya.

Andin masih menangis dan tak mengeluarkan sebaris kalimat pun dari mulut kecilnya.

🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵

Di dalam kamar Hans pagi ini, Velly sudah berangkat keliling bersama teman teman nya, mata Andin terlihat lebam, saat ini ia tengah membenarkan dasi Hans.

"Kamu sudah tau aku bukan putri nya, lalu kenapa aku masih disini?" Nadanya bicara Andin terdengar sangat tak bersemangat.

Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Hans membuat Andin melanjutkan kalimatnya.

"Selama ini aku adalah pelampiasan ketika kamu tak dapat menemukan ibuku, sekarang dia mengatakan aku bukan putrinya... ayahku juga tak salah apapun, bisakah jika kamu melepaskan ayahku?"

Air matanya kembali menetes, tak kuasa melanjutkan kalimatnya, Andin harus tertunduk.

"Aku terus dimarahi dan dihukum karena ibuku.. apa kamu akan menyesal jika aku yang diam saja selama ini bukan putri nya?"

Andin mengerutkan alisnya dan menutup matanya ketika sesak kembali memenuhi dadanya. Di sana terputar jelas bagaimana dirinya terdahulu yang begitu bahagia, satu persatu memori itu muncul dan membawa hanyut Andin kedalam nya.

"Kalau begitu lepaskan aku dari pernikahan ini, biarkan aku kembali bersama ayahku.."

Andin menyatukan telapak tangan dan menyatukan kesepuluh jemari nya memohon kepada Hans dengan isak tangisnya.

"Aku mohon.. aku juga ingin kembali ke kehidupan ku, biarkan aku kembali bahagia.."

Hans memilih diam, dia tak sanggup melihat Andin yang begitu rapuh di depan matanya, Hans hanya bisa membuang pandangannya.

Mendengar kalimat akhir itu Hans menarik nafas dalam dalam seolah ia harus mengatakan nya sekarang.

Dia memeluk Andin erat.

"Andin, jadilah istriku, sepenuhnya jadilah istriku.." Bisik Hans di telinga Andin lirih.

"Aku akan menjaga mu.. aku akan menyayangimu.. aku tak akan mengulangi hal yang sama kepadamu.."

Hans menangis dan membasahi bahu Andin.

"Aku selalu menjadi istrimu, kamu saja yang terlalu egois hingga tak melihat itu" Ucap Andin pelan.

"Jangan meninggalkan ku, aku tahu aku memang tak bisa di maafkan, tapi jika aku mendapat kesempatan aku akan menjaga mu.. Andin hiks hiks hiks"

"Aku memaafkan mu, asal kamu tak akan mengulangi nya lagi.. jika aku tak memaafkan mu lalu apa bedanya antara aku dan kamu?"

Andin melepaskan pelukan itu perlahan dan turun dari kursi kecil yang ia naiki tadi.

"Berjanji lah.." Andin mengajukan jari kelingking nya, sementara tangan satunya menghapus air mata.

Melihat istrinya menjulurkan jari kelingking, Hans yang matanya masih basah tersenyum dan memeluk Andin.

"Semudah itu kah Andin?"

"Memaafkan itu mudah, melupakan bekas nya yang sulit" Andin menjawab dengan lembut tetapi tak membalas pelukan itu.

--------------------

BERSAMBUNG...

1
Siti Aminah
seru thor....smga makin seru ke part berikut ny
Siti Aminah
masih nyimàk...
Nova Fitriyanti
jijik gw
DumaWati Panjaitan
semangat ya sukses selalu
DumaWati Panjaitan
lanjut
Sri Wahyuni
lululila🤭😂😂😂
Yansri Harwita
masak iya istri menerima saja anak suami dari i kekasih ny tanpa ada perlawanan, gk masuk akal sih menurut ku, andin terlalu sabar dan hans gk pantas utk di jadikan panutan, masak iya kalah sama seorang vivian, percuma dong orang kaya tapi begitu aj nurut, kalau aku jadi andin, aku gk akan terima
Syafa Marwah
sedih baca kisahnya andin..
senja
kkta ktanya kya gmna gtu.. ..
Sibollo
mulai cemburu tu andin🤭
Sibollo
ko 2x
Sibollo
andin blum bsa menjelaskan semua Alvin bersabarlah
Sibollo
lanjut
Sibollo
sbar andi
Sibollo
Ya Allah bukan salah andin eehh di kenah karmax😣🥺
Sibollo
sabar yaa andin
Ryegar sormin channel
ya
Nelli Susilawati
next
Rinaa
😍
Rohayati Aye
hhhm mulai ngartiiii😂😂😂 jngn kejam" nti ky novel"yg lain.ujung"nya buciiin😉😉😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!