Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.
Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.
Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!
Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.
Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi
Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!
"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jam Kelima, Kebangkitan Jenderal Tanpa Kepala
BUMMM!
Hantaman keras menggetarkan seluruh persendian Lin Huang saat tubuh tegapnya mendarat di lantai batu Altar Utama. Berkat Fisik Perunggu Kuno Fase 2 Kesempurnaan, kejatuhan dari ketinggian puluhan meter itu hanya meninggalkan retakan melingkar di bawah pijakan kakinya tanpa mencederai tulangnya.
Di sampingnya, Ye Qingyue turun dengan jauh lebih anggun. Gaun biru langitnya berkibar pelan, menahan momentum jatuh menggunakan sisa-sisa energi esnya yang kini telah stabil.
Begitu debu runtuhan mereda, pemandangan di sekeliling mereka langsung membuat atmosfer menjadi mencekam. Ruangan tempat mereka mendarat adalah sebuah altar kuno berbentuk oktagon yang teramat luas. Di sekeliling altar, ribuan tengkorak dan tulang belulang manusia berserakan, tertimbun di bawah lapisan debu setebal beberapa sentimeter. Mereka adalah para kultivator kuno yang tewas mencoba menaklukkan tempat ini ribuan tahun lalu.
BZZZZT!
Di dalam pergelangan tangan kiri Lin Huang, tato jam pasir merah darah kembali berdenyut, memuntahkan kabut hitam yang langsung membentuk rangkaian teks digital di dalam kesadarannya.
[00:59:59]
[00:59:58]
[Tugas Berantai Kelima telah dipicu!]
[Deskripsi: Anda telah memasuki 'Altar Pengorbanan Xing Tian'. Penjaga utama makam, Jenderal Xing Tian Tanpa Kepala, telah terbangun akibat resonansi darah dewa.]
[Tugas: Bertahan hidup dari amukan Jenderal Xing Tian Tanpa Kepala (Monster Tingkat 4 / Setara Ranah Inti Emas Puncak) dan rebut 'Kunci Emas Segel Altar' yang tertanam di dadanya sebelum waktu habis!]
[Hukuman: Gagal merebut kunci dalam batas waktu \= Altar akan dikunci permanen, sistem memicu penghancuran jantung instan!]
"Monster Tingkat 4... Inti Emas Puncak?!" Lin Huang membelalakkan matanya, mengumpat kasar di dalam hati.
Selama ini, lawan terkuat yang dia hadapi hanyalah Tuan Besar Gao yang berada di Ranah Inti Emas tingkat rendah, itu pun dia harus bertarung habis-habisan menggunakan hitungan mundur maut. Sekarang, sistem justru menyuruhnya menghadapi monster yang selangkah lagi menyentuh Ranah Jiwa Baru (Nascent Soul).
RUMBLEEEE!!!
Di tengah-tengah altar, sebuah peti mati batu raksasa yang dililit oleh rantai besi berkarat tiba-tiba meledak hancur menjadi jutaan serpihan batu. Dari balik kepulan debu tebal, sebuah sosok raksasa setinggi lima meter melangkah keluar dengan lambat namun penuh tekanan.
Sosok itu mengenakan zirah perang hitam legam yang dipenuhi oleh karat darah kering. Yang mengerikan, makhluk itu tidak memiliki kepala di atas bahunya. Sebagai gantinya, sepasang mata merah menyala tumbuh di dadanya, dan sebuah mulut besar penuh taring tajam robek di bagian perutnya. Tangan kanannya memegang sebuah kapak perang raksasa berukuran tiga meter yang memancarkan aura pemotong ruang yang sangat pekat.
Dialah Jenderal Xing Tian Tanpa Kepala.
ROOOAAARRR!!!
Suara raungan menggelegar keluar dari mulut di perutnya, menciptakan gelombang kejut suara yang teramat dahsyat hingga meruntuhkan langit-langit batu di sekeliling altar.
"Lin Huang, mundur! Mahkluk ini bukan sesuatu yang bisa kau lawan dengan kultivasimu saat ini!" Ye Qingyue melangkah ke depan Lin Huang, wajah cantiknya dipenuhi oleh kewaspadaan tingkat tinggi. Sinar perak di matanya menyala terang, siap melepaskan sisa energi esnya yang berisiko untuk membekukan jenderal raksasa tersebut.
"Dewi Ye, jika kau memaksakan kekuatanmu lagi, segel jiwamu di Alam Atas akan mendeteksi tempat ini dan menghancurkanmu!" Lin Huang menarik bahu Ye Qingyue ke belakangnya dengan kasar, menyeringai tebal menantang maut dengan mata merah menyala. "Ingat, aku adalah suamimu di dunia fana ini. Menghadapi monster kasar seperti ini... adalah tugas seorang pria!"
Boom!
Lin Huang tidak menunggu jawaban dari sang Dewi. Dengan menggunakan Langkah Bayangan Langit (Fase 1), tubuh tegapnya berubah menjadi bayangan kabur yang melesat melintasi tumpukan tulang belulang, menerjang langsung ke arah kaki kanan Jenderal Xing Tian.
"Niat Pedang Menyatu dengan Tubuh—Tebasan Pembelah Langit!" Lin Huang berteriak gila. Dia menyatukan seluruh Qi murni di tangan kanannya, membentuk bilah cahaya perak raksasa yang langsung menebas ke arah urat nadi di pergelangan kaki sang Jenderal.
CRANG!!!
Suara benturan logam yang teramat nyaring bergaung. Tebasan pedang energinya hanya meninggalkan goresan putih tipis di zirah hitam Jenderal Xing Tian, bahkan tidak mampu membuatnya mundur satu langkah pun.
Wusss!
Jenderal Xing Tian mendongak—atau lebih tepatnya, sepasang mata di dadanya mengunci posisi Lin Huang. Dengan kecepatan yang tidak masuk akal untuk ukuran tubuh raksasanya, dia mengayunkan kapak perang besarnya dari samping secara horizontal.
"Sialan!" Lin Huang menyipitkan mata. Karena tidak bisa menghindar di udara, dia terpaksa menyilangkan kedua lengan perunggunya di depan dada untuk menahan hantaman kapak tersebut.
BOOOMMM!!!
Hantaman kapak raksasa itu terasa seperti sebuah gunung yang ditabrakkan ke tubuh Lin Huang. Fisik Perunggu Kuno Fase 2 miliknya langsung retak, mengeluarkan cipratan darah emas. Tubuh tegap Lin Huang terbang lurus ke belakang bagai peluru kendali, menghantam pilar granit altar hingga hancur lebur sebelum akhirnya jatuh berguling di atas tumpukan tulang.
"Ugh... Hah..." Lin Huang memuntahkan seteguk darah segar yang kental. Rasa sakit meremas seluruh organ dalamnya, membuat penglihatannya sempat menjadi gelap. Kekuatan Inti Emas Puncak benar-benar terlalu destruktif untuk seorang kultivator Ranah Kondensasi Qi.
"Lin Huang!" Ye Qingyue berteriak, matanya memancarkan kepanikan yang belum pernah terjadi sepanjang hidupnya. Dia tidak lagi memedulikan risiko segel jiwanya. Tangan indahnya membentuk segel es dengan kecepatan kilat.
"Hukum Es Abadi—Rantai Pembeku Jiwa!"
KREEEEKKK—!
Lapisan es biru yang teramat tebal dan murni meledak dari bawah kaki Jenderal Xing Tian, merambat naik dengan cepat dan membekukan kedua kaki raksasanya hingga ke pinggang, mengunci pergerakannya secara absolut di atas altar.
"Manusia bodoh, serang dadanya sekarang! Aku hanya bisa menahannya selama lima detik!" Ye Qingyue berteriak keras, wajahnya memucat karena memaksakan energi esnya melampaui batas fana.
[00:00:05]
[00:00:04]
Melihat hitungan mundur internal yang tersisa lima detik akibat kritisnya situasi, kegilaan sejati seorang anti-hero meledak sepenuhnya di dalam otak Lin Huang.
"Langkah Bayangan Langit—Lompatan Kilat!"
Boom!
Menggunakan sisa-sisa Qi terakhir di Dantian-nya, Lin Huang meledakkan momentum fisiknya dari atas reruntuhan pilar. Tubuhnya melesat maju bagai kilatan cahaya perunggu murni, melompati kepala kelelawar dan runtuhan batu, mengarah langsung ke dada Jenderal Xing Tian yang terkunci es.
Di tengah dadanya, tepat di antara sepasang mata merah menyala, sebuah kunci emas kuno berukir lambang matahari tampak tertanam sedalam beberapa sentimeter ke dalam zirahnya.
ROOOAAARRR!!!
Jenderal Xing Tian meraung murka, mencoba mengayunkan kapak perangnya untuk menghancurkan Lin Huang, namun gerakan lengannya sedikit terlambat akibat belenggu es milik Ye Qingyue.
Tepat di detik kedua terakhir [00:00:02], Lin Huang berhasil menjangkau dada raksasa tersebut. Tangan kirinya yang dilapisi oleh Fisik Perunggu Kesempurnaan melesat maju seperti cakar naga, menembus zirah berkarat dan mencengkeram erat batang kunci emas tersebut.
"Bawa kemari, Bangsat!" Lin Huang meraung dengan mata merah padam penuh kegilaan sejati. Dengan satu sentakan tangan yang mengerahkan seluruh berat tubuh dan otot fisiknya, dia menarik paksa kunci emas itu keluar dari dada Jenderal Xing Tian.
KRAAAKKK—!
Kunci emas berhasil direnggut! Bersamaan dengan tercabutnya kunci tersebut, pendaran cahaya merah di sepasang mata dadanya seketika padam. Tubuh raksasa Jenderal Xing Tian Tanpa Kepala langsung kehilangan seluruh energinya, retak di ribuan tempat, sebelum akhirnya runtuh hancur menjadi seonggok debu hitam yang berhamburan di atas altar.
[Tugas Berantai Kelima Selesai Sempurna!]
[Keberhasilan 100%. Anda telah bertahan dari amukan Jenderal Xing Tian dan merebut Kunci Emas Segel Altar.]
[Sinkronisasi Hadiah Berhasil: 'Cairan Sumber Kehidupan Kuno' telah dimasukkan ke dalam inventaris jiwa Anda!]
Lin Huang jatuh berlutut di atas tumpukan debu hitam, napasnya memburu dengan sangat hebat hingga dadanya naik turun dengan ekstrem. Kunci emas di tangan kirinya memancarkan kehangatan yang aneh, namun luka-luka di tubuhnya terlalu parah hingga dia tidak mampu lagi berdiri.
Sebelum tubuhnya ambruk pingsan, sepasang lengan yang sedingin salju namun teramat lembut kembali menangkap tubuhnya dengan sigap, membawa kehangatan yang menenangkan di tengah kegelapan makam kuno yang kian pekat. Ujian berikutnya telah menanti di balik gerbang yang terkunci.