NovelToon NovelToon
THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Thriller / Mata-mata/Agen
Popularitas:86.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes

Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.

Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.

Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.

Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.

Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.

Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.

Siapakah agen tersebut?

Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perburuan Belum Usai

Mikhail membisu beberapa saat. Sikapnya masih terlihat tenang meski pikirannya tengah membandingkan cerita Arman dan Priya. Tentu saja dia lebih memercayai Priya.

Mikhail sudah mengenal Arman sejak lama. Pria itu ambisius dan terkadang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

“Sayang sekali dia sudah pergi. Tidak lama setelah menemani Alina menjalani perawatan, dokter Priya pamit. Dia bilang mau menemui bagian HRD rumah sakit ini. Setelah itu, aku tidak melihatnya lagi.”

“Benarkah? Aah … sayang sekali. Padahal aku punya penawaran untuknya.”

“Maaf aku tidak bisa banyak membantu,” ujar Mikhail seraya bangkit dari duduknya. “Aku harus segera pergi, Alina sudah menungguku.”

“Ya, tentu saja. Maaf sudah mengganggu waktumu.”

“Tidak apa. Aku permisi.”

Mikhail segera pamit. Dengan langkah panjang dia meninggalkan lobi.

Arman masih terpaku di tempatnya. Dia terus memandangi punggung Mikhail yang beranjak menjauh.

“Apa Anda mempercayai perkataan Tuan Mikhail, Pak?” tanya asisten Arman, Viktor.

“Tentu saja tidak. Hubungi Lilia, kirimkan foto Priya padanya. Jika Mikhail pulang membawa wanita itu, segera laporkan.”

“Baik.”

Dengan cepat Viktor menghubungi Lilia. Wanita itu adalah salah satu anak buah Arman. Dia ditugaskan menyusup ke kediaman Mikhail sebagai pegawai di sana.

Tujuannya tentu saja untuk memata-matai pergerakan Mikhail. Arman memang tidak pernah benar-benar memercayai rekan bisnisnya itu.

Selesai menghubungi Lilia, Viktor segera menyusul Arman yang sudah lebih dulu meninggalkan lobi.

Sergio yang sudah berada di rumah sakit juga tidak menemukan keberadaan Priya. Menurut informasi yang didapatnya dari staf rumah sakit, Mikhail sudah pulang bersama anaknya. Mereka juga tidak menyadari keberadaan Priya.

Sergio bergegas menuju basement. Matanya menyapu sekeliling. Area di mana Mikhail memarkir kendaraan merupakan area buta alias tidak tertangkap kamera CCTV. Pria itu berkeliling hingga menemukan area parkir khusus tamu eksekutif.

Pria itu kemudian menghubungi temannya di kepolisian untuk menanyakan pemilik mobil yang terparkir tepat di depan area parkir eksekutif. Sergio menyebutkan nomor plat mobil berjenis SUV tersebut.

Hanya butuh waktu lima menit, dia sudah berhasil mendapatkan nama dan nomor telepon sang pemilik.

Tanpa membuang waktu, Sergio segera menghubungi pemilik mobil. Lima menit berselang, sang pemilik mobil mendatangi Sergio di basement. Pria itu langsung memperlihatkan tanda pengenal kepolisian yang biasa digunakannya jika sedang menjalankan tugas rahasia.

“Mohon maaf sudah mengganggu waktunya. Apa mobil Anda memiliki kamera dasbor?”

“Ya.”

“Apa saya boleh melihat rekaman kamera dasbor Anda?”

“Tentu saja.”

Sang pemilik mobil segera mengajak Sergio menuju mobilnya kemudian memutarkan rekaman kamera dasbor.

Sergio tersenyum tipis ketika sosok Priya tertangkap kamera dasbor menaiki mobil milik Mikhail. Sekarang jejak wanita itu sudah berhasil ditemukan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sergio pun memutuskan kembali ke safe house.

***

Mobil yang ditumpangi Priya melaju dengan kecepatan sedang. Mata wanita itu terus memandangi jalan yang dilewatinya melalui jendela samping. Kendaraan yang membawanya sekarang sudah memasuki area perbukitan.

Anton, sang pengemudi, adalah asisten setia Mikhail. Pria itu mengambil jalur kiri saat sudah memasuki perbukitan Raven.

Mansion yang dimiliki Mikhail memang berada di perbukitan yang sama seperti safe house yang dipilih Sergio.

Mansion Blackwood yang menjadi tempat tinggal Mikhail, hanya berjarak sepuluh kilometer saja dari safe house.

Kedua properti tersebut dihubungkan oleh jalan aspal dua jalur yang membelah perbukitan, tetapi dipisahkan oleh beberapa lembah dan hutan pinus sehingga tidak saling terlihat.

Mobil terus melaju melewati jalan berkelok yang mengikuti kontur bukit sebelum berakhir di gerbang utama.

Petugas keamanan yang berjaga di pos dekat pintu gerbang langsung menekan remote pembuka pagar otomatis begitu melihat mobil milik Mikhail mendekat. Kendaraan itu terus melaju hingga seratus meter ke depan sampai akhirnya berhenti tepat di depan teras.

Priya langsung terpukau begitu keluar dari mobil. Bangunan megah di depannya ini terlihat berdiri dengan kokoh. Arsitektur bergaya Eropa abad pertengahan membuat mansion ini terasa begitu berkelas. Jelas sekali kalau Mikhail bukanlah orang sembarangan.

Mikhail segera mengajak Priya memasuki mansionnya.

Sekali lagi dokter spesialis anak itu dibuat kagum dengan interior rumah. Dia seperti memasuki rumah bangsawan di abad pertengahan.

Pilar-pilar tinggi nan kokoh yang menopang bangunan terlihat begitu kokoh. Belum lagi furniture yang digunakan mengusung gaya klasik.

Melihat kedatangan Mikhail, semua asisten rumah tangga langsung berkumpul di ruang tengah, dipimpin oleh Daria Mirova. Wanita berusia lima puluh tahunan itu adalah kepala pelayan di mansion ini.

Empat pelayan berdiri berjejer menyambut kedatangan Mikhail, dan di antara mereka ada Lilia, anak buah Arman yang sengaja disisipkan bekerja di rumah ini untuk memata-matai pergerakan pengacara terkenal itu.

“Daria, ini dokter Priya Kapoor. Mulai sekarang dia akan tinggal di sini,” Mikhail memperkenalkan Priya pada kepala pelayannya. “Dokter Priya akan bertanggung jawab atas kesehatan Alina. Semua yang berhubungan dengan Alina harus melalui persetujuan dokter Priya.”

“Baik, Tuan.”

Mikhail melhat pada deretan pelayan yang berdiri di depannya. Hanya ada empat orang termasuk Daria.

“Di mana Vera?”

“Vera sudah mengundurkan diri, Tuan. Dia harus kembali ke rumah orang tuanya. Ibunya sakit keras dan tidak ada yang mengurusnya.”

“Kalau begitu, cari orang baru untuk menggantikan tugasnya.”

“Baik, Tuan. Dan satu lagi, Tuan. Kita juga membutuhkan tukang kebun baru.”

“Kamu atur saja.”

Daria mengangguk paham. Semua urusan rumah tangga di mansion ini menjadi tanggung jawabnya sejak istri Mikhail meninggal empat tahun lalu.

Sejak sang nyonya rumah meninggal, keceriaan di rumah ini ikut menghilang. Mikhail juga jadi jarang tersenyum. Dia lebih banyak menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan.

“Dokter Priya, silakan ikuti saya,” ajak Daria.

Daria bantu membawakan koper milik Priya. Wanita itu kemudian mengajak sang dokter ke lantai dua. Sebelum kembali, Mikhail sudah memerintahkan dirinya menyiapkan kamar untuk Priya. Kamar wanita itu berada tepat di samping kamar Alina.

Begitu Mikhail masuk ke kamarnya, para pelayan pun kembali ke tugasnya masing-masing.

Lilia bergegas menuju kamar miliknya. Dia langsung mengambil ponselnya yang disimpan di lemari. Wanita itu menekan tombol satu cukup lama yang langsung mengubungkannya pada Viktor. Tak lama kemudian terdengar suara asisten Arman tersebut.

“Halo.”

“Tuan Mikhail baru saja kembali. Dia datang bersama seorang dokter bernama Priya Kapoor,” lapor Lilia.

“Tunggu instruksi selanjutnya.”

“Baik.”

Begitu panggilan berakhir, Lilia kembali meletakkan ponsel di tempat semula. Dia keluar dari kamar dan bergabung dengan rekannya yang lain.

***

Di safe house, Kenzo mengadakan rapat kecil dengan timnya untuk membahas soal Priya. Diketahui dokter spesialis anak itu sekarang berada di rumah Mikhail.

“Kediaman Mikhail tidak jauh dari sini, hanya sepuluh kilometer saja jaraknya. Posisinya lebih di atas lagi.”

“Bagaimana pengamanan di sana?” tanya Kenzo.

“Cukup ketat. Dia itu pengacara ternama dan terbaik di Verentis. Kliennya orang penting semua. Bahkan firma hukumnya banyak menangani klien korporat besar. Salah satunya adalah Vexion Pharma Global.”

“Apa jangan-jangan dia sengaja menampung dokter Priya atas permintaan Arman?”

“Aku pikir tidak. Anak Mikhail menderita asma akut. Pasien darurat di pesawat adalah anaknya. Pasti alasan Mikhail membawa Priya pasti karena anaknya. Apalagi Priya adalah dokter spesialis anak.”

“Hmm … masuk akal. Tapi tetap saja kita harus mengeluarkan dia dari sana atau setidaknya memastikan dokter itu aman dari jangkauan Arman.”

Diskusi mereka terinterupsi ketika ponsel Kenzo bergetar. Armin baru saja mengirimkan informasi tentang Mikhail.

Usai berbicara dengan Mikhail, Daria bergerak cepat mencari pelayan dan tukang kebun untuk di mansion. Armin yang sedang menyelidiki tentang Mikhail berhasil mendapatkan informasi dari media sosial Daria.

“Sepertinya aku tahu bagaimana cara masuk ke sana,” celetuk Kenzo usai membaca informasi dari Armin.

“Bagaimana?” tanya Sergio dan Hector kompak.

“Saat ini mereka sedang mencari seorang pelayan wanita dan tukang kebun. Aku bisa melamar sebagai tukang kebun di sana.”

“Bagaimana dengan pelayannya?” tanya Sergio.

“Aku saja!” sebuah suara terdengar dari arah pintu.

***

Siapa tuh yang nyamber?

1
Carlina Carlina
nnti ky nya janda nya arman sm mikhail nih🤭🤭😂😂 roman " nya sih author kan baik hati dan tdk sombong🤭🤭😂😂😂🤗🤗🤗🤗
Carlina Carlina
ayuuu maria hancur kan si arman,ga usah kecintaan sm cwok ky ,si arman g tau diri,aku mendukung mu maria🤭😂😂😂
Carlina Carlina
yessss senang nya aku,kebusukan arman sdh mulai munncul👍👍🤗🤗
Euis Sri
jreng jreng jreng,.😅
Yofa Meisya
Suparman memang harus dibasmi 😂😂 ayo Maria tunjukkan kekuatan mu 💪💪
Hary Nengsih
wah makin seru nih
Teti Usmayanti
rasakan km arman, membangunkan macan tidur. jgn2 main sama istri sah, di lawan habis km. bantai arman sampe tumbang kl perlu sampe terkeok2. kami mendukungmu maria, go go go maria. semangat 💪💪💪
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
biarin Bun jangan di peringatkan si Arman....biar tau rasa....sdh saatnya kena karma dia 😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
yuupp lebih cepat bertindak lebih bagus Maria ✊🏻✊🏻✊🏻✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
bagus Maria....hancurkan Arman seperti dia menghancurkan kepercayaanmu dan mengkhianati pernikahan.....untuk apa lelaki itu di pertahankan....gk ada untungnya juga buat kamu Maria.....mumpung masih muda buang aja Arman.....cari pengganti yg lebih segalanya dari dia/Determined//Determined//Determined/
choowie
boleh juga tuh
choowie
Tina suamimu menggombal 😅
choowie
wooow sampe punya anak lho
Nani Rahayu
waduh mana diitengah laut lg
Ria alia
Waduh awas jngn sampe jantungan 🤭
dewi rofiqoh
Jangan bengek duluan pak Alfredo! Urus dulu menantumu yang selingkuh dan membuat virus pembunuh
Hasnawati Hasna
waduhhh jangan sampai alfredo mati sesak nafas ya mak'e 🤣🤣
Ayuk Witanto
waduh gawat...jangan di matiin dulu mak.ntar Mikhail bisa jadi tersangka
Safitri Agus
shock dia, semoga gak pingsan 🤭
Eka Burjo
hayoooo loooo jantungan kaaan🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!