Eileria pelayan istana Eldorado, tidak sengaja masuk ke ruangan terlarang di mana Pangeran kejam terbaring selama hampir 11 tahun.
Karena kecerobohannya itu, Eileria tanpa sadar membangunkan pangeran tersebut, dari tidur panjangnya.
" ....Bagaimana ini, kenapa aku bisa memasuki ruangan ini? " Eileria dengan bingung bertanya-tanya.
Saat itu juga, pedang dengan bilah tajam, dengan cepat mengarah ke lehernya.
Suara lelaki yang sedikit serak, dan dingin tiba-tiba terdengar di telinga Eileria.
" ......Jadi, kau yang telah membuatku terbangun dari tidur nyenyak ku?......
Suaranya yang dingin, dan terkesan mengancam membuat Eileria tidak bisa bersuara.
Eileria menoleh ke belakang, matanya membelalak menangkap seorang pria dengan mata biru menyala, garis rahang yang sedikit tajam, bulu mata yang lentik, dan rambut sedikit berantakan.
Eileria terdiam melihat sosok tersebut.
" ........ "
" .....Seharusnya kau tidak melakukan itu....
" Karena itu bisa membuat nyawamu menghilang.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang pengomen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 31
Hylos membawa anak panah sesuai dengan perintah Callisto.
" Yang mulia, panah yang anda minta. " Ucap Hylos seraya memberikan panah yang Callisto minta.
Callisto mengambil panah itu, dan memperlihatkan panah tersebut kepada Lark.
" Lihat ini baik-baik. " Ucap Callisto seraya memperlihatkan panah itu.
Panah itu berwarna hitam, di ujungnya memiliki ukiran khusus berwarna abu-abu.
Lark terus memperhatikan panah tersebut dengan wajah serius.
" Apa saya boleh memegangnya? " Tanya Lark.
" Silahkan. " Jawab Callisto seraya memberikan panah tersebut.
Lark mulai mengambil anak panah itu, dan dia memperhatikannya secara detail.
" Bagaimana? " Tanya Callisto.
Lark dengan serius menjawab pertanyaan Callisto.
" Ini memang benar panah yang saya buat. " Ucap Lark terlihat jujur.
" Apa kau tahu siapa yang memesan panah ini? " Tanya Callisto.
" .....Panah itu sudah lama di buat, anda bisa lihat dari ukirannya. Jadi, saya sudah lupa siapa orangnya. " Jawab Lark apa adanya.
" Apa kau yakin tidak ingat sama sekali? Atau kau ingat dengan ukiran yang ada di panah ini? " Tanya Callisto.
Lark terdiam sementara, kemudian dirinya menjawab dengan nada sedikit ragu.
" Jika saya tidak salah ingat, ukiran ini hampir sama dengan lambang Kedai arak yang ada di ibu kota. " Jawab Lark.
" Kedai? Apa maksudmu kedai yang paling ramai di datangi oleh rakyat Eldorado? " Tanya Callisto.
" Ya, yang mulia. Saya sering berkunjung ke kedai itu karena makanan dan araknya. Saya sering memperhatikan setiap sudut ruangan, dan saya melihat ukiran itu berada didinding kedai. " Lark menjawab.
" Kedai tempat Eileria berada.....Itu satu-satunya kedai yang banyak di datangi rakyat Eldorado. " Gumam Hylos.
" Apa kau yakin? Ukiran ini mirip dengan ukiran yang ada di kedai itu? " Tanya Callisto.
" Saya bersumpah yang mulia. " Jawab Lark yakin.
Callisto terdiam, pikirannya sedikit kacau, terutama ini menyangkut dengan pelayan pribadinya.
| Kedai itu tempat di mana wanita itu bekerja? apa mungkin dia salah satu orang yang ingin membunuhku? | Callisto bertanya-tanya.
" Cukup, aku harus memastikan sesuatu. " Ucap Callisto.
Callisto berdiri dari duduknya.
" Hylos, pergi ke kedai yang di maksud sekarang! " Perintah Callisto
" Saya mengerti. " Jawab Hylos patuh.
Callisto tanpa basa basi pergi ke kedai yang di maksud oleh Lark.
...----------------...
Pasar Ibu kota malam hari.
Hari itu pasar lumayan ramai, banyak penjual yang masih mendagangkan dagangan mereka.
Lalu, di sisi lain ada Eileria yang berjalan sempoyongan di antara kerumunan orang.
" Hic...Euuuhhhhhhh....sialan kau Alvin! Kepalaku rasanya berputar-putar....." Oceh Eileria dengan jalan yang buruk.
Eileria terlalu banyak minum dengan Alvin, hingga membuatnya mabuk dan berjalan dengan buruk.
Tidak hanya sempoyongan, Eileria juga banyak mengutuk orang, apalagi Callisto.
" Hic-cup...Nasibku sudah buruk, dan ini semakin buruk!!!!....
" Ini semua—Hic-
" Karena Callisto!!!!....." Teriak Eileria.
Teriakannya membuat pengunjung pasar meliriknya dengan mata kaget dan takut.
" Ada apa dengan anak muda itu. " Bisik wanita di sebalah Eileria.
" Kenapa kau menatap ku seperti itu! " Teriak Eileria.
" Dasar pemabuk! " Ucap wanita itu kesal seraya pergi.
Eileria berjalan lagi, dengab buruk, dia pun masih mengoceh.
" .....Hic-cup...
" Malas....
" Malas.....
" Aaahhhhhhhkkkkkk!!!!!!!
" Aku malas! Memasak! berpura-pura polos! dan tidak tahu apa-apa!....
" Aku ingin memegang busur panah, anak panah.....
" Mengupas kentang, bawang, dan hal lainnya. Itu membuatku bosan..... " Oceh Eileria.
" Kapan ini akan berakhir? "
Eileria terus mengoceh, dia pun sesekali memuntahkan minuman yang dia minum.
...----------------...
BERSAMBUNG....
kapan Thor lanjutannya 💪👋
aku menunggumu Thor🥰😊