NovelToon NovelToon
Akulah Sang Pemakan Takdir

Akulah Sang Pemakan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Action / Sistem / Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Di hari ketika seluruh mimpinya hancur, Lin Yuan divonis memiliki Akar Roh Rusak Total dan diusir dari Sekte Awan Langit.

Tunangannya meninggalkannya, sahabat menjauhinya, dan musuh-musuhnya memilih membunuhnya agar tak menyisakan ancaman.
Namun di ambang kematian, sebuah sistem kuno terbangun.

**Sistem Pemakan Takdir.**

Selama mampu mengalahkan lawannya, Lin Yuan dapat melahap takdir, bakat, keberuntungan, bahkan kesempatan hidup mereka untuk menjadi miliknya.

Sejak malam itu, seorang "sampah" yang ditertawakan seluruh dunia mulai menapaki jalan yang belum pernah dilalui siapa pun.

Jika langit menolak memberinya takdir...
Maka ia akan memakan takdir langit itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Gadis di Jendela

Api putih di dalam Lentera Jiwa kembali bergetar hebat, seolah merasakan adanya ancaman yang sangat besar.

Setitik warna hitam di ujung nyalanya perlahan mulai membesar, mengancam untuk menelan seluruh cahaya putih yang suci.

Lin Yuan tetap berdiri diam tanpa bergerak, tatapannya tertuju lurus pada gadis kecil di jendela.

Gadis itu masih tersenyum lembut ke arahnya, namun senyuman itu justru terasa sangat menakutkan di kota yang mati.

Suasana kembali menjadi sangat sunyi tanpa adanya suara angin ataupun suara langkah kaki yang terdengar di sekitar.

Seolah seluruh Kota Para Pewaris sedang menahan napasnya, menunggu apa yang akan dilakukan oleh sang pewaris baru.

Gadis kecil itu perlahan mengangkat tangan kanannya dengan gerakan yang sangat pelan dan juga terlihat sangat lembut.

Lalu dia melambaikan tangannya kepada Lin Yuan, seakan sedang menyambut kedatangan tamu yang telah lama dia nantikan.

Lin Yuan tidak membalas lambaian tersebut karena pengalamannya mengajarkan bahwa ketenangan sering kali menyimpan bahaya yang besar.

Semakin tenang keadaan di sekitarnya, maka semakin besar pula kewaspadaan yang harus dia miliki di dalam hatinya.

Suara sistem segera bergema di dalam kepalanya, memberikan laporan mengenai hasil analisis terhadap sosok gadis kecil tersebut.

[Naluri Tempur aktif! Tidak ditemukan niat membunuh dari target, namun harap tetap waspada!]

[Perhatian! Ancaman sesungguhnya tidak selalu berasal dari permusuhan fisik yang nyata!]

Lin Yuan sedikit mengernyitkan dahinya saat membaca peringatan sistem yang terasa sangat ambigu dan penuh misteri.

Kalau memang bukan niat membunuh, lalu apa yang sebenarnya membuat api di dalam Lentera Jiwa bereaksi sangat hebat?

Perlahan, dia mengangkat Pecahan Kenangan Jiwa yang memancarkan cahaya putih hangat ke arah sosok gadis di jendela.

Begitu cahaya tersebut mengenai tubuh gadis kecil itu, senyum lembut di wajahnya perlahan mulai memudar dengan sangat cepat.

Tatapan kosongnya berubah sedikit demi sedikit, menyingkapkan adanya rasa kesedihan yang sangat mendalam di balik matanya.

Namun hal itu hanya berlangsung sesaat saja sebelum akhirnya senyuman paksa kembali muncul di wajah pucat milik gadis itu.

Seolah ada kekuatan misterius yang sedang memaksanya untuk terus tersenyum meskipun hatinya sedang merasa sangat menderita.

Lin Yuan menangkap perubahan kecil tersebut dengan sangat jeli. "Ada sesuatu yang tidak beres di sini," bisiknya.

Tanpa sadar dia mengaktifkan Mata Takdir selama sekejap saja untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi sekarang.

Dunia di hadapannya berubah menjadi lautan benang Takdir, namun dia tidak melihat adanya benang emas di tubuh gadis.

Sebagai gantinya, puluhan benang hitam pekat melilit erat tubuh gadis kecil itu hingga ke bagian leher dan kakinya.

Benang-benang tersebut memanjang hingga ke langit merah yang gelap, seolah sedang dikendalikan oleh sesuatu yang berada sangat jauh.

Lin Yuan segera mematikan Mata Takdir karena keningnya mulai dipenuhi oleh keringat dingin akibat melihat pemandangan mengerikan tersebut.

Benang hitam itu mengingatkannya kembali pada kabut hitam yang berada di dada Pewaris Ketujuh yang dia temui sebelumnya.

Saat itulah, gadis kecil itu mulai membuka mulutnya perlahan, suaranya terdengar sangat pelan namun jelas di tengah keheningan.

"Kakak... apakah kau benar-benar bisa melihat keberadaanku di tempat yang sangat sunyi ini?" tanyanya dengan nada suara lirih.

Lin Yuan tidak langsung memberikan jawaban, dia lebih memilih untuk memperhatikan setiap detail gerakan dari gadis kecil tersebut.

Tatapan mata, helaan napas, hingga sorot matanya yang terlihat sangat alami namun menyimpan sejuta misteri yang sangat dalam.

Tetapi puluhan benang hitam yang melilit tubuhnya tadi terus terbayang di dalam pikiran Lin Yuan dengan sangat jelas.

Pecahan Kenangan Jiwa tiba-tiba menghangat, dan sebuah kalimat kuno muncul sesaat di permukaan kristal bening yang dia pegang.

"Jangan pernah percaya pada mata sebelum kau benar-benar memahami apa yang ada di dalam hati yang sesungguhnya."

Kalimat itu menghilang secepat kemunculannya, namun Lin Yuan segera teringat kembali pada pesan penting dari sang Pewaris Kedelapan.

Tatapan Lin Yuan kembali menjadi tenang dan jernih, dia telah mengambil keputusan besar mengenai apa yang harus dilakukannya.

Dia tidak akan langsung percaya begitu saja, namun dia juga tidak akan langsung menyerang sosok yang terlihat lemah.

Dengan nada suara yang sangat tenang, dia akhirnya memberikan jawaban atas pertanyaan dari gadis kecil yang misterius tersebut.

"Aku benar-benar bisa melihatmu," ucapnya. Tubuh gadis kecil itu seketika bergetar hebat saat mendengar jawaban dari Lin Yuan.

Senyuman paksa di wajahnya perlahan memudar sepenuhnya, dan untuk pertama kalinya sepasang matanya memperlihatkan emosi yang sangat nyata.

Air mata bening mengalir perlahan di pipinya yang pucat, sementara tangannya menggenggam erat boneka kain usang di pelukannya.

Bibir kecilnya bergetar hebat saat dia mencoba untuk berbicara kembali. "Kalau begitu... tolong selamatkan aku dari sini."

Belum sempat Lin Yuan bertanya lebih lanjut, boneka kain di pelukan gadis itu tiba-tiba mulai mengangkat kepalanya sendiri perlahan.

Sepasang mata boneka yang semula terjahit sangat rapat kini perlahan mulai terbuka, menyingkapkan adanya titik cahaya merah dingin.

Di dalam rongga matanya menyala dua titik api merah yang sangat mengerikan, menatap lurus ke arah posisi Lin Yuan.

Mata merah milik boneka kain itu berkedip pelan sebanyak dua kali, lalu lehernya berputar ke arah Lin Yuan.

Suasana yang semula sunyi kini berubah menjadi semakin mencekam, sementara api putih di dalam Lentera Jiwa bergoyang sangat hebat.

Setitik warna hitam di ujung nyala apinya perlahan mulai membesar, namun untungnya belum sepenuhnya menelan seluruh cahaya putih.

Lin Yuan tetap berdiri tegak dengan tenang, pedang besinya masih tersimpan rapi di punggung tanpa ada niat mencabutnya.

Naluri Tempur terus bekerja keras mengamati setiap perubahan kecil yang terjadi pada sosok gadis kecil dan juga bonekanya.

Suara sistem kembali terdengar di dalam kepalanya, memberikan laporan analisis terbaru mengenai target yang berada di depan matanya.

[Menganalisis target... Target utama: Gadis kecil. Status: Tidak menunjukkan niat membunuh sedikit pun!]

[Target kedua: Boneka kain. Status: Analisis terganggu! Peringatan! Terdeteksi Energi Takdir Tercemar yang sangat kuat!]

Tatapan Lin Yuan langsung berubah menjadi sangat tajam saat menyadari bahwa bahaya sesungguhnya berasal dari boneka kain tersebut.

Boneka kain itu perlahan mulai membuka mulutnya yang robek, suaranya terdengar sangat serak seperti gesekan dua buah batu besar.

"Pewaris... akhirnya saat yang aku tunggu-tunggu telah datang juga," ucap boneka itu dengan nada suara yang sangat mengerikan.

Gadis kecil itu segera memeluk boneka tersebut lebih erat lagi sambil terus menangis tersedu-sedu karena merasa sangat takut.

"Tidak... tolong jangan bicara lagi... aku mohon diamlah!" teriaknya. Namun boneka itu justru tertawa pelan menanggapi teriakan tersebut.

"Hehehe... tidak ada gunanya lagi kau memohon kepadaku, karena dia sudah melihat keberadaan kita yang sebenarnya di sini."

Lin Yuan memperhatikan perdebatan antara gadis dan boneka tersebut tanpa menyela sedikit pun untuk mencari tahu kebenaran aslinya.

Dia menyadari bahwa setiap kali boneka itu berbicara, benang-benang hitam yang melilit tubuh gadis kecil itu akan semakin mengencang.

Sebaliknya, saat gadis itu menangis karena rasa sedih, benang-benang hitam tersebut terlihat sedikit mengendur dari tubuh kecilnya tersebut.

Pecahan Kenangan Jiwa di tangan Lin Yuan tiba-tiba memancarkan cahaya, dan sebuah bayangan singkat melintas di dalam benaknya.

Dia melihat seorang anak perempuan yang tertawa riang di jalanan kota sambil memeluk boneka kain yang sama persis.

Kemudian langit berubah menjadi merah darah, jeritan ketakutan memenuhi seluruh kota, dan boneka itu perlahan diselimuti kabut hitam.

Bayangan tersebut lenyap seketika, dan Lin Yuan menarik napas pelan untuk menenangkan pikirannya yang sempat terganggu oleh penglihatan.

"Itu adalah potongan kenangan masa lalu," bisiknya. Dia kini memiliki dugaan kuat bahwa boneka itu adalah sumber pencemaran.

Lin Yuan melangkah satu langkah maju ke depan dengan tatapan yang sangat tenang ke arah sosok boneka kain.

"Kau sebenarnya tidak ingin menyakiti gadis kecil ini, bukan?" tanyanya. Boneka itu tertawa jauh lebih keras daripada sebelumnya.

"Aku? Menyakitinya? Justru akulah yang selama ini telah menjaganya agar tetap bertahan hidup di dunia yang sudah mati."

Tatapan merahnya menyala semakin terang benderang. "Kalau bukan karena kekuatanku, dia pasti sudah lama menghilang dari dunia ini."

Lin Yuan menggelengkan kepalanya perlahan menanggapi ucapan boneka tersebut. "Menjaga seseorang bukan berarti kau harus mengikat dan mengendalikannya."

Begitu kalimat itu terucap, seluruh tubuh boneka tiba-tiba bergetar hebat seolah kata-kata Lin Yuan telah menusuk inti jiwanya.

Gadis kecil itu menangis semakin keras mendengar perdebatan tersebut. "Kakak... aku sudah merasa sangat capek sekali berada di sini."

"Sudah sangat lama aku tidak bisa memejamkan mata untuk tidur dengan tenang tanpa adanya gangguan dari siapa pun."

Hati Lin Yuan sedikit bergetar mendengar keluhan tulus dari gadis kecil tersebut, namun pikirannya tetap harus tetap jernih sekarang.

Dia kembali mengingat pesan penting dari Pewaris Kedelapan untuk tidak pernah percaya pada apa yang hanya terlihat oleh mata.

Dia mengangkat Pecahan Kenangan Jiwa yang bersinar lembut, menyelimuti wajah pucat milik gadis kecil itu dengan cahaya putih hangat.

Untuk sesaat, benang-benang hitam di tubuhnya mulai memudar, namun hal itu justru membuat boneka kain tersebut menjerit sangat marah.

"Tidak! Kau tidak boleh membiarkannya mengingat masa lalu!" teriak boneka itu sambil mengeluarkan kabut hitam dari seluruh tubuh kainnya.

BOOOM! Puluhan benang hitam melesat ke segala arah, dan seluruh jendela di Balai Pertukaran mendadak terbuka secara bersamaan.

Di balik setiap jendela yang terbuka, muncul sosok-sosok manusia pucat dengan mata kosong yang menatap lurus ke arah Lin Yuan.

Pria, wanita, anak-anak, hingga orang tua semuanya berdiri membisu dengan tubuh yang dililit oleh benang-benang hitam yang sama.

Perlahan, semua kepala mereka menoleh serempak ke arah Lin Yuan, dan dengan suara yang sama mereka mengucapkan satu kalimat.

"Tolong... bebaskanlah kami semua dari penderitaan yang sangat panjang ini," ucap mereka dengan nada suara yang sangat memilukan hati.

Pada saat yang sama, jauh di puncak menara tertinggi Kota Para Pewaris, sosok Pewaris Ketujuh perlahan mulai membuka matanya.

Senyumnya menghilang dan tatapannya menembus seluruh kota. "Jadi, kau akhirnya memilih untuk mengambil jalan yang sangat sulit itu."

Dia bangkit dari singgasananya, sementara kabut hitam di rongga dadanya berdenyut semakin kuat seiring dengan kemarahan yang mulai tumbuh.

"Kalau begitu, biarkan aku melihat apakah hatimu cukup kuat untuk menyelamatkan mereka semua dari takdir yang sangat kejam."

........

Bersambung...

1
Hadi Hadi
😍😍😍💪💪💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
bunuh
Hadi Hadi
bantai 💪
nanonano
bab mengulang lagi
nanonano: ada 2 bab yang mengulang thor. judul bab beda tp isi sama dengan bab sebelumnya
total 2 replies
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪
Otna Forever: Makasih, sehat selalu 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!