NovelToon NovelToon
Bloody Crown

Bloody Crown

Status: sedang berlangsung
Genre:Patahhati / Balas Dendam / Aliansi Pernikahan / Romansa Fantasi
Popularitas:96.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rethob

Tentang jeritan dan kesakitan karna kehilangan.

Tentang darah dan air mata karna kematian.

Tentang kesakitan dan kematian yang membanjiri istana Rembrantd.

Tentang jatuhnya kerajaan Francia.

Tentang tenggelamnya seluruh hati Castalarox ke dalam lubang hitam terdalam.

Lubang hitam kemarahan, kebencian, dan dendam.

****

Putri Mahkota kerjaan Francia, menerima kehormatan tahtanya dalam kehancuran dan kepedihan.

Putri Mahkota Francesca, memakai mahkota berdarah di atas kepalanya dengan kebencian dan dendam yang sudah menghitamkan hatinya.

Dan tentang,

Seluruh Castalarox, yang harus berjuang dengan hati menghitam penuh dengan dendam mereka.

Mereka, yang akan melakukan apapun dan akan mengorbakan apa saja untuk menyelamatkan semuanya. Bahkan jika mereka harus menukar seluruh kemenangan, dengan harga diri dan nyawa mereka sendiri.

----

>>>Di sarankan membaca behind the castle dan Marrying the Prince terlebih dahulu, agar lebih bisa mengikuti cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rethob, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BC 32

...*******...

Hari yang di tunggu telah tiba. Hari di mana, semua tamu undangan sudah memenuhi tenda-tenda penonton. Baik itu di tenda untuk tamu-tamu spesial, atau pun tenda-tenda untuk tamu bangsawan biasa. Bahkan di bagian lapangan lain yang tidak memiliki tenda dan kursi, tempat para rakyat biasa yang ingin menonton acara, lebih penuh dari tempat-tempat lain

Di sebelah kanan lapangan yang di beri batas tali, seluruh pemanah peserta sedang bersiap dengan busur dan anak panah mereka.

Sinar matahari yang bersinar terik tapi juga menyenangkan, semakin memacu semangat para peserta dari semua kalangan.

Keramaian masih terjadi memenuhi seluruh lapangan. Para gentlman dari Francia, Bosnia, dan beberapa kerajaan tamu masih sibuk dalam obrolan mereka. Mereka membicarakan Francia, taruhan pacuan kuda, dan... Ratu Francia yang sedang mencari pendampingnya.

Sedangkan para ladies, juga tidak kalah sibuknya dalam obrolan mereka. Mereka membicakan cuaca, saling memuji gaun, perhiasan, tatanan rambut, riasan, dan... para pria.

Ada tiga nama yang selalu laris manis menjadi bahan pembicaraan dari balik kipas para ladies. Pembicaraan yang di ucapakan dengan malu-malu, dan juga terkesan genit.

Tidak lama, dua orang pria yang ada di obrolan laris manis mereka datang dengan langkah gontai

Ryes masuk ke lapangan sambil menggendong busur di punggungnya dan memegangi tabung anak panahnya. Sedangakn Ferdinand, masuk dengan wajah semeringah sambil memegangi busur dan tabung anak panahnya

Keramaian yang terjadi, semakin menjadi dengan kedatangan seorang lagi.

Regan. Pria lain yang menjadi bahan perbincangan ladies datang memasuki lapangan dengan wajah santai bersama Summer yang memunjukan wajah tertekan.

Tangannya terus melingkar dengan tangan Summer yang terus menggamit sikutnya dengan enggan. Lalu mulai mengambil kursi di tenda spesial yang sudah di siapkan untuk mereka

"HER MAJESTY RATU FRANCESCA TIBA!"

Seruan seorang kesatria langsung merebut segala perhatian. Kaki mereka langsung berdiri dari kursi dengan arah pandang mereka yang langsung menuju ke arah kedatangan langkah Francesca bersama dua orang pelayan yang mengekorinya. Para pelayan yang memegangi jubah gaun yang menyapu tanah, terus mereka pegangi agar tidak menyentuh tanah.

Di bawah sinar matahari. Di atas tumpukan rambut pekatnya yang di tata indah. Tiara berbaru rubi yang di selipkan Francesca di rambut hitamnya berkilau indah.

Gaun berwarna merah dengan jubah berwarna merah gelap yang di kenakannya tampak sangat cocok dengan karakter wajahnya yang datar, dingin, tegas, tapi juga sangat cantik.

Dengan dagu terangkat tinggi, tangan yang bertaut anggun di depan perut, tidak adanya guratan raut wajah, sorot mata abu-abu indahnya yang dingin, kulit wajah pucat indahnya langsung berkilau merona di bawah terpaan panas terik matahari cerah

Sempurna...

Satu kata untuk menggambarkan Ratu Francia mereka. Ratu mereka yang terlihat dan terdengar sangat sempurna. Baik itu untuk di lihat, mendengar tentanganya, ataupun hanya sekedar untuk merasakan kehadirannya

Yang membuat rakyat biasa Francia tidak bisa menahan rasa bangga mereka. Mereka mulai bertepuk tangan untuk menyambut Ratu mereka yang sedang menuju ke tenda tempat kursi tahtanya di letakkan. Sedangkan para bangsawan Francia, para gentelemen langsung membungkuk dalam dan para ladies langsung menarik sisi gaun mereka sambil menunduk dalam.

Mendapatkan sambutan penuh kesopanan dan rasa bangga dari rakyatnya, membuat dada Francesca menghangat, tapi juga, berdesir nyeri

Karna dirinya merasa... Semua ini belum menjadi waktunya untuk menerima semuanya.... Francesca merasa segala keagungan ini belum cocok untuk dirinya miliki...

Belum. Ini semua masih milik ayahnya... Dan dirinya sangat membenci fakta jika ayahnya, telah tiada dan mungkin sebentar lagi akan di lupakan begitu saja.

"Selamat pagi para ladies dan gentlemen. Selamat pagi rakyat Francia yang sangat ku sayangi dan para tamu kerajaan asing yang aku hormati. Selamat datang di acara festival ini, dan terimakasih atas kehadirannya" Francesca menjedah untuk menatap semua wajah di kursi penonton. "Aku tidak ingin banyak berbasa basi lagi. Aturan dalam perburuan masih sama, kemenangan dengan menghitung berapa besar dan banyak hewan yang bisa kalian tahlukkan" Kepala Francesca menoleh pada para peserta berburu yang sudah menaruh seluruh perhatian pada dirinya. "Tapi... untuk tahun ini aku mempuanyai pengecualian"

Ucapan Francesca langsung membuat wajah-wajah di sana tampak penasaran dan menunggu kelanjutan ucapannya. Termasuk Ryes yang kali ini sudah menaikkan satu alisnya saat tatapan Francesca bertubrukan dengan tatapannya. Lalu, kedua mata abu-abu itu langsung melengos untuk kembali menatap ke depan.

"Jika kalian ingin mendapatkan hadiahnya. Aku juga begitu"

Setelah Francesca berucap. Seseorang bertubuh besar dan berwajah sangar langsung masuk ke tengah lapangan dan menghadap ke arah undakan tangga tempat Francesca berdiri. Punggung besarnya langsung membungkuk sopan yang langsung di berikan anggukan singkat Francesca.

(Yang nungguin Edward. Kira2 kyk gini yg ada di gambaran eike guys... kalian bebas ngayal sendiri)

"Dia adalah orangku untuk merebut hadiah utama yang juga kalian kejar" Dengan anggun, Francesca mulai mendaratkan bokongnya ke atas kursi. Kepalanya kembali menoleh ke arah kanan tempat para peserta berkumpul. Arah pandangnya, menatap Ryes yang sudah menatapnya tanpa berkedip dengan bibir yang sudah tertarik separuh ke atas "Good luck! and enjoy your game, gentleman!"

Pria Francesca hari ini, Edward, langsung masuk ke garis pembatas para peserta saat sudah mendengar aba-aba Francesca.

Bisik-bisik pelan mulai para penonton dan peserta lakukan dengan sangat sopan dan hati-hati. Yang membuat sebelah sudut bibit Francesca tertarik ke atas. Karna mereka, pasti sedang membicarakan apakah ada kemungkinan para peserta bisa memenangkan hadiah utama?

Sedangkan Ferdinand, sudah menatap Francesca dengan wajah merengut kesal. Sialan! apa-apaan ini Frans...???

Pria yang sudah menjadi pion Francesca untuk merebut kemenangan hadiah hanya menyeringi pada Ferdinand, lalu berucap

"Halo... Your Highness"

"Diam kau Ed! apa-apaan ini hah?"

"Hhmm.. belum memulai tapi anda sudah mencium aroma kekalahan ya?"

Setelah berucap, Edward terbahak. Yang membuat semangat para peserta lain yang mengenal Edward, langsung menciut.

Ryes dan dan Francesca masih saling melempar tatapan mereka. Kedua bola mata abu-abu berbias hijuanya terlihat lebih hijau di bawah sinar matahari. Kedua bola mata sebiru langit berbias pucat Ryes, mengkilap membara di bawah sinar matahari.

Tatapan melempar tantangan yang di berikan Francesca langsung di sambut baik oleh Ryes dari tatapannya. Mulut Ryes terbuka mengatakan sesuatu tanpa suara. Yang membuat Francesca langsung melengos karna mengerti bahasa mulut yang di ucapkan Ryes.

Melihat penolakan Francesca, Ryes mengulum senyumnya sambil memeriksa tabung anak panahnya. Mengabaikan Edward dan Ferdinand yang sudah menatapnya dengan tatapan penuh selidik.

Waktu terus berjalan. Aba-aba tanda di mulainya perburuan sudah di mulai dengan suara gong.

Para peserta mulai keluar dari garis pembatas untuk di arahkan pada hutan lebat di belakang istana. Mereka siap untuk menuju ke tempat perburuan.

Sorak sorai menyemangati mulai memenuhi penjuru segala sisi lapangan. Para pria bangsawan bertepuk tangan, para ladies bersorak anggun. Dan para rakyat, tampak lebih hidup dan menarik minat Francesca.

Raut wajah mereka sangat cerah, penuh semangat, dan harapan. Mata-mata mereka yang bisa di tangkap Francesca tampak berbinar bahagia. Inilah... pasti pemandangan ini yang membuat ayahnnya selalu mengatakan jika rakyat kecil adalah segala-galanya bagi Francia. Pasti gambaran seperti ini yang membuat ayahnya sanggup untuk mengorbankan segalanya untuk Francia.

Kedua tangan Francesca yang bertaut di depan perutnya mengerat saat mengingat setiap didikan George dan ayahnya sebagai pemimpin teratas mata rantai status di Francia. Dan saat itulah, arah pandangnya kembali bertabrakan dengan arah pandang Ryes. Tapi, kali ini Francesca tidak membuang tatapannya. Kedua bola mata abu-abunya menatap Ryes dengan lekat yang membuat Ryes hanya bisa tertengun sesaat.

Tertengun karna kilapan kedua mata abu-abu berbias hijau Francesca berhasil membakar semangatnya dengan sangat membara.

Terlebih, saat mulut Francesca terbuka, mengatakan ucapan 'terimakasih' tanpa suara dari bibir ranumnya. Ucapan yang di katakan Francesca untuk membalas ucapan Ryes tadi. Ucapan tanpa suara yang mengatakan jika dirinya cantik.

Para peserta sudah mulai melewati lapangan untuk masuk kedalam hutan. Ferdinand menatap sekilas seorang wanita yang sudah tersenyum sambil meneriakkan namanya dengan anggun, Delana.

Sedangkan Summer, yang bisa mendengar teriakan anggun wanita tua itu, langsung mendengus kasar dengan raut wajah yang tampak menahan jijik

Melihat raut wajah Summer, Regan terkekeh sambil merapikan juntaian rambut Summer yang sudah rapih.

"Berhentilah menyentuhku Regan"

"Jika menciummu boleh?"

Summer memutar bola matanya dengan malas. iuuhh!! jijik sekali everybody...!!!

--000--

Di dalam hutan, Edward terus menempeli Ferdinand yang terus mencoba menjauh dari jalannya.

Merasa mulai muak, akhirnya Ferdinand memuntahkan kekesalannya.

"Pergilah Ed. Kenapa kau terus mengikutiku?"

Satu alis Edward menukik.

"Percaya diri sekali anda Your Highness..."

Dengusan kasar Ferdinand langsung membuat Edward terkekeh geli.

"Baiklah.. aku pergi.. hati-hati Your Highness"

"Ck! kau pikir aku masih berusia sepuluh tahun hah?"

Dengan langkah yang sudah memutar, Edward berucap pelan

"Anda selalu menjadi kesatria kecil kesayangan saya Your Highness"

Ferdinand bergindik jijik.

"Anak-anak pantatmu Ed! mana ada anak-anak yang bisa menghasilkan anak"

Setelah berucap, Ferdinand semakin masuk ke dalam hutan yang tampak berwarna orange. Menunjukkan jika musim panas sudah di penghujung dan sebentar lagi, musim gugur akan tiba.

Di sisi lain, Ryes sedang duduk santai di tempatnya sambil memeriksa ujung anak panahnya. Sebenarnya, dirinya sangat tidak ingin ikut dalam perlombaan yang di anggapnya konyol itu. Tapi, karna ucapan beberapa orang di tempat taruhan kuda kemarin, dirinya jadi mengikuti hal yang di anggapnya konyol itu.

"Aku dengar, siapapun yang bisa memenangkan perlombaan akan di jadikan pendamping Her Majesty"

"Mana mungkin! bagaimana jika pria itu bukan bangsawan?"

"Kau tahu sendiri jika setiap tahun pemenangnya selalu seorang bangswan. Dan pemenang utamanya selalu His Highness. Katanya, jika ada pria yang bisa mengalahakan kembarannya, Her majesty akan mengikat dirinya pada pria tangguh itu"

Ingatan-ingatan tentang percakapan para pria itu membuat Ryes menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.

Crab! Dirinya terjebak dan sekarang merasa sangat bodoh!

Ya sudahlah jika sudah begini. Suka tidak suka, Ryes yang akan selalu memenangkan pertempuran, dirinya harus menang.

Karna itu, Ryes mulai memejamkan kedua matanya. Menajamkan pendengaran dan isntingnya. Untuk mencari pencerahan, di mana dirinya akan mulai menerkam mangsa.

Beberapa saat dirinya berdiam di tengah-tengah hutan. Hingga pencerahan yang di carinya, akhirnya membuahkan hasil.

Dengan perlahan, Ryes memegang busur dan anak panahnya. Meninggalkan tabung anak panahnya begitu saja, sambil menenteng satu anak panah.

Suara gemerisik pelan, membuat Ryes berjalan dengan sangat hati-hati ke arah suara. Dirinya langsung menunduk saat melihat seekor rusa dan anaknya yang sedang mencari-cari daun yang masih segar.

Sebelah tangan Ryes mulai terangkat ke depan, dengan sebelah tangannya lagi yang langsung menempelkan anak panahnya pada senar busur. Bidikannya langsung mengarah pada sang ibu rusa tapi.... dengan cepat tubuh Ryes berbelok ke sebelah arah berlawanan dari ibu rusa, dan melepas anak panahnya

Traashh!!

Sang ibu rusa dan anaknya langsung berlari tunggang langgang karna suara anak panah dan suara pemangsa yang marah. Harimau, seekor harimau besar langsung tergeletak di atas tanah dengan leher yang tertancap panah.

Well... sepertinya daging harimau tidak enak untuk di makan. Mungkin Ryes salah memilih target tapi, karna sudah terlanjur, Ryes tetap menyeret kaki harimau yang masih tampak bersemangat untuk berjuang hidup

Tangan Ryes terus menyeret kaki harimau yang semakin lama semakin kesulitan bernafas karna bidikan yang sangat tepat menembus aliran darah dan saluran nafas utama di lehernya.

Ryes melepaskan pegangannya pada kali harimau, lalu berdiri menjulang di atas harimau yang tampak sudah hampir menyerah tapi, tetap ingin bergerak saat melihat Ryes.

"Sorry"

Setelah berucap, kaki Ryes langsung mendang anak panah yang menancap. Yang membuat darah, di pembulu darah terbesar di leher harimau itu langsung menyembur deras. Hanya dalam hitungan ke delapan, harimau tangguh itu langsung tidak bisa bergerak lagi. Dan di empat detik selanjutnya, perut harimau sudah kehilangan gerakan pelannya.

"Di mana aku harus menyimpan tubuh besar ini? sialan! ini konyol sekali!"

Sambil terus mengoceh dan mengumpat, Ryes bergerak untuk menyimpan dan menyembunyikan hasil buruannya.

--000--

Trasshh!

Traasshh!

Dua anak panah langsung menancap di kaki dan di dada sebelah kiri binatang besar berbulu hitam mangsa Ferdinand

Beruang. Cukup beruntung Ferdinand bisa langsung menemukan hewan besar itu. Ferdinand menunggu beberapa saat dari tempatnya sambil mengamati beruang yang sedang mencoba mengamuk karna kesakitan dan kesulitan berlari.

Hingga beruang besar itu mulai bisa menyesuaikan diri untuk berlari, dengan cepat Ferdinand melepaskan dua anak panah lagi tepat ke kedua kaki depan beruang itu.

Tubuh besar hitam berbulu itu langsung tumbang ke atas tanah yang di penuhi rumput mengering.

Sambil menghitung sisa anak panahnya, Ferdinand menunggu anak panah di jantung beruang yang bekerja untuk menghentikan detak jantung. Dan tidak lama, beruang itu mulai kehilangan gerakan nafasnya.

Well.. saatnya mengamankan hasil buruan...

--000--

Di bawah sebuah pohon yang rindang. George berdiri diam di sana sambil menatap sekitar bersama keelft yang juga sedang menikmati pemandangan keadaan.

Sesekali mereka mengobrol. Membicarakan Ryes, Regan, dan Delana. Yang membuat George terus menatap mereka dengan lekat.

"Keelft"

"Iya tuan"

"Mereka satu ibu kan?"

Lagi-lagi George menanyakan pertanyaan yang sama. Yang kali ini membuat dahi Keeft mengeryit

"Iya tuan. His Highness Pangeran Regan dan Duke Hasting adalah saudara tiri" Keelft menjedah, dan mengikuti arah pandang George yang terus menatap Regan. "Maaf tuan. Sebenarnya, anda sedang mengkhawatirkan apa?"

Pertanyaan penuh rasa penasaran dan bingung yang di ajukan Keelft membuat George hanya menjawab dengan gelengan singkat.

Keelft yang melihat jawaban George hanya bisa kembali menatap pria tua itu dengan penasaran.

Sebenarnya, ada apa dengan raut wajah khawatir George?

\=\=\=❤❤❤❤

Jangan lupa like dan komennya....

1
Akutanpanama
hai kak re di tahun 2026 kapan novel ini akan dilanjut
cuma mau bilang aku lolos tes kemarin berkat doa doa dsni♥️♥️
luthfie_18
𝒌𝒌 𝒃𝒈𝒎𝒏 𝒌𝒍𝒏𝒋𝒖𝒕𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒊
luthfie_18
𝑐𝑢𝑐𝑜𝑘 𝑢𝑡𝑘 𝑣𝑖𝑠𝑢𝑎𝑙 𝐸𝑑𝑤𝑎𝑟𝑑
luthfie_18
𝘸𝘬𝘸𝘬𝘸𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘳𝘢𝘫𝘢 𝘯𝘨𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘯𝘵𝘢𝘵𝘮𝘶 (𝘬𝘰𝘤𝘢𝘬) 😅
Akutanpanama
aduhhh kangen banget sama BC , kak re abis LE, THOA, lanjut BC please please blm bisa move dri francesca yg jd kesayangan aku
Eka Putri Handayani
kukira aja td up kak ternyata info doang😭😭
Akutanpanama
berarti ada kluarga kerajaan yg berhianat?? siapa ?? henry kah??
jd inget kisah bapaknya vict "kluarga adalah segalanya" eh ternyata dia penjahatnya
Akutanpanama
mana tokoh di nivel kak re klo bersodara pasti sama huruf depannya, ryes, regan, richard. keleigh, keyla, keneth
Akutanpanama: udah nyadar dru dlu, tp lupa komen gini heheh
total 4 replies
Eka Putri Handayani
smg cerita bloody crown jg bisa dilanjut ya kak, aku lama bngt sdh nunggu kak comeback🥲sampai aku hrs mulai baca cerita Victoria dan Fredrick dari awal
Rethe: Halo beb... apa kabar?

Sebelumnya aku mau jujur, ga bisa janji ya 🙏

Karena sudah lama bgt lupa plot-nya sama ini cerita.

Doain aja kali2 nanti tiba-tiba dpt wangsit, jd bisa lanjutin.

Bdw makasih buat support-nya selalu. Sayang banyak2 buat kalian ❤️
total 1 replies
Kaarimba
semoga cerita bloody crown bisa lanjut juga ya Thor penasaran dengan kisah Francesca dan summer
Nophy Rose01
pokoknya like like like ceritanya, author lanjut lgi dong ceritanya sampe tamat
Nophy Rose01: apa cerita bloody crown gak lanjut lgi Thor?
total 3 replies
Cut SNY@"GranyCUT"
Edward the best
Cut SNY@"GranyCUT": ok siap..
total 2 replies
Cut SNY@"GranyCUT"
eh... masih hidup nih sang kakek.
Cut SNY@"GranyCUT"
Ferdinand memang lembek, lebih memilih mati ketimbang bangkit untuk membalaskan rasa sakit.
Cut SNY@"GranyCUT"
Anastasia memang pantas menjadi pendamping Ferdinand. Ferdinand yang lembek, harus didukung seorang Anastasia yang kuat mentalnya.
revi babrol
kpn lanjut
Cut SNY@"GranyCUT"
Langsung lanjut baca ini setelah seesai baca BTC dan MTP..
Rethe
Maaf, tunggu ya. Masih di review NT 🙏
revi babrol
tak cari kok gk ada y
Kaarimba: author rethe bikin karya baru kak Monggo dibaca buka aja profilnya
total 3 replies
Akutanpanama
kalau ryes tahu apa yg dijaga edward km bakal terkejoet kejoet tidak menyangka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!