NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Menelan Emas, Menyerap Jantung Pedang

​Di dinding tebing terjal sebelah barat Lembah Kuburan Pedang, Lin Tian mengayunkan Logam Hitam Tanpa Nama ke arah dinding batu solid.

​Brak!

​Batu sekeras baja itu hancur menjadi debu, menciptakan sebuah lubang gua sedalam sepuluh meter. Lin Tian melangkah masuk, lalu menggunakan pedangnya untuk memotong sebongkah batu raksasa dari tebing dan menutup rapat mulut gua tersebut. Kegelapan total langsung menyelimuti ruangan sempit itu.

​Lin Tian menjentikkan jarinya, menciptakan sebuah bola api kecil dari Qi yang melayang di udara, memberikan penerangan temaram. Ia duduk bersila di tengah gua, mengatur napasnya hingga detak jantungnya selaras dengan keheningan alam.

​Di hadapannya, melayang dua buah benda yang memancarkan energi luar biasa:

Pertama, Inti Emas milik Lu Changkong yang bersinar seperti miniatur matahari, memancarkan fluktuasi Qi tingkat tinggi.

Kedua, Jantung Pedang Surgawi, kristal keemasan yang berdenyut dengan ritme seperti jantung manusia, memancarkan Niat Pedang kuno yang tajam.

​"Di dunia luar, jika seorang kultivator tahap Pondasi Bumi mencoba menelan Inti Emas kultivator lain, meridiannya pasti akan meledak karena tidak mampu menahan tekanan kepadatan Qi," gumam Lin Tian. "Namun bagiku... ini hanyalah pil suplemen berukuran besar."

​Lin Tian menutup matanya.

​Tubuh Penelan Kehampaan: Aktif!

​WUNG!

​Pusaran hitam pekat di Dantiannya berputar dengan kecepatan yang gila-gilaan. Daya hisap kosmis meledak dari kedua telapak tangan Lin Tian, mengunci Inti Emas Lu Changkong.

​Sreett!

​Aliran energi emas murni tersedot keluar dari bola tersebut, masuk ke dalam tubuh Lin Tian bagaikan air bah. Suhu tubuh Lin Tian melonjak seketika. Meridiannya menegang, menahan arus Qi yang sangat buas.

​Tiba-tiba, dari dalam energi emas itu, terdengar jeritan penuh kebencian.

"Lin Tian! Kembalikan kultivasiku! Aku akan mengutukmu—!"

​Itu adalah sisa kehendak dan kebencian Lu Changkong yang tertinggal di dalam Inti Emasnya. Sisa jiwa ini bisa menyebabkan Penyimpangan Qi (Qi Deviation) yang parah bagi siapa pun yang mencoba menyerapnya.

​Namun, di dalam Dantian Lin Tian, sebuah dengusan dingin terdengar dari Mutiara Kehampaan.

​"Hanya sisa jiwa seekor semut, berani membuat keributan di lautan kosmisku? Hancur!"

​Sebuah riak energi dari Mutiara Kehampaan menyapu Lautan Qi Lin Tian. Sisa kehendak Lu Changkong langsung terhapus tak berbekas dalam sekejap mata, diubah menjadi partikel energi murni.

​Tanpa halangan apa pun, Lin Tian mulai menelan energi Inti Emas itu secara gila-gilaan. Cairan Qi berwarna hitam keunguan di Dantiannya meluap, membesar dari ukuran kolam kecil menjadi sebuah danau yang luas. Bintik-bintik ungu di dalamnya bersinar semakin terang, membentuk pola mirip rasi bintang.

​BUM!

​Suara ledakan tumpul terdengar dari dalam tubuh Lin Tian. Gelombang Qi yang kuat menghempas dinding gua.

​"Pondasi Bumi Tingkat Akhir," Lin Tian membuka matanya yang kini menyala keunguan. "Satu Inti Emas awal cukup untuk mendorongku menembus satu tingkat penuh."

​Bola emas di depannya telah memudar menjadi abu dan hancur tertiup angin. Namun, Lin Tian belum selesai. Pandangannya beralih ke Jantung Pedang Surgawi.

​"Sekarang, hidangan utamanya."

​Lin Tian mengarahkan telapak tangannya ke arah kristal berbentuk jantung tersebut. Berbeda dengan Inti Emas yang merupakan kumpulan Qi murni, Jantung Pedang ini adalah kristalisasi pemahaman hukum.

​Saat pusaran kehampaan menarik energi dari kristal tersebut, Lin Tian tidak hanya menyerap Qi, melainkan ia ditarik ke dalam sebuah ruang ilusi di benaknya.

​Di ruang ilusi itu, ia melihat seorang pria kuno berdiri di atas lautan awan, mengayunkan pedangnya untuk membelah langit, memotong bintang, dan memutuskan aliran waktu. Pria itu adalah pemilik asli Jantung Pedang ini. Pemahaman tentang ketajaman absolut, niat membunuh, dan kecepatan pedang membanjiri otak Lin Tian.

​Kultivator biasa akan mengubah fondasi mereka menjadi jalur pedang murni setelah melihat ini. Namun Lin Tian berbeda. Ia tidak mengikuti jalan pria kuno itu. Ia menelannya.

​"Pedangmu membelah segalanya," bisik Lin Tian di dalam ilusi, "tapi kehampaanku menelan pedangmu."

​Pemahaman Niat Pedang Surgawi itu perlahan hancur, dilebur dan disatukan dengan Seni Pedang Penelan Langit milik Lin Tian. Niat Pedang yang tadinya ber-elemen emas, kini berubah menjadi Niat Pedang Kegelapan yang mampu menelan apa pun yang dipotongnya.

​Secara bersamaan, di dunia nyata, Logam Hitam Tanpa Nama yang bersandar di pangkuan Lin Tian ikut bergetar hebat. Pedang berat yang tadinya tumpul dan berkarat itu mulai menyerap sisa-sisa energi dari Jantung Pedang Surgawi. Meski bilahnya tetap tebal dan tidak menajam, aura yang dipancarkannya kini terasa mampu memotong ruang itu sendiri.

​Waktu berlalu tanpa terasa di dalam gua yang gelap.

Satu hari... lima hari... sepuluh hari... dua puluh hari.

​Di hari kedua puluh satu, Jantung Pedang Surgawi akhirnya retak dan pecah menjadi serpihan debu cahaya.

​Lin Tian perlahan membuka kedua matanya. Untuk sesaat, tidak ada pupil di matanya—hanya ada kegelapan absolut yang menyerupai lubang hitam kosmis. Sedetik kemudian, matanya kembali normal.

​Ia menghembuskan napas panjang. Udara kotor yang keluar dari mulutnya melesat seperti anak panah, menembus dinding batu gua sedalam setengah meter!

​Lin Tian berdiri. Tulang-tulangnya berderak nyaring. Otot-ototnya memancarkan pendaran perunggu gelap yang sangat samar.

​"Pondasi Bumi Puncak," Lin Tian tersenyum tipis. Lautan Qi-nya kini telah mencapai batas maksimal, siap untuk dipadatkan menjadi Inti Emas kapan saja. Namun, yang paling mengerikan adalah tubuh fisiknya. Dengan kombinasi penempaan energi spasial, esensi Kobra Api, dan Jantung Pedang, tubuh fisik Lin Tian kini setara dengan ketahanan kultivator Inti Emas Menengah.

​Ia mengambil Logam Hitam Tanpa Nama. Pedang lima ribu kati itu kini terasa seringan pedang kayu di tangannya. Niat Pedang Kegelapan telah terhubung sepenuhnya antara dirinya dan senjata tersebut.

​Wuuussh—KRAAAK!

​Gua tiba-tiba bergetar hebat. Bukan karena kekuatan Lin Tian, melainkan karena bumi di seluruh Alam Rahasia sedang bergetar!

​Lin Tian menoleh ke arah batu raksasa yang menutup guanya. Dengan satu dorongan telapak tangan yang santai, batu seberat puluhan ton itu meledak menjadi kerikil, membiarkan cahaya merah berdebu masuk ke dalam gua.

​Lin Tian melangkah keluar, menyipitkan matanya menyesuaikan diri dengan cahaya luar.

​Pemandangan di Lembah Kuburan Pedang telah berubah total. Langit merah kini mendidih seolah darah yang dipanaskan. Di pusat wilayah Alam Rahasia—sekitar seratus mil dari posisinya saat ini—sebuah pilar cahaya merah darah raksasa menembus awan tebal.

​Pilar cahaya itu begitu masif hingga seluruh daratan di Alam Rahasia bisa melihatnya dengan jelas. Di atas pilar itu, sebuah proyeksi istana kuno yang melayang di udara perlahan-lahan terbentuk dari kabut energi.

​Lin Tian menatap proyeksi istana itu. Pusaran Dantiannya berdenyut penuh antisipasi.

​"Makam Utama telah terbuka," gumam Lin Tian. Ini adalah fenomena langka yang hanya terjadi setiap beberapa ratus tahun sekali di dalam Alam Rahasia Makam Kuno. Istana Udara itu adalah tempat bersemayamnya peninggalan sejati dari Kaisar Kuno yang menciptakan dimensi ini.

​Bisa dipastikan, seluruh murid inti yang tersisa di Alam Rahasia ini, yang telah selamat dari perburuan selama dua puluh hari terakhir, kini sedang bergegas menuju pilar cahaya tersebut. Termasuk Mu Qingxue, dan faksi-faksi kuat lainnya.

​Lin Tian mengikatkan Logam Hitam Tanpa Nama ke punggungnya. Sisa waktu ujian hanya tinggal tiga hari sebelum gerbang kembali ke Sekte Awan Ungu terbuka. Tiga hari ini akan menjadi ajang pertumpahan darah terbesar.

​"Sempurna," Lin Tian menyeringai. Kilatan ungu menari-nari di matanya. "Harta dari Makam Utama... akan menjadi batu loncatanku menuju Alam Inti Emas."

​Ia memusatkan energinya ke punggung.

ZRAAASH!

​Celah spasial terbuka, dan Sayap Pengoyak Ruang membentang dengan megah, memancarkan cahaya perak keabuan. Dengan kultivasi Pondasi Bumi Puncak dan kapasitas Lautan Qi yang baru, satu kali teleportasi jarak jauh tidak akan lagi membuatnya nyaris pingsan.

​Dengan satu kepakan kuat, tubuh Lin Tian menghilang dari Lembah Kuburan Pedang, melesat menembus ruang hampa menuju pilar darah raksasa.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz
hadad fernandez khan
lanjut tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!