NovelToon NovelToon
Selingkuh Dengan Ayah Mertua

Selingkuh Dengan Ayah Mertua

Status: tamat
Genre:Pelakor / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.6
Nama Author: Hanifah Anggraeni Sari

Tania wanita berusia 25 tahun, harus rela tinggal di rumah mertua yang hampir berkepala 5, dan berstatus duda. Karena pekerjaan sang suami yang sudah mulai tidak stabil. Sifat Andra kini juga telah berubah, sering marah dan suka berbohong, akhirnya membuat Tania harus bersabar dan ikhlas, karena kesepian akhirnya Tania pun mulai mencurahkan semua perhatiannya terhadap ayah mertuanya. tapi lama kelamaan kedekatan mereka pun semakin intim saja dan benih-benih cinta pun mulai tumbuh di antara keduanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanifah Anggraeni Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

"Dari mana saja kamu...!!"

Tania sangat terkejut ketika mendengar suara yang sudah dia hafal itu, baru juga masuk Haris sudah datang dan kini pria itu tengah menatapnya tajam.

"Aku dari supermarket mas, kamu baru pulang...?" jelas Tania sambil tersenyum.

"Kamu yakin sedang tidak membohongiku...?"

ketus Haris.

"Untuk apa aku bohong mas, kamu tidak lihat kalau aku tadi datang membawa kantong belanjaan..." lama-lama Tania kesal juga menghadapi pria tua yang cemburuan ini.

Tanpa menghiraukan Haris, Tania berjalan kearah dapur dan memasukan belanjaan yang tadi di belinya ke dalam kulkas.

"Mas aku lelah dengan sikap kamu ini, kamu terlalu curiga dan cemburu yang berlebihan. Aku juga ingin bebas, tidak terkekang seperti ini..." sahut Tania tanpa melihat lawan bicaranya, tangannya masih sibuk memasukan belanjaannya itu ke dalam kulkas

"Maksudnya apa...?" tanya Haris yang kini sudah berada tepat di belakang Tania

Tania saat ini sudah sangat kesal dengan sikap Haris yang terlalu mengekangnya.

"Mas aku ini bukan anak kecil lagi, aku bisa jaga diriku sendiri. Kamu tidak perlu setiap detik terus memantau aku, aku juga butuh kebebasan..." Tania yang sedang kesal akhirnya membanting pintu kulkas dengan sangat kencang.

"Beraninya kamu...??" tanpa Haris sadari tangannya sudah mengepal tapi tentu saja dia tidak akan pernah berani untuk mengangkat tangannya kepada wanita itu, bisa-bisa Tania pergi darinya.

"Kita belum menikah saja sikap kamu sudah begini, kamu itu terlalu posesif, cemburuan, dan kamu juga egois.. Apa kamu sadar itu mas..?" bukannya diam Tania malah semakin menjadi.

"Lalu apalagi...?" tanya Haris sinis.

Haris baru sadar kalau ternyata Tania wanita yang sangat cerewet, awalnya dia berfikir kalau Tania adalah wanita yang sangat penurut dan juga diam tapi ternyata dia salah.

"Tidak ada lagi.." ucap Tania santai.

Kini dia sudah bisa mengendalikan emosinya, dia sudah tidak terlalu kesal seperti tadi. Tania pun mulai duduk di kursi yang berada tidak jauh dari Haris, tangannya sibuk membuka botol minuman yang tadi dia beli di supermarket.

Haris yang sangat mencintai Tania tidak bisa marah lagi, apalagi ketika melihat wajah Tania yang begitu menggemaskan entah kenapa semua amarahnya hilang begitu saja.

Haris pun akhirnya duduk di samping wanita itu dan mengambil alih botol minum yang sejak tadi susah untuk di buka wanitanya, hanya sekali putaran saja botol itu sudah terbuka. Haris segera menyerahkannya kembali kepada wanita yang kini sedang menatapnya, Tania segera meminumnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

"Apa kamu tadi habis reunian dengan mantan suami kamu itu...?" tanya Haris ketika Tania sudah selesai minum.

"Kamu memata-matai ku lagi mas....?" tatapan Tania begitu tajam

"Tidak.." ucap Haris acuh

"Lalu dari mana kamu tahu...? Aku tadi tidak sengaja bertemu dengan dia di sana, tidak mungkin kan aku berpura-pura tidak mengenalnya apalagi aku melihat dia tepat di depan mata.." jelas Tania

"Apa harus kalian mengobrol seperti itu, kamu tidak lupakan kalau hubungan kalian itu sudah berakhir.." ucap Haris dengan suara yang agak tinggi, entah kenapa dia kembali kesal.

"Apa salahnya, toh kami hanya bertukar kabar saja tidak ada apa-apa lagi.. Sudahlah mas kamu jangan cemburuan seperti ini, itu tidak baik untuk kesehatan kamu. Ingat usia kamu itu..."

"Maksud kamu apa...? Apa kamu berpikir bahwa aku ini sudah tua..?"

Haris kembali resah kala Tania mengungkit masalah usia, sejak dari kemarin dia terus memikirkannya dan kini wanita itu malah membahas soal usia.

"Aku tidak mengatakan itu mas, aku hanya mengatakan ingat usia.. Kamu saja yang terlalu sensitif sampai berfikir sejauh itu, lebih baik sekarang kamu pulang saja mas dari pada kita terus-menerus berdebat tentang hal yang tidak penting. Aku lelah kalau terus seperti ini..." usir Tania terang-terangan.

"Kamu sudah berani mengusirku, kamu tidak lupakan apartemen ini milik siapa...?" ketus Haris

"Aku sama sekali tidak lupa mas.. Oh ia mas, tadi aku lupa mengatakan kepada mas Andra kalau..." belum selesai berbicara Haris sudah memotongnya terlebih dahulu.

"Kamu bisa kan memanggilnya tanpa menggunakan panggilan mas...?" protes Haris

"Kan hanya sebuah panggilan saja mas, lagi pula aku sudah terbiasa memanggilnya seperti itu, tidak ada maksud apa-apa.."

"Terserah kamu sajalah, lalu apa saja yang kalian bicarakan sampai kamu harus berlama-lama bersama dia...?"

Tania baru ingat kalau dia belum memberikan Haris minuman, jadi dia pun bangun dan membuat kan secangkir teh untuk pria itu agar tidak marah-marah terus.

Baru saja meletakan minumannya di atas meja, Haris sudah menariknya ke dalam pangkuan lelaki itu. Dan hal ini membuat Tania sangat gugup, memang bukan kali ini saja Haris melakukan hal ini kepadanya tapi entah kenapa dia masih saja belum terbiasa dengan hal itu.

Apalagi pria itu kini sedang menatapnya begitu dalam membuat Tania tidak berani menatap Haris.

"Tidak banyak, kami hanya bertukar kabar saja. Mas, maaf ya tadi aku kelepasan dan bilang kalau aku tinggal di apartemen ini. Dia juga bilang kalau mas memiliki beberapa unit disini.." dia takut Haris kembali kesal kepadanya karena tidak sengaja mengatakan dimana dia tinggal kepada Andra.

"Tidak masalah.." ucap Haris santai

"Kamu tidak marah mas..?" tanya Tania yang langsung menatap Haris, dari tadi dia sangat takut Haris akan marah tapi nyatanya tidak sama sekali.

"Kenapa aku harus marah, kamu kan memang tinggal disini.. Lagi pula Andra tidak akan pernah datang ketempat ini untuk mencari kamu.."

"Alhamdulillah kalau kamu tidak marah mas.. oh ia mas, apa kamu tidak akan pulang, ini sudah sore loh.." Tania kembali mengusir Haris yang terlihat masih betah disana.

"Kamu sudah berani mengusir aku...?" tanya Haris sambil mengecup kedua pipi Tania dengan lembut.

"Bukan begitu maksudku mas, apa masih ada yang ingin kamu bicarakan lagi...?"

"Ya, ini soal pernikahan kita.. Sepertinya pernikahan kita akan sedikit di undur tapi akan aku usahakan dalam waktu dekat ini masalahnya akan segera aku selesaikan.." dia pun memeluk Tania dengan sangat erat dan wangi parfum di tubuh wanita itu membuatnya merasa sangat tenang.

"Ada masalah apa mas, apa ini masalah di kantor...?" tanya Tania penasaran.

"Bukan sayang..."

"Lalu apa...?"

"Ini tentang Andra..."

"Kemarin kamu bilang tidak akan membatalkan pernikahan kita walaupun Andra menentangnya..."

"Bukan masalah itu, ini sedikit agak rumit.."

"Lalu apa...?"

"Rina kini sedang hamil dan yang menghamilinya adalah Andra.." Haris pun akhirnya memberi tahu Tania tentang masalah yang kini sedang di hadapinya itu.

1
Isnaini Siija
keknya asik juga ceritanya
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
lempar saja istrimu yg cegeng itu ke planet mars ndra, kesel baca masak tania bisanya nangis tok, ayo thor bikin tania kuat, berani, cantik biar andra kapok dan nyesel
Marina Tarigan
gitu ya
Marina Tarigan
Rosanya gimana zekarang letaknya di awangw atau dibawah tanah
Marina Tarigan
lanjuuuuut apapun itu kalian sdh sama2 bahagia lavipun oTania zelama kamu bersama Andra kamu dibuat seperti anjing selalu disikda dan dihina jgn terus cari masallah
Marina Tarigan
lanjut pasti sembuh kembali
Marina Tarigan
lanjut makin seru linxungi yg tdk bersalah 💪
Marina Tarigan
ke apa kamu tdk menyiksa rosa biadap semoga anak dan istrimu meninggal sia2 kamu orang berkuasa kasihan amu Tania yg selalu disakiti dan punya suami lemot amat
Marina Tarigan
lenyelidikan siapa Tania terkendala karena setiap kerjanya cuma bercocok tanam terus laki2 setengah abat seperti hari.au sangat ganas masa wanita hamil 7 bln kembar lagi dikerjai ber. jam2
Marina Tarigan
maunya siksa wanita ular itu didepan istrimu supaya tahu rasa.
Marina Tarigan
bpkmu Pak Harris pasti bangga Andra walau bagaimana pun pak Harris sangat mengasihimu sbgai anaknya karena sejak lahir kamu .eteka yg merawat kamu dgn penuh kasih sayang karena namamu ada di daftar keluarga
Marina Tarigan
jgn sakiti pikiranmu Tania Rosa wanita jalang psikopat cari gara2 nanti pulang suamimu terangkan semua
Marina Tarigan
mknyanya pak bos cemburu wajar karena takut kehilangan tapi mengeluarkan kata2 kasar yg belum tentu benar malah jadi perpecahan
Marina Tarigan
cemburu boleh bos tapi mengeluarkan kata yg menyakitka n karena cemburu itu sdh keterlaluan apalagi istri sedang hamil
Marina Tarigan
aturannya wanita seperti itu kamu langsung timpuk kepalanya dhn sepatumu baru tahu rads
Marina Tarigan
ngidam ecstrim bisa nyaws melayang
Marina Tarigan
lanjut ceritanya lucu
Marina Tarigan
bos besar jadi pengemis minta mangga muda ke rmh orang lain benar2 ngidam istri nrengsek banget
Marina Tarigan
mulai kenyataan Andra siapa orang tua kandungnya zemoga berubah sifatnya ke lebih baik serius bekerja dan jgn main wanita terus
Marina Tarigan
sama2 kemoceng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!