NovelToon NovelToon
Midnight Bell, Lovers From The Past

Midnight Bell, Lovers From The Past

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintapertama / Reinkarnasi / Vampir / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:98.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eriza Yuu

Lonceng di menara yang sudah lama 'tidur' tiba-tiba berdentang di tengah malam. Tepat di hari pertama kedatangan Monica Steward; gadis kota yang baru pindah ke desa tersebut. Ada sebuah legenda yang di percaya penduduk desa mengenai dentang lonceng itu. Legenda yang mengatakan jika lonceng di menara berdentang dua belas kali tepat pukul dua belas tengah malam, menandakan akan adanya hal buruk yang terjadi. Hal buruk seperti apakah itu?
Di waktu lain muncul seorang pemuda asing membantu Monica. Anehnya pemuda yang sama sekali tidak di kenal itu bisa langsung mengetahui nama Monica. Sebuah peristiwa mengerikan perlahan membuka ingatan Monica melalui mimpi-mimpinya. Siapakah pemuda itu? Apa hubungannya dengan Monica?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eriza Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 32

Lonceng berakhirnya sekolah berbunyi. Monica merapikan buku-bukunya.

"Art ... Archen, aku ada kelas tambahan kau bisa pulang duluan," kata Monica pada Archen yang berada di bangku sebelah.

"Aku ikut," jawab Archen.

"Terserah!" Monica berdiri dan meninggalkan kelas disusul Archen. Kelly menatap keduanya dari bangku tempat duduknya.

"Monica! Archen!" seru Nathan yang datang menyusul.

"Ada apa?" tanya Archen dingin.

"Archen, wajahmu jangan galak begitu. Kita kan sudah berteman. Aku hanya ingin pulang bersama kalian!" jawab Nathan santai.

"Kami masih ada kelas tambahan, kau bisa pulang bersama Sera, Nathan," timpal Monica.

"Ah, sayang sekali. Aku tidak mau pulang dengannya. Dia sangat cerewet. Baiklah kalau begitu. Lain kali saja kita pulang bersamanya!" balas Nathan.

Monica mengangguk. Nathan berjalan mendahului mereka. Monica dan Archen duduk bersama di kelas tambahan. Pak guru yang sama mengajar matematika masuk ke dalam kelas. Kelas langsung di mulai.

"Kenapa guru ini lagi?" tanya Archen sambil berbisik.

"Tentu saja. Ini kelas tambahan matematika," jawab Monica berbisik juga.

"Kenapa tidak bilang kalau kelas tambahan yang kau ikuti ini adalah kelas matematika?"

"Kau tidak tanya."

"Jika hanya pelajaran matematika, aku bisa mengajarimu."

"Benarkah? Tapi kau menolak Kelly tadi."

"Tentu saja aku tolak, karena-"

"Archen, Monica! Kalian datang untuk mengikuti pelajaran atau mengobrol?" tegur Pak guru. Monica dan Archen pun terdiam.

"Maaf, pak!" ucap Archen.

"Archen, aku tidak masalah denganmu karena kau bisa menjawab soal yang kuberikan dengan benar. Jadi aku anggap kau sudah mengerti. Tapi bagaimana dengan teman di sampingmu itu? Mungkin dia harus belajar lebih giat darimu. Jadi tolong perhatikan!" kata Pak guru.

Monica dan Archen hanya saling bertatapan dan tersenyum kecil.

Kelas tambahan selesai. Monica dan Archen merapikan buku-bukunya.

"Sekarang--"

"Aku mau ke perpustakaan," potong Monica.

"Oke," jawab Arthur.

Keduanya berjalan ke perpustakaan. Monica mengembalikan buku yang dia pinjam. Lalu berjalan ke deretan rak buku sejarah melihat apa ada buku yang ia cari. Jam dinding di perpustakaan menunjukkan pukul 2.35 sore. Mata Monica masih sibuk menjajal judul buku yang tersusun rapi di rak.

"Monica, buku apa yang kau cari?" tanya Archen.

"Buku ... Ah ya, bukankah ada perpustakaan besar di rumahmu? Ayo, kita ke sana saja," ajak Monica begitu teringat ruang buku di kediaman Arthur.

"Ayo!"

.......

.......

.......

.......

Monica dan Archen tiba. Tapi Archen tidak langsung membawa Monica ke ruang baca. Ia memanggil Tuan Phill dan memerintahkannya untuk memasak beberapa makanan untuk Monica.

"Setelah kau selesai makan siang aku baru membawamu ke sana," kata Archen.

"Baiklah."

Archen melepas topeng wajahnya.

"Pasti merepotkan harus memakai topeng itu setiap pagi," tebak Monica.

"Tidak juga," jawab Arthur.

Tak lama kemudian Tuan Phill datang.

"Tuan muda, Nona muda, makanan sudah siap di meja makan!" lapornya.

"Terima kasih, Tuan Phill! Ayo, Monica!" ucap Arthur.

Monica menikmati makan siangnya ditemani Arthur. Monica merasa agak tidak enak makan sendiri meskipun ia tahu Arthur tidak bisa makan makanan ini.

"Jangan hiraukan aku. Kau butuh makan. Habiskan makananmu!" suruh Arthur.

Usai makan siang Arthur mengajak Monica ke ruang baca. Arthur meninggalkan Monica di sana untuk berganti pakaian. Tapi sampai di sana Monica malah sudah tidak minat mencari buku. Mengingat tugas matematika yang harus dikerjakan. Di tambah hari semakin sore.

Monica duduk di kursi membentangkan buku tugasnya di atas meja. Melihat deretan angka-angka itu saja sudah membuatnya pusing. Ia mengetuk-ngetuk pulpen ke meja sambil mengingat penjelasan guru matematika tadi. Arthur yang sudah berganti pakaian kembali menemui Monica.

"Sudah dapat buku yang kau cari?" tanyanya.

"Aku tidak minat mencari buku itu lagi. Sekarang aku harus menyelesaikan tugas yang sulit ini," jawab Monica dengan tak semangat.

"Kemarilah! Aku akan mengajarimu," suruh Arthur.

Arthur mengajari Monica menyelesaikan tugas matematikanya. Arthur menjelaskan soal yang tidak Monica mengerti sampai ia benar-benar paham. Akhirnya Monica dapat menyelesaikan semua soal matematika itu.

"Akhirnya selesai juga," ucap Monica sambil meregangkan kedua tangannya.

"Bagaimana dengan tugasmu, Arthur?" tanyanya.

"Aku punya waktu sepanjang malam untuk mengerjakannya. Lagi pula itu mudah," jawab Arthur yang menganggap enteng.

"Tentu bagimu mudah. Kau punya banyak waktu untuk mempelajarinya," ujar Monica.

Ia meletakkan kepalanya bertumpu pada lengannya di atas meja. Pikirannya yang di paksa bekerja seharian, membuatnya merasa lelah. Seketika ia tertidur begitu saja. Cukup lama Arthur memperhatikan wajah Monica yang tertidur.

Ia mengusap kepala gadis itu. Kemudian dengan pelan mengangkat tubuhnya. Arthur membawa Monica ke kamarnya. Kamar yang ditunjukkan Tuan Phill waktu itu. Kemudian meletakkan Monica di atas tempat tidur. Monica benar-benar tertidur pulas. Arthur mengecup kening Monica sebelum pergi meninggalkannya.

Di padang bunga yang luas, Monica berlarian sambil tertawa dengan riang. Nampak Arthur sedang mengejarnya di belakang. Setelah Arthur berhasil menangkapnya, ia mengangkat tubuh Monica dan membawanya berputar-putar di udara. Monica tertawa sangat bahagia. Kemudian Arthur mengecup bibirnya.

Monica terbangun. Ia membuka matanya dan mendapati dirinya berada di kamar bukan apartemennya.

"Apa aku masih bermimpi?" batinnya.

Ia mencubit lengannya dan itu terasa sakit. Monica mencoba mengingat kenapa dia bisa tertidur di kamar ini.

"Tadi aku berada di ruang baca bersama Arthur. Kemudian mengerjakan tugas. Lalu apa aku ketiduran? Dan Arthur membawaku ke sini?" pikirnya.

"Ah." Monica langsung turun dari tempat tidur. Ia segera keluar dari kamar itu. Di tengah jalan ia berpapasan dengan Tuan Phill.

"Nona muda, kau sudah bangun!" ucap Tuan Phill.

"Jam berapa sekarang?" tanya Monica.

"Hampir jam 10 malam," jawab Tuan Phill.

"Apa?!" seru Monica kaget.

"Aku sudah tidur selama itu? Di mana Arthur?"

"Tuan muda ada di ruang baca," jawab Tuan Phill.

Monica langsung pergi menemui Arthur juga sekalian mengambil tasnya. Ia masuk ke ruang baca dengan terburu-buru. Arthur sedang menulis di mejanya.

"Bagaimana tidurmu, Monica?" tanya Arthur yang masih berbasa-basi.

"Kenapa tidak membangunkanku? Aku harus segera pulang!" jawab Monica sambil merapikan bukunya dengan cepat.

"Kenapa tidak menginap saja?" usul Arthur.

"Apa?" seru Monica.

"Besok pagi baru pulang juga masih sempat," ujar Arthur.

"Yang benar saja," ucap Monica.

Tuan Phill muncul dan memberitahu Monica.

"Nona muda, makan malam sudah siap! Silahkan ikut denganku ke ruang makan."

"Kau tidak perlu repot-repot begitu, Tuan Phill!" kata Monica.

"Ini kewajibanku untuk melayani Nona," jawab Tuan Phill.

Monica menatap Arthur.

"Yang dilakukan Tuan Phill untukmu di luar kendaliku. Jangan melihatku seperti itu," ucap Arthur yang merasa disalahkan.

Monica hanya bisa menghela nafas dan mengikuti Tuan Phill ke ruang makan. Sesampai di ruang makan ternyata Isabelle dan Melisa sudah duduk di sana.

"Isabelle. Melisa. Kenapa kalian berdua juga di sini?" tanya Monica.

"Tuan Phill mengundang kami makan malam di sini," jawab Isabelle.

"Dia koki yang hebat, loh!" tambah Melisa.

"Kedua nona ini terlalu banyak memuji. Silahkan kalian nikmati makan malamnya. Nona muda, silahkan duduk!" kata Tuan Phill yang menarik kursi untuk Monica.

"Terima kasih, Tuan Phill! Benar-benar hari ini terus merepotkanmu," kata Monica tak enak.

"Jangan berkata seperti itu, Nona! Kebahagiaanku bisa kembali melayani Nona," ucap Tuan Phill.

"Sayang sekali Tuan Phill tidak bisa ikut makan bersama kami," ucap Monica.

"Jangan hiraukan aku. Silahkan nona-nona nikmati saja makan malamnya," balas Tuan Phill.

Monica mengangguk dan menyuruh kedua temannya segera makan.

"Selamat makan!" ucap Isabelle dengan girang.

bersambung......

1
💖 sweet love 🌺
awalnya seru sih, tp makin kesini makin kyk drama..
💖 sweet love 🌺
mustahil, dia itu vampir murni..
bisa lihat apa aja yg udah terjadi, bahkan yg akan terjadi
Riris Marpaung
Biasa
Riris Marpaung
Buruk
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖: terima kasih sudah mengikuti karya ini kakak. kalau boleh tahu bagian mananya yang buruk ya? mungkin untuk kedepannya akan saya perbaiki.
total 1 replies
gian rasyid
waahhhh....seru banget....aq suka cerita nya
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖: terima kasih. ikuti terus ceritanya ya😊
total 1 replies
〈⎳🥑⃟HIATUS
namanya juga manusia
〈⎳🥑⃟HIATUS
jangan-jangan hantu
〈⎳🥑⃟HIATUS
kasihan banget
Zuu
Isabelle blak2an banget moga aja hati Monica tidak tertusuk oleh kata2 itu
༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§ ᴮᵉᵉ ⃝•Offff👏 🅠🅛
kasian Sera teman nya malah mengatainya dengan si mulut bencana padahal dia cuman memberitahu mereka
༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§ ᴮᵉᵉ ⃝•Offff👏 🅠🅛
wah ada apa dengan lonceng itu??
༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§ ᴮᵉᵉ ⃝•Offff👏 🅠🅛
wah keren ceritanya kak author
𝔉𝔢𝔯𝔬𝔫𝔦𝔫𝔞ʚɞ⃝🍀ᰔᩚ℠
apakah betsy kenal dengan Archen?
𝔉𝔢𝔯𝔬𝔫𝔦𝔫𝔞ʚɞ⃝🍀ᰔᩚ℠
ciee Archen cemburu nih!
𝔉𝔢𝔯𝔬𝔫𝔦𝔫𝔞ʚɞ⃝🍀ᰔᩚ℠
begitu kali hidup sebagai seorang putri bangsawan. apa-apa dilayani
Zuu
Nathan baik banget 😭
Zuu
untung Monica gak terpeleset
Zuu
ikut nimbrung tiba2
Zuu
kasian Monica udah ditinggal orang tuanya, diusir pula sama keluarga Allen padahal Monica udah gak punya siapa2
Ira Zayn
sungu luar biasa
i'm really really
Like
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖: terimakasih sudah mampir n mendukung karya ini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!