Putra Sarmaidi adalah pria tampan berumur 27 tahun yang sudah mapan dan jatuh cinta kepada seorang gadis putri dari keluaga Hermawan yang tak lain adalah sahabat orang tua nya
Mesya Akifa Naila
Gadis cantik berumur 25 tahun Putri sulung bapak hermawan
Wulandari
Putri bungsu bapak hermawan yang sangat cantik dan super manja
Putra jatuh cinta kepada putri bapak hermawan dan ingin menikahinya, orang tua nya langsung setuju dan langsung menikahkan putra dengan mesya, dan ternyata gadis yang disukai putra bukan mesya putri sulung bapak hermawan tapi ulandari putri bungsu bapak hermawan
Bagaimanah kisah nya
Mari kita baca😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Rumah Baru
Malam nya ibu ida pun terlihat sedih
"Sudah lah ma, mesya akan baik-baik saja toh ada putra yang menjaganya"
"Mama sedih aja pa, tadi mesya memeluk mama kuat banget dan nangis kayak orang yang menyedihkan"
Ibu ida sudah mengatakan pada bapak hermawan dan juga ulan kalau mesya akan pindah keluar kota
Kalau ulan dia senang sekali dia berharap bisa liburan disana dan dapat cowo ganteng
Hanya ibu ida yang merasa sedih mungkin karena naluri seorang ibu yang sangat kuat dia tahu kalau putri nya sedang tidak baik-baik saja
Ibu ida bahkan sampai tidak bisa tidur memikirkan mesya, dia betul-betul sangat khawatir
***
Pagi nya semua barang sudah terlihat siap dibawa, mesya yang sudah dandan secantik mungkin berharap putra akan sedikit meliriknya
"Mama mesya akan selalu kangen mama"
"Mama juga sayang, mama akan sering berkunjung ke tempat kalian asal kalau ada cucu mama"
Mesya terlihat malu-malu
"Jadi cuman kangen sama mama aja ni cerita nya" kata bapak sarmaidi
Semua tertawaa
"Ma, papa aku berangkat ya"
Putra mencium dan memeluk kedua orang tua nya begitu pun dengan mesya
Lama mesya memeluk ibu salmah karena selama ini hanya ibu salmah yang mengerti perasaan nya
"Jangan sedih sayang, mama akan sering telfon kamu"
"Iya ma"
"Putra ingat semua pesan mama nak, jaga hubungan kalian baik-baik"
Putra dan mesya pun pergi meninggalkan kedua orang tua yang kini hidup tanpa anak nya karena putra adalah satu-satu nya harta yang mereka miliki
Ibu salmah memeluk bapak sarmaidi sebenar nya dia ingin menangis tapi di hadapan anak dan menantu nya dia tak mau terlihat sedih
"Sudah ma ini kan demi masa depan mereka juga, mereka disana hanya sementara sampai perusahaan nya stabil"
"Tapi pa"
"Sudah sudahh nanti kita akan sering kesana"
Di jalan mesya dan putra hanya terdiam seribu bahasa, mesya menatap keluar jendela melihat para pedagang yang dengan semangat nya berusaha agar dagangan mereka cepat habis
"Mas boleh berhenti sebentar mau beli air minum"
Putra tidak menjawab tapi dia memberhentikan mobil nya
"Cepat"
Hanya itu yang dia katakan
Mesya pun turun membeli minuman dan beberapa makanan ringan untuk pengganjal perut
"Mas mau makan kue nya biar aku suapin"
"Kamu udah mulai sinting ya"
"Kamu kenapa sih mas, niat baik aku selalu kamu anggap gila"
"Sejak kapan kamu berfikir bisa sedekat itu dengan aku, sudah mulai miring otak mu"
Mesya tidak menjawab perkataan putra dia terdiam dan kembali menatap jendela dia memejamkan mata nya menikmati sedikit udara dari luar
Hingga dia pun terlelap karena perjalanan mereka yang masih panjang
Putra pun melihat mesya yang sudah berpindah ke alam mimpi
"Aku benar-benar tidak bisa hidup dengan mu me, sampai kapan kau akan bertahan di samping ku, aku akan sangat berterima kasih kalau kau mau menyerah agar hati mu tidak terlalu terluka"
Setelah sekian jam perjalanan mereka pun sampai di rumah yang tidak terlalu besar bergaya minimalis di belakang rumah ada taman kecil yang cukup indah
"Heyy bangun"
Mesya benar-benar tidur dengan nyenyak nya sampai dia tidak mendengar putra membangun kan nya
"Bangunnnnn" putra sedikit berteriak
Mesya pun bangun, dan melihat rumah yang sangat indah walaupun tidak terlalu besar tapi mesya sangat menyukai nya
"Ini rumah kita mas"
"Cepat angkat barang mu, tak mungkin aku membawa mu ke rumah orang"
Mesya mulai terbiasa dengan sikap kasar putra hanya saja terkadang kata-kata putra sangat menyakitkan
Putra pun membuka kunci rumah, mereka pun masuk
"Aku tidak mau sekamar dengan kamu, kamu tidur disini aku tidur di kamar sebelah"
"Terus apa arti nya kita bersama apa arti nya aku disini, apa aku hanya sebagai pembantu mu"
"Kamu tidak berarti apa-apa untuk ku, kalau kamu tidak suka kamu boleh pergi,
Oh ya benar disini tidak ada pembantu jadi kamu yang harus menyiapkan semua nya"
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Terima kasih penulis ucapkan pada semua yang sudah setia membaca Cinta Yang Tertukar
Jangan lupa like coment dan kasih tip ya sayang
😊🙏