Apa jadinya jika masa lalu terus terulang kembali? Saat kamu mencoba melupakan masa lalu dengan menguburnya dalam-dalam dan menguncinya rapat dalam hatimu sehingga tak satupun celah yang bisa dilihat untuk didekati.
Saat itulah seseorang mengetuk pelan pintu itu dan dan dengan bangganya berkata, "Aku akan jadi seperti matahari, yang akan terus menuntun dan menyinarimu."
Matahari memang sangat indah, tapi bukankah akan tersengat panas jika kita mendekatinya?
Saat kamu merasa nyaman dengan cinta nya saat itulah kamu tau bahwa selama ini kamu dicintai karena dianggap sebagai bayangan seseorang. Masihkah kamu tetap bertahan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Huang Vioren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29: Someone Who's broke me!
'Seseorang yang tulus itu bisa dinilai saat kamu merasa khawatir, kesulitan, bahkan saat kamu kesepian dan ia tetap betahan disisimu.'
...***...
Suara krasak krusuk yang membentangi heningnya malam membuat gadis ini mengernyitkan dahinya pelan. Ia cukup terganggu dengan suara yang tidak diundang itu.
Ia membuka matanya pelan, 'Sh**! Gue ketiduran!' Ia mencoba mengendus aroma yang lagi-lagi membuatnya pusing. Ah! Ini aroma Melati. Dan seperti dugaan, setiap tiga hari sekali bunga yang berbeda akan dikirimkan kepadanya.
Tapi, ia tak sendirian sekarang. Melainkan ditemani oleh seorang suster yang sibuk mengganti infusnya. Tapi, ia merasa sedikit aneh. Karena suster itu menutup wajahnya dengan masker. Tapi, yang anehnya lagi suster itu terus saja menyuntikkan sesuatu ke air infusnya. Dan ini membuat Valeny semakin susah bergerak.
Mungkin karena merasa firasat buruk dari awal dan ditambah dengan tiba-tiba adanya bunga 'Melati Putih' di samping tempat tidurnya. Valeny reflek menarik tangan kirinya dan mencabut paksa infus yang terpasang dengan mulutnya. Ya, dia menarik paksa dengan mulutnya hingga membuat kulit tangannya robek.
Suster itu nampak shock dengan kelakuan Valeny dan tiba-tiba ia menarik rambut Valeny dan membenturkannya ke dinding. Valeny tidak bisa melawan, karena kedua tangannya sekarang sama-sama sakit, dan dia juga tidak bisa lari karena kakinya masih bengkak.
"Akhh!!! Dasar gila!! Lo itu siapa,sih?!" Valeny berteriak kencang berharap ada seseorang yang mendengarnya.
Hah! Kulit kepalanya bahkan terasa hampir putus! Dan tiba-tiba ia melihat sesuatu di kantong baju suster itu, ia tidak peduli apapun resikonya nanti yang penting sekarang ia bisa selamat dulu.
Ya, benda yang ada di kantong baju suster itu adalah sebuah suntikan. Ia tidak tahu kegunaan ini untuk apa, tapi yang jelas, ia langsung menancapkan suntikan itu di lengan suster tersebut hingga membuatnya berteriak kesakitan.
Dan suara itu, terdengar sangat familiar. Tapi, sekarang bukan waktunya untuk memikirkan hal itu. Sekarang adalah kesempatannya untuk lari dari sini.
'Gue harus kabur dari sini!' Valeny berusaha menumpu badannya ke sebelah kakinya yang tidak terluka. 'Gila! Sumpah ini sakit banget!' Ia berusaha menahan sekuat tenaga.
Ia berharap bahwa suster itu tidak akan mengejarnya. Ia terus bertumpu pada dinding dan berhasil sampai ke lorong depan kamarnya.
'Oh ****! Memangnya ini rumah sakit hantu? Kenapa ngga ada orangnya? Lama-lama gue bisa gila!' Darah terus saja bercucuran dari tangan kirinya dan ini membuat lantai rumah sakit seperti banjir darah.
Dan ia hanya berharap satu hal, semoga ia bisa bertemu dengan seseorang yang bisa membantunya.
Bruk!!
Ia terjatuh ke lantai, bukan karena tersandung tapi lagi-lagi karena ia didorong oleh seseorang. Ia bahkan tidak sanggup bangun lagi, dan ia yakin bahwa sekarang kakinya juga ikut berdarah.
'Huffthh! Mungkin gue harus nyerah disini.' Jujur saja, Valeny merasa sangat lelah dengan kejadian yang akhir-akhir ini menimpanya. Selama ia masih hidup, pasti seseorang akan mengincar nyawanya.
'Bahkan gue belum sempat liburan bareng sama mereka.' Gadis itu lagi-lagi hanya bisa menahan tetesan yang ingin keluar dari matanya saat seseorang itu ingin mendekatinya.
"Va--Vanila!! Lo ngga apa-apa? Lo-lo kok bisa ada disini? Ta-tangan lo-,"
Ah, suara ini adalah suara yang selalu terdengar saat ia ingin menyerah. "A-asrain, to-tolong gue," Bulir bening yang berusaha di tahan akhirnya runtuh di depan laki-laki itu. Bahkan ini terasa memalukan karena laki-laki itu selalu melihatnya dalam keadaan berantakan dan lemah.
"Ki-kita harus panggil dokter du-," Asrain nampak sangat terkejut saat melihat Valeny yang tiba-tiba saja tak sadarkan diri dan terjatuh ke pelukannya.
Ia langsung menggendong Valeny dan berlari seperti orang gila sambil berteriak memanggil dokter. 'Semoga lo baik-baik aja,Val. Karena gue takut untuk kehilangan lo lagi.'
...***...
Kira-kira siapa,ya, pelakunya? Ketebak ngga,sih? Komen di bawah,ya!
Jangan lupa juga untuk like dan vote!
See u on next chapter!!
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganss
ditunggu lanjutannya thor 😁