NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Ji Hao tergeletak di atas tanah dengan wajah pucat. Tangan kanannya menggantung lemas dalam posisi yang tidak wajar, sementara darah terus menetes membasahi lengan bajunya. Rasa sakit yang luar biasa membuat dahinya dipenuhi keringat dingin.

"Ji Hao!"

Ai Ling berteriak panik. Ia segera berlari menghampiri kekasihnya itu, lalu berlutut di sampingnya. Melihat keadaan Ji Hao yang begitu mengenaskan, wajah Ai Ling langsung dipenuhi amarah. Ia menoleh ke arah Yan Kai dengan sorot mata penuh kebencian.

"Dasar kau pelayan rendahan! Beraninya kau melukai Kakak Ji Hao!"

Yan Kai hanya memandangnya tanpa berkata apa-apa. Ia tahu, apa pun yang ia jelaskan sekarang, Ai Ling tidak akan mau mendengarnya.

Sementara itu, keributan di lapangan latihan telah menarik perhatian banyak orang. Semakin banyak murid luar berdatangan, saling berbisik sambil menatap Yan Kai dengan ekspresi tidak percaya.

"Benarkah dia yang mengalahkan Ji Hao?"

"Mustahil..."

"Tapi aku melihatnya sendiri. Ji Hao bahkan kalah dalam satu benturan."

Suasana menjadi semakin ramai. Tepat pada saat itu, sebuah suara berat tiba-tiba terdengar dari arah aula utama.

"APA YANG SEDANG TERJADI DI SINI?"

Suara itu mengandung wibawa yang membuat seluruh lapangan langsung terdiam. Semua murid refleks menoleh. Dari tangga aula utama, tampak seorang pria paruh baya berjubah hijau tua berjalan dengan langkah tenang.

Rambutnya telah memutih sebagian, namun sorot matanya masih tajam seperti elang. Di dadanya tersemat lambang bambu emas, tanda bahwa dirinya adalah seorang tetua sekte.

"Tetua Feng!"

Seluruh murid segera menangkupkan kedua tangan dan memberi hormat. Yan Kai pun ikut menundukkan kepala.

Tetua Feng menyapu seluruh lapangan dengan tatapan dingin. Alisnya langsung berkerut saat melihat lima murid terkapar di tanah. Empat murid luar tampak meringis kesakitan, sementara Ji Hao bahkan hampir tidak mampu berdiri karena lengan kanannya telah patah.

Raut wajah Tetua Feng menjadi sedikit gusar. "Apa maksud semua ini? Siapa yang melakukan keributan di lapangan latihan?"

Tak ada yang langsung menjawab. Semua saling berpandangan. Namun beberapa saat kemudian, Ai Ling tiba-tiba berdiri, wajahnya dipenuhi air mata. Ia segera memberi hormat kepada Tetua Feng.

"Tetua Feng! Tolong tegakkan keadilan untuk kami!"

Tetua Feng memandangnya. "Ceritakan."

Ai Ling langsung menunjuk ke arah Yan Kai. "Itu semua ulah Yan Kai! Dia tiba-tiba menyerang kami tanpa alasan! Awalnya Kakak Ji Hao hanya ingin menegurnya karena bersikap tidak sopan kepada murid sekte, tapi Yan Kai malah menyerang lebih dulu. Ia memukul empat murid hingga terluka parah. Bahkan saat Kakak Ji Hao berusaha menghentikannya, ia juga diserang sampai tangannya patah."

Semakin lama Ai Ling berbicara, semakin berlebihan pula ceritanya. Ia sengaja menghilangkan seluruh bagian ketika Ji Hao dan kelompoknya lebih dulu menghadang serta berusaha memukul Yan Kai.

Dalam ceritanya, Yan Kai berubah menjadi pelaku utama yang tanpa alasan menyerang para murid sekte. Bahkan beberapa murid yang tidak menyaksikan kejadian itu mulai mempercayainya.

Tetua Feng perlahan mengalihkan pandangannya kepada Yan Kai. "Kau. Benarkah semua itu?"

Yan Kai mengangkat kepalanya perlahan. "Tetua. Mereka yang lebih dulu menghalangi jalan saya dan menyerang saya. Saya hanya membela diri." Suaranya tetap tenang.

Namun Ai Ling langsung menyela. "Bohong! Semua orang di sini bisa menjadi saksi!"

Beberapa murid yang merupakan teman dekat Ji Hao langsung mengangguk-anggukkan kepala. "Benar, Tetua. Kami melihat Yan Kai menyerang." Meski mereka tidak menyaksikan seluruh kejadian, mereka sengaja memberikan kesaksian yang menguntungkan Ji Hao.

Di sisi lain, murid-murid yang benar-benar melihat kejadian itu hanya saling berpandangan. Tak seorang pun berani berbicara. Mereka mengetahui siapa yang sebenarnya memulai pertikaian, namun Ji Hao berasal dari keluarga yang cukup berpengaruh dan memiliki banyak pendukung di sekte. Tidak ada yang ingin mencari masalah.

Melihat tidak ada seorang pun yang memberikan penjelasan lain, wajah Tetua Feng semakin serius. Ia tidak langsung menjatuhkan keputusan. Bagaimanapun juga, lima murid terluka bukanlah persoalan kecil, terlebih salah satunya mengalami patah tulang.

Setelah terdiam beberapa saat, Tetua Feng akhirnya membuka mulut. "Masalah ini tidak bisa diputuskan hanya berdasarkan satu pihak." Ia menatap Yan Kai dengan tajam. "Yan Kai. Ikut denganku. Kita akan menuju aula utama. Masalah ini akan dibahas bersama para tetua lainnya. Jika kau memang bersalah, kau akan menerima hukuman sesuai aturan Sekte Hutan Bambu."

Yan Kai menganggukkan kepala pelan. "Saya mengerti, Tetua." Tanpa memberikan perlawanan sedikit pun, ia melangkah mengikuti Tetua Feng menuju aula utama.

Sementara itu, Ai Ling membantu Ji Hao bangkit dengan hati-hati. Tatapan kebencian mereka terus tertuju kepada punggung Yan Kai yang perlahan menjauh. Mereka yakin, kali ini, pelayan rendahan itu tidak akan bisa lolos dari hukuman sekte.

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
kay
semangat rhor💪 izin promosi🙏saya buat novel juga kalo tertarik mampir aja
Dante-Kun
👍🤲
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Riski Kurniawan
Very Nice Thor..
BOIEL-POINT .........
very very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
yos helmi
💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!