Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Dan dengan arogannya, Brandon langsung menarik lengan Tatiana. Wanita spontan berdiri karena terkejut.
"Kenapa menarik ku?" tanya Tatiana mencoba menepis tangan Brandon yang mencengkeram lengannya.
Yuli juga tidak terima, dia langsung mendorong Siska menjauh, karena wanita itu menghalanginya membentuk Tatiana.
"Aduh!" pekik Siska terhuyung beberapa langkah ke arah belakang.
"Lepaskan Tatiana! kamu tidak malu melakukan hal seperti ini di depan banyak orang? oh... aku lupa, urat malu mu memang sudah putus. Alih-alih membawa istri sah, malah jalan begitu mesra dengan pelakorr ini!" celetuk Yuli.
Yuli memang pandai bicara, dia kan seorang pengacara.
"Heh, kamu bilang aku apa?" Siska tidak terima, dia mendekat ke arah Yuli, berniat balik mendorongnya.
Tapi langsung di hentikan oleh Tatiana.
"Mau mendorong Yuli? tidak takut image polos dan tak berdaya mu nanti dianggap hanya sandiwara oleh tuanmu ini?" tanya Tatiana.
Siska sebenarnya kesal, tapi kan benar juga ucapan Tatiana. Sudah susah payah iya mewujudkan image dirinya yang sangat polos dan lemah. Dia tentu saja tidak akan merusaknya.
"Tuan, dia mendorongku! sakit sekali!"
Yuli sampai terkekeh, melihat Siska yang pura-pura kesakitan dan mengusap dada sebelah kirinya.
"Heh, yang aku dorong lengan! kenapa mengusap dada? murahan!"
"Kamu diam ya!" pekik Brandon pada Yuli.
Tatiana terus berusaha menarik tangannya, karena fokus Brandon terpecah ke Yuli. Akhirnya dia melepaskan tangan Tatiana.
"Kamu tunjukkan saja mulut tajam mu itu di pengadilan. Kenapa malah membawa pengaruh buruk untuk Tatiana? pasti kamu yang membuatnya terus melawanku kan?" tanya Brandon.
Yuli berdecih, sementara Tatiana menggelengkan kepalanya perlahan. Memang sudah bicara para orang yang otak dan hatinya terkontaminasi pelakorr.
"Ngaca ya tuan Brandon Wirawan, siapa yang sebenarnya jadi karbondioksida dan mengkontaminasi pikiranmu. Tapi bukan urusanku, meladeni orang-orang macam kalian. Cuma buang-buang waktu dan tenaga!" kata Yuli yang memang malas meladeni dua orang sumber polusi mata dan pikiran itu.
"Kalian berdua ini benar-benar ya! kalau tidak petang datang ke tempat seperti ini. Ngapain datang? yang ada kalian hanya akan membuatku malu! dan kamu Tatiana, kamu tahu tidak, tempat apa yang kamu duduki saat ini?"
"VIP line!" sahut Tatiana santai.
Dan cara Tatiana yang menjawabnya dengan sangat santai, seolah tidak masalah dia duduk di VIP line itu membuat Brandon makin geram.
"Sudah tahu VIP line, kenapa masih duduk di tempat ini?" tanya Brandon lagi.
"Bukan urusanmu!" kata Tatiana yang muak, karena lagi-lagi Brandon membiarkan Siska merangkul lengannya.
"Bukan urusanku katamu? baiklah,
kalau kamu diusir dari tempat ini. Jangan bilang kamu adalah istriku, atau bawa-bawa perusahaan Wirawan!"
"Jangan khawatir, aku tidak akan lakukan itu!" sahut Tatiana cepat.
"Dan kami berdua, tidak akan diusir. Acaranya sudah mau mulai, sebaiknya kalian berdua, dasar Leptocorisa acuta!" kata Yuli yang menatap Siska dan Brandon secara bergantian dengan tatapan mengejek.
"Kamu...."
"Mohon perhatiannya, tuan-tuan dan nyonya-nyonya. Acara akan segera kami mulai. Silahkan menempati tempat duduk masing-masing!"
"Tuan..."
"Kita duduk dulu!" ajak Brandon yang sudah menjadi pusat perhatian karena berdiri di depan.
Arah pandangan Brandon lalu tertuju pada Yuli.
"Awas kamu, urusan kita belum selesai. Pengacara pinggiran kota!"
"Cih, silahkan saja mencari ku kapan pun. Direktur utama yang gak becus apa-apa! balas Yuli.
Brandon melihat ke arah Tatiana. Temannya menghina suaminya seperti itu, tapi Tatiana malah diam saja. Dulu mana pernah seperti itu, kalau ada yang mengatakan hal buruk tentang Brandon. Tatiana akan menjadi orang yang berdiri paling depan untuk membela Brandon.
"Tuan... ayo!"
Tatiana dan Yuli juga kembali duduk.
"Leptocorisa acuta itu, apa?" tanya Tatiana karena memang belum pernah mendengar kata itu.
Sebelum Yuli menjawab, wanita itu bahkan terkekeh pelan.
"He he he, walang sangit!" kata Yuli yang melambaikan tangan di depan hidungnya seperti sedang mengusir bau.
Tatiana ikut terkekeh. Setahunya sahabatnya itu sarjana hukum. Tapi kenapa dia menguasai begitu banyak hal yang harusnya dikuasai oleh sarjana pertanian.
"Selamat malam para hadirin, selamat datang di acara lelang yang kami selenggarakan 4 tahun sekali. Para hadirin yang terhormat, sebelum acara resmi dimulai, mari kita sambut tamu kehormatan kita. Super kolektor yang memiliki gedung seni terbesar di negara F. Dan investor terbesar di yayasan lelang negara N. Tuan... Kenneth Julian Kwan! tolong beri sambutan yang meriah!"
Di bawah sorot lampu kristal yang memantulkan cahaya keemasan, seorang pria bertubuh tinggi melangkah masuk dengan tenang. Jas hitam rancangan rumah mode ternama membungkus tubuhnya dengan sempurna, dipadukan kemeja putih tanpa cela dan dasi sutra berwarna gelap. Rambut hitamnya tertata rapi, sementara wajahnya memancarkan ketegasan yang dingin sekaligus karisma yang sulit diabaikan. Setiap langkahnya mantap, tidak tergesa-gesa, namun cukup untuk membuat seluruh ruangan terasa dikuasainya.
Sebagai Presiden Direktur Kwan Group, konglomerasi multinasional yang memiliki bisnis di bidang teknologi, energi, properti, dan investasi di berbagai negara, Kenneth bukan sekadar tamu undangan. Malam itu, ia datang sebagai tamu kehormatan, sosok yang kehadirannya menjadi kebanggaan sekaligus daya tarik utama bagi acara lelang amal bergengsi tersebut.
Beberapa fotografer yang sebelumnya sibuk mengabadikan para kolektor seni mendadak beralih arah. Kilatan lampu kamera menyambar tanpa henti, sementara awak media berusaha mengabadikan setiap langkah pria yang selama ini lebih sering muncul di halaman depan majalah bisnis internasional daripada menghadiri acara publik.
"Tatiana, itu bukannya kak Julian?" tanya Yuli yang mengenali tuan Kenneth Julian Kwan itu sebagai kak Julian, senior kampus mereka dulu.
"Sudah 12 tahun, Yuli. Dia menjadi seseorang yang sangat luar biasa sekarang!" balas Tatiana yang memang sejak dulu cukup dekat dengan pria di atas podium itu.
"Ah, aku tidak jadi mendekatinya. Dia selalu menempeleng kepalaku kalau aku terlambat mengumpulkan tugas saat dia masih jadi asisten dosen!"
Tatiana hanya tersenyum, dan tiba-tiba saja senyumnya menghilang. Pria itu juga menatapnya dari podium. Tatapan mata yang masih sama seperti 12 tahun yang lalu.
'Tatiana, sudah 12 tahun. Kamu masih sama cantiknya seperti dulu. Apa kamu masih ingat aku?' batin Kenneth Julian Kwan.
***
Bersambung...
Lagian ya Tatiana, jabatan mu di perusahaan itu sudah tidak ada lagi..
Apalagi status istri..
Walaupun baru kau & Yuli yg mengetahui..
Namun yg perlu kau sadari..
Di perusahaan itu bukan tempat mu lagi..
Dan menjauh dari orang² toxic adalah pilihan yg tepat hingga surat cerai keluar nanti..
Kau seharusnya sadar, kau bahkan tak diberikan kepercayaan mengelola keuangan darinya..
Bahkan kau tak pernah menerima nafkah dari nya..
Di mata nya kau bukan istri, Tatiana..
Kau hanya di perlakukan seperti sapi perah oleh nya..
Ternyata cinta membuat Tatiana buta..
Begitulah cinta tanpa menggunakan logika..
Di kibulin pasangan, manut² saja.. 🤭
Tapi Brandon itu LLP (Lugu² Paok) namanya Tatiana.. 🤣
Dia bukan lelaki, dia itu boti..
Ada pula suami, tapi peran nya seperti seorang istri..
Bini kerja banting tulang, dia cuma modal telur &:ongkang² kaki..
Astaghfirullah.. Kacau sekali jika dapat tipe suami seperti ini..
Lelaki, tp kelakuan nya kyk banci..😏
aq kasihan takut si buaya ke racunan ,,
Mana ada seorang Kk yg tega melihat adiknya di perlakukan kurang ajar..
Mana kelakuan suami nya sendiri yang minta di hajar..
Hanya karena rasa kasihan pada ayah mertua, maka Tatiana harus lebih sabar..
Agar ayah mertua tak terlalu terkejut saat Brandon & Tatiana bubar..
Karena jalan perpisahan mereka berdua sudah terbuka lebar..
mampooss buat Brandon
orang gila dimana nyari 4 millyar dalam berapa jam
mang sakit jiwa 🙄
yg bisanya cuman buka kaki buat para pria🙄
lagi spaneng nih k
masa ga ada kelonggaran mau nafas dulu🤣
apa pun masalahnya nangis terus siwalang sangit gak tega , gitu aja terus sampai jadi gembel 🤣🤣🤣🤣🤣