Terlahir dari rahim seorang wanita yang mendapat julukan sebagai pelakor atau orang ketiga bukan kemauan Kanza Qiara Mecca. Gadis cantik yang kini sudah menjadi piatu sejak usia nya tiga bulan itu harus menanggung keras nya hidup di keluarga orang yang telah ibu hancurkan. Setiap hari dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari ibu dan kakak tiri nya. Sosok ayah yang selama ini diaharapkan pun tidak bisa melakukan apa pun melihat hal itu.
Penderitaan Kanza tidak berhenti di situ saja, sebulan sebelum pernikahan sang kakak justru dia mendapati dirinya berada dalam satu kamar dengan calon kakak ipar nya dan hal itu membuat dia harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa cinta dengan sosok pria angkuh, dingin dan arogan Kenan Diyaksa.
Bagaimanakah kehidupan Kanza setelah mendapat gelar seorang istri dari calon kakak ipar nya? Apakah kebahagiaan yang selama ini dia harapkan akan dia raih?
Yuk….kepoin karya baru author “ Ikatan Tanpa Cinta “happy reading gaes😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ny.Irawana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 31 Satu fakta
"Arabella...."
Kenan langsung reflek menangkap Arabella yang hampir saja terjatuh karena ketidakseimbangan akibat mabok parah. Awal nya tubuh Arabella sudah ada dekapan Kanza, namun karena Kanza mendengar suara Kenan yang tiba-tiba membuat gadis itu tidak fokus pada Arabella, di tambah saat itu keadaan Arabella yang selalu memberontak membuat Kanza secara tidak sengaja melepaskan tubuh Arabella.
"Apa yang kamu lakukan Za, kalau Ara sampai terluka bagaimana!" bentak Kenan.
"Maaf mas, aku tidak sengaja".
"Ah sudah lah, sekarang kamu masuk biar Ara aku yang urus".
Tanpa mengatakan apa pun lagi Kanza pun langsung masuk ke dalam rumah. Hati nya terasa sakit sekali mendapati Kenan membentak diri nya. Ya walaupun ini bukan kali pertama Kenan membentak dia, namun tetap saja hati nya tetap merasakan sakit
"Neng Kanza ngga papa?" tanya Bi Sum yang melihat Kanza masuk dengan berlinangan air mata. Kanza sendiri langsung mengusap air mata yang menetes di pipi nya dengan kasar
Kanza menggelengkan kepala nya," oh ya tolong bibi bantu mas Kenan mengurus Mba Ara ya. Aku mau mengecek papa dulu siapa tahu papa terbangun dan butuh sesuatu", ucap Kanza yang langsung berjalan ke arah kamar papa nya.
"Baik Neng.."
Sedangkan di luar rumah Kenan sedang kesusahan menghadapi tingkah Arabella yang semakin tidak terkendali akibat mabuk.
"Kenapa kamu seperti ini Ara, aku tidak menyangka jika kamu suka mabuk - mabukan !"
Arabella yang masih dalam keadaan belum sadar cuma terkekeh khas orang mabuk mendengar apa yang Kenan ucapkan.
"Duh....mimpi apa sih gue semalam, ini beneran Kenan Diyaksa ya yang ada di hadapan gue? tapi kan ini rumah gue, ngapain dia ada di sini sih !" cerocos Arabella sambil tangan nya menunjuk ke arah Kenan.
Tangan Arabella tidak bisa diam sama sekali, dia terus menggerayangi tubuh Kenan sehingga membuat Kenan merasa risih, belum lagi bau alkohol dari tubuh Arabella membuat pria itu ingin sekali muntah.
"Lepaskan tangan mu dari tubuh ku Arabella!" geram Kenan.
Bukan Arabella jika langsung menurut saja dengan apa yang di katakan oleh Kenan. Justru dia semakin menjadi - jadi tingkah nya di tambah saat ini dia masih di kuasai oleh efek minuman berakohol.
"Kenapa kamu terlihat tampan sekali mas, tapi sayang ketampanan mu ini tidak bisa membuat ku jatuh cinta sepenuhnya karena yang aku cintai dari kamu itu hanya uang mu, hahahaha".
Deg,
Jantung Kenan langsung berdetak cepat , dia begitu syok dengan apa yang Arabella ucapkan barusan. Dia tahu kondisi Arabella saat ini sedang tidak dalam keadaan baik - baik saja namun biasa nya apa yang di ucapkan seseorang dalam keadaan mabuk itu benar ada nya.
"Tuan...biar saya bantu untuk memapah Non Arabella masuk ke kamar nya", ucap Bi Sum yang tiba - tiba sudah berada di belakang nya.
"Ah iya Bi.."
Kenan langsung menyerahkan tubuh Arabella yang saat ini sudah tidak sadarkan diri pada Bi Sum, dia sendiri hanya mengikuti Bi Sum dari belakang.
Sebenarnya dia kasihan pada ART keluarga Baskoro itu namun dia terasa enggan untuk ikut memapah Arabella karena dalam hati nya masih merasa kesal dengan apa yang Arabella lakukan dan katakan tadi.
Sungguh ini kali pertama dia tahu jika Arabella ternyata suka mabuk - mabukan. Selama ini yang dia tahu Arabella adalah gadis baik - baik yang tidak mengenal dunia malam atau sejenis nya. Bahkan dia tahu nya Arabella adalah anak rumahan sekalipun dia seorang selebgram.
"Kenapa fakta ini terlalu menyakitkan untuk ku ", batin Kenan.
"Tuan, Nona Arabella sekarang sudah tidur. Tadi saya sudah mengganti pakaiannya yang terkena muntahan, apa tuan mau masuk melihat nona Arabella?"
Kenan menggelengkan kepala nya," ngga Bi, biarkan saja Arabella beristirahat. Makasih ya Bi atas bantuannya. Oh ya, aku boleh tanya pada bibi?"
Bi Sum mengangguk," boleh tuan".
"Apakah Arabella sering seperti ini selama ini?"
Bi Sum tidak langsung menjawab pertanyaan dari Kenan, wanita paruh baya itu terlihat gugup. Ke dua mata nya melihat ke sana sini seperti memastikan sesuatu, jari - jari nya memilin ujung baju nya.
"Ehm anu tuan.."
"Katakan saja Bi semua yang bibi tahu, aku akan mendengar kan semua nya dan tenang saja tidak akan ada yang memarahi bibi, aku pastikan itu ".
Bi Sum menghela nafas nya perlahan.
"Benar tuan, Non Arabella sering seperti ini jika keluar dan berkumpul dengan teman - teman nya. Terkadang nona Arabella tidak pulang ke rumah sampai beberapa hari, dan setiap pulang pasti dalam keadaan mabuk. Neng Kanza yang biasa nya mengurusi Nona Arabella jika dalam keadaan seperti ini. Dia begitu telaten membersihkan tubuh Non Ara dengan air hangat dan mengganti pakaian Non Ara, bahkan Neng Kanza juga membuatkan soup hangat pagi nya untuk Non Ara supaya Non Ara pulih kembali", jelas Bi Sum.
"Kanza juga seperti itu Bi, suka mabuk - mabukan juga?"
"Astagfirullah tuan, mana mungkin Neng Kanza seperti itu. Saya sudah puluhan tahun bekerja di rumah ini, bahkan saya yang mengurus neng Kanza sejak dia masuk ke rumah ini dan belum pernah melihat satu kali pun neng Kanza keluyuran saat malam. Neng Kanza tipe anak rumahan tuan, setelah dia bekerja pun belum pernah dia pergi ke luar saat malam dengan teman - teman nya untuk menongkrong, sepulang kerja neng Kanza langsung pulang ke rumah. Tuan Baskoro dan Nyonya Ratih melarang keras neng Kanza untuk bergaul karena neng Kanza harus bekerja mengurus rumah ini juga".
Deg,
Jantung Kenan berdetak kencang kembali setelah mendapatkan satu fakta lagi.
"Arabella selama ini bukan nya ikut membantu pekerjaan rumah Bi, bahkan dia yang selama ini menyiapkan segala makanan di rumah ini".
"Jangan kan menyiapkan makanan untuk orang yang ada di rumah ini tuan, masuk dapur saja Non Ara tidak pernah. Semua makanan yang di santap oleh keluarga ini Neng Kanza yang menyiapkan. Bahkan Non Ara sering menyuruh neng Kanza memasak untuk kekasih Non Ara", Bi Sum langsung menutup mulut nya setelah menyebut kata kekasih Ara, wanita tua itu langsung menunduk kan kepala nya.
"Baik Bi, terimakasih atas segala informasi nya. Silahkan kalau bibi mau beristirahat lagi".
"Baik tuan.."
Setelah mendengar semua yang dikatakan Bi Sum, Kenan langsung merasa bersalah karena tadi dia sempat membentak istri nya. Sebenarnya Kenan hanya reflek saat melihat Arabella akan terjatuh ke belakang tadi, maka nya pria itu langsung berteriak pada Kanza.
"Aku harus segera minta maaf pada Kanza"
kenan mulai ke pancing cemburu sama Arga.