Serena Laurent, seorang wanita yang pernah terluka cinta, terpaksa meninggalkan semuanya setelah difitnah mantan pacarnya, Logan Winston. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang tidak terduga, Logan telah menikah karena perjodohan, justru tidak bisa melupakan Serena dan ingin memilikinya kembali.
Dengan dalih dendam, Logan menebus Serena kepada pemilik Club malam dimana Serena Bekerja untuk menebus hutang ayahnya, kemudian memaksa Serena untuk menikah dengannya secara diam-diam.
Namun, Semakin lama Serena semakin terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya. Logan mulai menunjukkan sisi lain dirinya, dan Serena mulai merasakan perasaan yang sudah lama ia kubur.
Apakah Serena akan menjadi korban racun cinta kedua, ataukah menemukan jalan keluar untuk lepas dari pernikahan rahasia mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31.
[Belum, masih minggu depan aku tiba. Aku masih bersenang-senang dengan istriku, kami sudah lama tidak menghabiskan waktu berdua. Aku akan kembali setelah merasa puas, atau kemungkinan aku kembali bulan depan! Keluargaku sudah sangat menginginkan cucu dari kami, jadi aku juga ingin kalau Elena segera hamil!]. Logan sengaja mengatakan itu untuk memancing Serena.
Serena menahan kesal atas ucapan keinginan Logan, sedangkan saat bersamanya malam itu Logan menyuruhnya mengkonsumsi obat pencegah kehamilan, siapa juga yang mau mengandung anak dari pria yang di benci. Melihat wajah serta sikap Logan, membuat Serena muak, kalau bisa ia juga ingin melarikan diri tapi bagaimana caranya...
"Baguslah kalau begitu, kalau disana cukup lama aku bisa bebas, atau mungkin begitu istrimu hamil kamu jadi melupakanku, aku bisa pergi dan mencari kehidupanku sendiri!" Serena menyahut, berusaha bersikap tetap tenang apalagi ada Max, meskipun Max mundur dan membalik badannya seolah-olah tidak mendengarkan apapun.
[Itu tidak akan pernah terjadi, selamanya kamu akan berada di genggaman tanganku, Serena. Simpanlah mimpimu itu dalam kepalamu saja!] Balas Logan dengan tegas.
"Aku tidak perduli!" Setelah menjawab Serena memutuskan sambungan telepon sepihak karena kesal dengan Logan.
Serena tidak perduli Logan marah, toh dia akan membuka blokir kontak pria itu di ponselnya. Ponsel milik Max dikembalikan.
"Sudah selesai nona?" Tanya Max.
"Ya. Tuan mu menyebalkan! Untuk apa juga dia membutuhkanku kalau sudah bersenang-senang dengan istrinya yang lain!" Serena berkata dengan kesal, Max yang sekarang menjadi sasaran atas sikap dan ucapan Logan. "Aku akan membuka kontaknya lagi, kau bisa pergi!" Imbuh Serena pada akhirnya.
Bersamaan dengan itu, Elsa baru datang karena harus mampir ke markas grup Helta sebentar. "Max, kau pagi-pagi sudah disini!" Tegur Elsa penasaran.
Saat Elsa bertanya, tiba-tiba Serena masuk begitu saja dengan wajah yang tidak bersahabat. Memang semenjak satu minggu Logan tidak pernah ke apartemen apalagi Serena taunya kalau Logan pergi bersama Elena untuk Honeymoon, Serena sering murung dan kesal.
Dan Elsa yakin, kalau sebenarnya Serena itu tengah dilanda api cemburu karena Logan pergi dengan istrinya yang lain.
"Kenapa dengannya? Kau mengatakan sesuatu sampai membuat gadis itu kesal!" Tebak Elsa.
"Tuan yang menelponnya!" Balas Max.
Oh, Elsa paham sekarang. Bisa saja kalau Logan mengatakan sesuatu yang membuat Serena seperti itu. "Serena tengah cemburu, semenjak tuan Logan pergi, makannya jadi tidak teratur dan jarang tidur!"
"Jangan khawatir, Tuan sedang dalam perjalanan pulang!" Balas Max, terlihat mereka juga perduli pada Serena, apalagi Serena menjadi tanggung jawab mereka selama Logan di Satar.
Kalau Serena sampai sakit atau kurus mungkin, pasti mereka yang disalahkan. Saat Serena bertemu Hansel pun mereka yang disalahkan, padahal Logan membiarkan Serena pergi sendiri tanpa pengawasan.
.....
Elsa ada jadwal di markas, karena tugasnya bukan hanya menjaga Serena tapi juga menjaga bagian penting grup Helta. Saat ada masalah, dia yang dibutuhkan.
Setelah memastikan Serena makan malam, wanita itu langsung pergi. Sebenarnya Elsa ingin bersantai sejenak di apartemen, tapi sudah menjadi tugasnya sekarang bila ada penyusup datang dia harus bertindak.
"Jangan buka pintu kalau yang datang selain aku, Max dan tuan! Tetaplah diapartemen, jangan kemana-mana malam-malam begini!!" Pesan Elsa.
"Ya, iya. Baiklah! pergi saja jangan khawatirkan aku!" Balas Serena sembari menonton drama di ruang tengah.
Elsa pergi, sebelum itu dia memastikan keamanan untuk Serena. Cctv di cek dengan baik supaya tidak ada kelalaian.
Satu jam setelah Elsa pergi, ponsel Serena berdering bunyi telepon masuk. Ya, Serena sudah membuka kontak Logan, jadi pria itu pasti yang menghubunginya.
"Apa?" Ketus Serena begitu menjawab panggilan video call.
[Kau tidak merindukanku?] Pertanyaan itu yang diucapkan Logan. Pria itu sudah berada didalam mobil menuju apartemen.
"Tidak! Buat apa aku merindukanmu? Buang-buang waktuku!" Balas Serena, dia sengaja menunjukkan kamera kearah layar besar didepan, bukan ke wajahnya.
[Dimana kamu, Serena? Balik kameranya!] Logan kesal karena ingin melihat wajah Serena justru dihadapkan pada layar drama.
"Memangnya mau apa melihat wajahku? Bukannya kamu membenciku?"
Ting!
Tong!
Suara bel pintu terdengar menggema, siapa yang menekannya? Yang pernah datang cuma, Logan, tapi kalau Logan kan tidak perlu menekan bel langsung masuk, tapi pria itu juga masih di Satar, dan Serena melihat layar ponsel Logan sepertinya didalam mobil.
Elsa, Max, petugas kebersihan, Laundry, dan sepertinya tidak ada lagi. "Ada tamu, aku mau buka pintu dulu!" Serena meletakkan ponselnya di atas meja dengan layar menghadap atas.
[Siapa yang datang, Serena?] Logan bertanya namun tidak ada jawaban karena Serena sudah pergi menuju pintu.
Didalam mobil Logan merasa perasaannya tidak enak, sepertinya dia ingin segera sampai di apartemen. "Aku ingin segera sampai di apartemen, Max!" Titah Logan, tadi Max yang menjemputnya di bandara begitu tiba di Arcadia.
Logan menyalakan laptop kemudian mengecek Cctv di apartemen, kedua bola matanya terbelalak melihat sosok pria di depan pintu apartemen. "Max, lajukan mobilnya lebih cepat! Serena dalam bahaya!"
*****
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Mommy mau mengucapkan Minal aidzin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin untuk semua readers setia mommy. Semoga dosa dan kesalahan kita di ampuni oleh Allah SWT. Aamiin...
Mudiknya pada kemana nihh??🥰🥰
ibarat terlihat orang, tapi mayat berjalan