Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?
===
“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”
“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”
“Masa?”
“Mahameru pantang ingkar janji.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2. Wangi Parfum
Bab 2
Cinta menyimak penjelasan Pak Arif sebagai ketua Tim Produksi. Pembagian ulang tim dan lingkup tugas untuk menghindari kejenuhan dan suasana baru. Ia mengernyitkan dahi dan berdecak karena Asep menendang kakinya, masih berada satu tim dengan Asep.
“Tim 1 s.d 3 on air dan live. Tim 4 dan 5 off air, tim 7 keluar kota area pulau jawa dan tim 8 luar pulau jawa.”
Masih menyimak penjelasan dan setiap tim jumlah personilnya berbeda, tergantung area dan jenis acaranya.
“Bosen gue sama lo,” bisik Asep. CInta cuek, tidak ingin kena ultimatum Pak Arif. Ia pernah dilempar laser pointer karena ngobrol saat rapat.
“Tidak ada nego tukar tim dengan alasan tidak masuk akal,” seru Pak Arif lagi. “Bisa dipahami?”
“Bisa, pak.”
“Sebelum bubar, ada pertanyaan?”
Restu mengangkat tangannya, pria itu duduk bersebrangan dengan CInta yang masih menatap layar menunjukan daftar nama tim enggan melihat ke arah pria itu.
“Saya nggak masuk tim 7 aja pak, kasihan itu CInta perempuan. Dapat tugas keluar kota,” tutur Restu.
“Nggak,” sahut Arif.
Asep tergelak sedangkan Restu menggaruk kepala. “Lo pikir CInta perempuan, dia mah jadi-jadian.”
“Maksud kamu kalian bertukar, kamu tim 7 Cinta masuk tim 4. Gitu?” tanya Arif, bukan rahasia kalau Restu ada hati dengan CInta.
“Saya tim 7 aja,” seru Cinta. Divisi produksi, didominasi dengan laki-laki. Kalaupun ada yang perempuan tugasnya di belakang meja, proses editing atau desain dan yang mengurus talent juga wardrobe untuk acara indoor.
“Maksud saya, nggak pa-pa saya pindah ke tim 7,” seru Restu.
“Yang lain?” tanya Arif enggan menanggapi usulan Restu.
“Udah bener lo nggak di tim kami, kalau ada elo malah nggak aman,” seru Umar.
“Iya, bang Umar ‘kan udah kayak bapaknya anak-anak produksi. CInta ini anak bungsunya Bang Umar, sungkem dulu gih, minta restu,” cetus Asep pada Restu.
“Gue nggak setua itu juga kali.” Umar melempar tisu yang direm4s ke wajah Asep.
“Tapi tim 7 Cuma 4 orang pak,” seru Restu.
“Lima orang dengan supir dan 1 orang magang. Mulai hari ini ada 10 karyawan magang, 5 orang tersebar di tim produksi. Salah satunya di tim 7, sisanya di tim 1 sampai 4.”
Pertemuan pun berakhir, ada tim yang langsung beranjak menuju tempat tugasnya, tidak dengan tim 7 dan 8 masih menunggu surat perintah tugas kemana mereka akan pergi.
“Umar, stay dulu!” titah Arif, yang lain pun membubarkan diri dari ruang rapat begitupun dengan Cinta.
***
Cinta menyesap minuman sereal sambil menghidupkan komputer di kubikelnya. Asep bertelepon dengan calon istrinya. Pria berumur 30 tahun itu akan menikah beberapa bulan lagi. Cukup dekat dengan CInta, sejak gadis itu dimutasi dari tim kreatif ke tim produksi berada di bawah arahan Asep. Sikap Cinta yang cuek, tidak baper bahkan sering membalas ejekan dan m4kian dari Asep, membuat pertemanan mereka makin erat.
“Heran gue, sarapan tuh nasi uduk, nasi kuning. Suami lo nanti seneng banget, irit hidup lo.”
“Nggak sempat sarapan, lagian aku lagi diet karbo. Ini aja kemanisan banget, harusnya teh hijau kali ya.”
“Diet apaan, badan udah kurus begitu,” ejek Asep sambil membuka email, mana tahu surat tugas sudah masuk. “tapi gue bagi tips buat irit duit. Pagi minum sereal, siang cukup Okky jelly, malam promagh.”
“Besoknya di IGD, kena tipes,” sahut Cinta.
“Surat tugas udah gue terima,” seru Umar melewati kubikel Asep dan CInta yang bersisian. Kedua manusia itu mengekor langkah Umar menuju kubikelnya.
“Kemana kita?” tanya Asep menarik kursi dari meja yang tidak ada penghuninya. Cinta tetap berdiri.
Umar sibuk dengan layar komputer, mencetak surat tugas yang masuk ke WA pribadi mengingat ia adalah ketua tim. “Nih!”
CInta menunduk dan Asep mendekat membaca surat itu. “Cirebon,” ucap mereka serempak.
“Bentar lagi gue briefing sama tim riset, baru kita obrolin keberangkatan dan embel-embelnya. Terkait anak magang,” jelas Umar menjeda kalimatnya.
“Cewek bang?” tanya Cinta.
“Laki.”
“Hah, tim kita emang laki semua. Elo kan cewek jadi-jadian,” seru Asep dan tangan CInta mendarat di bahu pria itu lumayan kencang.
“Sembarangan, gadis tulen aku tuh.”
“Jangan semena-mena sama anak magang, kita bimbing dia karena semakin dia terarah dan kompeten bisa jadi memudahkan dan bantu kerja kita juga. Baru lulus sarjana dia, jadi belum ada pengalaman,” tutur Umar menasehati kedua rekannya. Ada 1 lagi rekan satu tim, orang teknisi alat jadi keseharian tidak berkumpul di ruangan itu.
“Anak magang tim 7 agak khusus, dia titipan orang penting. Magang ini untuk dia belajar, nanti ada masa dia ditugaskan di bagian lain. sampai waktunya dia punya posisi penting. Ingat ya, titipan orang penting artinya dia juga penting.”
Umar mengingat penjelasan Arif terkait anak titipan ini. Semoga tidak menyusahkan timnya.
“Hei, kemari!” Umar berteriak tangannya melambai ke arah pintu masuk. Cinta menoleh, dengan posisinya yang berdiri bisa melihat jelas seorang pria melangkah mendekat.
Cinta ragu kalau pria itu sudah sarjana karena terlihat lebih muda. Tubuhnya tinggi, mungkin beberapa centi dari Asep. Mengenakan kemeja putih lengan panjang digulung sampai siku, celana hitam model slim fit. Name tag dengan tali menggantung di lehernya. Penampilannya macam pemain drama yang menjadi idola remaja dan ibu-ibu, ia ragu pria ini bisa mengikuti ritme tim yang cukup hectic dan sulitnya bekerja di outdoor.
Semakin dekat, pria itu tersenyum. Aroma parfumnya menguar di hidung Cinta.
Tunggu, wangi parfumnya tidak asing
siap2 reaksi cinta nrma ga ya kenyataan
kamu dah di kasih tau sama mamih kan dan di wanti² tentang gosip tidak enak nah ini maksudnya
harusnya kamu dukung dan restuin agar cinta dapet keluarga baru dari pihak keluarga laki². lah ini aneh² aja 😏
takut nama keluarga tercoreng,takut ini takut itu..
Takut saham hancur dan turun lebih pastinya..
tapi nggak mikir gimana cinta tidak mendapat keadilan untuk orang tuanya...
Perselisihan dan perpisahan pasti ada,tapi aku yakin cinta Eru itu tulus dan kuat.
lama lama Cinta juga akan luluh dan memaafkan Eru..
lagian bukan eru yang menabrak,mereka sama sama korban juga